From Zero To Hero

From Zero To Hero
Episode 42



Dinda:" Kau bagaimana Giant apa kau masih bekerja di restoran ituh?


Giant:" Aku sudah tidak bekerja disana


Dinda:" Kenapa?


Giant:" Ceritanya panjang


Giant lalu menceritakan semuanya kepada Dinda kenapa Giant tidak bekerja lagi di restoran tersebut.


Dinda:" Oh jadi begitu pemilik restoran itu tidak mau menjadikan mu pelayan lagi karna di tidak enak setelah tau kau pemimpin di wilayah ituh?


Giant:" Iya padahal kan pemimpin nya bukan aku melainkan Hagi


Dinda:" Tapi tetap saja, Hagi kan sebagai pelantara saja pemimpin sebenarnya kan kau


Giant:" Iya sih tapi aku jadi tidak enak aku tidak bekerja di sana tapi aku tetap mendapatkan uang dari tempat ituh


Dinda:" Iya tapi mereka membayar mu bukan secara cuma cuma, mereka kan membayarmu untuk menjaga keamanan di wilayah ituh


Giant:" Sudahlah tidak perlu di bahas lagi, kau sekarang mau kemana?


Dinda:" Aku mau kerumahmu , sudah lama sih tidak kerumahmu aku ingin bertemu dengan bibimu


Giant:" Iyasudah kalau begitu kita pulang sekarang.


Giant dan Dinda pun lalu pergi dari sekolahan Giant , di perjalanan pulang mereka berdua saling bercerita satu sama lain, Giant sempat meminta maaf kepada Dinda akan kejadian waktu ituh ketika Giant bertarung dengan kakaknya, Dinda mengerti akan hal ituh dan Dindapun tidak mempermasalahkan hal ituh.


Dinda:" Tidak apa apa Giant aku mengerti


Giant:" Tapi masih merasa bersalah padamu, karna aku kau jadi tidak bisa bertemu dengan kakakmu lagi


Dinda:" aku tau tapi kalau kau tidak melakukan hal itu mungkin sekarang kota ini masih di banyak keributan akan anggota yang saling menyerang satu sama lain , dan mungkin akan semakin banyak korban


Giant tidak menjawabnya Giant hanya bisa diam saja.


Dinda:" Sudahlah tidak perlu di pikirkan aku kan sudah memaafkan mu.


Dinda lalu bertanya kepada Giant?.


Dinda:" Giant apa bibimu tau kalau kau memiliki beberapa wilayah di sini?


Giant:" Tidak bibiku tidak pernah tau sama sekali , aku tidak pernah berani sama sekali untuk memberitahunya


Dinda:" Kenapa?


Giant:" aku takut bibiku berpikir kalau aku seorang berandalan, lagian aku juga sama sekali tidak bangga memiliki semua ini


Dinda:" Lalu kenapa kau melakukan semua ini?.


Giant:" aku tidak tau harus mulai dari mana sulit untuk menjelaskannya.


Ketika mereka sedang asik mengobrol tiba tiba hujan turun, Giant dan Dinda lalu berteduh di salah satu cafe , sambil menunggu hujan reda mereka berdua memesan kopi dan makanan setelah ituh Dinda bertanya tentang masalalunya Giant seperti apa? .


Dinda:" Giant kau dari dulu emang sudah seperti ini, suka berkelahi atau apa?


Giant:" Dulu aku hanya seorang pecundang


Dinda:" Aku serius Giant jangan bercanda , mana mungkin kau seperti ituh


Giant:"Aku serius hidupku dulu sangat menyedihkan selain sering di panggil anak yang tidak mempunyai orang tua, aku juga sering di pukuli oleh orang lain


Dinda:" Aku tidak percaya kalau kau seperti ituh


ketika mereka sedang berbicara tiba tiba di pinggir jalan ada salah satu orang yang di pukuli oleh dua orang.


Giant:" Kau lihat orang yang sedang di pukuli itu. sambil menunjuk ke orang tersebut.


Dinda:" Iya kenapa emangnya?


Dinda:" kalau benar dulu seperti ituh kenapa kau sekarang menjadi seperti ini, sepertinya sangat tidak mungkin kalau kau dulu seperti ituh?


Giant lalu melihat ke cincin yang dia pakai.


