Honey, I Found You

Honey, I Found You
BAB 37 Ending



*


*


*


*


Sepuluh tahun kemudian.....


*


Sepuluh tahun berlalu kini Glen sudah berusia enam belas tahun sementara Clayton berumur dua puluh tahun. Keduanya tumbuh selayaknya kakak beradik. Glen yang memiliki sikap tegas seperti sang daddy tapi masih selalu kagum pada kakaknya Clayton. Glen selalu mengaggumi pria yang sudah di anggap nya sebagai saudara itu. Clayton yang selalu melindunginya sedari kecil dan melakukan apapun untuknya Membuat Glen tidak bisa jauh dari pria yang lebih tua empat tahun darinya itu.


Clayton pun tahu jika ayah kandungnya telah melakukan dosa besar. dirinya juga sudah bertemu tak jarang dirinya juga mengunjungi ayahnya di tahanan. Awalnya Clayton tidak terima atas kenyataan bahwa ayahnya seorang pembunuh yang membunuh orang tua yang berjasa untuk hidupnya yaitu Lovely bahkan Clayton sampai memanggil Lovely dan Marvel, Nyonya dan Tuan selama kurang lebih tiga tahu sebelum akhirnya ikut memanggil Mommy dan Daddy atas bujukan dan perkataan Lovely yang menyakinkan bahwa semua itu bukanlah kesalahan nya.


" Kakak!!.." Teriak gadis kecil yang berlari dengan rambut kuncir dua itu.


Kedua pria tampan yang sedang berolahraga di ruang gym itu segera menoleh kearah sumber suara dimana ada gadis kecil berusia sembilan tahun sedang berlari kearah mereka lebih tepatnya kearah Clayton yang sedang berlatih Bench Press.


Gadis kecil itu langsung menubrukan tubuhnya di atas Clayton yang berbaring di atas alat Bench Press itu.


" Kakak, Aku rindu sekali jadi aku datang berkunjung." Ucap gadis kecil itu dengan suaranya yang manja.


Glen yang melihat itu hanya mendengus hal seperti itu sudah sering di lihatnya Karena gadis kecil yang tidak lain adalah adiknya itu lebih tergila-gila dengan Kakaknya Clayton dari pada dirinya yang notabenenya adalah kakak kandungnya sendiri. Mengabaikan itu Glen pun kembali melanjutkan kegiatannya.


Sementara Clayton yang terkejut dengan kedatangan gadis itu secara tiba-tiba pun mendadak membeku sebelum akhirnya mengangkat gadis itu agar berdiri karena sangat berbahaya dengan posisinya yang masih berbaring di atas alat fitness nya


" Gritte, Kau datang bersama siapa." Tanya Clayton kemudian.


" Bersama supir. Kenapa kakak tidak datang ke Mansion aku kan rindu." Kata gadis yang bernama Gritte Lawrence Lioyd Rodriguez itu dan kembali memeluk kaki Clayton.


Ya Clayton dan Glen sudah tidak tinggal di Mansion satu tahun yang lalu dan tinggal di apartemen yang dekat dengan kampus sementara Glen hanya mengikuti Clayton saja karena sudah terbiasa dengan pria itu dan lagi sekolahnya juga tidak jauh dari apartemen yang di tinggali Clayton


" Kakak Sibuk kuliah belum sempat datang ke Mansion adapun kak Glen sedang ujian jadi kakak juga harus mengawasi kak Glen. Apa Mommy tahu kau datang ke sini,?" Tanya Clayton.


Gritte menggeleng yang membuat kuncir duanya ikut bergerak.. " Mommy di kamar bersama daddy jadi aku tidak ada teman dan meminta Sopir untuk datang ke sini." Kata Gritte sembari memainkan jarinya takut jika Kakaknya marah.


Clayton mendesah berat dirinya selalu tidak bisa memarahi Gritte bagaimana bisa marah jika gadis itu memiliki wajah yang begitu imut yang membuat siapa saja tidak tega untuk membentaknya.


