
*
*
*
Malam itu Marvel langsung bergegas menghubungi Marco untuk memeriksa CCTV di kedai es cream yang di maksud Glen. Marvel ingin memastikan terlebih dahulu jika ucapan putranya tidaklah salah.
Marco yang saat itu sedang menikmati makan malam sekaligus asupan pertamanya hari itu mau tidak mau langsung bertindak atas perintah sang boss.
Marco sampai di kedai es cream itu pukul sembilan malam tepat saat kedai itu akan tutup. Marco buru buru keluar dari mobil dan menghampiri para karyawan yang sibuk membereskan kedai.
" Maaf Tuan. Kami sudah tutup anda bisa kembali lagi besok pukul sembilan pagi." Kata salah satu karyawan yang sedang mengelap meja dan melihat kedatangan Marco.
" Ah begini. Aku ingin memeriksa CCTV aku kehilangan barang pemberian dari istriku mungkin saja barang itu terjatuh ketika aku sedang berkunjung kesini tadi siang." Ucap Marco mengutarakan tujuannya datang ke kedai itu.
" Ck. Apa yang ku katakan istri?, Astaga kekasih saja aku tidak punya." Batin Marco yang geli sendiri dengan alasannya.
Karyawan itu berfikir sejenak dan meminta izin pada managernya. Dan syukurlah manager itu mengizinkan Marco untuk memeriksa CCTV. Sebenarnya Marco bisa saja menyadap rekaman itu langsung menggunakan laptop miliknya tapi entah kenapa jika itu menyangkut rekaman yang kemungkinan Besar adalah nyonya muda nya yang sudah dinyatakan meninggal empat tahun lalu Membuat Marco ingin terjun langsung ke tempat kejadian.
Marco melihat rekaman cctv itu dengan teliti agar tidak melewatkan sedikit saja petunjuk yang penting. Marco melihat dari Wanita yang begitu cantik itu memasuki kedai memesan dan duduk di pojok sedikit jauh. Dan beberapa saat kemudian muncullah Glen yang ingin memesan dan terjadi perbincangan antara Glen dan Karyawan yang tidak diketahui Marco apa yang dibicarakan di tekaman itu tapi yang jelas saat Glen menagis Wanita cantik itu menghampiri Glen dan membantunya memesan. Marco melihat rekaman itu tanpa mengedipkan mata sama sekali yang terjadi sebenarnya adalah Marco Begitu Shock teryata wajah wanita itu begitu mirip dengan Nyonya Muda Starla.
" Oh God!.. It's so crazy how someone who literally died in a fatal accident can come back to life? This is crazy! Ini benar-benar Gila!" Guman Marco dalam Hati.
" Ah Ya. Teryata aku menitipkan nya kepada istriku sebelum aku datang ke sini tadi siang, Maaf telah menganggu dan terimakasih." Ucap Marco.
" Oh ya sama-sama Tuan. Syukurlah jika barang penting itu tidak hilang." Jawab Karyawan itu.
" Kalau begitu aku akan pergi, Terimakasih atas waktunya." Kata Marco pergi dari ruangan itu dan bergegas kembali ke mobil.
Sesampainya di Apartemen miliknya. Marco segera mengirim rekaman yang sudah dikirim ke ponselnya tadi pada Marvel.
" Done.! Tuan Muda pasti senang dengan rekaman itu." Gumanya setelah rekaman itu terkirim pada Tuan Mudanya.
Sepuluh menit berlalu setelah rekaman itu terkirim Ponsel Marvo berdering dan itu panggilan dari Marvel. Marco segera mengangkat dan terdengar suara boss nya yang penuh dengan perintah.
" Marco!..Cari tahu dimana istriku bekerja saat ini dan tinggal dengan siapa sekarang!!.. jika dia bekerja di sebuah perusahaan cari cara agar aku bisa bertemu dengannya dengan cara apapun bahkan kalau perlu tawarkan kerja sama pada perusahaan itu dengan syarat Istriku lah yang menangani dan datang ke kantor menemui ku secara langsung karena aku lebih suka bertemu seakan itu adalah sebuah kebetulan!" Marvel yang tidak ingin di bantah dan itu sudah mutlak bagaimana pu. Caranya Marco harus mencari cara agar Marvel bisa bertemu dengan istrinya.
" Baik Tuan." Jawab cepat marco padahal dalam hati pria itu memikirkan bagaimana menyelesaikan tugas dari Tuan nya itu.
Marvel mematikan panggilaanya dan terseyum lebar senyum yang sudah lama tidak menghiasi wajah tampannya.
" I Found You, Honey!!.. Tidak salah lagi itu adalah kamu istriku Starla Del Lioyd!" Ucap Marvel yang begitu yakin dengan hanya melihat rekaman itu sekilas.
" Aku tidak mengerti kenapa kau tidak mendatangi kami ketika kau berada di Indonesia. Mungkinkah kau tidak menginggat aku dan Glen karena kecelakaan itu?, Tapi aku tidak peduli melihat kau masih hidup dan menjalani hidup dengan baik aku sudah sangat bahagia." Gumanya lagi sembari memandang putranya yang tertidur meringkuk di ranjang besarnya.