Great Woman

Great Woman
Episode 4



1 Jam Kemudian, scorpio sudah terparkir dengan indah ditempat parkiran apartemen nya Gio. Gio tidak mengenali scorpio karena jarang dipakai buat jalan maklum punya banyak mobil. Vio paling menyayangi scorpio karena pemberian kakek dan nenek nya hadiah ulang tahun Vio ke 18 tahun.


Cepat-cepat Vio turun dari mobil setelah melihat Gio menggandeng seorang wanita berambut pendek memakai dress berwarna putih menuju apartemen nya.


Vio melupakan belanjaan nya karena rasa penasaran yang menggerogoti pikiran dan hatinya. Vio yang berzodiak scorpio mudah mencurigai seseorang karena memiliki sikap posesif yang tinggi kepada orang yang dicsayangi nya apa lagi terhadap kekasih nya.


Wajar Vio merasa curiga karena melihat kekasih pujaan hati yang sebentar lagi menikah dengan dia. Membawa seorang wanita bergandengan tangan tampak Gio begitu bahagia.


Apa lagi beberapa minggu ini Gio jarang menghubungi diri nya walau sekedar pesan singkat. Terkejut itu pasti tubuh Vio sudah gemetaran melihat Gio membawa wanita tersebut masuk ke dalam apartemen nya.


Saat ini Vio sudah berdiri didepan pintu apartemen milik Gio. Vio terdiam selama 15 menit tidak ada tanda orang yang didalam mau keluar. Karena Vio sangat penasaran apa yang mereka lakukan. Vio menekan pin apartemen.


tit!!


tit!!


tit!!


beep!!


ceklek!!


Pintu apartemen Gio sudah terbuka karena Vio sudah tahu password dari apartemen Gio semenjak jadi kekasihnya selama 2 tahun.


Perlahan tapi pasti Vio baru masuk ke apartemen sudah mendengar suara yang begitu mengerikan.


"Ya tuhan apa yang mereka lakukan?." batin vio seraya menahan air mata agar tidak keluar. Wajar Vio mendengar karena pintu kamar Gio tidak tertutup rapat.


Vio berjalan menuju kamar Gio yang terletak di atas. Perlahan Vio mendengar sayup-sayup suara wanita yang begitu bersemangat menggoyang ranjang.


Mereka melakukan duet maut dan meracau tidak jelas. Suara kasur yang berdecit seperti anak kecil yang berlompat ke sana kemari.


Tidak dengan yang didekat pintu mendengar semua pembicaraan mereka. Dengan menutup mulut dengan tangan seraya menahan isak tangis agar tidak ketahuan sama si empunya apartemen yang sedang memadu kasih.


Impian, cita-cita, kenangan indah, gombalan, rayuan manis yang dilontarkan mulut manis Gio menghancurkan Vio.


Vio seorang wanita yang begitu lembut hatinya, pribadi yang begitu hangat, sering tersenyum. Namun sekarang tidak ada lagi Vio yang lembut, yang hangat, yang tersenyum menampilkan deretan gigi.


Perlahan tubuh Vio merosot kebawah bersandar pada dinding menopang tubuh yang lemah tak bertenaga itu.


Pertahanan Vio runtuh hati Vio hancur berkeping-keping tidak bersisa sama sekali. Begitu sakit menangis tanpa suara sambil meremas dada menahan sesak.


Melihat adik yang dianggap saudara kandung sendiri berselingkuh dengan kekasih hati yang sebentar lagi jadi suaminya.


Dengan sekuat tenaga Vio berdiri dan seketika..


BRAK!!


Vio menendang pintu kamar Gio sampai engsel pintu rusak. wkwkw, terlalu penuh kekuatan kau Vio.


Yang didalam asik melakukan duet maut pun terjungkal. Bayangkan enak-enakan lu duet ada aja ngeganggu. Mereka tidak tau siapa yang menendang pintu nya karena mereka tidak memperhatikan wajahnya. mereka sibuk nutupin badan yang sudah toples.


"SIAPA LU S*****?, GANGGU GUE AJA." Gio pun berteriak karena acaranya terganggu.


"GUE!!, MAU APA LU B*******?" ucap Vio lantang dengan wajah merah padam.


"Vv... Vio." ucap Gio gugup merasa tertangkap basah. Linda yang melihat Vio pun menjadi gelisah takut perselingkuhan nya terbongkar bakal diusir dari kartu keluarga kan gaswat. Gak bisa nikmatin duit. Makan noh daun sono lu.


"Hehehe,, kenapa Gio lu takut? Linda ko lu diam aja? merasa bersalah kalian?" ucap Vio seraya duduk disofa menyilangkan kedua kaki .


"....."


"Kalian mau sampai kapan menampilkan adegan toples didepan Gue? Memang pasangan menjijikan." ucap Vio menampilkan tatapan jijik. iyuh si Vio so jijik dah lu.


