Great Woman

Great Woman
Episode 22



BRAK!!


Dina memukul meja di depan nya, sampai mereka semua terkejut dengan yang dilakukan Dina, untung mereka tidak punya penyakit jantung. Bisa mati mendadak.


"Sialan ****** ******* berani dia bikin ulah lagi." Dina emosi tanpa menghiraukan tatapan yang tertuju pada nya.


"Masih bikin gara-gara dia, walau sudah di diamkan bukan berarti kita lemah!" sahut mama Berlin tak kalah emosi nya.


Edward and the geng pun saling tatap satu sama lain, seperti bertelepati karena di rasa membingungkan mereka lebih baik mereka diam tidak mau ikut campur. Kalau memang sudah di izinkan pasti mereka akan turun tangan jua.


"Andi bilang sama tim Alpa segera ke Mansion, bawa perlengkapan!" perintah Dina.


Andi pun segera menjalankan perintah Dina, dia menelpon dan memberitahukan apa yang diperintahkan.


Tak lama kemudian tim Alpa pun datang membawa Raspberry Pi Zeeo W (Mini Komputer), dan lain sebagai nya.


"Segera cek Cctv Restoran Anastasia pada saat nona pergi rapat!" Perintah Dina, mereka pun dengan cekatan melaksanakan nya Hanya beberapa menit terlihat di proyektor yang sengaja di pasang di ruang tamu, Linda dan mama Via memasuki Restoran dan kejadian yang terjadi selanjutnya.


Bahkan Cctv itu menunjukkan Linda yang serius menelpon seseorang terlihat jelas mimik wajah Linda seperti seorang yang begitu licik nya.


"Sialan." desis Dina sambil mengepalkan tangan nya.


Mereka yang melihat pun saling melirik satu sama lain apa lagi Liza dan saudari nya yang lain melihat itu di buat bingung pasal nya Linda itu pewaris Anastasia dan Adrian bahkan seorang nyonya Amarta, ada hubungan apa Vio dan yang lain sampai segitu marahnya Dina.


Tapi tidak dengan Edward and the geng, sebab mereka sudah tau langsung dari ucapan nya Linda pada saat mereka menguping.


Lucu memang ganteng-ganteng tapi pada kepo. Hihihi.


Suasana begitu tegang tidak ada yang berani mengeluarkan suara, hanya ada suara krik krik. Jangkrik kali.


Tak!!


Tak!!


Tak!!


Mereka mengalihkan pandangan ke arah tangga, terlihat Vio muka nya sehabis bangun tidur bahkan rambut yang acak-acakan dengan menguap begitu lebar nya.


Luka yang Vio alami perlahan sembuh berkat formula yang di buat nya maka dari itu proses nya sangat singkat, bahkan dia dengan gaya santai nya berjalan tanpa memperdulikan puluhan pasang mata yang menatap nya.


Mereka yang melihat itu begitu tercengang apa lagi Edward and the geng, tanpa berkedip melihat nya karena menurut mereka Vio itu sangat cantik bahkan terlihat sangat imut, uhh. menggemaskan.


Yang lain pun anggota keluarga baru Vio yang melihat itu pun gak kalah ternganga, sebab setau mereka Vio itu begitu elegan. Lihat sekarang malah seperti orang yang habis kena angin topan.


Tidak dengan Dina, Andi, mama dan papa nya Vio. Mereka hanya menggelengkan kepala bingung sendiri kadang ini anak dingin nya gak ketulungan, ini malah sebalik nya seperti gelandangan. Baju yang setengah terkeluar, lengan baju nya bahkan terlihat sebelah. Yang aneh nya gaya nya begitu keren, entah orang nya apa style baru yang di tunjukkan Vio.


Dia berlalu ke dapur mengambil air minum, setelah rasa dahaga teratasi dia dengan tak sopan nya mematikan layar proyektor yang menunjukkan kejadian di Restoran Anastasia.


