Honey, I Found You

Honey, I Found You
BAB 30



*


*


*


Marvel sampai di Mansion saat jam sudah menunjukkan pukul 02:30 Dini hari. Marvel membuka pintu kamar dengan sangat pelan agar tidak menganggu tidur sang istri. Marvel melihat kearah ranjang dan ada dua orang yang tertidur dengan saling berpelukan. Sudut bibir Marvel terangkat membentuk senyuman yang menyejukkan. Pemandangan di atas tempat tidurnya seketika membuat rasa lelahnya menghilang. Obat yang paling mujarab baginya adalah melihat wajah damai istri dan anaknya yang kini tertidur dengan pulas.


Marvel melangkah pelan mendekati kedua kesayangannya. Sibuk dengan urusan kantor dan permasalahan yang ingin di pecahkan hari ini sampai lupa bertemu dengan istri dan putranya walaupun hanya sekejap, bahkan telfon pun tidak sempat di lakukan oleh Marvel.


Marvel mengecup kening Glen lalu beralih mengecup bibir Lovely.


" Daddy, loves you both." Bisik Marvel lalu berjalan pergi ke kamar mandi.


Setelah membersihkan tubuhnya selama lima belas menit. Marvel keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai kaos putih dan boxer. Marvel mengangkat selimut yang di pakai Lovely dan Glen dan dengan gerakan pelan ikut menenggelamkan tubuhnya di bawah selimut lalu memeluk tubuh mungil Lovely dari belakang.


Marvel mendekatkan kepalanya di leher Lovely. Tidak hanya menempel kan kepalanya saja Marvel dengan sengaja menghirup aroma di leher Lovely. Setiap berdekatan dengan sang istri dirinya begitu Sulit menahan diri..


Merasa risih dan terganggu Lovely terbangun dari tidurnya dan perlahan membuka mata..


" Sayang. Kapan Kau Kembali,?" Tanya Lovely dengan suara lirih dan membalikkan tubuhnya kearah Marvel.


" Baru dua puluh menit yang lalu, Maaf aku tidak bermaksud membangun kan mu, hanya saja aku begitu sulit menahan diri jika sudah berdekatan dengan mu," Ucap Marvel mengusap pelipis istrinya dengan sayang.


" Sayang, Jangan terlalu capek. Kau juga butuh banyak istirahat. Kurangilah jam kerjamu!. Kau tidak melewatkan makan malam mu kan,?" Kata Lovely.


" Aku makan dengan baik dan tidak akan lembur hingga pagi lagi. Maaf Membuat mu khawatir." Sahut Marvel.


Sebenarnya sama seperti sang asisten dirinya juga belum makan apapun sejak berangkat ke kantor sampai sekarang. Dirinya berbohong hanya tidak ingin membuat Lovely lebih khawatir lagi.


" I miss You.. Satu hari tidak bertemu serasa satu tahun bagiku.." Kata Marvel sedikit meringkuk dan menyenderkan kepalanya di dada Lovely.


" Aku juga merindukan mu.." Balas Lovely memeluk kepala Marvel dan mengelus nya dengan lembut.


" Mimpi indah my husband.." Bisik Lovely mengecup puncak kepala suaminya.


Mereka pun akhirnya tertidur dengan Lovely yang memeluk kepala Marvel yang bersender di dadanya. Sementara Glen seperti di abaikan oleh orang tuanya. Bocah kecil yang memakai baju dinosaurus itu tertidur dengan tenang tanpa tahu apapun.


*


*


Keesokan paginya Glen terbangun terlebih dahulu. Bocah itu melihat orang tuanya yang tertidur dengan saling berpelukan sementara dirinya di biarkan sendiri dengan memeluk sebuah guling. Wajah bantal glen berubah seketika. Glen merasa di hianati dan cemburu pada sang daddy. Dirinya tidak terima tidak diajak berpelukan.


Dengan bibir mengerucut bocah itu turun dari ranjang menuju sisi kanan tanpa banyak berfikir lagi Glen menaiki tubuh Marvel dan menenggelamkan tubuh montoknya di antara Marvel dan Lovely. Glen tersenyum licik lalu menendang perut keras Marvel dengan kaki nya yang memontok.


Buk!!!!


Glen tersenyum jahat dan berpura pura tertidur dengan posisi meringkuk di sebelah perut Lovely.


" ****!!!" Umpat Marvel sembari memegang bokongnya yang terasa nyeri.


" Rasain siapa suruh kau menjadi daddy tidak tahu diri.." batin Glen tersenyum penuh kemenangan.


" Sial. Aku harus mengganti ranjang yang jauh lebar lagi!!" Gerutu Marvel tanpa tahu jika sudah di kerjai sang putra. Marvel dengan susah payah berdiri dan menjatuhkan tubuhnya lagi di ranjang dan Kembali terlelap kali ini pria itu memeluk tubuh putranya untuk mencari kenyamanan. Karena capek dan ngantuk Marvel melupakan insiden itu begitu saja tanpa mencurigai apapun.


Dan hal itu membuat Glen tiba tiba merasa kasihan dan bersalah karena mengerjai daddynya yang sedang lelah.


Karena begitu merasa bersalah Glen mendongak dan mengecup pipi Marvel sebagai tanda permintaan maaf.


" Sorry daddy.." Lirih Glen.


Marvel yang belum sepenuhnya terlelap itu sedikit tersenyum mendengar ucapan Lirih Glen dan semakin mengeratkan pelukannya pada Putranya yang menggemaskan itu.