From Zero To Hero

From Zero To Hero
Episode 97



Memang benar apa yang di katakan oleh Pras itu kepada Giant .


Giant:" Memang benar tapi bukanya menjadi orang sukses seperti itu juga tidak memungkinkan akan ada orang yang tidak membencimu kan karna orang seperti itu selalu ada saja kalau mereka kalah bersaing dengan kita kalau iri kepada kita orang itu akan melakukan segala cara untuk menjatuhkan orang itu bahkan menurutku orang orang seperti itu lebih kejam dari pada kami atau berandal berandal seperti kami.


Pras tidak menyangka kalau Giant akan berbicara seperti itu kepadanya.


Giant:" Kehidupan di dunia memang seperti ini terasa pahit dan menyakitkan tapi jangan lupakan satu hal pasti ada hal baiknya setelah kita merasakan itu semua, saya percaya akan hal itu karna saya sendiri merasakannya sekarang bertahun tahun saya hidup dengan rasa sakit seperti itu kehilangan kedua orang tua dan mendapatkan hinaan dan cacian dari orang lain selain itu saya juga merasakan bagaimana sakitnya di pukuli orang lain, waktu itu juga saya juga merasa dan berpikir kenapa hidup saya seperti ini begitu pahit dan begitu banyak rasa sakit yang saya dapatkan tapi saya tidak menyerah begitu saja meskipun memang berat saya terus menjalaninya karna saya yakin tidak akan mungkin terus seperti ini dan ternyata itu semua benar dan sekarang saya merasakannya sekarang


Pras melihat Giant seperti melihat dirinya dulu sewaktu masih sekolah dulu .


Pras:" Aku mengerti seperti apa rasa sakit yang dia rasakan , dia tidak pernah merasakan sama sekali bagaimana rasanya kasih sayang orang tua dan selain itu dia juga harus mengalami banyak penderitaan yang menyakitkan tapi dia tidak pernah menyerah sama sekali sedangkan aku yang belum seberapa dengan apa yang sudah dia alami sudah seperti ini dan rupanya benar apa kata si bodoh Uzaki itu dia memang terlihat seperti diriku dulu yang tidak pernah menyerah sama sekali dengan apapun yang akan terjadi kepadanya dan aku malah menyerah begitu saja , aku jadi lupa dengan diriku sendiri yang seperti itu ( berbicara dalam hati).


Pras kemudian tersenyum kepada Giant.


Pras:" Terimakasih Giant


Giant:" Terimakasih untuk apa?


Pras:" Karna kata kata mu tadi itu aku jadi teringat sesuatu yang sudah aku lupakan.


Giant kebingungan karna dia tidak tau apa yang sudah dia katakan tadi?.


Pras:" Sudah tidak perlu bingung seperti itu.


Pras lalu pergi dari sana meninggal kan Giant tapi sebelum pergi Giant sempat memanggilnya.


Giant:" Tunggu Tuan


Pras:" Ada apa Giant


Giant:" Sebelumnya saya minta maaf kalau ada kata kata saya yang tidak sopan kepada anda atau ada yang membuat anda merasa tidak enak


Pras:" Tidak kok tenang saja, kalau begitu aku pergi dulu kopinya tidak perlu di bayar anggap saja sebagai rasa terimakasih ku.


Pras lalu pergi meninggalkan Giant sedangkan Giant masih kebingungan Giant lalu kembali duduk Lalu Pras kembali mengingat kata kata Nina yang dulu pernah dia katakan kepada Pras ?.


Nina:" Aku ingin seperti Pras yang tidak pernah menyerah meskipun terjadi sesuatu kepadanya Pras selalu berusaha dan tidak pernah menyerah menghadapi semuanya meskipun itu sulit tapi Pras terus berusaha.


Setelah mengingat itu Pras lalu kembali kedirinya lagi dan tidak lagi menyesali akan apa yang sudah dia lakukan sampai sekarang ini.


