Great Woman

Great Woman
Episode 11



Sumber: google



___________________________________________


Back to Story’


PROK!!


PROK!!


PROK!!


Seketika mereka bertepuk tangan mendengar ucapan Vio yang menyentuh relung hati mereka. Baru kali ini mereka mendengar Vio berbicara panjang kali lebar kali tinggi. Setelah kejadian yang lalu merenggut senyum manisnya.


“Wow.. Gunung es baru kali ini gue dengar lu banyak ngomong.” ucap Jo sambil berdiri diikuti semua yang yang berada di ruang tamu tersebut.


“Tumben lu bicara panjang gitu Vi.” sahut Dina dengan menaik turunkan alisnya. Vio yang mendengar hanya berdehem.


“Buset dah belum apaan udah aktif aja mode es nya.” ucap Jo kesal. Tiba-tiba Mang Ujang pun bicara dengan nyerocos


“Atuh si neng mah gitu, setelah kejadian lalu udah gak banyak bicara lagi gak pernah lagi mang Ujang liat neng senyum bahkan ngomong pun hanya deheman atau anggukan doang."


Mereka yang mendengar pun melotokan matanya ke arah Mang Ujang, Dina bahkan sampai tepuk jidat. Si Jo bahkan memberikan tatapan tajam, Bi Ijah yang berada disebelah mang Ujang pun menyenggol lengan mang Ujang.


“Aduh Jah bentar dong, ini lo lagi semangat banget ghibah jangan senggol-senggol. Entar malam kalau mau gak sabaran banget ya pen Ujang gulat, ini masih siang bolong loh.” sahut mang Ujang dengan mengedipkan sebelah matanya. Mode genit haha.


Si Ijah yang mendengar pun langsung melototin mang Ujang. Memang si Ujang gak tau tempat dan situasi ini. Kompor meleduk hedeh. Karena mang Ujang yang lama konek dan gak ngerti pun malah tambah nyerocos.


“Ko tuan dan nyonya besar tega banget, milih anak angkat dari pada darah dagingnya sendiri.”


Vio yang mendengar Mang Ujang bicara begitu hanya menampilkan wajah datar.


Memang kata yang diucapkan Mang Ujang benar dan dia gak salah, dan Vio bahkan membenarkan dalam benaknya hanya saja Vio males memikirkan kejadian yang lalu malah membuat hatinya semakin sakit.


BUGH!!


Karena gemas bi Ijah pun memukul mang Ujang, heran si Ujang gini kalo sudah ghibah semangat 45 gak mikirin apa omongannya malah bikin Vio sedih.


“Adoh, sakit Jah. Ngapa Mang Ujang malah dipukul?" Mang Ujang meringis sambil mengusap lengan yang terkena pukulan Bi Ijah.


“Dii..” belum sempat Bi Ijah menjawab menyuruh Mang Ujang berhenti, sudah dipotong Vio.


“Cukup.” ucap Vio pelan tapi tegas.


Vio pun berjalan menuju sofa yang cukup 1 satu orang. Vio duduk dengan gaya bossy nya. Dengan bersandar pada sofa, Kaki kanan dinaikkan bertumpu pada kaki kiri dan tangan dilipat didada.


“Jo.” ucap Vio.


Jo yang mendengar pun mengerti segera dia mengeluarkan berkas yang harus di tanda tangani Vio serta berkas pernikahan mang Ujang dan Bi Ijah.


“Ini Berkas yang perlu lu tanda tangani Vio.” ucap Jo sambil menyerahkan berkas ke depan Vio. Segera Vio menanda tangani berkas tersebut.


“Dan untuk bi Ijah sama mang Ujang silahkan tanda tangani juga setelah ini kalian resmi menjadi suami istri.” jelas Jo dengan tampang yang serius bahkan mereka yang mendengar pun tak kalah seriusnya.


Segera mang ujang dan bi Ijah pun menanda tangani berkas tersebut. Dina yang melihat itu pun tersenyum lebar menampilkan giginya yang rapi dan putih.


Jo yang tidak sengaja melihat Dina yang tersenyum tertegun sejenak bahkan dalam hati dia berkata “cantik.”


Dina yang melihat Jo memperhatikannya pun malah melototkan mata, segera Jo mengalihkan pandangannya gelagapan karena ketangkap basah.


Dina pun males meladeni Jo malah jingkrak kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan permen. Karena sekarang dia sudah mempunyai orang tua angkat merindukan kasih sayang dia sangat bersyukur dipertemukan dengan Vio.


Vio yang melihat perlakuan Jo pun hanya memutar bola mata malas dalam hati dia berkata “lebay banget si jomblo."


