
*
*
Malam itu di kediaman pribadi milik Marvel. Terlihat ada kegaduhan kecil. Ya tuan kecil mereka Glen terus saja merengek ingin bertemu sang Mommy. Bocah kecil itu tidak habis pikir bagaimana mommy nya tidak pulang ke rumah bersamanya. .
" Dad. Kenapa mommy tidak tinggal bersama kita,? Tidakkah mommy puas setelah sekian lama meninggalkan Glen dan Daddy,? Kenapa setelah mommy pulang pun. Mommy tidak mau tinggal bersama kita,? Apa mommy tidak menyukai Glen dan Daddy lagi,?" Tanya Glen panjang lebar.
" Glen, kau tidak boleh begitu. Mommy sangat menyayangi mu lebih dari apapun. Hanya saja saat ini mommy sedang sakit dan tidak bisa mengenali kita dengan baik karena itulah Mommy masih bersikap cuek dan berinteraksi sekenanya dengan kita. Apa kau mengerti,? Mommy akan tinggal bersama kita jika mommy sudah sembuh sampai waktu itu tiba kau tidak boleh merasa kecewa dan merasa tak di inginkan karena sikap Mommy pada kita.!" Kata Marvel kemberi pengertian pada sang putra Marvel memberi tahu dengan cara yang mudah di pahami.
Marvel hanya takut jika putranya terus di biarkan dan tidak mendapatkan penjelasan darinya bocah kecil yang bagaimana pun masih memiliki pola pikir yang kekanakan akan salah paham dengan sikap sang mommy yang tidak seperti mommy para umumnya dan akan berakhir membenci wanita yang telah melahirkannya ke dunia hanya karena sebuah kesalahpahaman.
" Apa maksudnya mommy sedang lupa ingatan,? Apa karena itu mommy tidak pulang dalam waktu yang sangat lama dan tidak mengenali Glen di pertemuan pertama kami,?" Tanya Glen bangun dari atas tubuh daddynya karena sejak tadi Marvel mendekap tubuh putranya itu sembari terlentang di ranjang.
Marvel mengangkat tubuh montok putranya dari atas perutnya dan dirinya ikut duduk dengan bersandar di sandaran ranjang. Marvel memangku putra tampannya itu sembari menyugar rambut berponi putranya kebelakang.
" Daddy akan menceritakan bagaimana kronologi mommy bisa berpisah dengan kita. Empat tahun lalu saat kau berumur enam bulan Mommy mengalami kecelakaan tunggal dan mommy tidak pernah di temukan hingga suatu ketika para penyelidik menyatakan mommy mu sudah meninggal dan menghentikan pencarian." Jelas Marvel sembari menatap mata putranya yang berkedip lucu.
" Lalu apa yang terjadi selanjutnya.?" Taya Glen yang semakin penasaran dengan cerita daddynya itu.
" Seperti yang Glen tahu. Daddy sangat sedih dan merasa hancur hingga mengabaikan mu selama tiga bulan karena terlalu sedih dan frustasi karena di tinggal Mommy mu." Sahut Marvel yang menginggat waktu waktu tersulit baginya dan tanpa sadar melukai hati putranya yang saat itu masih bayi.
" Tapi seingat Glen daddy tidak pernah mengabaikan ku walau sesibuk apapun daddy." Kata Glen dengan polosnya tentu saja karena waktu Marvel mengabaikan Glen. bocah itu tidak ingat sama sekali karena masih terlalu kecil.
Marvel mencium gemas pipi gembul Glen. " Karena waktu itu Glen masih bayi jadi tidak mengingatnya." Ucap Marvel.
" Putra daddy pintar sekali.." Puji Marvel mendekap erat tubuh putranya dan mencium pipi itu hingga memerah..
Drttt ...... drtttt......
Aksi Marvel yang mencium gemas putranya terhenti takala handphone miliknya berbunyi. Marvel meraih ponselnya dengan satu tangan yang masih memeluk Glen.
" Halo Mom,? Tum---
" DATANG KE MANSION UTAMA SEKARANG JUGA DAN BAWA GLEN IKUT SERTA...," SAUT SUARA YANG TERYATA ADALAH JESSLYN.
" Mom, sebenernya ada apa kenapa mommy berteriak dan menyuruh ku datang dengan cara mendadak begini,?" Tanya Marvel yang sebenarnya terkejut dengan suara Mom Jesslyn yang menggelegar di seberang telepon.
" Jangan banyak tanya datang saja ke Mansion dengan Glen sekarang juga,!! Karena mommy tidak sanggup bercerita lewat telepon!" Sahut Jesslyn langsung Kematikan panggilan.
" Mom, Wait.!!"
Tutt..... Tut... Tut ..
" Ah Mommy kebiasaan.!" Ucap Marvel memandang layar ponselnya dengan kesal.
" Apa itu panggilan dari Grandma?" Tanya Glen.
" Hmm.. ayo ganti baju kita akan pergi ke Mansion Grandma." Kata Marvel membawa putranya ke walk-in Closet tanpa menunggu jawaban dari Glen.