Great Woman

Great Woman
Episode 9



Seketika buyar lamunannya mendengar suara tembakan. Tatapannya berubah sedingin es karena mengganggu ketenangannya.


Vio yang penasaran pun menepikan perahunya. Bahkan Vio sudah siap dengan pistol ditangannya, ya Vio memang selalu membawa pistolnya kemanapun dia pergi, bukan cuman pistol didekat pergelangan kakinya terdapat pisau, dan juga jarum beracun berada di sakunya. Untuk situasi bahaya seperti ini.


Vio menuju asal tembakan, terdengar teriakan wanita meminta tolong bahkan wajah mereka pun sudah babak belur.


Vio mempercepat langkahnya, bersembunyi disemak melihat situasi. Vio melihat sekelompok lelaki berbaju hitam sejumlah 8 orang dipastikan cuman sekelompok semut menurut Vio, salah satu dari mereka ada yang terlihat santai Vio menebak dia adalah ketuanya. Senyum menyeringai pun terbit dibibir manis Vio siapa yang melihat itu pasti bergidik ngeri.


Sayup-sayup Vio mendengar pembicaraan mereka.


"Mau apa lagi kalian? belum cukup kalian membunuh orang tua kami, harta kami pun kalian rampas. Dasar b*******." teriak wanita rambut pendek sambil memeluk seorang wanita yang lain juga berambut pendek dipastikan Vio mereka bersaudara.


"Hahaha, setelah puas dengan tubuh kalian yang begitu menggoda baru kami melenyapkan kalian." ucap salah satu lelaki berpakaian hitam rambut berwarna pink.


"Hahahah." mereka tertawa bersama


"Kak, aku takut. hiks." ucap wanita yang dalam pelukan bahkan tubuhnya gemetaran.


"Sabar sayang, jangan menangis.. Ingat kata bunda. Walau nyawa taruhannya kita tetap harus menjaga kesucian kita." ucap wanita itu dengan keteguhan hati.


Vio yang mendengar itu pun tersentuh mereka rela menyerahkan nyawanya hanya untuk menjaga kesuciannya. Sudut bibir Vio pun terangkat, "Menarik." batin Vio.


"JANGAN MENDEKAT." teriak wanita berambut pendek.


"Bilang pada orang yang membayar kalian, kami akan membalaskan kematian orang tua kami. Dan kami pastikan kalian akan mendapatkan balasannya." lanjut wanita tersebut dengan mata yang berapi.


"Hahaha, sebelum kalian membalaskan dendam. Kalian akan merasakan nikmatnya surga dunia." ucap salah satu lelaki berseragam hitam lainnya . Mereka pun perlahan mendekat ke arah 2 wanita tersebut.


DOR!!


Salah satu dari mereka terkapar ditanah tak bernyawa. Mereka yang melihat itu pun segera menyediakan senjata. Bahkan mereka panik.


"Keluar kau jangan jadi pengecut." teriak salah satu dari mereka berambut panjang dikuncir.


Vio pun keluar dari semak-semak dengan gaya santai nya. Mereka semua tercengang melihat seorang wanita begitu sangat cantik bahkan mereka ada yang meneteskan liurnya.


"Nona, bagaimana anda bisa ada disini?" ucap salah satu dari mereka berambut gondrong, mereka bahkan memandang Vio dengan dipenuhi kabut nafsu.


"Kalian mengganggu ketenangan ku." ucap Vio datar


"Kami tidak mengganggu dirimu manis, ayo ikut kita bersenang-senang nanti Nona manis akan merasakan nikmatnya surga dunia." ucap lelaki berkepala botak lainnya.


DOR!!


Vio menembak lelaki berkepala botak tersebut tepat di antara alisnya, Vio bahkan menampilkan senyum menyeringai "Lumayan, buat ajang latih tanding." batin Vio.


"Kamu berani sekali menembak teman kami!!" teriak salah satu mereka dengan marah.


"SERANG" ucap ketuanya yang tadi hanya terdiam.


"Pengecut" sarkas Vio dengan wajah datarnya.


"Serang bersamaan bos, biar dia kapok gue udah gak tahan bos liat tubuh nya yang aduhay begitu." ucap salah satu dari mereka menghiraukan gurauan Vio, yang lain hanya mengganggukan kepala. Ketuanya itu pun mengangguk.


Segera mereka membentuk lingkaran mengelilingi Vio, mereka menyerang Vio. Vio yang mahir bela diri pun dengan mudahnya mengelak, Vio berputar seperti menari sambil menangkis serangan yang bertubi datang kearahnya.


