
*
*
" Uncle, Bisakah aku membawa Starla eh maksud ku Lovely untuk tinggal bersama ku dan Glen di Mansion kami,?" Tanya Marvel meminta izin dengan sopan bagaimana pun pria itu sekarang adalah ayah dari Istrinya seseorang yang berjasa menyelamatkan Wanita tercintanya itu.
" Uncle,? Panggil aku daddy karena aku itu adalah daddy dari istrimu terlepas bahwa aku bukan daddy kandung sekalipun.!" Kata Jeffry yang tidak puas dengan panggilan Marvel padanya.
Dirinya sekarang adalah daddy dari Lovely dan wali sah Istrinya bukankah tidak pantas lagi jika dirinya di panggil Uncle oleh suami putrinya..
Ya Jeffry sudah mendengar cerita tentang kedua orang tua lovely. Pasangan yang berjasa membawa lovely ke dunia dan memberinya hadiah itu sudahlah meninggalkan dua tahun sebelum Lovely mengalami kecelakaan. Saat mendengar itu untuk kali pertama Jeffry merasa sedih sekaligus lega. Sedih karena tidak bisa mengucap kata maaf dan terimakasih pada pasangan itu. Dan walaupun terdengar jahat dirinya lega karena lovely akan tetap menjadi putrinya
" Dad, Boleh ya aku membawa lovely tinggal bersama ku,? Aku masih butuh banyak waktu untuk menuntaskan rasa rindu ku padanya." Ucap Marvel memelas.
" Lalu bagaimana dengan ku jika putriku satu satunya kau ambil,?" Sahut Jeffry.
" Astaga Dad, Kau kan masih ada Mommy yang menemani!.. Lantas bagaimana jika lovely tidak pergi bersama ku bukankah sama saja aku juga sendirian hanya bersama Glen saja. Lagian apa daddy tidak kasihan dengan Glen yang sangat merindukan Mommynya?.!" Kata Marvel membawa nama putranya padahal glen sudah tertidur dan sudah pasti jika lovely pulang ke Mansion dirinya akan me monopoli istrinya itu.
" Sudahlah biarkan mereka melepaskan rindu. Mereka akan sering berkunjung. Benarkan Marvel?," Sahut Sharon.
" Tentu saja Mom. Aku akan sering berkunjung bersama lovely dan Glen untuk kalian." Jawab Marvel dengan cepat sembari merangkul pundak Lovely.
"Baiklah. Ingat Janji kalian yang akan datang berkunjung sesering mungkin.!" Kata Jeffry pasrah.
" Ya dad, aku janji." Jawab Marvel..
" Kami akan pulang saja. Nanti kalian akan kerepotan karena kami," Jawab Sharon.
" Tidak papa Jeng, Menginap saja kami tidak kerepotan. Sudah terlalu malam dan kalian tidak membawa sopir sebaiknya kalian menginap dan besok baru pulang." Kata Jesslyn.
" Benar apa yang dikatakan Mom Jesslyn. Sebaiknya daddy dan mommy menginap saja besok pagi baru pulang." Timpal Lovely ikut membujuk orang tuanya.
Akhirnya pun Jeffry dan Sharon setuju dan memutuskan untuk menginap di mansion Rodriguez.
Sementara Marvel langsung berpamitan membawa Lovely pulang ke Mansion yang jaraknya hanya lima belas menit saja dari Mansion utama. Dan parahnya pria itu menitipkan putranya pada empat orang tua itu untuk menjaganya dengan alasan Glen tertidur sangat pulas. Dirinya tidak tega membangunkannya karena putranya itu kelelahan karena mengamuk sepanjang sore. Tentu itu semua hanya alasan Marvel agar bisa berduaan dengan sang istri tanpa gangguan. Ya walaupun benar Glen tadi sore mengamuk tapi tidak sampai menguras tenaga seperti yang di ceritakan Marvel pada orang tuanya dan mertuanya.
Di sepanjang perjalanan Marvel tak henti-hentinya mengecup punggung tangan Lovely sembari fokus menyetir.
Cup... Cup... Cup...
" Akhirnya aku bisa melakukan ini lagi aku benar-benar sangat merindukanmu, Honey. Cup." Kata Marvel di akhiri dengan kecupan lagi.
" Cukup sayang. Fokus lah menyetir dulu. Nanti kalau sudah sampai rumah kau bisa melakukan apapun yang kau mau." Sahut Lovely seperti aliran listrik bagi Marvel.
" Aku fokus menyetir kok. Aku hanya tidak bisa berhenti mencium tangan mu, Honey." Kata Marvel menginjak gas mobilnya lebih dalam agar cepat sampai di Mansion.
Perkataan Istrinya terdengar seperti godaan di telinganya Membuat si jojon berdiri dari tidur panjangnya. Pikirannya sudah berkelana. Maklum jojon sudah terlalu lama tertidur dan semoga saja si Jojon masih kokoh seperti Semen tiga roda saat membuat adonan nanti.
" Shitt!!!.. baru kata-kata seperti itu saja kau sudah bangun jon!! Segitu pingin bangkit kah kau itu hingga sangat sensitif sekali!!" Batin Marvel sembari melirik sekilas celananya yang menyembul di bagian itu.