
VISUAL Freya
VISUAL Chloe
____________________________________
Back to Story’
Andi yang saat ini sudah dipersilahkan duduk di sofa single sama Mama Berlin karena mereka masih ingin mengorek lebih dalam mengenai pelatihan dan hukuman yang dimaksud Andi. Bahkan ada juga yang memikirkan mengapa Vio malah meadopsi mereka jadi keluarga dia.
“Anu tuan Andi.” ucap Freya sambil menggaruk kepalanya bingung mau memanggil Andi dengan sebutan apa.
Andi yang mendengar namanya dipanggil pun menatap Freya sambil menjawab.
“Andi saja Nona, karena sebentar lagi kalian akan jadi keluarga Queen.” jelas Andi.
“WHAT..?” mereka bertiga terkejut. Siapa lagi kalau bukan Charlotte, Freya dan Chloe. Mereka yang mendengar teriakan mereka hanya menutup telinga.
“Adoh, teriakan kalian bikin telinga papa sakit. Anak gadis teriak-teriak seperti ayam yang kejepit pintu.”gurau papa Sean sambil tertawa. Mereka yang mendengar gurauan papa Sean pun ikut tertawa.
Tapi tidak dengan 3 wanita yang disebut seperti ayam hanya mendengus kesal.
“Ayam kejepit pintu.”pikir mereka sambil membayangkan seperti apa ayam yang terjepit pintu itu.
“Sudah, ngapain kamu Jang jahilin mereka. lihat noh sampai cengo gitu mereka dengerin ucapan lu.” omel mama Berlin pada suaminya. Kebiasaan memang punya suami gitu tuh mulut gak bisa di rem macam emak-emak rempong.
“Ijah sayang, biar mereka tau punya papa humoris nya kebangetan kek gini.” sahut papa Sean sambil mengedipkan sebelah matanya. Mama Berlin hanya membuang muka kesamping malu-maluin punya suami sengklek nya kebangetan. Tapi cinta mau gimana lagi, toh bentuknya begitu gak bisa berubah. Emang berubah jadi apa? Power Ranger apa Satria baja hitam?
Gak mungkin!!
Mereka yang di ruangan itu saling pandang satu sama lain, Panggilan yang unik pikir mereka. Padahal mereka tidak tau kalau misal mereka diangkat juga oleh Vio. Tapi entahlah hanya waktu yang menunjukkan kebenaran nya nanti.
Hanya Andi yang santai sambil menyenderkan kepalanya di sofa karena dia tau selalu informasi terkini soal Vio bagi dia keselamatan Vio no 1.
Karena dia bukan hanya ketua para pengawal dia juga salah satu hacker yang terkenal itu juga berkat Vio dia bisa sampai sekarang.
Kebanyakan dari para anak buah dan orang disekitar Vio karena kebaikan Vio.
Mereka seperti sekarang berkat Vio, dulu mereka hidup terlunta lantung tidak jelas dengan uluran tangannya mampu membuat para anak buah Vio menomor 1 kan kehidupan Vio dari pada kehidupan pribadinya.
Bahkan Vio tidak melarang mereka untuk menikah. Vio berpesan kalau menikah sampaikan kepadanya. Tapi mereka masih belum memikirkan kehidupannya. Mereka hanya ingin melihat hidup Vio bahagia.
Mereka sangat marah pada saat bagaimana keluarga Vio memperlakukan malaikat hidup mereka, bahkan mereka berniat untuk menghancurkan keluarga itu sampai tak bersisa sedikit pun.
Tapi Dina malah melarang mereka “Belum saatnya menunjukkan taring pada musuh.” ucap Dina
Mereka hanya bisa bersabar, menunggu waktu yang tepat, apa lagi mengingat lelaki brengsek yang berselingkuh dengan adik angkatnya. Hello masa air susu dibalas air tuba, membuat darah mereka mendidih seakan mereka ******* habis manusia brengsek itu.
Sesak?
Pasti, mereka bahkan merasakannya. Apa lagi malaikat mereka yang mengalaminya. Menambah dendam membara di jiwa mereka.
Anggap lah mereka lebay, tapi bagaimana bisa mereka memperhatikan malaikat mereka diperlakukan seperti itu. Ayolah
Mereka berjanji akan memperlakukan pasangan mereka sebaik mungkin dengan mengambil contoh dari kehidupan malaikatnya.
Lihatlah malaikat yang dulu sering tersenyum ceria, tertawa lepas, suka menjahili. Malah sekarang sudah berubah 180 derajat. Tatapan sedingin es tanpa ekspresi tidak ada rona keceriaan, bahkan mereka merindukan senyumnya yang begitu menarik perhatian mereka.