Salah satu dari mereka menangkap kaki Vio, dengan lihai Vio memutar badannya sampai lelaki itu tersungkur ke tanah dengan kepala yang digapit kaki Vio. Dan seketika


Krekk!!


Suara bunyi tulang patah, ya Vio baru saja mematahkan leher lelaki tersebut sampai terkapar tak bernyawa.


Mereka yang geram melihat temannya mati pun menembaki Vio dengan segera Vio menjadikan tubuh lelaki yang telah mati jadi tamengnya.


"Lihat disana." teriak Vio agar mengalihkan perhatian mereka. Ternyata umpan yang Vio berikan langsung dimakan oleh mereka. Mereka yang lengah itu pun membuat peluang untuk Vio. Segera Vio mengeluarkan jarum beracunnya.


Wush...Wush..Wush!!


Brukk.. Brukk..Brukk!!


Tiga orang seketika ambruk ke tanah hanya dalam waktu 5 menit tubuh mereka menghitam terbujur kaku. Hanya Vio yang tahu penawar racun karena dia yang membuat racun tersebut yang diberi nama "Black Poison".


"KAU." teriak ketua mereka dengan wajah merah padam.


Hanya tersisa 2 orang segera Vio menghabisi mereka. Karena Vio males bermain-main.


DOR!!


DOR!!


Dengan gaya santainya Vio menembak mereka, baju Vio pun bahkan terkena cipratan darah. Vio bahkan tak segan membunuh mereka, ingat ya Vio itu seorang pembunuh bayaran bertangan dingin, dia tanpa belas kasih membunuh yang pantas untuk dibunuh. Sebelum Vio membunuh Vio akan menyelidiki latar belakang orang yang dilenyapkan nya.


Setelah Vio membunuh mereka semua. Vio pun berniat pergi dari tempat itu tapi dihentikan oleh wanita yang merupakan korban dari mereka.


"Tunggu nona." ucap salah satu wanita tersebut.


Vio hanya berhenti tanpa membalikkan badan menghadap ke arah mereka.


"Terima kasih nona jika tidak ada anda maka saya dan adik saya tidak akan tahu keadaan kami nanti, terima kasih nona." lanjut wanita itu dengan mata berkaca-kaca.


Vio hanya terdiam mendengar ucapan mereka bahkan wajahnya tanpa ekspresi. ingat Vio itu seperti raga tanpa jiwa.


"Nona bagaimana kami bisa membalas budi anda..? kami tidak mempunyai apapun yang diberikan hanya tenaga yang kami punya." ucap wanita lainnya.


"...."


"Nona kami akan mengabdikan seluruh hidup kami dan kami akan berjanji untuk setia bahkan nyawa kami pun taruhannya." lanjut wanita satunya.


Vio yang mendengar itu pun sudut bibirnya terangkat. Ini yang ditunggu Vio dari tadi. wkwk, Vio itu juga licik tapi kelicikannya hanya untuk lawannya bukan kawannya.


"Ikut." ucap Vio singkat padat dan jelas.


Segera mereka mengikuti Vio dari belakang,. Sampai didekat mobil Vio terdengar suara langkah kaki.


DRAP!!


DRAP!!


DRAP!!


Ternyata datang lelaki berjumlah 10 orang menghampiri Vio. Vio pun tau siapa mereka, belum sempat salah satu dari mereka berbicara sudah dipotong Vio.


"Telat" ucap Vio dengan wajah datar.


"Maafkan kami Queen." salah satu dari mereka angkat bicara. Bahkan mereka hanya menundukkan kepala takut akan kemarahan Queen mereka.


Vio tidak memperdulikan mereka. Vio hanya melirik 2 wanita yang didepannya. Mereka yang paham maksud Vio pun segera masuk ke mobilnya.


Perlahan mobil melaju meninggalkan taman tersebut. Karena taman tersebut berada di pinggiran kota jadi wajar kalau ditempat itu tampak sepi.


Vio mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan 2 wanita yang berada dalam mobil pun merasa takut. Tapi Vio tidak memperdulikannya, seolah mereka hanya angin.


Beberapa saat kemudian Vio pun sampai di mansion nya. Segera Vio keluar di ikuti dengan 2 wanita tersebut baru Vio melangkah sudah dihentikan oleh suara wanita yang menggelegar.


"VIO.."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tbc*