
Burung yang berkicau saling bersahutan menyambut pagi yang begitu cerah. Tidak dengan seorang gadis yang masih meringkuk dalam selimut di atas tempat tidur. Viona Anastasia berusia 20 tahun Anak semata wayang Via Adrian dan Leo Anastasia.
Ayah dan ibu Vio melakukan Pernikahan bisnis menyatukan kedua keluarga besar Adrian dan Anastasia. Keluarga Anastasia pemilik perusahaan AsiaCrop merupakan perusahaan yang terbesar di New York, Amerika Serikat, bergerak di bidang Perhotelan dan Restoran. Keluarga Adrian pemilik perusahaan AdFam perusahaan no 2 terbesar yang bergerak di bidang perdagangan.
Dengan bersatunya keluarga besar menambah keuntungan bagi mereka bahkan rasa hormat masyarakat semakin bertambah dikarenakan ikut andilnya 2 perusahaan terbesar memajukan perekonomian negara.~~~~
Vio yang merupakan anak semata wayang dan juga pewaris keluarga Adrian dan Anastasia dikarenakan ayah dan ibunya merupakan anak tunggal. Banyak pihak yang iri dengan keuntungan Vio yang sudah terlahir jadi miliarder.
Wajah Vio yang begitu cantik, hidung mancung bagai perosotan yang tinggi, bibir yang kecil dan merah merona, kulit yang putih, badan tinggi bak seorang model. Banyak wanita yang iri akan kecantikan yang dimiliki Vio. Tapi mereka tidak ada yang tahu kalau Vio merupakan pewaris tunggal Keluarga konglomerat di Amerika. Dikarenakan Jati diri Vio yang dirahasiakan serta tampilan Vio yang sederhana siapa yang mengira kalau dirinya sang ahli waris.
#
Tak
tak
tak
Suara heels yang menggema dilantai atas Mansion Anastasia seorang wanita paru baya yang masih dikatakan cantik berjalan bak model menggunakan dress berwarna putih dengan rambut hitam yang tergerai, menuju kamar anak semata wayangnya.
Tok
tok
tok
"Vio sayang bangun." ibu mengetuk pintu kamar vio.
Beberapa menit si empunya kamar juga belum ada tanda-tanda kehidupan. Ibu yang sudah lumayan lama berdiri didepan pintu seraya mengetuk pintu terus menerus tapi tidak dibukakan. Sampai keluarlah suara macam betina yang mengaum.
"VIONA.... VIO.. BANGUN." teriak ibu menggema dilantai atas bahkan burung yang bertengger di jendela pun terbang kocar kacir.
Di dalam kamar Vio merasa terganggu dengan keributan diluar, perlahan mata Vio bergerak dan akhirnya terbuka menampilkan mata hitam legam yang begitu mempesona, yang melihat mata indah Vio akan terhipnotis untuk sesaat karena mempunyai daya tarik tersendiri.
"Hoammm." Vio menguap seraya turun dari ranjang menuju kearah pintu yang diketuk berulang kali.
Belum selesai Vio menguap yang kedua kalinya masih dengan mulut yang menganga terdengar teriakkan seorang wanita diluar.
Krek!!
Krek!!
Ceklek!!
Segera Vio membuka pintu dengan tampilan rambut acak-acakan seperti terkena angin topan. Terlihat wanita yang dicintai Vio berada didepan pintu.
"Bu Vio masih ngantuk jam tidur Vio di negara ini dan Australia berbeda, sudah 2 tahun Vio kembali ke negara ini tapi Vio belum bisa menyesuaikan jadwal tidur." ucap Vio panjang lebar masih dengan mata yang terpejam.
Wajar Vio tidak bisa menyesuaikan jadwal tidurnya karena Vio selama 10 tahun tinggal di negara Australia. Perbedaan waktu di New York dan Australia berbeda 14 jam, jika New York pukul 8 pagi di Australia sudah pukul 10 malam. Perbedaan waktu yang jauh~~~~. Vio yang sudah lama tinggal sendiri tanpa kedua orang tua nya menjadi pribadi yang mandiri, yang hangat, lemah lembut, selalu tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih. Hanya para pelayan kepercayaan yang ditugaskan mendampingi Vio di Australia.