" Aku akan mengantarmu pulang sebelum mommy dan daddy marah..!" Kata Clayton berjalan keluar ruangan Gyn sembari mengandeng Tangan Gritte.


" Aku ikut!." Teriak Glen ikut menyusul.


Clayton menyuruh Gritte menunggu di ruang tamu sementara dirinya dan Clayton masuk kedalam kamarnya masing masing untuk mandi sejenak dan ganti baju.


Gritte yang tidak bisa diam pun tidak mendengarkan perkataan Clayton. Gadis itu berjalan ke kamar Clayton yang teryata tidak terkunci itu. Gritte melihat sekeliling kamar bernuansa hitam putih itu dengan kening berkerut.


" Jelek sekali.. Kenapa tidak ada hello Kitty di dinding?," Gumanya dan duduk di ujung tempat tidur untuk menunggu Clayton.


Beberapa menit kemudian Clayton ke luar dari kamar mandi tanpa sehelai benang pun karena dirinya lupa membawa handuk toh di kamar pun juga tidak ada orang lain selain dirinya. Tapi tanpa Clayton sadari jika di dalam kamar itu ada sosok lain selain dirinya. Sosok itu memandang dengan polos pada Clayton tanpa suara hanya matanya saja yang berkedip kedip melihat pemandangan yang seharusnya tidak di lihat untuk gadis sepertinya. tapi apa ? Gritte hanyalah gadis berusia sembilan tahun yang belum mengerti benar tidaknya pandangan di depannya itu.


" Kak Clayton," Panggil Gritte lirih.


Saat Clayton sudah memakai celana dan kemeja hitam nya barulah Clayton tersentak kaget saat ada suara yang di kenalianya memanggil namanya.


Clayton semakin membeku saat membalikan badannya disana sudah ada Gritte yang duduk di ujung ranjang sembari menatap nya dengan tatapan polosnya.


" Gritte!. S--sejak kapan kau ada di situ?!" Saking kagetnya Tanpa sadar Clayton meninggikan suaranya.


Gritte langsung menunduk takut. dirinya salah sudah masuk ruangan orang lain Tanpa mengetuk pintu. Dan Gritte tahu itu karena dirinya juga sering di marahi daddy dan mommy Karena memasuki kamar orang tuanya tanpa mengetuk pintu dan kali ini dirinya dengan tanpa ijin kak Clayton masuk ke kamarnya Hanya Karena bosan menunggu di luar.


" Sorry." Lirihnya menunduk.


" Kakak tanya sejak kapan kau ada di sana,?" Kata Clayton menegang bahu Gritte.


" Dari tadi saat kakak masih di dalam kamar mandi," sahut Gritte masih menunduk.


" Oh God!!" Ucap Clayton sembari meremas kepalanya.


" Kakak kenapa,? Ada yang sakit,?" Tanya Gritte turun dari ranjang dan berjongkok di depan Clayton.


Clayton mendongak menatap Gritte dengan pandangan penuh arti. " Gritte kau tidak ingin kakak sakit kan?," Tanya Clayton.


Gritte mengangguk cepat. " Aku gak mau kakak sakit kalau kak Clayton sakit Grit juga ikut sakit." Sahut nya sendu.


" Dengarkan kakak baik baik. Jika kau tidak ingin kakak sakit maka jangan ceritakan apa yang kau lihat saat kakak keluar dari kamar mandi sampai saat ini pada siapapun apa kau mengerti,?" Kata Clayton serius.


" Tapi kenapa aku tidak boleh cerita kak?" Tanya Gritte bingung.


" Pokoknya tidak boleh cerita kalau Gritte sampai cerita pada orang lain terutama Daddy dan Mommy. Gritte tidak akan bertemu kakak lagi. Apa Gritte mau itu terjadi,?" Kata Clayton menakuti adiknya.


Gritte menggeleng. " Tidak mau.. Gritte mau sama kakak terus sampai kita menikah!" Ucap Gritte memeluk Clayton takut jika di tinggal sang kakak.