Dia pun menjatuhkan tubuh nya ke sofa single yang memang khusus punya Vio tidak ada yang berani menduduki sofa tersebut, sebab Vio melarang siapa pun duduk di tempatnya.


Terdengar hembusan napas yang keluar dari mulut Vio, mereka dari tadi memperhatikan setiap gerak gerik yang Vio lakukan. Bingung mau ngomong apa sebab suasana yan tadi aja sudah begitu tegang. Dan malah ini nih biang nya yang bikin panas dingin.


"Sekali lagi terimakasih untuk kalian tuan-tuan karena telah menolong saya." begitu keluar suara Vio mereka tercengang sebab suara nya begitu sangat lembut bahkan Dina tersedak air yang di minum nya. Bingung dan aneh ko malah berubah gitu ini anak gak ada angin gak ada hujan. Tiba-tiba malah, uh. Pusing dong.


Mereka hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala nya, salah satu dari mereka mewakili nya.


"Sama-sama nona, sesama manusia kita tolong menolong." jawab Edric tulus dengan senyum tampan nya.


"Benar tuan Edric." Vio membenarkan dengan senyum tulus nya, Vio suka dengan orang seperti mereka karena menolong orang tanpa mereka kenali, bahkan sifat mereka sudah di tebak oleh Vio apa lagi sifat mereka yang ringan tangan seperti ini.


Gak salah memang Vio banyak omong malam ini, karena senang dengan kehadiran lelaki ganteng. Uhh, Vio akui mereka semua ganteng paket komplit.


"Haruskah saya membocorkan identitas kalian tuan Harry..?" tanya Vio balik, di tanya malah balik nanya. Wkwkwk.


Harry hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal, bingung mau jawab apa.


"Tentu, kalau memang anda tahu siapa kami silahkan anda bocorkan, sebab hanya orang-orang nya saja yang tahu siapa kami." jelas Arthur dengan wajah baby face nya, Vio bahkan malah gemas pen nyubit itu pipi.


Vio yang mendengar itu pun tersenyum sangat manis, saking manis nya terlihat tanda bahaya itu di rasakan Dina dan Andi.


Sebab senyum Vio yang seperti itu yang di hindari mereka, dengan senyuman nya itu gak perlu 2 menit sudah dapat apa yang di inginkan nya.


Vio itu licik tapi selicik nya seseorang pasti ada lagi yang lebih licik. Karena di atas langit masih ada langit.


Tanpa menunggu waktu lama dia bahkan langsung memerintahkan Black mencari identitas mereka.


Seketika layar proyektor di depan mereka menyala, mereka pun terfokus melihat ke arah layar proyektor itu.


"Edward Frans keluarga besar Frans merupakan orang no 1 di negara Belanda mempunyai perusahaan di bidang Kesehatan bahkan rumah sakit nya pun diberbagai Negara.


Harry Johannes, keluarga besar Johannes orang kaya no 1 di negara Brazil mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan.


Dennis Damara keluarga besar Damara orang kaya yang terhormat di Negara Indonesia yang bergerak di bidang industri musik banyak artis yang berada dalam naungan perusahaan tersebut.


Arthur Jusuf Samuel keluarga besar Samuel orang Negara Inggris mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi banyak yang menggunakan teknologi dari perusahaan tersebut.


Edric Michael Scott keluarga besar Scott orang Negara Jepang mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang otomotif banyak kendaraan yang mereka ciptakan bahkan jenisnya pun beragam." Black menjelaskan identitas mereka sampai yang mendengar itu pun tercengang sebab orang yang di hadapan mereka adalah orang terhormat dengan kekayaan no 1.


Tidak dengan Edward and the geng mereka hanya terdiam, dengan mudah nya Vio mendapatkan identitas mereka bahkan belum sampai 5 menit, mereka terkagum, selalu ada saja kejutan yang di berikan gadis dingin di depan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


VISUAL Liza



VISUAL Lala



Tbc*