
Udara terasa begitu panas padahal mereka berada di ruang ber AC di Mall yang pasti selalu dingin. Dengan tatapan tajam satu sama lain, Linda dan Gio menatap Vio dengan tampang jijik nya bahkan perlakuan mereka tak luput dari puluhan pasang mata yang melihat itu.
Vio yang melihat itu hanya menunjukkan wajah datar nya dia bahkan dengan santai nya bersandar di pagar pembatas dengan tangan bersedekap dada.
Dina dan yang lain merasa geram, apa lagi Edward and the geng. Mereka seperti mau menguliti pasangan munafik yang di depan mereka.
"Wow, Vio bahkan lelaki tua bangka yang lu bertemu kemarin juga ikut ya." sinis Linda menatap Vio dan pak Dermawan bergantian.
"Sayang, maksudnya apa?" tanya Gio yang tidak mengerti arah pembicaraan istri tercinta nya. Ahem, biasa bucin tingkat akut. Yang salah di katakan benar yang benar ya tetap di benarkan itu lah cinta membutakan mata hati.
"Itu yang kemarin aku ceritain sayang, Vio yang menjual tubuh nya pada lelaki tua itu." Linda mengarahkan jari telunjuk nya pada pak Dermawan. Pak Dermawan yang di tunjuk pun bingung bahkan menunjuk diri nya sendiri. 'Apa maksudnya ini' batin nya.
"Oh, bagus do..." belum sempat Gio menjawab sudah di potong ucapan nya oleh Dina.
"Jaga bicara mu Linda, kau tidak lebih dari seorang ****** yang tidak tau diri, kau bahkan dengan tak tau malu nya menyodorkan tubuh mu dengan lelaki di samping mu yang sama menjijikan nya." bentak Dina dengan wajah bengis nya, tolong siapapun Dina bahkan mau menguliti Linda sampai terlihat daging dan tulang nya itu mau di potong nya kecil agar di jadikan santapan anjing, kalau tidak di cegah Vio. Vio hanya diam melihat mereka menggongong bagaikan anjing.
"Ck, dia takut sayang maka nya dia diam." sarkas Linda menatap Vio dia menulikan pendengaran nya tentang ucapan Dina, mereka berdua kira Vio berdiam karena takut tapi padahal mereka salah sangka nyata nya Vio hanya menganggap nya angin kentut tapi berbau busuk seperti mulut mereka, toh ngapain di pikirkan malah makan hati kan lebih enak makan daging.
Mereka semua kesal dengan perlakuan Linda terhadap Vio, sungguh mereka bahkan ingin mencekik wanita di depan mereka ini.
"Vio, gue mau nuntut lu karena sudah berani menampar pipi mulus istri gue sampai merah tadi." Geram Gio
"Cih." Vio yang mendengar hanya berdecih tanpa memperdulikan yang lain yang sudah khawatir Vio beneran di tuntut bakalan masuk penjara. Oh tidak!!.
Setelah itu Gio dan Linda pun pergi dari hadapan mereka tanpa sepatah kata pun lagi. Mereka bahkan memandang sosok pasangan suami istri yang begitu tak tau malu nya.
Mereka kira pewaris tunggal Anastasia itu seorang wanita elegan dengan tutur kata yang lembut tapi siapa sangka malah berbanding terbalik dengan khayalan mereka yang selalu mereka lihat di televisi.
Edward and the geng yang mendengar itu pun memegang handphone nya masing-masing. Sayup-sayup mereka mendengar pembicaraan kelima lelaki tampan itu.
"Halo, paman segera ke Amerika tanpa bantahan." Edward menelpon pengacara pribadi keluarga nya dengan memijit pelipis nya dan menutup tanpa permisi.
"Segera ke Amerika penting!" Dannis langsung menutup telpon nya tanpa mendengarkan itu sambil mengunyah permen karet nya.
"Halo, segera ke Amerika titik tanpa koma!" Arthur memerintahkan dengan gaya tegas nya terlihat gemas di mata mereka dengan mata berkedip beberapa kali.
