
Brak!!
Vio terjuangkal kebelakang saking tidak bisa menahan tawanya.
Di ruang tamu yang mendengar suara gelak tawa Vio seperti nenek lampir sampai ada yang minum langsung muncrat dan ada yang keselek pas lagi makan kue kering. Memang tidak ada cerminan yang elegan sama sekali dari seorang Nona besar.
Sontak mereka yang mendengar suara benda jatuh pun langsung berdatangan ke arah suara yang berasal dari ruang makan.
Para pelayan yang mendengar pun seraya berjalan cepat takut kalau nona mereka terluka. Dan benar saja setelah melihat nona mereka terjatuh dari kursi sudah ada yang gelisah dan khawatir.
Cepat-cepat mereka menolong nona besar mereka. Sebelum Vio bangun, nyonya besar di mansion itu pun sudah berada di sana bersama kekasih Nona besar dan Adik angkatnya.
Dengan berjalan tergesa-gesa ibu Vio mendatangi Vio seraya membolak-balikkan badan Vio dilihat siku Vio merah karena terbentur dengan keramik sontak menyulut kemarahan ibu Vio yang mukanya sudah memerah mau mengeluarkan suara singa yang mengaum kepada anak buahnya.
Sontak para pelayan menegang. Ada yang takut di pecat, kena omel, dan yang lebih parah lagi tidak ada yang menerima mereka lagi kalau sudah di pecat di mansion Anastasia tersebut.
"Ya tuhan bagaimana ini." batin pelayan 1 yang gelisah tak menentu
"Ya ampun ****** gue kalau nyonya besar ngomel bahaya." batin pelayan 2 seraya gigit jari
"Selamatkan kami tuhan." doa dari semua pelayan yang ada di sana.
Dalam hati ya doanya kalian agar selamat dari kemarahan nyonya besar. haha.. jangan mulut komat kamit kek mbah dukun baca mantra. wkwkwk..
"Sialan author menertawakan kita\, awas kau author l*****." sumpah serapah para pelayan mengarah pada author. wkkwwk
Back to Story'
Mereka hanya berdiri menundukkan kepala takut melihat nyonya besar marah melihat anak semata wayangnya terjatuh dari kursi.
"SIAPA YANG MEMBUAT NONA KALIAN TERJATUH HAH?" Teriak ibu Vio yang menggelegar di Ruang Makan.
Para pelayan gemetaran mendengar Nyonya mereka marah-marah. Vio yang melihat keadaan memanas pun mencoba mendinginkan.
"Ibu ku sayang Vio baik-baik aja ko, ibu gak usah khawatir. Vio sendiri yang ceroboh makanya jatuh, jangan salah mereka bu. mereka tidak bersalah." ucap Vio tegas melihat ke arah ibu nya.
"Tap.." ucap ibu mau protes sudah dipotong Vio.
"Ibu sudah ya, Vio baik-baik aja. Kasihan mereka kalau dipecat tidak ada lagi yang mau memperkerjakan mereka." ucap Vio dengan membela para pelayan dengan nama lembut membuat mereka yang melihat semakin salut dengan kebaikan hati Nona mereka. Tapi tidak dengan seseorang menunjukkan ketidak sukaan.
"Cih, sialan Viona nyari perhatian mulu dia nya. Awas lu Viona gue yang bakal jadi pusat perhatian nanti lu bakal terusir dan dicoret nama lu dari Kartu keluarga." batin Linda melihat viona dengan sinis.
Berbeda dengan Gio pura-pura cemas mendatangi Vio dengan tergesa-gesa.
"Vio sayang kamu tidak papa kan, sakit?" ucap Gio sok perhatian. Sambil meniup siku Vio dengan lembut. Vio yang melihat perhatian Gio pun tersenyum lebar menampilkan giginya yang putih bersih dan rapi.
"Aku tidak papa sayang., Ssttt.. perih dikit aja sih." Vio menjawab sambil meringis.
"Lain kali hati-hati jangan selalu ceroboh." ucap Gio sambil mencubit kecil hidung Vio yang mancung bagai perosotan. Vio yang mendengar hanya menganggukkan kepala.
Author sengaja menjadikan Vio terlalu bucin biar dia dikemudian hari selalu berhati-hati. Vio melupakan mode kewaspadaan nya. wkwkwk
Lain hal nya dengan Linda yang melihat kemesraan dua sejoli. Linda menahan rasa kecemburuan nya sampai mukanya memerah. Vio yang melihat Linda mukanya memerah menjadi khawatir takut adiknya sakit.