Keluarga besar dan para pelayan yang mengikuti nona besar nya pun tidak ada yang tau apa yang Vio lakukan. Kalau para pelayan bertanya Vio menjawab sekolah, pelayan pun percaya karena melihat nona nya memakai seragam sekolah yang ternama. Padahal Vio mengikuti sekolah Akreditasi di Australia dikarenakan Vio yang jenius memiliki IQ di atas rata-rata. Bahkan Vio sudah bergelar S3 di umur 17 tahun.
Jati diri Vio bahkan di sembunyikan dari berbagai pihak karena kejeniusan nya. Vio bahkan terkenal dengan julukan "Queen Scorpio". Vio yang mempunyai keahlian dalam berbagai bidang seperti Teknologi Informatika dan Ilmiah. Bahkan kejeniusan nya yang mengambil keputusan patut diacungi jempol karena prediksi yang selalu tepat sasaran. Bukan hanya itu Vio menguasai semua jurus bela diri, memanah, menembak dan berkuda.
Vio bahkan mempunyai mansion, pesawat jet pribadi, helikopter, koleksi mobil tapi Vio belum memikirkan membuat perusahaan karena Vio tidak mau ambil pusing dalam mengurus berkas yang menumpuk. Hasil yang Vio dapat sesuai dengan keahlian yang dia punya. Banyak pihak yang puas akan hasil yang dikerjakannya bahkan ada pihak yang bersedia membayar Vio senilai 1 Juta dolar per jam.
Vio juga memiliki tangan kanan bernama Dina Maureen. Pada saat Vio bertugas melaksanakan misi, Vio bertemu dengan Dina berpakaian compang camping dengan tubuh yang penuh luka. Vio pun merasa iba membawa Dina ke mansion nya. Dina yang merupakan korban pemerkosaan pun mengalami gangguan psikologi akibat trauma yang dihadapinya. Vio juga memiliki keahlian dalam bidang kesehatan pun merawat Dina dengan penuh perhatian.
Perlahan trauma yang diderita Dina pun sembuh. Bahkan Dina bersedia menyerahkan hidupnya kepada Vio, tapi tidak dengan Vio yang memiliki hati dan kelembutan yang membuat Dina nyaman berada disamping Vio. Bahkan Vio malah menganggap Dina sebagai kaka nya dikarenakan usia Dina lebih tua 1 tahun ketimbang Vio. Dina pun berterima kasih akan hal itu.
Back to story'
Vio pun menjelaskan panjang lebar kepada ibunya alasan Vio suka bangun kesiangan, tidak dengan tangan ibunya segera menutup hidung agar tidak kebauan, karena ibunya yang sudah tidak tahan pun langsung berkata
"Vio, kamu belum sikat gigi ya?, ko bau jengkol sih dimulut kamu."
Vio pun cengengesan mendengar ibunya berbicara perlahan Vio mengangguk membenarkan dugaan ibunya. Sontak ibunya pun langsung memukul lengan Vio.
Plak!!
"Aduh." Vio meringis sambil mengusap lengan nya yang terkena pukul. Vio menatap ibu nya dengan sinis. Belum sempat Vio menjawab. Ibunya sudah melototkan mata kearahnya sambil berkata
"Vio jadi anak cewe ko jorok banget sih\, untung Gio mau sama kamu. Kalau Gio tau kebiasaan kamu yang jorok banget begini. Pasti Gio ilfil sama kamu\, tidur sukanya ngorok gak tau apa itu **** gigi nyangkut di hidung kamu\, hahahahah."
Bahkan Vio mendengar ibunya berkata bahwa dia jorok pun mendengus keras sambil berkacak pinggang menjawab perkataan ibunya yang suka menjahilinya itu.
"Bukan t*** gigi ibu\, tapi u*** nyangkut di gigi. hahahaha"
Mereka berdua tertawa sambil memegang perut bahkan mengeluarkan air mata.
_______________________________________
**Tbc***
Visual Viona Anastasia
Sumber : Google