
Ketika Gracia dan orang itu sedang beradu mulut Giant lalu berbicara kepada orang itu? " Hey bisa kau lepaskan tanganmu itu dasiku jadi rusak karna kau trus menariknya seperti itu " Tapi orang itu tidak mendengarkan ucapan Giant ,Gracia sebenarnya sudah tidak tahan ingin memukul orang itu tapi Gracia tidak ingin kalau dirinya diketahui orang orang kalau dia pindai bertarung Gracia selalu menyembunyikannya dari orang lain selain teman temannya, karna kesal mendengar Gracia trus membela Giant orang itu laku memukul wajah Giant dengan keras Giant yang tidak tau orang itu akan memukulnya Giant pun terjatuh dari tempat duduk.
BRUKK!!!.
Gracia yang melihat itu segera menghampiri Giant.
Gracia:" Giant!!!!.
:" Lihat bahkan dia juga begitu lemah bagaimana dia bisa melindungimu hanya karna satu pukulan saja dia sudah seperti itu, menyedihkan
Gracia:" Kau benar benar tidak akan aku maafkan.
Giant lalu bangun sambil mengusap usap pipinya itu sedang Gracia Trus memarahi orang itu tapi orang itu tidak mendengar apa yang Gracia katakan kepadanya.
:" Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika ayahmu tau kalau kau berpacaran dengan orang sepertinya mungkin dia berpacaran denganmu hanya ingin uangmu saja selain itu lihat dia begitu menyedihkan hanya bisa berlindung dari wanitanya benar benar tidak tahu malu kau pantas di panggil seorang laki laki?.
Karna kesal mendengar orang itu trus mengoceh Giant pun lalu menghampiri nya, Giant dan orang itu pun sekarang berhadap hadap satu sama lain .
:" Apa kau ingin bertarung denganku hah, aku menguasai beladiri boxing dan judo menghabisi sampai sepertimu tidak perlu waktu banyak
Giant:" Oh begitukah.
Tanpa banyak basa basi Giant lalu memukul dagu orang itu dengan keras sampai orang itu mengeluarkan darah di mulutnya bahkan orang itu pun hampir terjatuh ketika menerima pukulan Giant, orang itupun tidak menyangka kalau pukulan Giant akan sekeras itu dan dia pun tidak percaya kalau dirinya mengeluarkan darah ketika menerima pukulan dari Giant, tak sampai di situ Giant lalu menarik dasi orang itu kemudian kembali memukul hidungnya dengan keras seketika orang itu pun terjatuh ketika ia akan berdiri Giant lalu menginjak dada orang tersebut dengan tatapan yang dingin Giant lalu berbicara kepadanya " Terkadang kau harus belajar menghargai orang lain bukan hanya dari penampilannya saja karna penampilan bisa saja membohongimu bahkan kau tidak tau orang yang kata katai itu seperti apa sebenarnya ".
:" Jangan berkata sok keren seperti itu hah kau pikir aku akan takut kepadamu karena kau sudah memukul seperti ini , ini masih belum apa apa begiku bodoh
Giant:" Dasar keras kepala, kau tau bahkan aku bisa mematahkan tulang rusukmu hanya dengan satu kali injakan saja
:" Lagi lagi berlaga sok keren coba saja kalau kau memang bisa aku tidak takut
Giant:" Terserah ( Sambil menyeringai).
Tanpa pikir panjang Giant lalu mematahkan tulang rusuk nya dengan menginjaknya begitu keras.
KRAKKK!!!!!.
:" ARRRGGGGHHHHH!!!!!!.
:" Di..... Dia benar benar mematahkan tulang rusuku hanya dengan sekali injakan saja ( berbicara dalam hati).
Gracia hanya bisa melihat saja sambil bergemetar karna tidak menyangka kalau Giant benar mematahkan tulang rusuknya, karna Gracia sebelumnya belum pernah melihat Giant seperti ini, kemudian Giant menarik tangan Gracia kemudian membawanya pergi dari sana, mereka berdua pun kembali ke toko bunga milik bibinya Giant itu, seperti biasa Giant kembali membonceng Gracia menggunakan sepedanya di perjalanan menuju toko bunga Gracia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan lalu di tengah tengah ketakutanya itu tiba tiba Giant berbicara kepada Gracia " Orang itu benar benar menyebalkan yah " Gracia hanya menjawab iya saja kepada Giant.
