
*
*
" Kau memang bukan putri kandung daddy dan Mommy." Ucap Jeffry mengawali ceritanya pada Lovely.
Lovely terdiam wanita itu tidak nampak terkejut sama sekali. Mungkin Lovely sudah menyiapkan kemungkinan terburuknya saat ada yang tidak beres ketika berada di Mansion Marvel tadi siang.
" Ceritanya sangat panjang tapi aku dan mommy mu tidak tahu siapa sebenarnya dirimu dan dimana keluarga mu. Karena mobil yang kau tumpangi yang merupakan satu satunya petunjuk sudah lenyap terbakar." Jelas Jeffry menarik nafas nya dalam sebelum melanjutkan ceritanya kembali.
Lovely menunggu kelanjutan penjelasan dari pria yang dianggapnya daddy itu dengan sabar tanpa berniat menyela.
" Awalnya aku berniat menjagamu hanya sampai kau sadar dari koma sekaligus mencari keberadaan kekuargamu. Tapi beberapa hari tidak ada perkembangan sedikitpun pada tubuhmu bahkan keadaan mu semakin memburuk. Akhirnya daddy dan mommy memutuskan membawa mu bersama kita ke New York dengan identitas baru sebagai putri ku. Dan aku Juga memutuskan berhenti mencari tahu tentang keluargamu." Jelas Jeffry.
" Apa daddy yakin sudah mencari keluarga ku dan kalian tidak menemukan petunjuk,?" Tanya Lovely.
" Ya daddy menyuruh bawahan untuk mencari orang tuamu selama seminggu tapi tidak menemukan petunjuk karena keterbatasan informasi tentang mu. Maafkan daddy dan Mommy Karena ingin memiliki mu hingga menyimpan rahasia besar ini darimu." Ucap Jeffry dengan penuh rasa bersalah.
" Kalian tidak perlu minta maaf aku seharusnya sagat berterimakasih karena mom dan dad menolong ku dan merawat ku seperti putri kalian sendiri. Walaupun aku sedikit kecewa karena kalian tidak jujur padaku tapi rasa terimakasih ku jauh lebih besar dari rasa kecewaku pada kalian." Sahut Lovely.
Jeffry dan Sharon berkaca kaca karena putrinya memiliki hati yang luas jika akhirnya begini sudah dari dulu mereka memberitahu kebenaran pada Lovely dan tidak perlu menaggung kecemasan setiap malam.
" Terimakasih. Kau tidak akan meninggalkan mommy dan Daddy kan setelah tahu kebenaran nya.?" Tanya Jeffry memeluk putrinya.
" Iya kau tidak akan meninggalkan mommy mu yang sudah tua ini kan, Love,?" Timpal Sharon yang ikut memeluk Lovely.
" Kalian terlalu banyak nonton drama sepertinya. Kenapa aku harus meninggalkan orang tua kaya dan sangat memanjakan diriku seperti kalian. Aku bodoh jika meninggal kan kalian yang menolongku. Lagian jika aku pergi dari sini lalu aku akan tinggal dimana, saat ini hanya Mommy dan Daddy saja yang kumiliki." Sahut Lovely menepuk punggung pelan punggung mommy dan Daddynya.
" Kau benar-benar Materialistis tapi daddy tidak keberatan dengan begitu kau tidak akan meninggalkan aku dan mommy mu." Ucap Jeffry yang berubah gemas dan menarik hidung mancung lovely setelah dirinya dan Sharon melepaskan pelukannya.
" Tapi Dad. Apa benar kau sama sekali tidak menemukan keluarga ku atau semisal kekasih atau mungkin aku sudah pernah menikah,? Apa daddy sama sekali tidak mendapatkan petunjuk sedikit pun.?" Tanya Lovely yang sudah merubah ekspresi nya menjadi serius.
" Apa,? Apa kau mengingat sesuatu,?" Tanya Jeffry sedikit terkejut karena putrinya tiba tiba bertanya tentang hubungan bersama pria di masa lalu.
Lovely menggeleng. " Tapi ada seorang pria dan anak kecil yang mengaku sebagai suami dan putraku. Mereka bahkan menunjukkan foto wanita mirip dengan ku sekaligus akta nikah yang terdapat fotoku dan pria itu." Jelas Lovely yang terlampau jujur.
" WHAT?,,!!" Pekik Sharon dan Jeffry.
" Dad. Mom. Tidak perlu berteriak seperti itu.!" Ucap Lovely sembari menggosok kedua telinganya.
" Apa yang kau katakan tadi semuanya benar,?" Tanya Sharon.
" WHAT?!!!" Pekik Jeffry dan tak lama kemudian pria itu jatuh pingsan dengan kepala bersandar di sandaran sofa. Pria itu begitu terkejut dengan perkataan putrinya .
" Sayang?!
" Daddy,?!!
" Dad, Hey ada apa dengan daddy?" Ucap Lovely cemas sembari menepuk pipi pria paruh baya yang bersandar pemas tak sadarkan diri di sofa.
" Sayang, Jangan mati dulu aku belum siap kau tinggal mati!." Pekik Sharon..
" Tidak tidak. Kau boleh seperti ini dan aku bisa mencari pria brondong sebagai daddy baru Lovely." Ralat Sharon yang mendapat gelengan dari Lovely.
Dan sedetik kemudian setelah Sharon mengatakan itu tiba-tiba Jeffry membuka matanya lebar-lebar dan menatap istrinya dengan mata tajamnya.
" Tega nya kau berbicara seperti itu ketika suami mu terbaring pingsan!." Ucap Jeffry yang mendapat cengiran dari Sharon.
" Lagian kau itu lemah sekali begitu saja kau sudah pingsan.!" Sahut Sharon tidak mau kalah.
" Kau tidak tahu saja siapa itu Marvel, sehingga kau bisa berbicara seperti itu." Sahut Jeffry. Kedua pasangan itu mendebat kan hal tidak penting yang sudah melenceng dari pembahasan awal.
Sementara pasangan paruh baya itu bertengkar seperti anak kecil Lovely hanya bisa mendesah pasrah.
" Stop,! Kalian seperti pasangan ABG yang sedang bertengkar ketika sedang jajan di kantin sekolah saja!" Kata Lovely menengahi perdebatan kecil orang tuanya.
" Mommy mu yang mulai!!" Sahut Jeffry
" Daddy mu yang mulai!!" Kata Sharon tidak mau terima.
" Stop!! Kalian berdua sama sama salah!!. Aku sedang serius Mom, Dad." Kata Lovely
" Tunggu, kau bilang pria itu mengatakan Kau adalah istrinya dan ibu dari putranya kan,?" Tanya Sharon.
Lovely mengagguk cepat.
Sharon berfikir sejenak dan teringat akan cincin yang dipakai Lovely ketika kecelakaan itu terjadi.
" Mungkin itu benar cincin kawin milik Lovely." Batin Sharon. Menimbang harus mengatakan atau tidak.