
*
*
*
*
Marvel memgendarai mobilnya ke bawah gedung perusahaan dengan jalur khusus. Marvel memilih tempat itu karena itu jauh oebih aman apalagi kini Marcus dan Ritz membawa seseorang yang memegang kunci atas kebenaran kecelakaan mertuanya.
Marvel keluar dari mobil dan langsung menuju ke sebuah ruangan yang terdapat banyak alat berbahaya. Lebih tepatnya sebuah ruangan rahasia yang dibuat keluarga besarnya secara khusus hanya untuk mengeksekusi para tikus yang mengagngu.
" Jadi ini rupa orang yang menyelakai mertuaku dan membuat Lovely menderita?," Kata Mqrvel dengan senyum devil nya..
" Tuan ampun.. saya hanya pesuruh tolong maafkan saya." Mohon pria itu walaupun keadaannya sudah memprihatinkan pria itu berusaha memohon agar bisa terlepas dari tempat ini tempat bagaikan neraka baginya.
" Cih!!.. apa kata maaf saja cukup untuk membenarkan perbuatanmu hah?!!" Bentak Marvel sembari melayangkan tendangan di tubuh pria yang sudah terlihat menyedihkan itu.
" Marc!!! Apa kau sudah merekam pengakuannya?!" Tanya Marvel.
" Sudah tuan..
" Bagus!! Kalao begitu habisi dia sekarang!!" Kata Marvel tanpa perasaan..
Mendapatkan perintah. Marrc menodongkan pistol ke kepala pria itu..
" Tidak!!! Jangan!!! Saya memiliki banyak bukti kalian tidak akan bisa memecahkan masalah tanpa bukti yang saya miliki!!" Teriak Sopir Truvkb itu ketakutan dan terpaksa menggunakan satu satunya alat yang dirinya punya agar satu satunya putra yang ada di tangan kairos tidak terluka. Ya dirinya memiliki putra berusia sepuluh tahun dan putranya itu di jadikan sandra oleh Kairos.. putranya hidup hingga kini karena dirinya selalu mengancam kairos jika Kairos berani menyelakai putranya dirinya tidak segan-segan membeberkan semua bukti yang di milikinya. Karena itulah dirinya juga bersembunyi di sebuah desa bukan karena Kairos yang menyembunyikan dirinya melainkan dirinya sendiri yang ingin bersembunyi untuk sementara sembari mencari jalan untuk melawan Kairos.
Marvel mengangkat tangannya. Marcus yang mengerti menurunkan senjatanya dan menyimpannya di balik pinggangnya.
" Katakan apa yang kau ketahui dan bukti apa yang kau miliki jika kau bermain main dengan ku?! Aku pastikan nyawamu akan hilang detik itu juga!" Kata Marvel dengan ekspresi wajah yang menakutkan.
" Saya akan memberikan semua bukti yang saya miliki dan apapun yang saya tahu. Tapi sebelum itu tolong jangan bunuh saya?!" Kata Pria itu dengan bergetar. Dirinya tidak boleh mati karena dirinya masih memiliki putra yang menunggunya.
" Katakan saja dan berikan bukti itu!" Bentak Marvel tak sabaran.
" Ada sebuah flashdisk yang saya tanam di belakang rumah yang saya tinggali di Magelang. Semua bukti pembicaraan dan rencana pembunuhan semua saya rekam sejak bekerja sama dengan Tuan Kairos.." Kata Sang Sopir..
" Ritz?!" Panggil Marvel.
" Apa kau tidak mendengar apa yang dikatakan bedebah ini barusan?!" Kata Marvel menatap tajam Ritz.
" Tentu saya mendengar nya dengan sangat jelas Tuan Muda." Jawab Ritz begitu tidak peka.
" Lalu tunggu apalagi?! Cepat pergi ke Magelang dan cari flashdisk itu sampai ketemu!!" Bentak Marvel geram..
" Aaaa ah Baik Tuan!." Jawab Ritz gelagapan dan berlari untuk pergi ke Magelang siap tidak siap dirinya harus pergi menjelajahi persawahan lagi untuk sampai di rumah terpencil milik pelaku itu
" Selain itu apa yang kau ketahui lagi?!" Tanya Marvel penuh intimidasi.
" Saya tahu keponakan Tuan Kairos menikah dengan anda." Ucap Pria itu.
Mendengar itu mata Marvel berubah menggelap..
" Anda sudah berjanji tidak akan membunuh saya tuan.. bukankah di keluarga anda pantang mengingkari janji?" Kata Pria itu seperti sudah tahu banyak tentang kekuarga Marvel.
" Shitt!! Siapa sebenarnya kau?!" Bentak Marvel.
" Seperti yang saya katakan. Saya hanyalah pesuruh lebih tepatnya dulu saya adalah asisten Tuan Kairos." Kata pria itu jujur.
" Kecelakaan mertua anda itu memang ulah saya atas perintah tuan Kairos yang tidak terima jika perusahaan di pegang oleh tuan Kaisar. Setelah kecelakaan itu saya dihantui rasa bersalah. Untuk menghilangkan rasa menyiksa dan rasa bersalah. saya mengawasi putri tuan kaisar walaupun yang saya lakukan tidak berarti apapun. Saya diam diam mengawasinya hingga nona Strala bertemu dengan anda. Setelah saya melihat hidupnya lebih bahagia dan mendapatkan seorang putra. saya sedikit lega. Sore itu saya mengirimi sebuah pesan pada Nona dan memintanya untuk datang ke sebuah tempat saya berniat mengakui semua pada nona tapi entah apa yang terjadi nona tidak datang bahkan setelah saya menunggu selama hampir lima jam lamanya." Kata Pria dengan nama Faraz itu.
" Oh jadi karena kau istriku kecelakaan?!" Kata Marvel berang.
" Apa maksud tuan,?
" Karena ingin menemui mu istriku kecelakaan hari itu brengsek!!! Jangan bilang jika itu juga ulahmu?!" Tuduh Marvel yang emosinya kembali tersulut.
" Tidak!! Saya tidak melakukannya justru hari itu saya ingin mengaku pada nona tapi beliau tidak datang. Saya sudah terlanjur frustasi saat itu saya berharap walaupun saya di penjara saya dengan rasa tidak tahu diri ingin meminta bantuan pada nona untuk mengambil putra saya dari tangan kairos dengan bantuan anda. Tapi karena nona tidak datang saya berfikir mungkin nona tidak ingin membahas tentang kematian orang tuanya. Akhirnya saya pergi ke desa terpencil setelah itu.." kata Faraz.
" Sial!! Ini membuat ku gila!!! Marc panggil dokter dan obati luka pria ini!!" Kata Marvel..
Walaupun Bingung kenapa tuan muda masih mau mengobati luka orang yang membunuh mertuanya tapi Marcus masih melakukan perintah tuan mudanya.
" Aku melakukan itu bukan berarti kau terbebas dari hukuman mu. Kau harus mendapatkan hukuman atas apa yang kau lakukan!" Kata Marvel tajam pada Faraz.
Faraz tidak menjawab dirinya cukup berterimakasih karena tidak dibunuh oleh pria ini. Dirinya akan menerima hukuman apapun atas tindakan nya di masa lalu.