Giant:" kau hanya perlu tau aku yang sekarang saja tidak perlu tau aku dulu seperti apa , karna kau juga tidak akan percaya walapun aku menceritakan semuanya, intinya aku paling tidak suka melihat orang yang menindas orang yang lemah seperti orang yang ada disana.


Dinda semakin penasaran akan yang di katakan Giant ituh apakah Giant benar seperti ituh atau tidak , karna melihat Giant yang sekarang Dinda jadi tidak percaya kalau dulu Giant memang seperti ituh , mereka berdua pun lalu menghabiskan makanan tersebut , setelah cukup lama mereka berteduh di sana hujan pun sudah mulai reda mereka berdua lalu melanjutkan perjalanan pulang.


karna pembicaraan tadi Giant jadi teringat kembali saat Giant belum seperti sekarang, Giant teringat ketika dia kecil mendapatkan hinaan dan ejekan dari orang lain , selain ituh Giant juga tidak mempunyai banyak teman seperti sekarang ini, dulu hanya beberapa orang saja yang berteman dengan Giant ituh juga orang orang yang sama seperti Giant orang orang yang sering di tindas oleh orang lain.


Lalu Giant juga ingat saat pertama kali dia masuk ke sekolahnya ituh, selain sering kali dia pukuli karna tidak bisa melawan mereka selain ituh uang Giant pun sering di minta oleh murid murid di sekolah.


Giant:" Menyedihkan sekali hidupku dulu hanya karna aku tidak bisa melawan mereka, mereka semua jadi seenaknya memperlakukan ku seperti ituh , tapi ya sudahlah sudah berlalu ini , kalau aku tidak bertemu kakek ituh dan tidak mendapatkan cincin ini mungkin aku tidak mungkin seperti sekarang ini , aku sangat berterima kasih kepada kakek ituh. berbicara dalam hati.


Tak terasa mereka berdua pun sampai di rumah , sang bibi yang melihat Dinda datang kerumahnya langsung memeluk Dinda.


Bibi:" Dinda lama tidak bertemu


Dinda:"Heheh iya bibi


Bibi:" Masuk masuk kebetulan Bibi masak banyak makanan hari ini , kita makan malam sama sama


Dinda:" Terimakasih bibi jadi ngerepotin


Giant:" Apalah bibi ini karna ada Dinda ke keponakannya jadi di lupain -_-|| . berbicara dalam hati.


Bibi:" Giant kenapa mukamu seperti ituh cepat ke air mandi sana udah ituh kita bersiap siap untuk makan malam.


Giant lalu pergi mandi dan terasa waktupun sudah malam dan merekapun lalu makan bersama , mereka bertiga saling bercerita satu sama lain.


Bibi:" Dinda semenjak kamu sudah tidak lagi di sini rumah menjadi sepi bibi jadi tidak ada teman, Giant belakangan ini pulang selalu larut malam


Giant:" Giant tadi pulang cepat. berbicara dengan mulut yang penuh makanan.


Bibi:" Iya sekarang kemaren kemaren kamu pulang malem trus


Dinda:" Heheh Dinda juga sama bibi jadi gada temen


Bibi:" Dinda bagaimana kalau kamu tinggal disini saja , lagian kan dari sini kerumah sakit tempat kamu bekerja dekat selain ituh kamu juga jadi tidak perlu membayar uang sewa rumah lagi bagaimana?


Giant yang mendengar bibi berbicara seperti langsung tersedak.


Giant:" Uhuk uhuk.....


Bibi:" pelan pelan makannya jadi kesedak kan . sambil memberikan air minum kepada Giant.


ketika mereka sedang sibuk membahas utuh tiba tiba ada seseorang yang mengetuk rumahnya.


Bibi:" Siapa itu?.


saat sang bibi akan pergi untuk membukakan pintu Giant lalu berdiri menghampiri bibinya.


Giant:" Sudah bibi di sini saja biar Giant yang membukakan pintunya.


Giant lalu membukakan pintu rumah tersebut, setelah di buka ternyata yang mengetuk pintu ituh Rocky dan Hagi.


Giant:" Kalian ada apa?


Hagi:" Ada seseorang yang mencarimu Giant


Giant:" Siapa?


Rocky:" Kau ikut dulu saja ini sangat penting


Giant:" iya sudah kalian tunggu dulu di sini aku siap siap dulu.