
Setelah kepulangan Theala yang sangat tidak menyenangkan, pikiran Harvey pun juga ikut tidak tenang dan terus di penuhi tentang istrinya.
Seperti biasa Harvey melanjutkan aktifitasnya menjadi Direktur Utama di perusahaan cabang di Italy, dalam seminggu ini suasana tenang tidak ada lagi genjatan senjata antara organisasi mafia yang lain.
Harvey sudah berhasil menyelesaikan semua masalah yang terjadi di dalam organisasinya, kecuali mengetahui siapa Don dari organisasi Black Dragon, musuh bebuyutannya yang seringkali mengusik organisasinya.
Seharusnya ia sudah bisa pulang kembali ke Korea sebelum kedatangan Theala ke Italy, kemarin.
Namun, sepertinya Harvey memang memilih untuk tetap tinggal.
"Nyonya Theala..." ucap Kai menggantung kalimatnya.
"Ada apa lagi kali ini?" tanya Harvey tidak ingin membahas tentang Theala.
"Maaf, Tuan Harvey. Tetapi Nyonya Theala mengalami kecelakaan, dengan menggunakan mobil pemberian Tuan yang terbaru. Mobilnya tidak rusak terlalu parah, tapi--" kalimat Kai terpotong oleh Harvey yang menginterupsinya.
"BUKAN MOBILNYA, BODOH! BAGAIMANA DENGAN KEADAAN THEA?!" teriak Harvey yang mulai panik setelah mendengar laporan dari Kai Deverra.
Harvey pun membanting berkas perusahaan yang digenggamannya, dan berlalu keluar dari perusahaan dengan sangat tergesa-gesa dan kalang-kabut, disusul Kai yang selalu mengejar langkahnya dari belakang.
Mereka berdua pun langsung bergegas menuju ke bandara dan terbang ke Korea tanpa mempedulikan jadwal padat perusahaannya yang disana.
**
Rumah sakit Regina, Seoul, Korea Selatan.
Harvey memasuki lobi rumah sakit dengan panik, menaiki lift dan lalu mencari kamar pasien milik Theala disepanjang koridor. Hingga seorang wanita tiba-tiba menghadang langkah buru-burunya di koridor itu.
"Tuan Harvey?" panggil wanita itu menghentikan langkah Harvey dan kemudian mengecup pipi kanannya.
"Kau datang untuk menjenguk ku? Dari mana kau tahu aku sedang sakit? Kita sudah lama sekali tidak bertemu, ya...?" ujar wanita itu kembali dengan menghujani banyak pertanyaan pada Harvey.
Ternyata di koridor itu tidak hanya ada mereka berdua, tetapi juga ada sosok wanita lainnya yang daritadi setia memperhatikan gerak-gerik mereka disana, dengan raut wajah penuh kemarahan dan tatapan mata yang sangat tajam menatap ke arah mereka.
"Thea..." ucap Harvey yang ternyata menyadari itu.
Lalu Harvey pun mendorong wanita yang sangat tidak penting untuknya yang sekarang di hadapannya itu. Harvey juga mendecih kesal, dan menatap tajam pada wanita itu.
Mungkin wanita itu adalah salah satu dari teman tidurnya dimasa lalu.
Namun tentu saja, Harvey tidak dapat mengingat tentangnya. Hanya tidak asing dengan wajah wanita itu, karena dia adalah seorang publik figur yang cukup ternama di Korea.
Dilihat darimana pun, wanita itu tidak terlihat sedang sakit sama sekali karena wajahnya yang masih menggunakan full makeup dan baju pasiennya bahkan tercium sangat wangi seperti habis direndam dengan minyak wangi semalaman.
Wanita itu sering terlibat skandal kencan dengan para pejabat negara dan sering berpura-pura sakit untuk menghindari para awak media.
Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Harvey meninggalkan wanita tadi yang saat ini sedang tersungkur di lantai berkat dorongannya.
Ia pun langsung mengejar langkah perginya Theala. Hingga ia berhenti di depan pintu kamar pasien VVIP, yang ia yakini itu adalah kamar pasien milik Theala.
Brakk
"Kenapa kau kesini?! Kau salah masuk kamar pasien!" ketus Theala sedikit terkejut karena Harvey berhasil menemukannya.
"Aku bertemu Rose secara kebetulan, aku kesini untuk bertemu denganmu. Karena aku tidak bisa membiarkanmu pergi, tidak, aku tidak ingin kau meninggalkanku," jawab Harvey memperjelas situasi yang sebenarnya.
"Kenapa kau bisa kecelakaan?" tanya Harvey yang kembali panik melihat kening dan juga salah satu tangan Theala yang diperban.
Namun, Theala enggan menjawab pertanyaan Harvey dan mengacuhkan Harvey yang terlihat nampak cemas akan keadaannya yang sekarang.
Keningnya yang terluka akibat terkena pecahan kaca mobil mempengaruhi kepalanya yang mudah terasa pusing setiap kali ia sedang banyak pikiran ataupun sedang marah.
Dibandingkan dengan luka jahit ditangannya, bagi Theala luka jahit dikeningnya amat sangat mengganggunya.
"Kalau mau datang, apa kau tidak bisa tanpa cemong?" ujar Theala mengambil tissue dan menghampiri Harvey untuk menghapus noda lipstik dipipinya.