"Diam author l******."


"Ok author diam." -_-


Back to Story'


"Kenapa diam aja b*******." Vio menekan kata terakhir dengan lantang.


Linda dan Gio pun memunguti pakaian mereka sambil berpakaian mereka curi-curi pandang ke arah Vio. Vio yang melihatnya pun cuman menampilkan wajah datar dan tatapan dingin.


Karena Vio sudah merasakan kekecewaan yang mendalam, sakit terkhianati, dan tidak akan percaya lagi dengan yang namanya cinta. Cinta bagi Vio sudah mati.


Vio pun berdiri dan berjalan menghampiri mereka. Dengan mata yang sembab akibat menangis. Vio tidak pernah menunjukkan tangisnya di depan semua orang. Hanya Vio dan Dina selaku tangan kanan bagi Vio bagaimana sikap Vio terhadap orang yang menyakitinya. Tepat saat didepan mereka..


PLAK!!


PLAK!!


"Pernikahan kita batal." ucap Vio menekan kata 'batal' karena Vio merasa tidak sudi berhubungan dengan lelaki seperti Gio.


Gio yang mendengar itu pun mengepalkan tangan, merasa kecewa karena Vio membatalkan pernikahannya. Harga dirinya terinjak-injak.


Linda yang di sebelah Gio pun tersenyum senang. Karena berhasil menghancurkan hubungan mereka. Tapi mendengar Vio berucap senyumnya seketika pudar.


"Perselingkuhan kalian akan aku laporkan sebagai bukti pembatalan pernikahan." ucap Vio tersenyum menyeringai sambil menyilang kan tangan di dada melihat keduanya pucat pasi.


Mereka berdua saling pandang, segera Linda mengedipkan sebelah matanya pada Gio. Gio yang mendapat kode pun menganggukkan kepala. Vio berbalik meninggalkan mereka, baru 5 langkah Vio berjalan dan seketika..


BRUK!!


Tengkuk Vio dipukul dengan keras. Vio yang tidak siap pun tersungkur ke lantai tidak sadarkan diri. Dengan segera tubuh Vio mereka angkat ke Mobil.


______________________________________________


5 jam kemudian, terlihat seorang gadis terbaring di atas ranjang. Perlahan kelopak mata sang gadis terbuka menampilkan iris mata berwarna hitam legam dengan sorot mata yang tajam membuat bulu kuduk merinding.


Vio memegang tengkuknya yang sakit akibat pukulan yang terlalu keras. Vio melihat sekeliling mengerutkan kening ruangan yang asing menurutnya. Vio akhirnya tahu kalau dirinya berada dihotel.


Sebenarnya Vio sudah terbangun 3 jam lalu dikarenakan rasa ngantuk yang begitu berat Vio pun akhirnya terlelap. Vio sudah mengetahui rencana yang mereka lakukan untuk menghancurkan reputasinya.


Vio memang sengaja menunjukkan kelemahan kepada orang banyak sebelum menampilkan taring nya yang panjang. Vampir kali ah. wkwk


Vio akan ikut andil dalam permainan mereka. Vio akan melihat apakah ada diantara keluarganya yang mempercayainya atau malah sebaliknya.


Vio turun dari ranjang menuju jendela kaca yang menampilkan pemandangan lampu kota yang begitu indah. Dilihat hari sudah malam Vio pun melihat jam di atas nakas menunjukkan jam 8 malam.


Vio pun menyentuh anting yang digunakannya bukan hanya dijadikan perhiasan tapi juga alat berkomunikasi dengan tangan kanannya. Vio membuat alat ini hanya untuk orang-orangnya saja. Dikarenakan limited edition hanya orang tertentu saja yang bisa memesan itu pun kalau Vio tertarik dengan orang tersebut.


"Laksanakan Queen." ucap Sistem Black


"Sambungkan pada Dina, Black." perintah Vio.


"Siap Queen."


Tit!!


"Roger My Queen, siap terima perintah." ucap orang diseberang sana.


"Tunggu aba-aba dari ku Din, prediksi ku malam ini akan terjadi sesuatu. Siapkan semua yang diperlukan." ucap Vio dengan tenang. Sambil memainkan ujung rambut dengan jarinya.


Dina, tangan kanannya Vio. Dina selalu menyuruh pengawal mengikuti Vio kemana pun pergi. Dina tidak mau penyelamat hidupnya mengalami bahaya apa lagi Dina meanggap Vio sebagai adiknya sendiri. Dina sangat menyayangi Vio.


"Siap laksanakan My Queen." ucap Dina


"Oh ayo lah, jangan terlalu formal." ucap Vio sambil duduk disofa.


"......."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


******harap dimaklumin kalau ada kesalahan penulisan atau kata yang tidak sesuai dikarena author baru pertama kali membuat novel.


Visual Via Adrian Anastasia


Sumber : google******