Clayton hanya bisa menahan tawa mendengar perkataan Gritte yang menurutnya hanyalah ucapan anak kecil belaka. Karena di mata gadis itu dirinya adalah sosok kakak yang serba bisa.


Ya tidak ada yang di sembunyikan. Gritte pun tahu jika Clayton adalah kakak yang berbeda dari kak Glen. Sedikit tahu jika dirinya dan Kak Glen lahir dari Mommy dan daddy yang sama. sementara kak Clayton lahir dari ibu dan ayah yang berbeda darinya dan Kak Glen.


Setelah mewanti-wanti Gritte agar tidak berbicara apapun mengenai kejadian tadi, akhirnya Ketiga bersaudara itu pulang ke Mansion.


Setibanya di Mansion Gritte langsung berlari menghampiri Lovely dan Marvel yang menunggu mereka di ruang tamu. Gritte menghampiri daddynya dan duduk di pangkuan pria yang masih tidak kalah tampan dari Glen itu.


" Hey. Princess nya daddy sudah besar kok masih manja. Nanti tidak ada pria yang mau pada gadis yang manja kayak Gritte." Goda Marvel pada putrinya.


" Kan ada kak Clay jadi Gritte tidak butuh Pria lain untuk menyukai Grit, Nanti Gritte akan menikah dengan kak Clayton " sahut gadis kecil itu sembari menatap Clayton yang saat ini tersenyum kaku..


Marvel dan Lovely saling pandang. Pasangan itu lalu menatap Clayton dengan tidak enak hati.


" Heh anak kecil! Kak Clayton sudah punya pacar mana mungkin mau sama anak kecil seperti mu!." Sahut Glen mengada ngada menggoda Gritte adalah suatu kesenangan tersendiri untuk remaja tampan itu.


Mendengar itu sontak saja membuat Tangis Gritte pecah. " Tidak boleh!! Kak Clay milik Gritte!! Huaaa..!" Teriak Gritte.


Clayton menatap tajam Glen sementara glen Hanya mengedikan bahunya acuh sembari menahan tawa melihat adiknya sudah mengamuk di Mansion besar itu. Dan kalau sudah seperti itu bahkan Daddy dan Mommy tidak bisa mengatasinya dan hanya Clayton saja yang bisa menghentikan kegilaan Gritte.


" Honey, Aku jadi khawatir jika Gritte akan semakin tergila-gila dengan Clayton." Kata Lovely pada Marvel.


" Kau berlebihan sayang. Gritte itu masih kecil dan hal seperti itu terjadi karena dia sudah terbiasa dengan Clayton dan merasa ketergantungan saja. Lambat laun Gritte akan tahu dan mengerti apa yang boleh dan tidak boleh di katakan." Kata Marvel melihat kearah putrinya yang sedang di tenangkan oleh Clayton.


" Aku harap juga seperti itu. Aku ingin putra dan putri kita mendapatkan pasangan yang baik di masa depan. Seperti cinta kita." Kata Lovely.


" Tentu mereka akan mendapatkan nya. I Love you." Ucap Marvel dengan penuh cinta.


Lovely tersenyum dan mengusap rahsng tegas Marvel. " I love you too.." Sahut Lovely mengecup dagu Marvel sekilas.


" Haruskah kita mengadakan pesta barbeque,?" Tanya Marvel.


" Itu bagus Dad! Undang Uncle dan Grandpa juga. Sebaiknya kita mengundang keluarga besar agar lebih seru!" Sahut Glen yang mendengar pembicaraan orang tuanya.


" Honey. Glen benar itu ide bagus." Kata Lovely.


Marvel mengangguk setuju dan mereka sepakat akan mengadakan pesta beberque di akhir pekan nanti bersama seluruh keluarga besar.


** TAMAT***


Honey I Found You telah tamat.


Cerita Lovely dan Marvel akan berakhir disini.. sampai jumpa di karya selanjutnya..


Thank You for Reading ❤️❤️❤️...


*


*