“BRIANNA artinya Kuat, tak kenal lelah dan tangguh. Gue mau kita menjadi keluarga kuat dalam hal fisik maupun mental, tak kenal lelah selalu berjuang mempertahankan hak yang kita miliki serta tangguh dalam hal persaingan gue mau keluarga kita menjadi keluarga yang terhormat dan terpandang. Gue mau kita saling mempercayai satu sama lain, dan jika harga diri kita ditindas maka balas mereka 100 kali lipat agar kita tidak dipandang remeh oleh pihak lawan.” jelas Vio dengan tegas bahkan sorot mata yang berapi-api menunjukkan tekad yang kuat.


Setelah mengatakan itu Vio pun meninggalkan mereka menuju kamarnya. Sampai dikamar dengan berbaring di kasur dia memikirkan usaha yang akan dia buat untuk ke depannya.


Bukan cuman perusahaan pusat yang dibuat di negara Australia dia juga akan membangun perusahaan diberbagai Negara seperti di Negara Amerika, Belanda, Brazil, Indonesia, Inggris, dan Jepang. Dari bidang kesehatan, perhotelan, pusat perbelanjaan, perdagangan, Industri musik, teknologi, bahkan otomotif.


Negara Belanda


Mansion Keluarga besar Frans terlihat begitu ramai dikarenakan diadakan perkumpulan 5 keluarga besar dari berbagai Negara. Mereka bersahabat sejak masih SMA bahkan mereka menjadi keluarga terkaya no 1 negara yang mereka tempati.


Frans Anthony dan Elena Frans mempunyai anak semata wayang yang bernama Edward Frans. Keluarga besar Frans merupakan orang no 1 di negara Belanda mempunyai perusahaan di bidang Kesehatan bahkan rumah sakit nya pun diberbagai Negara.


Martin Johannes dan Megan Johannes mempunyai 2 orang anak, anak pertama Harry Johannes, anak kedua Nia Johannes. keluarga besar Johannes orang kaya no 1 di negara Brazil mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan.


William Damara dan Vivian Damara mempunyai anak semata wayang yang bernama Dennis Damara. Keluarga besar Damara orang kaya yang terhormat di Negara Indonesia yang bergerak di bidang industri musik banyak artis yang berada dalam naungan perusahaan tersebut.


James Jusuf Samuel dan Kaylee Samuel mempunyai anak semata wayang yang bernama Arthur Jusuf Samuel. Keluarga besar Samuel orang Negara Inggris mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi banyak yang menggunakan teknologi dari perusahaan tersebut.


Valentino Scott dan Pamela Scott mempunyai anak semata wayang yang bernama Edric Michael Scott. Keluarga besar Scott orang Negara Jepang mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang otomotif banyak kendaraan yang mereka ciptakan bahkan jenisnya pun beragam.


Back to Story’


“Lu tau kan si Edward masa iya gue comblangin ke anak teman gue gak mau bahkan dia ngibulin ibunya sendiri. Itu anak bikin kepala gue pusing. Capek banget gue.” ucap Elena sambil memijit batang hidungnya.


“Lah bukan lu aja si Len, ini lo kita semua juga gitu tu anak badung semua. Gak mau dijodohin katanya ya dia pernah bilang gini ‘Mah kalau misal kami berlima menyukai 1 orang wanita kami bakal berbagi bahkan kami bakal menikahinya’. Gila gak tuh anak.” ucap Mama Vian dengan menggelengkan kepala.


“Wah gak benar itu anak kita, perlu di cuci otaknya pakai sabun cuci piring biar bersih.” ucap Mama Mela dengan mempraktekkan gaya cuci piring.


“Lu kira anak kita piring.” ucap yang lain serempak. Mela yang mendengar protesan sahabatnya itu pun hanya cengengesan.


“Eh, tapi kalau misal apa yang di kata Dennis beneran, kalian gimana?” Tanya Mama Kaylee sambil menaik turunkan alisnya.


“Gue sih terserah itu anak aja ya, asal perempuannya baik-baik, masih segel dan bermerek. Gue sih setuju aja. Soalnya gue capek ngadepin itu anak, omongan gue selalu ditentang dia. Keras kepala sama kaya papa nya.” sahut Mama Megan sambil melirik sang suami.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Lanjutkan ya, sorry author lama gak up soalnya lagi sibuk di RL. Hihihih. Padahal thor kepikiran pengen crazy up sampai 10 episode biar kalian semangat bacanya.. karena lagi sibuk banget gak sempat jadi hanya 4 episode aja.