
Setelah tertawa bersama akhirnya Vio pun masuk kedalam kamar mandi mengisi bath up sambil bersenandung ria. Sebelum pergi, ibu pun memberitahukan kalau masakan kesukaannya Vio sudah terhidang di meja makan. Vio yang mendengar itupun tersenyum lebar. Bahkan menampilkan deretan gigi yang putih dan rapi.
"Jengkol, oseng pete, jeroan ayam. Uwah." Vio bahkan membayangkan makanan kesukaannya yang dimakan bersamaan dengan susu hangat sampai menitikkan air liur.
GLEG!!
"Wah enak banget." bangkitlah sudah imajinasi liarnya Vio yang memang penyuka kuliner sambil membersihkan badannya, Vio bahkan berjoget tidak karuan dan seketika.
Duakk!!
"Aduh." Vio tergelincir sambil meringis mengusap p***** nya yang sakit. Vio pun membatin "Sialan nih air\, tidak permisi kalau tumpah\, pasti kerjaan author memang kau author l******."
Woh author disumpahi.
Beberapa saat kemudian Vio telah selesai mandi menuju wardrobe memilih pakaian santai, Vio menggunakan kaus putih dengan celana jeans rambut kecoklatan yang dibiarkan tergerai.
#
Ruang Tamu
Terlihat seorang lelaki duduk di sofa berbicara dengan ibunya Vio, menggunakan jas berwarna hitam rambut yang ditata apik, berwajah tampan, kulit sawo matang, badan yang begitu seksi. Gio Amarta kekasih Vio merupakan anak Dion Amarta pemilik perusahaan AmartaCORP bergerak di bidang perhotelan dan perdagangan.
Gio Amarta lelaki bermulut manis, menampilkan pesonanya yang memikat, otot tangan dan perut yang begitu menggoda, mampu membuat Vio jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan mereka di Kampus yang saat itu Vio baru mendaftar kuliah sedang Gio senior di kampusnya.
Saat ini mereka sudah menjalin hubungan selama 2 tahun bahkan sebulan lagi mereka akan menikah bertepatan dengan ulang tahun Vio yang ke 21 tahun.
Sebenarnya Vio sengaja mengikuti keinginan orang tuanya kalau dia kuliah agar mereka tidak curiga dengan identitas Vio yang sebenarnya. Bahkan Vio terlihat seperti orang yang memang benar berkuliah.
Tak
tak
tak
Suara heels yang menuruni tangga, terlihat seorang gadis berambut pendek memakai dress berwarna putih, wajahnya cantik, kulit putih, hidung mungil, bibir merah merona. Linda Anastasia anak angkat di keluarga Anastasia.
Linda menjadi yatim piatu dikarenakan 10 tahun yang lalu ayah nya Vio mengalami kecelakaan mengakibatkan nyawa kedua orang tua Linda melayang. Karena kasian melihat Linda sebatang kara keluarga Anastasia pun mengangkat dia sebagai anak angkat mereka.
Mereka pun mengalihkan pandangan ke arah tangga. Terlihat Linda tersenyum lebar menampilkan giginya yang putih, sempat Gio tertegun akan kecantikan Linda bahkan hatinya pun berdegup kencang.
Entah mengapa Gio merasa Linda lebih cantik dari pada Vio\, karena Vio orangnya yang simpel. Tak seperti Linda yang dandanannya glamor seperti tante g*****.
Tanpa disadari Gio, Linda pun sudah berada didekatnya. Linda pun menyapa ibu angkatnya dengan nada yang lemah lembut.
"Ibu, selamat pagi." sambil cipika cipiki.
"Pagi Linda sayang." ucap ibu tersenyum. Linda pun mengalihkan pandangannya kearah Gio dengan menampilkan senyum yang menggoda sambil mengedipkan mata.
Gio terkejut karena Linda begitu cantik bahkan Gio merasa Linda imut seperti marmut. Ya kali mending imut seperti tikus c****. wkwkwk
"Selamat pagi kak Gio." ucap Linda sedikit menunduk sambil mengangkat tangan mengajak berjabat tangan tapi Gio yang didepannya tidak merespon tangan Linda.
Malah Gio asik memperhatikan bagian depan Linda\, yang menurutnya lebih besar dari milik Vio bahkan Gio sampai gagal fokus dibuatnya. Dikarenakan dress bagian atas yang Linda kenakan mempunyai belahan yang tepat di belahan p*******nya.
"Heh, segini doang pacarnya Vio mudah banget gue rayu, belum gue nyerahin tubuh gue kak Gio sudah klepek-klepek apa lagi kalau sudah masuk gawang. Bakalan lengket kaya perangko.
