
Keesokan Harinya sepulang sekolah sebelumnya ketika Istirahat Airi memberitahu Giant kalau ia akan pergi mengambil kameranya sendiri ia meminta Giant untuk tidak mengantarnya karna ia tidak mau merepotkan Giant, Giantpun mengiyakan apa yang di minta oleh Airi itu Namun ketika sepulang sekolah, Giant yang sedang berbicara dengan Aori tiba tiba Giant mendapatkan telpone dari Airi, Giant seperti mendengar Airi meminta tolong kepadanya namun tiba tiba telpone mereka terputus begitu saja, Giant merasa seperti sedang terjadi suatu kepada Airi, Giant pun segera bergegas mencari Airi.
Giant:" Maaf Aori aku harus segera pergi
Aori:" Ada apa kenapa buru buru seperti itu apa terjadi sesuatu?.
Giant tidak menjawabnya Giant pergi begitu saja meninggalkan Aori, Giant pergi ke Toko Kamera di mana sebelumnya ia memperbaiki kamera Airi disana, Tapi Giant tidak menemukannya disana Giant kebingungan harus mencari Airi kemana, lalu Giant mengingat sesuatu, Giant ingat kalau ia bisa melihat posisi Airi dengan menggunakan GPS yang terhubung dengan nomor Airi, Giant segera mencari Nomor Airi itu dan langsung melihat posisi Airi dimana, karna Giant menyimpan nomor ponsel Airi ia jadi bisa mengetahui dimana posisi Airi berada, Setelah Giant berhasil menemukan dimana Airi berada Giant pun dengan cepat segera pergi ke tempat dimana Airi berada, Setelah Giant berhasil menemukan Airi, Giant tidak menyangka apa dengan apa yang ia lihat di hadapannya ada tiga orang pegawai toko kamera itu yang berusaha memperkosa Airi, posisi Airi yang sudah di pegang oleh dua orang itu Giant melihat Airi sudah tidak bisa melawan mereka, lalu Giant melihat orang sebelumnya yang meminta nomor ponsel Airi ia berusaha untuk meniduri tubuh Airi, Giant yang melihat itu segera berlari lalu menendang kepala orang tersebut.
:" Ka.....Kau!!!.
Giant melihat Airi menangis.
Giant:" lepaskan dia sebelum aku mematahkan kedua tangan kalian
:" Hahah kau pikir kami takut kepadamu bocah
:" Mau jadi pahlawan rupayanya.
Sebelum kedua orang itu mencoba menyerang Giant, Giant mencekik orang yang sebelumnya Giant tendang tadi, hanya dengan satu tangan Giant mampu mengangkat orang tersebut, Giant menghadapkan wajahnya ke wajah orang itu, kini wajah Giant saling bertatap muka satu sama lain.
Giant:" Paman tingkah lakumu itu sungguh memalukan mencoba memperkosa seorang mahasiswi
:" Be..... berisik Ka.... kau tidak tau apa apa bocah.
semakin kuat Giant mencekiknya sampai orang itu kesulitan untuk bernapas, Giant kemudian melepaskannya tapi setelah itu Giant menginjak wajah orang tersebut sampai darah keluar dari hidungnya kedua temannya melihat Giant seperti itu mereka lalu menyerang Giant secara bersamaan tapi Giant yang lebih unggul dari mereka dengan mudah Giant mengelahakan mereka bertiga, Giant berhasil menghindar dari serangan mereka ketua Giant menyerang mereka Giant tidak segan segan menyerang mereka, pertama Giant membenturkan kepala orang itu ke dinding yang berada di sekitar sana , melihat Giant seperti itu mereka bertiga ketukan setelah menerima serangan dari Giant, Tidak ada satu lukapun yang mengenai wajah Giant tapi mereka bertiga wajah mereka berlumuran darah , Giant menginjak wajah orang yang sebelumnya meminta nomor ponsel Airi.
Giant:" Hey paman apa kau percaya aku bisa membuatmu sangat menyesal karna perbuatanmu itu
:" Berisik kalau kau memang berani kenapa kau tidak menghabisi ku , lagian apa urusanmu dengan wanita itu , apa kau tau dia itu mempunyai hubungan spesial denganmu.
