From Zero To Hero

From Zero To Hero
Episode 88



Hina lalu bertanya kepada Giant dimana teman temannya , Giant lalu memberitahunya Hina kalau teman temannya sedang ada dimana, Hina yang mengetahui itu lalu bertanya lagi Giant kenapa dirinya tidak ikur bersama yang lain jawan Giant dirinya sedang tidak ingin ikut bersama mereka.


Hina:" Lalu kau mau kelana sekarang?


Giant:" Mungkin aku akan berdiam diri dulu dihuni tidak akan kemana mana


Hina:" Dari pada hanya berdiam diri saja di sini lebih baik kau ikut denganku?


Giant:" Kemana?


Hina:" Sudah ayo ikut saja.


Hina lalu membawa Giant pergi dari sana, Giat tidak tau kemana dia akan di bawa pergi oleh Hina, Agak jauh mereka berjalan lalu tiba lah mereka di suatu tempat yaitu di sebuah Cafe , Cafenya cukup bagus dan mewah dan pemandanganya cukup bagus , Giant begitu menyukainya ketika tiba disana.


Hina:" Kenapa hanya diam saja ayo masuk.


Giant dan Hina pun lalu masuk kedalam Cafe itu setelah di dalam Cafe itu Giant merasa nyaman dan tenang apalagi di sana di iringi. dengan musik klasik yang begitu enak di dengar, Hina menyuruh Giant untuk mencari tempat duduk sedangkan dirinya pergi memesan, Giant lalu mencari tempat duduk setelah itu Giant lalu duduk Disana, Giant melihat ke sekelilingnya tak lama Hina kembali menemuinya.


Hina:" Bagaimana tempatnya bagus tidak?


Giant:" Bagus sekali


Hina:" kau suka


Giant:" Iya


Hina:" Syukurlah


Giant:" Kau sering datang kemari?


Hina:" Tidak terlalu hanya sesekali saja dulu aku sering datang kemari bersama ayahku, tapi sekarang dia sudah tidak ada jadi aku datang kemari ketika aku sedang merindukannya


Giant:"aku minta Maaf aku tidak tahu , aku tidak bermaksud untuk....


Hina:" Tidak apa apa ( Sambil tersenyum kepada Giant ).


pesanan mereka pun datang mereka memesan dua kopi dan cake cokelat , Hina lalu menyuruh Giant untuk mencoba Cake tersebut, Giant sempat menolaknya tapi Hina memaksanya dengan menyuapi Giant.


Hina:" Ayo coba dulu sedikit saja kau pasti akan suka.


Hina lalu menyuapi Giant.


Hina:" Bagaimana enak tidak?


Giant:" Iya


Hina:" Heheh.


Giat melihat ke jendela tidak terlalu banyak orang Disana hanya beberapa orang pejalan kaki saja Disana tak serami di tempat biasa dirinya berkunjung .


Hina:" Kau kenapa?


Giant:" Tidak apa apa.


Mereka berdua lalu saling berbincang satu sama lain banyak sekali yang mereka bahas sampai tak terasa waktu sudah menjelang malam mereka berdua lalu memutuskan untuk pulang, Giant berencana untuk mengantar Hina pulang sebagai rasa berterimakasih kepadanya.


Hina:" Tidak apa apa aku bisa pulang sendiri


Giant:" Tidak apa apa aku antar saja rasanya tidak enak sudah mentraktirku lalu membiarkanmu pulang sendiri


Hina:" Hahah kau ini lagian tidak apa apa kok ,aku sudah terbiasa pulang sendiri lagi pula arah jalan kerumahmu tidak kasini kan


Giant:" Tidak apa apa lagian aku sedang ingin jalan jalan


Hina:" Yasudah kalau begitu.


Hinapun menerima ajakan Giant itu , Giant lalu mengantar Hina pulang, Hina ingin memulai pembicaraan dengan Giant tapi dirinya merasa canggung kepada Giant karna ini kali pertamanya dia seperti ini bersama Giant.


Giant:" Kenapa kau terus menatapku seperti itu?


Hina:" Hah tidak.


Seketika wajah Hina memerah ketika Giant berbicara seperti itu kepadanya di tengah tengah perjalanan Giant bertemu dengan Nino salah satu orang yang waktu itu pernah Giant bantu ketika dia sedang di pukul oleh beberapa orang teman sekolahnya Nino yang melihat Giant langsung menghampirinya.


Nino:" Hei kau masih ingat aku tidak?


Giant lalu mengingat ingat dulu?.


Giant:"Iya aku tau kau orang yang waktu itu di pukul teman teman sekolahmu kan?