Giant:" Apa dia itu pacarmu?
Gracia:" Bukan mana mau aku kepada orang seperti dia kau tau sendiri dia seperti apa dan apa kau tidak dengar apa yang aku bicarakan tadi kepadanya?
Giant:" Memangnya kau bicara apa tadi kepadanya?
Gracia:" Jadi dari tadi aku berbicara denganya seperti itu kau tidak mendengarkannya sama sekali?
Gracia:" Ahhhhh dasar Giant bodoh trus dari tadi untuk apa aku berbicara seperti itu.
Gracia pun lalu mencubit Giant dengan begitu keras Giant pun kaget karna Gracia tiba tiba mencubitnya .
Giant:" Hey hey hentikan kalau nanti jatuh bagaimana
Gracia:" Bodoamat aku tidak peduli
Giant:" Sebenarnya aku dengar semua apa yang kau katakan tadi dengan orang itu tapi melihatmu yang ketakutan seperti itu karna melihatku , aku jadi mencoba untuk menghiburmu ( Berbicara dalam hati)
Gracia:" Lalu untuk apa aku berbicara seperti kalau dia tidak mendengarnya padahal yang aku kata itu semuanya benar meskipun dia bukan pacaraku sesungguhnya ( berbicara dalam hati).
Dari cubitannya itu tiba tiba tangan Gracia memeluk Giant, Giant yang merasakan Gracia memeluknya Giant hanya melihatnya saja , mereka berduapun akhirnya sampai di toko bunga tersebut tak sampai di situ saja Giant dan Gracia pun kembali membantu bibinya itu dengan mengirim bunga kesan kemari sampai tak terasa waktupun sudah menjelang malam setelah pengiriman terakhir Giant pun mengantarkan Gracia pulang kerumahnya, ketika sudah mengantar Gracia pulang saat Giant akan pergi untuk pulang Gracia berbicara kepadanya?.
Gracia:" Giant
Giant:" Ada apa?
Gracia:" Terimakasih yah hari ini aku sangat senang sekali
Giant:" Seharusnya yang berterimakasih itu aku karna kau sudah menolongku mengantarkan bunga bunga ini
Gracia:" Apa lain kali aku boleh datang lagi untuk membantumu?
Giant:" Datang saja akan lebih bagus kalau kau membantuku lagi
Gracia:" Kalau begitu aku akan datang lagi nanti
Giant:" Baiklah kalau begitu sampai nanti ( Sambil tersenyum).
Gracia pun melambaikan tanganya lalu Giant pun pergi dari sana setelah Giant sudah tidak ada disana Gracia lalu masuk kedalam rumahnya, tapi Giant yang di tengah tengah perjalanan mendapatkan musibah yaitu ban sepeda yang ia pakai kempes.
Giant:" Sial kenapa harus di saat saat seperti ini, mungkin karena aku membawa Gracia yang beratnya sama seperti beberapa karung beras jadi ban sepedanya seperti ini.
Giantpun lalu melanjutkan perjalanan pulangnya dengan berjalan kaki sambil mendorong sepeda yang ia bawa , di sisi lain keberadaan orang yang menerima pukulan dari Giant kini orang itu sedang berada di rumah sakit ayah dari orang itu pun datang menemui anaknya itu dengan rasa khawatir sebagai orang tua ayahnya itu lalu menanyakan kejadian itu kepada anaknya kenapa bisa terjadi seperti.
ayah:" Kenapa kau bisa seperti ini siapa yang berani melakukan ini kepadamu beritahu ayah siapa orangnya
:" Orang itu pacarnya Gracia
Ayah:" seperti apa orangnya biar orang orang ayah yang akan mengurusnya nanti
:" Aku tidak tau namanya siapa tapi aku tau orang itu seperti apa
Ayah:" Kalau begitu nanti kau pergi cari itu bersama orang orang yang ayah nanti
:" Baik ayah.