Papay Viona Anastasia sebentar lagi dirimu bukan lagi ahli waris seluruh kekayaan Adrian dan Anastasia. Gue yang bakal gantiin posisi lu. Hahahah. Bahkan diriku yang bakal gantiin posisi lu sebagai nyonya Gio Amarta."
Dengan rencana yang sudah tersusun didalam otak cantik Linda. Linda pun menunjukkan senyum yang lebar hatinya berbunga-bunga dikarenakan sebentar lagi saingannya bakal tersingkir lewat tangan-tangan orang yang disayanginya. Bahkan Linda dengan mudah menempati kursi ahli waris konglomerat Negara A.
Ibu Vio yang melihat tangan Linda yang menggantung dan Gio yang tidak bergeming mulai memecahkan keheningan.
"Gio, Linda dari tadi nungguin kamu loh berjabat tangan bahkan ucapan selamat paginya aja tidak kamu jawab. Jangan membayangkan yang tidak perlu tunggu 1 bulan lagi pasti kamu merasakan MP dengan Vio anak kesayangan ibu." ucap ibu menggoda Gio.
Gio yang mendengar pun memerah karena malu, bahkan pipinya sedikit memerah. Sedang Linda yang mendengar pun mengepalkan tangannya terlihat kuku yang memutih.
_____________________________________________
Selesai berpakaian, Vio turun menuju ruang makan yang terletak dibawah.
Vio turun menggunakan sendal jepit n****\, sebelum menuju ke ruang makan Viona menyapa orang-orang yang berada diruang tamu. Viona mempercepat langkahnya karena pujaan hati sedang duduk bersama keluarganya.
"Sayang." ucap Vio kegirangan melihat pujaan hati yang begitu tampan menurut dia.
"Vio baru bangun sayang?" ucap Gio melihat kekasih hatinya yang biasa saja tampilannya malah membandingkan dengan Linda. Ya Gio berharap Linda yang bakal jadi istrinya kelak.
"Penampilan Vio biasa aja gak ada menarik sama sekali, berbeda dengan Linda yang menarik dimata gue. Gue harus dapetin dia." batin Gio seraya menengok ke arah Linda. Setelah itu berbalik menatap sang kekasih yang berjalan kearahnya, Gio membalas senyuman kekasihnya dengan senyum yang dipaksakan.
Setelah berbicara panjang lebar dengan mereka, Vio melangkah meninggalkan mereka yang berada diruang tamu menuju Ruang Makan.
"Wah si bibi tau aja kesukaan makanan Vio." ucap Vio dengan senyum mengembang menambah kadar kecantikannya yang natural.
"si non Vio bisa aja, bibi kan juga merawat nona dari kecil. Ya bibi tau lah makanan kesukaan nona. Seperti yang di meja sekarang ini semur jengkol, jeroan ayam, oseng pete juga ada." ucap bibi seraya menyiapkan makanan untuk Vio.
Makanan kesukaan Vio dari kecil dibilang kampungan karena Vio ingin merasakan bagaimana orang yang derajatnya dibawah yang tidak bisa makan makanan mewah, Vio diajarkan untuk selalu bersyukur apa yang dimilikinya Vio yang baik hati selalu menolong orang yang kesusahan.
Berbanding terbalik dengan Linda yang notaben nya adik angkatnya sikapnya tidak mencerminkan wajahnya. Linda yang selalu menuntut apapun dengan mulut manisnya yang selalu kekeh ingin mendapatkan perhatian lebih dari orang tua, bahkan merebut kekasih dan keluarga Vio. Makanan juga harus yang terenak yang dimasakkan koki ternama seperti Steak, Pasta dan yang lainnya.
"Terimakasih bibi ku sayang, bibi selalu mementingkan Vio dari yang lain." ucap Vio yang terharu menitikkan air mata dengan bi Ijah yang notaben nya pembantu di Mansion milik keluarga Anastasia.
"Yah si non gak cantik lagi kalau mewek begitu, kan maskara nya belepotan kemana-mana." ucap Bibi mengalihkan pembicaraan agar Nona nya tidak menangis lagi.
"Si bibi bisa aja cantik kan juga bibi kemana-mana, ke ujung dunia bi Ijah paling cantik lewat sedotan liatnya. hahahaha.. sampai mang Ujang aja klepek-lepek." ucap Vio yang tertawa setelah melihat muka bi Ijah memerah karena malu.
Bi Ijah pun cepat-cepat pergi dari ruang makan menuju wastafel di kamar mandi dapur menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu diledekin nona nya yang begitu sangat disayangi nya tersebut.
"Hahahaha." Vio yang masih asik tertawa kencang sampai keluar air mata.
"Aduh perut ku, hahahaha." ucap Vio yang kurang seimbang duduk dikursi. Dan seketika
segono dulu kali yah. wkwkw. maafkan author yang gabut gak jelas🤧.
Visual Gio Amarta
Sumber : Google