Great Woman

Great Woman
Episode 13



Dina terdiam sejenak, ragu pengen minta bantuan. Gengsi juga tapi kalau gak ada yang bantuin bakalan telat, nanti Vio bakal marah lagi keluar taringnya. Dina yang membayangkan pun bergidik ngeri jangan sampai Vio marah pikirnya.


“Din”


Dina pun tersadar dari lamunannya. “Oh,, itu” Dina ragu, tapi mau gimana lagi dari pada gak selesai. Biar aja deh nurunin gengsi sedikit ya, sedikit gak banyak.


“Bantuin gue dong. Si Queen mau jadi investor terbesar pusat perbelanjaan gitu, cuman gue nya gak sanggup ngerjain sendirian apa lagi waktunya cuman 2 minggu doang.” segera Dina menjelaskan panjang kali lebar rencana yang akan digunakannya, Jo yang mendengarkan pun hanya menganggukan kepala.


Gak susah menjelaskan karena Jo mengurus masalah kaya gini juga sudah berpengalaman.


“Ok gue bantuin lu deh, besok gue temenin lu sebelum ke Australia. Lebih baik menyelesaikan pusat perbelanjaan yang ada di Negara ini dulu.” saran Jo, Dina yang mendengar kalau Jo mau membantu pun tersenyum lebar. Duh kalau Jo melihat pasti kesemsem gitu deh.


“OK” sahut Dina.


“Gue siapin berkasnya dulu, besok kita kerjakan di jamin kalau ada gue kurang dari 2 minggu kerjaan kita bakal selesai.” Songong Jo.


Dina yang mendengar itu pun memutar bola mata malas. Gini nih itu anak mode songongnya kalau sudah aktif bikin kesal sendiri. Tanpa berkata lagi Dina langsung menutup telponnya tersebut, Jo yang diperlakukan seperti itu mengumpat Dina habis-habisan.


 


Pagi hari nya waktu menunjukan pukul 8, Dina dan Jo sudah pergi mengurus pusat perbelanjaan yang ada di Negara ini.


Mama belin dan papa Sean (bi Ijah dan mang Ujang), belum ada tanda-tanda kehidupan diarah kamar mereka. Biasa pengantin baru maklum habis lembur.


Sedangkan Vio dia sekarang lagi bingung milih mobil yang mana yang ingin diajaknya jalan-jalan. Bahkan dia sampai cap cip cup kembang kuncup. Akhirnya dia memilih mobil warna putih.


Sumber: google


Car: lamborghini aventador



Segera Vio menghidupkan mesin dan meleset membelah jalanan, sedangkan para pengawal yang mengawasi dari jarak jauh pun gelagapan.


“Bro, cepetan.. Queen sudah melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Astaga, Kalau terjadi sesuatu sama Queen bakalan dapat hukuman lagi seperti kemarin.” ucap salah satu pengawal yang berada di depan samping pengemudi.


Mereka membayangkan hukuman yang mereka dapat kemarin bergidik ngeri,, jangan sampai pikir mereka.


Salah satu yang pasti dia adalah ketuanya pun memencet tombol anting khusus para pengawal.


Tit!!


“Segera kita susul Queen, jaga keamanan dan keselamatannya. Pastikan kalian juga berhati-hati.” perintah ketua yang namanya Andi.


“Siap” ucap mereka serempak.


Segera mereka berangkat dengan konvoi 4 buah mobil, karena letak lokasi mereka berbeda yang mana mereka berada dekat Mansion Vio dengan jalan yang berbeda ada yang di timur dan barat.


“Target terlihat.” anak buahnya yang mengawali konvoi tersebut memberitahukan kepada yang lain kalau Vio terlihat memperlambat laju kendaraannya.


Mereka yang mendengar pun memperlambat laju kendaraannya juga. Bahkan mereka menjaga jarak dengan Vio 20 meter.


Melihat Vio yang berhenti dekat mini market mereka pun ikut berhenti. Mereka terkadang membicarakan guyonan yang tidak masuk akal agar mereka tidak jenuh. Tapi juga kewaspaan mereka tidak kendor sedikit pun.


Vio yang saat ini melihat sekitar dan menemukan apa yang dicarinya segera dia berhenti di depan mini market indihoy.


CIT!!


Suara rem mobil Vio yang berdecit berhenti, orang-orang yang melihat mobil mewah berhenti seperti itu pun menatap tanpa berkedip bahkan ada yang mengambil gambar mobilnya.


“Wah, mobilnya keren banget.”


“Ini mobil punya holkay bro.”


“Punya siapa itu mobil?, kinclong banget.”


Bisik-bisik para orang-orang yang berlalu lalang. Vio pun segera keluar dari mobilnya mereka yang melihat seorang wanita keluar dari mobil tersebut menganga dibuatnya.


Bagaimana gak menganga toh yang keluar bagai bidadari turun dari langit. Memang kecantikan Vio patut diacungi jempol paket komplit ini mah plus-plus lagi. Bahkan mereka ada yang sempat menitikkan air liurnya.


“Air liur lu bro.” senggol teman disebelahnya.


“Gila cantik pake BGT bro, bening bener. Yang kaya gini nih bakal jadi rebutan.” sahut temannya sambil menyapu air liurnya.


Vio masuk ke dalam mini market tersebut tanpa memperdulikan omongan orang disekitarnya karena bagi Vio dia sudah terbiasa jadi pusat perhatian.


Vio kelupaan makai maskernya jadi terekspos lah wajahnya yang begitu cantik. Duh duh lebay ya.


Terkadang dia juga risih dipandang penuh nafsu oleh para makhluk yang berjenis kelamin lelaki, bahkan wanita pun menatap iri akan dirinya. Vio keluar dari mini market sambil memegang air mineral.


Vio pun segera masuk ke dalam mobil melaju membelah jalanan sampai didekat persimpangan jalan, seketika dia memberhentikan mobilnya memperhatikan 3 orang wanita menggunakan pakaian SPG dipaksa masuk ke dalam mobil lux*o hitam.


2 orang pria duduk didepan dan 3 duduk dibelakang memegang 3 wanita yang memberontak bahkan mereka yang minta tolong pun tidak ada yang menolongnya dikarenakan pas lagi jalanan sepi.


Mereka hanya bisa menangis dan berdoa semoga ada malaikat penolong, Seketika suara mereka tercekat karena di todong pisau di leher mereka.


Salah-salah malah melukai mereka. Mereka 3 sahabat dari kecil, suka duka mereka lewati bersama.


Takut ? pasti. Mereka hanya anak yang dibesarkan dipanti. Mereka bisa apa? Keahlian bela diri tidak mereka miliki, hanya otak.


Untungnya mereka waktu bersekolah selalu mendapat beasiswa jadi mereka tidak memikirkan hal lain. Bahkan mereka mau meneruskan ke jenjang perkuliahan tapi karena mereka tidak punya biaya. Mereka urungkan.


Mereka bekerja membantu mencari biaya buat kelangsungan hidup mereka dan adik-adiknya yang di panti asuhan. Mereka banting tulang, demi membalas jasa ibu panti yang begitu menyayanginya dan membesarkan mereka.


Vio menggunakan kacamata yang dibuat khusus olehnya. Hanya dia yang mempunyai alat tersebut. Bahkan para ahli belum ada yang membuatnya. Vio memencet tombol yang ada di salah satu gagang kacamata tersebut.


Seketika terlihat lah tampilan seperti sistem proyektor di head unit mobilnya. Bahkan alat yang dikeluarkannya pun bisa berbicara. Vio juga memodifikasi setiap mobilnya.


Vio memberikan panggilan “BLACK” pada alat yang diciptakannya. Semua aksesoris yang dipakai Vio dimodifikasinya dari anting, kalung, gelang, jam tangan dan lainnya.


Bahkan para anak buahnya pun dibuat khusus oleh Vio.


Tit!!


“Black, pantau kecepatan mobil lux*o hitam yang didepan.”


“Siap Queen.”


Vio pun menyalakan mobilnya. Suara deru mobil seperti mau balapan.


BRUMM!!


BRUMM!!


Salah satu penjahat yang duduk didepan samping pengemudi pun melihat kaca spion.


“Bro, kita ketahuan cepat jalankan mobilnya.” perintahnya.


Mereka pun melesat membelah jalanan dengan kecepatan. 3 wanita yang didalam mobil pun berteriak ketakutan. Sudah ditodong pakai pisau malah bawa mobilnya ngebut tinggal malaikat maut menjemputnya. Pikir salah satu wanita itu.


Disisi lain para pengawal Vio pun tepuk jidat, bahkan ada yang memijat pangkal hidungnya. Duh kan pasti bikin ulah. Herman sendiri mereka sama kelakuan bos mereka.


#


Vio yang melihat mereka sudah pergi melarikan diri itu pun berbicara entah pada angin yang lewat. “Heh meremehkan gue kalian.”


“Target terkunci Queen.” tanpa berpikir panjang Vio pun menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi.


“Black, cek ke stabilan torsi, naikan PH setelah 100 M pertama,” perintah Vio.


“Pantau berapa RPM kecepatan mobil tersebut.”


“Baik Queen."


Vio masih mengejar mobil para penjahat, deru mesin mobil saling bersahutan saat mendekat. Sesekali terdengar dengungan kuat mesin saat pergantian perseneleng dan di susul decitan seperti paduan suara nyanyian menurut Vio.


Memang paduan suara, tapi bukan nyanyian melainkan antara gas, kopling dan rem.


“Bro lebih cepat lagi, kita tersusul.” menepuk pergelangan tangan pengemudi.


“Sabar bro, didepan ada belokan tajam.” sahut penjahat yang memegang kemudi.


Penjahat itu pun harus sedikit lebih keras memegang kendali, ia harus bermain dengan rem tangannya hand bracking.


Agar roda belakang mobil stabil. Dan harus beraksi sedikit reverse entry saat roda belakang stuck dalam beberapa detik, mobil bermanuver seperti tergelincir baru bisa masuk ke jalur.


Lain dengan Vio saat berada di belokan tajam mobilnya yang keluaran terbaru tak perlu bermanuver reverse entry.


“Black, berapa kecepatan mobil tersebut?.”


“Kurang dari 260 RPM, masih stabil Queen.”


“Black, cari celah. Gue bisa menyusulnya dalam 13 menit, naikan boosted ke 280 RPM. Biar gue bisa menyalipnya, pantau dari satelit apakah di depan ada jalan bercabang?.” Tanya Vio.


“400 M pertama ada jalan bercabang 3 Queen.”


“OK”


“Queen di depan ada belokan.” ucap sistem Black


Setelah mobil Vio menyentuh apex, Vio menekan kembali pedal gas untuk keluar dari belokan.


“OK, mulai dari 240 M pertama, bantu naikan HP di jarak 150 M akhir, biar pas gue salip mobil tersebut. Gue dapat drifting 360 buat manuver donut.” perintah Vio


“Siap Queen.”


Akhirnya dalam 9 menit Vio sudah berada di belakang mobil hitam tersebut. Mobil hitam yang dikendarai para penjahat pun sedikit oleng. Mereka yang didalam pun gelagapan.


“Dia di belakang bro.”


Mereka pun mempercepat laju mobilnya. 3 wanita yang didalam mobil tersebut bahkan tidak berhentinya berteriak.


Bahkan para penjahat sampai tutup kuping.


Lain halnya dengan Vio melihat para penjahat yang kurang fokus didepan nya. Sedikit menarik bibirnya keatas.


Sangat tipis hanya orang yang jeli yang bisa melihatnya tersenyum.


Sistem memprediksi ada celah pun memberitahukan Vio “Queen ada celah.”


BRUM!!


“Black bisa drifting 360?” Tanya Vio


“Bisa Queenn, Manuver Donut.” perintah sistem Black, Vio meleset menyalip mobil hitam tersebut.


“Yuhu.. Overtake, sekarang.” girang Vio. Bahkan adrenalinnya semakin terpacu. Terlihat mobil Vio berputar di tengah jalan melakukan Manuver Donut.


Seketika mobil hitam yang melihat tersebut berusaha menginjak pedal rem. Tapi karena jarak mereka dengan mobil Vio dekat. Si penjahat malah banting setir kesamping kanan menghindari mobil yang didepan.


Tiba-tiba....


CITTT!!!


BRUK!!


__________________________________________


sumber:google


**Tbc***