Setelah perdebatan antara mama Berlin dan papa Sean mereka melanjutkan pembahasan yang mereka ingin ketahui dari Andi, tapi Andi hanya menjawab “Tunggu di waktu yang tepat.” lihatlah tatapan mereka yang mengarah pada Andi seperti mengulitinya hidup-hidup tapi Andi malah dengan santainya menyomot makanan yang ada diatas meja.
Kamar Vio
Vio yang saat ini duduk di balkon sambil melihat lampu kota yang gemerlap seperti bintang yang banyak di malam hari. Vio memencet Jam tangan yang digunakannya.
Tit!!
“Laksanakan Queen.” Sistem Black menerima perintah hanya pada Vio. Tapi Black bisa aja menerima perintah kesemua orang itu juga harus Vio yang memerintahnya.
“Sampaikan pada Dina, carikan 5 wanita yang hidup sebatang kara kisaran berusia 20 sampai 22 tahun, identitas nya harus jelas sedetail nya tanpa terlewatkan sedikit pun.”perintah Vio pada Black.
“Siap Queen.”
Terlihat 2 orang yang berbeda jenis kelamin sedang menyantap makanan diruang VVIP tanpa bersuara, hanya dentingan sendok dan garpu. Tengah asiknya mereka menikmati hidangan yang mewah terganggu dengan bunyi anting Dina.
Kode Q!!
Kode Q!!
Dina pun menghentikan makanannya Jo yang melihat itu pun juga berhenti sambil menatap Dina. Segera Dina menekan antingnya.
Tit!!
“Perintah Queen, cari 5 wanita umur 20 sampai 22 tanpa keluarga, identitas detail.” perintah Black pada Dina. Dina yang mendengar perintah Vio pun terdiam.
Entah apa yang dipikirkannya. Yang jelas menampilkan wajah bingung. Bahkan Jo yang didepan pun bisa melihat kebingungan yang dialami Dina.
“Din..”
Segera Dina tersadar. Bahkan tubuhnya di sandarkan ke kursi sambil memijit batang hidungnya.
“Kenapa lu..?” tanya Jo
“Pusing gue, belum selesai kerjaan kita Jo. Disuruh nyari 5 cewe lagi, padahal kan udah ada 2 yang dibawa pulang ke rumah sama Vio.” jawab Dina malas.
“Buat apa..?” tanya Jo lagi.
“Gak tau.” ucap Dina cuek.
Dina pun berniat melanjutkan makannya, tiba-tiba ponselnya bordering. Terlihat pemanggil Andi. Segera diangkatnya.
“Ha..”belum selesai Andi say halo sudah dipotong aja.
Memang Dina lagi PMS makanya gitu, mood nya ganti mulu. Kadang marah gak jelas, uring-uringan. Yang kasihan si Jo kena semprot mulu dari awal keberangkatan. Gak bisa senggol dikit ini cewek 1 pikir Jo.
“Napa lu telpon gue..?” tanya Dina
“Queen merintahin gue, tambahan 3 anggota keluarga, masalah pelatihan gue bakal bantuin lu. Untuk masalah biaya panti asuhan Queen minta dia dijadikan donatur utamanya, perhatikan juga setiap kebutuhan para anak panti. Masalah dana gue minta ke lu Din.” jawab Andi panjang kali lebar.
“What!!.. Serius nambah 3 anggota lagi. Gue aja disuruh nyari 5 cewe lagi.” Dina terkejut mendengar penuturan Andi di telpon bahkan dia meneguk segelas air putih yang disampingnya hilang tandas.
“Wah, nambah dong kerjaan gue.” keluh Dina kesal.
Andi yang mendengar keluhan Dina terkekeh diseberang sana.
Jo yang melihat Dina minum sambil memperhatikan leher putih Dina sambil meneguk salivanya.
Gleg!!!
“Gila lu Jo, gak boleh. Masa iya gue suka ama cewe modelan kayak gini. Gak mungkin.” batin Jo sambil menggelengkan kepalanya.
“Napa lu ngetawain gue, mau gue hukum lagi lu..?” ancam Dina Dina pada Andi.
“TIDAKKKKKKKKKK!!!!” teriak Andi dengan gaya lebay, Dina yang mendengar menjauhkan ponsel ditelinganya. Langsung dimatikan Dina panggilan Andi secara sepihak. Andi kalau sudah mode lebay nya on malah gini nih. Nambah bikin mood hancur aja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Kasih dong Rate bintang 5, like dan komen juga. Biar Authornya semangat. Wkwkwkwkw. Ngelunjak dikit gak papa ya.
Tbc***