Honey, I Found You

Honey, I Found You
BAB 8



*


*


" Aku yakin dia adalah istriku. Dad. Starla tidak memiliki kembaran dan itu sudah membuktikan jika wanita itu adalah istriku yang hilang dalam kecelakaan itu." Marvel tanpa pikir panjang menjawab perkataan.


" Aku akan membuktikan itu agar daddy dan mommy percaya padaku.." Jawab Marvel lagi agar Hansel dan Jesslyn tidaklah meragukan dirinya.


" Baik jika kau bersikeras. Asal kau tidak salah orang saja. Daddy hanya takut kau menyesal di kemudian hari." Kata Hansel. Dirinya hanyalah orang tua yang bertugas menasehati saja selebihnya dirinya tidak berhak menentukan jalan hidup putranya apalagi putranya tersebut bukanlah bocah lagi melainkan pria dewasa' yang juga sudah memiliki putra. Sekarang Hansel hanya bisa berharap yang terbaik untuk putranya itu dan semoga wanita itu benar-benar menantunya yang hilang beberapa tahun silam.


*


*


Siang itu Suasana hati Lovely begitu buruk. Bagaimana tidak buruk saat dirinya bekerja naru seumur jagung sudah di paksa oleh sang daddy untuk mengambil alih kontrak kerjasama dengan salah satu perusahaan besar di negara itu. Bukannya dirinya tidak mau membantu ataupun durhaka tapi masalahnya dirinya belum pernah menangani proyek kerjasama besar seperti itu. Bagaimana jika dirinya yang belum berpengalaman ini membuat proyek itu hancur. Lagian Kenapa daddy begitu memaksa? biasanya juga daddynya itu selalu menagani proyek kerjasama bersama perusahaan besar seorang diri alih-alih memintanya tapi Kenapa ketika baru pindah ke Indonesia daddynya itu begitu pemalas sekali.


" Pokoknya Lovely gak bisa Dad. Kenapa tidak daddy saja yang pergi ke perusahaan itu?, Daddy itu harus banyak bergerak jangan bermalas-malasan!" Kata Lovely menolak dengan keras keinginan sang daddy dan tidak lupa melontarkan ultimatum untuk daddynya yang dianggap hanya ingin bermalas malasan saja.


" Tidak bisa sayang. Mengertilah kali ini saja yah,? Bantu daddy ini kesempatan besar untuk perusahaan." Ucap Jeffry yang tetap memaksa. Pasalnya dirinya mendapat tawaran dari perusahaan besar tapi anehnya perwakilan dari perusahaan itu mengatakan bahwa sang Presedir perusahaan itu alergi terhadap laki/laki dan meminta mengirimkan sekertaris wanita atau siapa pun itu untuk membahas kerjasama itu.


Tapi sayang berbagai bujukan tidak meluluhkan putrinya itu. Memang ratu tega putri cantiknya itu hingga daddy nya yang memasang muka memelas pun tidak menggoyahkan hatinya sama sekali.


" Ayolah Love. Bantu daddy ya?, Sebagai gantinya kau boleh minta apapun pada daddy." Kata Jeffry berharap tawarannya kali ini membuat putrinya tergiyur.


Mendengar ini wajah Lovely begitu sumringah. " Apapun?," Tekan Lovely.


" Yah apapun itu asal sesuatu yang wajar daddy akan kabulkan." Jawab Cepat Jeffry karena putrinya teryata tergoda dengan sebuah imbalan.


" Baik. Aku mau di izinkan mengendarai mobil dan belikan Lovely mobil sport sebagai imbalan." Kata Lovely dengan senyum cerah pasalnya sejak dirinya sembuh dalam kecelakaan daddy dan Mommynya tidak mengizinkan dirinya menyetir mobil seorang diri. Dan berhubung kali ini ada kesempatan dirinya tidak akan menyia-nyiakannya.


" Untuk mobil daddy akan belikan tapi tidak dengan menyetir nya sendiri kau tetap di antar supir seperti biasanya." Kata Jeffry menolak keras keinginan putrinya untuk di izinkan menyetir mobil sendiri. Jeffry dan Sharon melakukan itu bukan tanpa alasan. Mereka hanya takut jika Lovely mengingat kepingan tentang kecelakaan itu.


" Daddy!!.. Aku itu meminta mobil Sport bukan untuk pak supir tapi untuk diriku. Kalau pak supir yang menyetir sama saja yang keren adalah supir bukan aku." Kata Lovely tidak terima. Yang benar saja daddynya itu.


" Kalau daddy tidak bisa mengabulkan permintaan kecil ku itu lebih baik daddy tangani saja sendiri proyek itu!" Lanjut Lovely berrbalik badan ingin segera meninggalkan ruangan daddy sekaligus boss nya di tempat kerja itu.


" Eh, Tunggu dulu Love!!" Teriak Jeffry mencegah putrinya yang akan melarikan diri.