Pras:" Maafkan aku Nina karna sudah lupa seperti ini mungkin kau marah karena melihatku menyerah begitu saja menghadapi kenyataan ini tapi sekarang aku tidak akan seperti itu lagi aku akan seperti Pras yang dulu lagi Pras yang kau sukai Pras yang tidak pernah menyerah akan apapun yang terjadi nanti kepadaku.


Hujan pun semakin deras Giant yang masih berada di Cafe itu memandangi Hujan yang sedang mengguyur kota dari jendela Cafe itu ada orang orang yang sedang berlarian mencari tempat untuk berteduh ada juga orang orang yang sedang berteduh ,Tak terasa haripun sudah menjelang malam hujan masih turun tapi tak sebesar tadi tadi Giant memutuskan untuk segera pulang cuaca yang begitu dingin selain itu angin yang terus berhembusan semakin terasa dingin, Handpone Giant tiba tiba berbunyi dan ternyata itu telpone dari Hagi, Giant pun menjawab telpone dari Hagi, Hati menyuruh Giant untuk segera datang ke rumah Nino Giant kebingungan karna ada apa tiba tiba Hagi menyuruhnya untuk datang kerumah Nino selain itu Giant pun tidak tau Dimana rumah Nino berada, Hati lalu menyuruh Giant untuk memberitahu dirinya sedang berada dimana sekarang, Giant pun memberitahunya lalu Hagi memberitahu Giant untuk diam Disana karna salah satu anggotanya akan datang menjemputnya, Giant pun mengiyakan.


Giant:" Ada apa?


Hagi:" Gawat


Giant:" Apanya yang gawat


Rocky:" Orang orang diam diam menyerang Nino


Giant:" Orang orang siapa?


Ryuji:"Johan dia tidak terima dengan kekalahan yang kemarin dia diam diam menyuruh anggotanya untuk menghabisi Nino


Giant:" Yang benar?


Hagi:" Iya Nino di pukul oleh beberapa anggotanya seketika dia pulang dari tempat ku


Giant:" Lalu dimana Nino sekarang?


Hagi:" Dia di bawa kerumah sakit dengar dengar tangan kanannya patah karna dia mencoba menahan pipa yang mencoba di pukulkan ke padanya


Giant:" Kau yakin mereka yang melakukan itu kepada Nino?


Hagi:" Tidak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang lebih kita keruma sakit dulu sekarang.


Giant dan ketiga temannya lalu pergi keruma sakit dimana Nino di rawat sesampainya disana kedua orang tua Nino menangis karna khawatir melihat anaknya seperti itu Giant dan ketiga temannya menghampiri kedua orang tua Nino.


Giant:" Tante maaf saya Giant saya temannya Nino bagaimana keadaan Nino?


Ibu Nino:" kalian teman teman Nino


Hagi:" Iya tante


Ibu Nino:" Aku tidak menyangka Nino ternyata mempunyai teman Tante senang ada teman temannya yang mengkhawatirkan nya


Giant:" Iya Tante lalu bagaimana keadaan Nino


Ibu Nino:" Dia masih tak sadarkan diri banyak luka yang cukup serius, padahal Nino anak yang baik kenapa ada orang yang tega melakukan ini kepadanya.


melihat air mata ibu Nino seperti itu Giant merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya itu rasa sayang yang begitu besar kepada Nino, Rocky yang melihat Giant seperti itu, Rocky lalu menepuk pundak Giant, Giant pun lalu melihat ke arah Rocky, Rocky kemudian menganggukkan kepalanya, mengerti apa akan hal itu Giant lalu memutuskan untuk pergi dari rumah sakit tersebut, sebelum pergi Giant meminta Hagi memberitahu dimana tempat berkumpulnya anggota Dove itu, Hagi pun memberitahunya selain itu Giant juga menyuruh Hagi dan Ryuji untuk berdiam diri dulu dirumah sakit menemani kedua orang tua Nino , Hagi dan Ryuji pun menuruti perintah dari pemimpinnya itu kemudian Giant dan Rocky pergi dari sana.