"Segera ke Amerika!" Harry menutup telpon nya dengan tangan sebelah kanan di masuk kan ke dalam saku celana nya terlihat cool.
"Ke Amerika sekarang!" Perintah Edric dengan dingin nya sebab hanya dia yang paling pendiam di antara kelima lelaki tampan itu.
Mereka yang di seberang sana malah mengumpat habis-habisan, tanpa tau apa yang terjadi. Kelima pengacara itu pun melaporkan kepada kedua orang tua nya masing-masing.
Orang tua mereka malah kebingungan bukan nya mereka liburan mengapa malah jadi seperti ini. Tanpa mau pikir panjang kalau sudah mereka pulang baru di integorasi secara detail.
Setengah jam kemudian mereka semua sampai di Mansion Vio, mereka duduk santai di ruang tamu sesekali mereka tertawa dengan gurauan yang di lontarkan papa Sean.
Vio hanya melewati mereka tanpa bicara dengan pelayan yang mengikuti nya di belakang membawakan barang belanjaan nya hampir 10 paper bag. Entah apa isi nya memang kalau wanita yang bagaimana pun selalu suka yang namanya shopping termasuk Vio yang walau dingin tak tersentuh juga suka berbelanja.
Mama Berlin yang melihat itu pun melihat raut wajah Vio pun merasa sangat khawatir sebab kejadian tadi sikap Vio malah semakin dingin terhadap mereka.
Vio berlalu begitu saja tanpa memikirkan mereka yang begitu penasaran sikap Vio malah semakin dingin apa lagi orang baru seperti Edward and the geng dan saudari angkat Vio yang baru.
Setelah sosok Vio menghilang di hadapan nya mereka pun menatap empat orang yang duduk berdampingan siapa lagi kalau bukan papa Sean, mama Berlin, Dina dan Andi. Karena mereka berempat adalah orang yang paling lama kenal Vio. Mereka merasa terintimidasi apa lagi tatapan kelima lelaki tampan di depan mereka seakan menguliti tubuh mereka hidup-hidup.
Karena dirasa keadaan semakin canggung dan sepi salah satu dari mereka pun memecahkan keheningan yang tercipta.
"Ekhemm." Dina pun berdehem sambil menetralkan kegugupan nya sebab Dina pun walau tak punya rasa malu pasti dia merasa gugup di tatap seperti itu.
"Ok, kalian menang," pasrah Dina sambil menghembuskan napas berat sambil bersandar di sofa.
"Sebenarnya gue gak mau cerita ke kalian karena bagaimana pun itu termasuk privasi nya Vio, cuman karena kalian sudah di sini jadi gue harap kalian bisa jaga rahasia. Jujur ya gue takut cerita ke kalian, walau kalian gak bilang sama Vio dia bahkan tau kalau gue buka masalah dia. Kalau dia marah kalian semua tanggung jawab." lanjut Dina sambil menunjukkan tatapan yang mulai mendingin.
"Vio itu adalah satu-satu nya ahli waris dari keluarga Anastasi dan Adrian. Dia anak kandung yang dibuang keluarga nya demi sebongkah biji besi yang jadi parasit." rahang Dina mulai mengeras apa lagi papa dan mama nya mereka hanya menunjukkan raut sedih dan jangan lupa Andi emosi nya sudah mulai naik turun.
"Jadi Vio itu keturunan keluarga terkaya di Amerika ini? " Freya penasaran.
"Benar, kalian bertemu pasangan di Mall tadi mereka adalah pelaku utama Vio terbuang dan tidak dianggap lagi bahkan namanya pun sudah di coret sebagai pewaris. Linda seorang adik angkat di keluarga nya sedangkan Gio adalah mantan kekasih Vio selama 2 tahun, kejadian yang sungguh tak terlupakan di malam hari ulang tahun nya dia mendapatkan kado begitu menyakitkan padahal esok hari nya dia dan Gio akan menikah." lanjut Dina dengan mata memerah menahan tangis nya. Andi hanya mengelus punggung Dina tanda menguatkan karena Andi tau bagaimana Dina yang paling menyayangi Vio, dia yang selalu menemani Vio semenjak Vio menemukan nya dan merawat nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc*