
Dinda:" Kau bagaimana Giant apa kau masih bekerja di restoran ituh?
Giant:" Aku sudah tidak bekerja disana
Dinda:" Kenapa?
Giant:" Ceritanya panjang
Giant lalu menceritakan semuanya kepada Dinda kenapa Giant tidak bekerja lagi di restoran tersebut.
Dinda:" Oh jadi begitu pemilik restoran itu tidak mau menjadikan mu pelayan lagi karna di tidak enak setelah tau kau pemimpin di wilayah ituh?
Giant:" Iya padahal kan pemimpin nya bukan aku melainkan Hagi
Dinda:" Tapi tetap saja, Hagi kan sebagai pelantara saja pemimpin sebenarnya kan kau
Giant:" Iya sih tapi aku jadi tidak enak aku tidak bekerja di sana tapi aku tetap mendapatkan uang dari tempat ituh
Dinda:" Iya tapi mereka membayar mu bukan secara cuma cuma, mereka kan membayarmu untuk menjaga keamanan di wilayah ituh
Giant:" Sudahlah tidak perlu di bahas lagi, kau sekarang mau kemana?
Dinda:" Aku mau kerumahmu , sudah lama sih tidak kerumahmu aku ingin bertemu dengan bibimu
Giant:" Iyasudah kalau begitu kita pulang sekarang.
Giant dan Dinda pun lalu pergi dari sekolahan Giant , di perjalanan pulang mereka berdua saling bercerita satu sama lain, Giant sempat meminta maaf kepada Dinda akan kejadian waktu ituh ketika Giant bertarung dengan kakaknya, Dinda mengerti akan hal ituh dan Dindapun tidak mempermasalahkan hal ituh.
Dinda:" Tidak apa apa Giant aku mengerti
Giant:" Tapi masih merasa bersalah padamu, karna aku kau jadi tidak bisa bertemu dengan kakakmu lagi
Dinda:" aku tau tapi kalau kau tidak melakukan hal itu mungkin sekarang kota ini masih di banyak keributan akan anggota yang saling menyerang satu sama lain , dan mungkin akan semakin banyak korban
Giant tidak menjawabnya Giant hanya bisa diam saja.
Dinda:" Sudahlah tidak perlu di pikirkan aku kan sudah memaafkan mu.
Dinda lalu bertanya kepada Giant?.
Dinda:" Giant apa bibimu tau kalau kau memiliki beberapa wilayah di sini?
Giant:" Tidak bibiku tidak pernah tau sama sekali , aku tidak pernah berani sama sekali untuk memberitahunya
Dinda:" Kenapa?
Giant:" aku takut bibiku berpikir kalau aku seorang berandalan, lagian aku juga sama sekali tidak bangga memiliki semua ini
Dinda:" Lalu kenapa kau melakukan semua ini?.
Giant:" aku tidak tau harus mulai dari mana sulit untuk menjelaskannya.
Ketika mereka sedang asik mengobrol tiba tiba hujan turun, Giant dan Dinda lalu berteduh di salah satu cafe , sambil menunggu hujan reda mereka berdua memesan kopi dan makanan setelah ituh Dinda bertanya tentang masalalunya Giant seperti apa? .
Dinda:" Giant kau dari dulu emang sudah seperti ini, suka berkelahi atau apa?
Giant:" Dulu aku hanya seorang pecundang
Dinda:" Aku serius Giant jangan bercanda , mana mungkin kau seperti ituh
Giant:"Aku serius hidupku dulu sangat menyedihkan selain sering di panggil anak yang tidak mempunyai orang tua, aku juga sering di pukuli oleh orang lain
Dinda:" Aku tidak percaya kalau kau seperti ituh
ketika mereka sedang berbicara tiba tiba di pinggir jalan ada salah satu orang yang di pukuli oleh dua orang.
Giant:" Kau lihat orang yang sedang di pukuli itu. sambil menunjuk ke orang tersebut.
Dinda:" Iya kenapa emangnya?
Dinda:" kalau benar dulu seperti ituh kenapa kau sekarang menjadi seperti ini, sepertinya sangat tidak mungkin kalau kau dulu seperti ituh?
Giant lalu melihat ke cincin yang dia pakai.