Giant kembali menginjak wajahnya itu.
:" URRGGHHH
Giant:" Dia pacarku apapun yang berhubungan dengannya berhubungan juga denganku, dan jangan berbicara seperti itu di hadapanku.
Giant lalu menginjak ******** si orang tersebut dengan sangat keras sampai orang itu meringis kesakitan bahkan sampai ia menangis.
:" AARRRRRGHHHH TIDAKKKKKKK!!!!!
Giant:" Selanjutnya siapa dari kalian yang ingin sepertinya?.
:" Maafkan kami, kami benar benar minta maaf kami tidak akan lagi berani mengganggu pacar anda tuan mohon ampuni kami.
Giant lalu mengambil botol minuman yang sebelumnya mereka bawa ada empat botol minuman di sana, Giant lalu menyuruh mereka berdua saling memukulkan botol tersebut satu sama lain ke kepala mereka , karna mereka ketakutan mereka pun menuruti apa yang di perintahkan Giant kepada mereka, mereka pun lalu saling memukulkan botol itu satu sama lain, Giant lalu membawa Airi pergi dari sana, pakaian yang Airi kenakan sedikit kotor karna tadi Giant pun lalu menyuruh Airi untuk memakai jaketnya itu, Airipun memakai jaket Giant, Giantpun lalu memberikan kacamata miliki Airi yang tadi ia ambil sebelumnya, Airi pun lalu kembali memakai kacamatanya itu, tubuh Airi trus bergemetar karna mungkin ia masih ketakutan akan kejadian tadi, Giant yang melihat itu ia berusaha menenangkannya, Giant membelikan minuman hangat untuk Airi.
Giant:" Ini minuman lah.
Airipun menerima minum yang di berikan oleh Giant, sambil melihat Airi, Giant membersihkan darah yang ada di tanganya itu dengan air yang ia beli , Airi kemudian melihat wajah Giant.
Giant:" Sudah kau tidak perlu takut sekarang sudah aman mereka tidak akan berani lagi menganggumu
Airi:" Te.....Terimakasih Giant
Giant:" Untung saja aku berhasil menemukanmu kalau tidak, tidak tau akan terjadi seperti apa nanti.
Setelah Airi sudah kembali tenang Giant lalu mengantar Airi kembali ke asrama karna asrama mereka sama di tempat yang sama Giant mengantar Airi sampai ke depan pintu kamarnya ketika di perjalanan menuju ke asrama Airi trus melihat wajah Giant.
Giant:" kenapa kau trus melihatmu seperti itu
Airi:" A....... Anu tidak.
Wajah Airi seketika memerah ketika Giant berbicara seperti itu kepadanya.
Airi:" Anu......Giant apa yang kau katakan tadi itu benar?
Giant:" Yang mana?
Airi:" Jika apapun yang berhubungan denganku berhubungan denganmu juga?
Giant:" Iya benar.
Wajah Airi semakin memerah .
Giant:" Hey apa kau baik baik saja, wajahmu merah sekali apa kau demam?.
Airi tiba tiba berlari sangat kencang meninggalkan Giant.
Giant:" Hey Airi, sepertinya ia benar benar sakit.
Giant lalu melanjutkan perjalanannya itu sendirian, di sisi lain keberadaan Airi yang sudah sampai lebih dulu dari pada Giant, hatinya masih berdebar debar sangat kencang ketika mendengar Giant berbicara seperti itu Airi tidak percaya apa yang di katakan oleh Giant kepadanya tadi tapi di samping itu Airi tidak menyangka dengan apa yang dia lihat tadi ketika Giant menghabisi ketiga orang yang berusaha memperkosanya itu, Airi melihat Giant berbeda sekali dengan apa yang dia lihat , sebelumnya ia melihat Giant tidak banyak bicara selain itu yang Airi lihat ketika Giant di kelas hanya membaca buku bahkan semua orang di kelas menyebut Giant sebagai kutu buku tapi Airi masih tidak percaya dengan apa yang sudah dia lihat tadi.