Honey, I Found You

Honey, I Found You
BAB 27.



*


*


*


Keesokan harinya begitu sampai di Perusahaan, Marvel langsung memberi perintah para penjaga dan bagian resepsionis untuk tidak membiarkan Dela Kusuma untuk memasuki perusahaan lagi kecuali atas perintah Istrinya. Ya Marvel melakukan itu untuk menegaskan Bahwa istrinya juga begitu berkuasa dan para bawahannya agar tidak semena-mena pada istrinya.


Setelah memberikan pengumuman penting itu Marvel segera keruangan nya. Membuka jas dan di letakkan di gantungan yang ada di pojok ruangan. Pria itu lalu duduk di kursi kebesarannya dan langsung mengambil telepon untuk menghubungi sang asisten Marcus.


" Datang ke ruangan ku sekarang!!" Ucap Marvel lalu mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dari asisten pribadinya.


Marvel menghembuskan nafas berat. Pria itu bersender dengan wajah mendongak melihat langit langit ruangan. Dari semalam otaknya berfikir keras. Di pikir dari sudut manapun dirinya tidak punya gambaran siapa yang tega menyelakai istrinya beberapa tahun silam. Dirinya tidak pernah menyinggung siapapun, selama ini dalam urusan bisnis dirinya selalu bisa menyepakati kesepakatan dengan baik. Dan setahunya istrinya pun juga tidak memiliki musuh.


" Apa mungkin itu musuh mertuaku,? Apakah kecelakaan mertua dan istriku di sebabkan oleh satu orang,?" Gumanya seorang diri.


" Ah memikirkan nya saja semakin membuat kepala ku sakit!!." Geram nya dengan suara berat..


Tok!! Tok!!! Tok!!!


" MASUK!!" Sahut Marvel..


" Kau pasti sudah menebak apa yang terjadi bukan,? Benar sesuai isi pikiran mu itu, Aku memiliki tugas penting untuk mu!.." Kata Marvel menegakkan duduknya sembari menarik dasinya.


Marcus menelan salivanya untuk membasahi tenggorokan yang tiba-tiba mengering. Menebak sepenting apa tugas nya kali ini .


" Selidiki lagi kecelakaan yang merenggut nyawa mertuaku! Tidak hanya itu kau juga harus menyelediki kecelakaan istriku juga!!" Perintah Marvel.


Kali ini Marcus bukan hanya mengalami tenggorokan kering saja tapi juga pusing dan mulas yang melanda tiba tiba. Bagaimana tidak pusing dan mulas jika tuanya ingin dirinya menyelidiki kembali kasus kecelakaan mertua sang Tuan yang sudah tujuh tahun yang lalu. Bahkan tujuh tahun yang lalu pun detektif dan polisi tidak bisa mengusut kasus itu.. dan ditambah lagi harus mengusut kecelakaan nyonya muda juga sudah tidak bisa marcus bayangan lagi berapa hari dirinya akan melewatkan tidur nyenyak dan makan dengan tenang selama penyelidikan itu dilakukan.


" Jangan merasa tertekan dahulu aku tidak sejahat itu, menyuruh mu seorang diri mencari informasi. Panggil Ritz untuk membantu mu!!" Kata Marvel yang membuat Marcus sedikit merasa lega.


" Tapi, Ritz sedang anda hukum untuk menjadi menjadi relawan apa tidak apa jika saya memanggilnya nya, Tuan,?" Tanya Marcus yang baru ingat jika teman nya itu sedang di tendang dari Indonesia karena Membuat kesalahan besar yaitu bermain wanita saat berada di perusahaan hal yang sangat Marvel benci.


" Tarik Kembali Ritz dan gantikan dengan para anak buahmu dan gaji tinggi mereka!! Kurasa hukuman dua bulan sudah membuat anak itu tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berada di perusahaan ku di masa depan!! Yang terpenting cari tahu dulu kecelakaan mertua dan istriku! Aku tidak akan membiarkan orang yang telah menyelakai keluarga ku hidup tenang di luaran sana setelah menghancurkan hidup seseorang!!!" Titahnya tegas..


Marcus pun mengangguk mengerti. " Baik Tuan, beri kami sedikit waktu lebih banyak agar bisa mengusutnya hingga tuntas.." Kata Marcus membungkuk..


" Hmm Pergilah! Dan jangan mengecewakan ku!.." Kata Marvel mengibaskan tangannya.


Marcus mengangguk mantap dan pergi ke ruangan untuk menjalankan misinya tapi sebelum itu dirinya harus mengirim helikopter untuk menarik Ritz untuk segera kembali. Ya dirinya sangat membutuhkan pria yang ahli meretas itu. Walaupun terkesan banyak bercanda dan suka merayu wanita pria itu sangat di butuhkan untuk melakukan misi sulit seperti ini...