Giant:" kau hanya perlu tau aku yang sekarang saja tidak perlu tau aku dulu seperti apa , karna kau juga tidak akan percaya walapun aku menceritakan semuanya, intinya aku paling tidak suka melihat orang yang menindas orang yang lemah seperti orang yang ada disana.
Dinda semakin penasaran akan yang di katakan Giant ituh apakah Giant benar seperti ituh atau tidak , karna melihat Giant yang sekarang Dinda jadi tidak percaya kalau dulu Giant memang seperti ituh , mereka berdua pun lalu menghabiskan makanan tersebut , setelah cukup lama mereka berteduh di sana hujan pun sudah mulai reda mereka berdua lalu melanjutkan perjalanan pulang.
karna pembicaraan tadi Giant jadi teringat kembali saat Giant belum seperti sekarang, Giant teringat ketika dia kecil mendapatkan hinaan dan ejekan dari orang lain , selain ituh Giant juga tidak mempunyai banyak teman seperti sekarang ini, dulu hanya beberapa orang saja yang berteman dengan Giant ituh juga orang orang yang sama seperti Giant orang orang yang sering di tindas oleh orang lain.
Lalu Giant juga ingat saat pertama kali dia masuk ke sekolahnya ituh, selain sering kali dia pukuli karna tidak bisa melawan mereka selain ituh uang Giant pun sering di minta oleh murid murid di sekolah.
Giant:" Menyedihkan sekali hidupku dulu hanya karna aku tidak bisa melawan mereka, mereka semua jadi seenaknya memperlakukan ku seperti ituh , tapi ya sudahlah sudah berlalu ini , kalau aku tidak bertemu kakek ituh dan tidak mendapatkan cincin ini mungkin aku tidak mungkin seperti sekarang ini , aku sangat berterima kasih kepada kakek ituh. berbicara dalam hati.
Tak terasa mereka berdua pun sampai di rumah , sang bibi yang melihat Dinda datang kerumahnya langsung memeluk Dinda.
Bibi:" Dinda lama tidak bertemu
Dinda:"Heheh iya bibi
Bibi:" Masuk masuk kebetulan Bibi masak banyak makanan hari ini , kita makan malam sama sama
Dinda:" Terimakasih bibi jadi ngerepotin
Giant:" Apalah bibi ini karna ada Dinda ke keponakannya jadi di lupain -_-|| . berbicara dalam hati.
Bibi:" Giant kenapa mukamu seperti ituh cepat ke air mandi sana udah ituh kita bersiap siap untuk makan malam.
Giant lalu pergi mandi dan terasa waktupun sudah malam dan merekapun lalu makan bersama , mereka bertiga saling bercerita satu sama lain.
Bibi:" Dinda semenjak kamu sudah tidak lagi di sini rumah menjadi sepi bibi jadi tidak ada teman, Giant belakangan ini pulang selalu larut malam
Giant:" Giant tadi pulang cepat. berbicara dengan mulut yang penuh makanan.
Bibi:" Iya sekarang kemaren kemaren kamu pulang malem trus
Dinda:" Heheh Dinda juga sama bibi jadi gada temen
Bibi:" Dinda bagaimana kalau kamu tinggal disini saja , lagian kan dari sini kerumah sakit tempat kamu bekerja dekat selain ituh kamu juga jadi tidak perlu membayar uang sewa rumah lagi bagaimana?
Giant yang mendengar bibi berbicara seperti langsung tersedak.
Giant:" Uhuk uhuk.....
Bibi:" pelan pelan makannya jadi kesedak kan . sambil memberikan air minum kepada Giant.
ketika mereka sedang sibuk membahas utuh tiba tiba ada seseorang yang mengetuk rumahnya.
Bibi:" Siapa itu?.
saat sang bibi akan pergi untuk membukakan pintu Giant lalu berdiri menghampiri bibinya.
Giant:" Sudah bibi di sini saja biar Giant yang membukakan pintunya.
Giant lalu membukakan pintu rumah tersebut, setelah di buka ternyata yang mengetuk pintu ituh Rocky dan Hagi.
Giant:" Kalian ada apa?
Hagi:" Ada seseorang yang mencarimu Giant
Giant:" Siapa?
Rocky:" Kau ikut dulu saja ini sangat penting
Giant:" iya sudah kalian tunggu dulu di sini aku siap siap dulu.