
*
*
.*
*
Selagi menunggu Ritz tiba, Marcus tak hanya berdiam diri pria itu melakukan apapun yang dirinya bisa. Marcus memulai penyelidikan. Menggali informasi tentang keluarga Del Lioyd.
Nama Marga yang sebenarnya ingin di lupakan oleh Lovely sang Nyonya Muda setelah Tuan Kaisar Del Lioyd beserta sang istri kecelakaan beberapa waktu silam dan karena itulah sang nyonya lebih memilih menggunakan nama barunya bahkan setelah mengingat ingatanya kembali. Alasannya,? Yaitu Nyonya Muda, Lovely. Setelah kematian orang tuanya semua harta yang seharusnya dimiliki oleh satu satunya pewaris entah kenapa justru jatuh di tangan sang paman. Dan sang pewaris di usir begitu saja ke jalanan. tapi jika di pikir Kembali jika saja dulu Nona Lovely tidak di usir dari Mansion nya sendiri mungkin Tuan Mudanya tidak akan pernah bertemu dengan jodohnya. Dan itulah kuasa Tuhan segala sesuatu yang pahit terjadi pasti ada kejadian manis yang menghampiri entah kapan itu. Seperti yang di alami Lovely waktu itu.
Sebenarnya sedari Lovely menikah dan hidup bahagia bersama suaminya. Lovely enggan mengusik Keluarga itu lagi. Lovely juga sudah mengikhlaskan harta peninggalan orang tuanya untuk mereka. Tapi mengingat kali ini Marcus di beri perintah untuk menyelediki kematian Tuan Kaisar dan Sang istri. Marcus memutuskan untuk menyelidiki dan mengusik orang yang mendapatkan keuntungan besar atas kematian kedua pasangan itu dan Marcus menargetkan Kairos Del Lioyd dan istrinya yang tidak lain adalah paman dan bibi Lovely.
Dua belas jam lamanya Marcus Bekerja tanpa henti dan menyebar anak buahnya. Bahkan pria itu tidak mandi dan makan dan pengorbanan nya itu hanya mendapat secuil informasi yang tidak terlalu berarti menurut nya.
Dengan langkah gontai Marcus bersiap menghadap ke Marvel yang kala itu juga memutuskan untuk lembur di perusahaan.
" Apa yang berhasil kau dapatkan sejauh ini,. Marc?!" Tanya Marvel melepaskan kaca mata berbingkai emasnya di meja kerja.
Marcus menggeleng dengan lemah. " Saya hampir tidak mendapatkan informasi sedikit pun kecuali." Marcus menjeda ucapannya sejenak.
" Tuan Kairos Del Lioyd bukanlah anak kandung dari Tuan Besar Del Lioyd." Kata Marcus..
" Maksud mu Kairos paman istriku,?" Tanya Marvel.
" Ya paman nyonya muda sekaligus kakak dari Mertua anda.. yang di ketahui semua orang termasuk istri anda selama ini, Tuan Kairos adalah adalah putra pertama dari keluarga Del Lioyd tapi kenyataannya itu semua tidaklah benar, Beliau hanyalah anak angkat." Jelas Marcus..
" Lantas jika semua orang tahunya dia adalah putra dari keluarga itu bahkan istri ku pun juga tahu nya seperti itu. Atas dasar apa kau mengatakan jika si Kairos hanyalah anak angkat?!" Tanya Marvel..
" Tentu saya mengatakan itu tidak hanya mengatakan tanpa ada bukti kuat Tuan." Ucap Marcus mengangkat amplop coklat yang sedari tadi di bawanya.
" Dalam penyelidikan, Saya mencari tahu semua identitas para pelayan yang dulu bekerja di keluarga itu. Dan saya mendatangi mantan kepala pelayan yang bekerja di bawah mendiang Tuan Besar Del Lioyd kakek nyonya muda. Dari sana saya mendapatkan rahasia besar yang hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya termasuk ayah nyonya, Tuan Kaisar." Ucap Marcus.
" Lanjutkan!." Pinta Marvel yang ingin mendengar krbih rinci lagi.
" Saat itu istri Tuan Besar Del Lioyd tidak sedang baik-baik saja. Beliau di nyatakan akan sulit memiliki seorang anak karena memiliki sel telur yang begitu lemah.. dan di sisi lain beliau sangat menginginkan seorang anak di antara Keluarga kecilnya hingga memutuskan menyuruh suaminya untuk menikah lagi tapi Tuan Del Lioyd yang begitu mencintai istrinya menolak permintaan sang istri. Dan di satu sisi salah satu pelayan di mansion itu hamil dan sangat disayangkan pelayan itu tidak memiliki suami. Mendengar hal itu Tuan Besar Del Lioyd dan Istrinya melakukan kesepakatan dengan pelayan dan pelayan itu melahirkan bayi laki-laki yang akan di adopsi oleh keluarga itu dengan imbalan yang begitu menguntungkan bagi pelayan itu," Jelas Marcus..
Marvel mengernyitkan dahinya saat Marcus berhenti cerita di tengah di saat bagian terserunya.