Nino:" Heheh iya , ohiya waktu itu aku belum berterimakasih padamu bagaimana kalau aku mentraktir mu makan sebagai rasa berterimkasih ku


Giant:" Ah tidak perlu kau tidak usah repot repot seperti itu


Nino:" Tidak repot kok malah aku senang


Giant:" Anak ini sepertinya sedikit gila ( Berbicara dalam hati)


Nino lalu mengajak Giant dan Hina ke sebuah restoran yang tidak jauh dari sana sebelum sampai Disana Hina sempat bertanya kepada Giant?.


Hina:" Hey Giant apa orang itu temanmu ( Berbisik)


Giant:" Bagaimana yah bilangnya....


Nino lalu memotong pembicaraan mereka berdua.


Nino:" Ohiya apa kalian sedang berkencan?


Giant dan Hina mereka berdua tiba tiba salah tingkah.


Nino:" Heheh kalian berdua ini sangat lucu.


Nino lalu berbicara kepada Hina.


Nino:" Ohiya kakak kau beruntung sekali mendapatkan pacar sepertinya dia begitu hebat dan keren, kau pasti sangat aman berada di sisinya karna pacarmu itu pasti selalu menjagamu.


Giant yang mendengar itu lalu menutup mukanya dengan dengan tangnya sedangkan Hina hanya tersenyum malu menjawab perkataan Nino tadi, Tiba tiba ponsel Giant berbunyi Giant lalu mengambil pendeknya itu ternyata ada tepone dari Hagi?.


Hagi:" Dimana kau aku depan rumahmu


Giant:" Aku sedang di Suzu ( salah satu tempat di tengah kota )


Hagi:" Apa aku tidak salah dengar tidak biasanya kau ke sana , apa kau sedang mencari seorang wanita disana?


Giant:" Kau ini bicara apa , Sudah ada apa?


Hagi:" Ada yang ingin aku bicarakan dengamu , kirimkan dimana lokasimu aku akan kesana sekarang


Giant:" Tapi aku.....


TUT TUT TUT.


Hagi langsung mematikan telponenya itu.


Giant:' Sialan orang ini aku belum selesai bicara dia sudah mematikan telponenya.


Giant lalu mengirimkan posisi dirinya kepada Hagi setelah itu Giant lalu berbicara kepada Nino kalau dia tidak jadi pergi bersamanya Giantpun memberitahu kalau dirinya mendadak ada urusan dengan temannya , Nino yang mengerti akan hal itupun tidak bisa menolaknya.


Nino:" Tapi lain kali kau harus menerima tawaranku itu yah


Giant:" Santai saja kau bisa menemuiku besok di tempatku nanti aja ku beritahu tempat


Nino:" Baiklah.


Nino dan Hina menemani Giant yang sedang menunggu Hagi , Sambil menunggu Hagi Nino pun membelikan mereka minuman.


Hina :" Terimakasih


Giant:" Terimakasih.


Nino kemudian tersenyum kepada mereka tak lama Hagipun datang Hagi lalu keluar dari mobil mewahnya itu, melihat Giant bersama Hina, Hagi kemudian berbicara kepada Giant?.


Hagi:'Pantas saja kau berada dirimu rupanya kau sedang ada kencan?


Giant:" Apa apaan mereka ini hanya karena melihatku bersama seorang wanita mereka mengiraku sedang berkencan ( berbicara dalam hati sambil menutup wajahnya).


Hagi:" Kenapa kau menutup wajahmu seperti itu, Ayo cepat masuk.


Sebelum pergi Giant sempat berbicara kepada Nino.


Giant:" Ohiya siapa namamu aku lupa


Nino:" Nino


Giant:" Ohiya Nino namanku Giant, Apa aku bisa meminta tolong padamu?


Nino:" Bisa bisa katakan apa yang harus aku bantu?


Giant:" Aku minta tolong padamu untuk mengantarkan wanita cantik ini kerumah


Nino:" Ehh


Giant:" Jaga dia sampai kerumahnya beritahu aku nanti kalau dia sudah sampai dirumahnya dan beritahu aku nanti jika terjadi apa apa pada kalian.


Giant lalu memberitahu Nino nomor ponselnya setelah itu Giant lalu berbicara kepada Hina.


Giant:" Maaf aku tidak jadi mengantarmu pulang aku sesuatu mendadak yang harus aku urus


Hina:" Tidak apa apa Giant aku mengerti


Giant:" Maaf yah.


Giant lalu mengelus kepala Hina kemudian pergi dari sana bersama Hagi.