"Linda kamu sakit ya?, muka kamu merah begitu. Kalau sakit istirahat aja ya." Ucap Vio penuh perhatian sedang yang ditanya sedikit menganggukkan kepala Linda pun pamit ke kamar nya banyak tugas kuliah yang belum dikerjakannya, yang lain pun memakluminya.
Tidak dengan Gio melihat Linda membenarkan perkataan Vio pun merasa sedikit khawatir dengan Linda. Takut wanita yang sudah membuat nya jatuh hati itu pun sakit.
______________________________________________
Tidak terasa tinggal 1 hari lagi pernikahannya Vio dan Gio yang dilaksanakan di mansion keluarga besar Anastasia. Para pelayan pun sibuk menyiapkan segala jamuan dan keperluan acara agar terlihat sempurna.
Waktu menunjukkan pukul 12 Siang, Vio saat ini merasa gelisah tidak menentu. Kaya judul lagu. wkwkw.
Vio yang saat ini lagi termenung dekat jendela sedang memikirkan perubahan sikapnya Gio yang beberapa minggu ini jarang menghubungi dirinya bahkan sekedar pesan singkat pun tidak ada. Vio pun mencoba mengirim pesan pada Gio.
Vio cemungut : "Sayang"
Vio cemungut : "Sayang kamu dimana?"
Vio cemungut : "Kamu sibuk ya?"
Tik tok
Tik tok
Vio pun menunggu jam menunjukkan pukul 1 siang tidak kunjung di baca. Vio yang sudah bosan menunggu akhirnya menelpon Gio.
Tut
tut
tut
"Woh Operator s***** pakai acara nyebut selingkuh segala lagi." ucap Vio mendengus keras mendengar pesan operator. Pikiran buruk pun menyerang dalam otak Vio yang cantik.
"Gue harus nemuin Gio, ko dia malah jarang banget sekarang ya hubungin gue, padahal kan bentar lagi kita nikah." batin Vio.
Sebelum ke wardrobe Vio menuju dekat ranjang menekan salah satu tombol
"Mang Ujang siapkan mobil Vio ya." ucap Vio
"Mobil yang mana atuh neng, si Scorpio, si Pisang, Pinky atau Katak." tanya mang Ujang kepada nona besarnya
"Scorpio mang Ujang, Vio kangen udah lama gak jalan sama dia." ucap Vio.
Mobil Scorpio
Sumber : Google
Beberapa saat kemudian Vio sudah siap rambut yang dibiarkan tergerai mengenakan jaket berwarna pink, dengan celana jeans biru dan sepatu kets berwarna putih tampilan yang begitu santai untuk Vio yang suka dandanan simpel.
tak
tak
Suara sepatu Vio yang mengalihkan perhatian dua paruh baya yang sedang asik menonton Tv di ruang tamu.
"Loh Vio sayang mau kemana?" tanya ayah vio
"Vio mau ke apartment Gio yah, soalnya dia dihubungin gak bisa terus besok kita kan nikah." ucap Vio menimpali ayahnya.
"Ya udah hati-hati dijalan ya sayang, ingat jangan lama-lama." ucap ibu seraya memperingati agar lebih berhati-hati.
"Siap bos ku sayang, Vio sayang kalian." ucap Vio seraya meninggalkan mereka menuju ke halaman Mansion dengan melemparkan kiss by.
Vio saat ini berjalan menghampiri si scorpio yang sudah terparkir dengan indah dihalaman Mansion.
"Scorpio uwaw, lama banget gue gak ngajak lu jalan." ucap Vio kegirangan sambil memeluk badan scorpio dari depan. Vio berbalik tubuh memutari scorpio seraya duduk didepan kemudi.
"Kuy scorpio kita jalan-jalan. Uhuy, mang Ujang buka gerbangnya." ucap Vio ngomong sendiri kek orang udah miring gak jelas manggil mang Ujang suara udah kek toa jamuran.
Tin!!
tin!!
"si neng gak sabaran banget pengen jalan sama si Scorpio. Ya tuhan, nasib lu Jang udah jadi babu gak diterima lagi cintanya sama si neng Ijah. Ijah terima cinta abang neng." ucap mang Ujang seraya membukakan pintu gerbang sambil ngedumel sama angin yang lewat.
Di perjalanan Vio sempat mampir ke pusat perbelanjaan membeli bahan masakan dan buah-buahan.
.
.
.
.
.
.
.
.
****maafkan author yg gaje. wkwkwkw
Visual Linda Anastasia
sumber : google****