"Lihat ini! Sudah jadi suami orang tapi ada bekas ciuman dari bibir wanita lain di wajahnya..." ketus Theala sembari memperlihatkan pada Harvey dan lalu melempar tissue bekas itu padanya.
"Ini..."
Harvey ragu untuk menjelaskannya.
"Tidak perlu memberi alasan!" pekik Theala kesal dengan raut wajah masam.
"Aku percaya padamu!" ketus Theala.
Lalu Theala kembali ke ranjang pasien dan berbaring setengah duduk disana. Harvey pun mendekat dan duduk ditepi ranjang pasien itu.
"Kalau begitu kenapa wajahmu terlihat kesal? Aku jadi kepikiran..." ujar Harvey dengan mata yang terlihat sendu dan sangat sayu.
"Kenapa kau kepikiran segala?! Bertingkah lah seperti kau yang biasanya!" sarkas Theala yang sedang memejamkan matanya.
"Masa aku tidak kepikiran...?" tanya Harvey.
Kini kedua telapak tangannya membelai lembut wajah oval Theala.
"Thea... Aku mencintaimu, jadi tolong jangan seperti ini padaku."
"Huwaaaaa!!"
Suara jeritan tangis Theala yang mencuak sangat keras. Sepertinya dari tadi Theala sedang menahan tangisannya, karena itu ia tidak mau melihat wajah Harvey.
"Hei, Thea! Ada apa? Kenapa tiba-tiba menangis? Aku kan sedang menyatakan perasaanku bukan melakukan hal yang tidak baik?" tanya Harvey seperti orang bodoh yang tidak menyadari akan sikapnya selama ini.
"Dasar jahat! Huwaaaa!" seru Theala yang lagi-lagi memukul badan Harvey dengan membabi buta.
Harvey dengan sigap memeluk sangat erat tubuh Theala sampai ia tidak bisa lagi bergerak untuk memukulnya.
"S-sekarang... Kau mau aku b-bagaimana lagi...?" tanya Theala masih dengan suara parau dan sesenggukan.
"Aku yang harusnya bertanya seperti itu..." ucap Harvey dengan menundukan kepalanya sangat dalam.
Mungkin ia merasa bersalah pada Theala.
Tetap saja, mau seperti apapun, mau bagaimana pun.
Seorang Theala tetaplah Theala.
Seorang wanita yang berhati lembut, penuh kasih sayang, ceria, dan sangat mudah memaafkan, tentu saja juga penuh rasa cinta pada lelakinya.
Seberapa besar perubahan pada diri Theala, tidak akan pernah bisa merubah sifat dan kepribadian Theala yang sesungguhnya.
Theala yang selalu apa adanya dan menerima takdir dengan penuh kemurahan hati.
"Aku sudah dengar dari Ketua, meski pun kau menolak sekeras apa pun. Beliau bilang hanya kau pewarisnya, kalau tidak kita harus segera punya anak untuk menggantikan tugasmu," ujar Theala menjelaskan dengan kembali sesenggukan yang berakhir jerit tangisan mencuak keras.
"Tidak akan, tenanglah. Aku akan melindungi mu dan anak kita nanti. Aku berjanji tidak akan menempatkan keluarga kecil kita ke dalam bahaya," ucap Harvey yang terus berusaha menenangkan Theala dengan memeluk dan mendekapnya lembut.
"Aku mencintaimu Tuan Muda Harvey William," ucap Theala yang masih sesegukan di pelukan Harvey.
"Aku juga sangat mencintaimu lebih dari yang bisa kau bayangkan, istriku," ucap Harvey mengecup sekilas bibir Theala, berhasil membantunya tenang dan tertidur di dalam pelukan Harvey.
**
Mereka pun hidup bahagia di mansion Utama kediaman keluarga William di Korea.
Sebagai keluarga konglomerat biasa tanpa ada lagi pembahasan tentang organisasi gelap dunia bawah di dalam mansion tersebut.
Harvey dan Theala ingin membiasakan hal tersebut, agar suatu saat nanti jika sudah waktunya mereka dikaruniai buah hati, anak mereka tidak akan lagi merasakan kerasnya dunia yang sangat kelam itu.
Tentunya Harvey berhasil meyakinkan ayahnya, bahwa menjadi seorang pewaris tidak harus menjalani kehidupan yang sama persis seperti yang dijalani oleh ayahnya di masa lalu.
Akhirnya Harvey maupun Theala dapat menemukan tujuan hidup mereka satu sama lain, yang sebelumnya mereka hanya menjalani hidup seadanya tanpa tahu apa sebenarnya tujuan hidup dari hidup yang mereka jalani selama ini.
Untuk pertama kalinya di dalam hidup seorang Harvey William, ia dapat merasakan apa itu 'jatuh cinta', dan begitu pun untuk pertama kalinya di dalam hidup seorang Theala Anderson yang dapat merasakan kembali bagaimana rasanya 'di cintai' oleh keluarga.
...•••HATE TAMAT•••...
...Note Author :...
...Terima kasih banyak untuk para pembaca yang membaca cerita ini sampai selesai, masih cerita amatir. Tapi semoga cerita amatir ini dapat menghibur dan menemani waktu luang para pembaca sekalian....
...I love you so much, sincerely Matcha♡♡...
...Ada bonus biodata cast cerita HATE dibelakang ya......