
Pada zaman dahulu, portal atau gerbang yang menghubungkan antara dunia manusia dan dunia monster terbuka, para monster keluar dari gerbang tersebut dan mulai menghancurkan umat manusia. Pada zaman dahulu, orang orang yang memiliki kekuatan untuk melindungi disebut sebagai Pendekar.
Semakin banyak monster semakin banyak juga Pendekar yang telah lahir, hingga dari generasi ke generasi para Pendekar terus ada untuk melindungi manusia lain yang tidak memiliki kekuatan untuk melindungi diri mereka dari serangan monster.
Pada zaman sekarang ini, peradaban telah maju, selain perubahan yang terjadi pada peradaban manusia, ada dua perubahan lainnya yang terjadi yaitu, serangan monster sudah tidak banyak lagi atau berkurang dan sebutan para Pendekar diubah menjadi Pahlawan.
Disetiap negara, ada banyak Pahlawan dengan berbagai macam kekuatan, disetiap negara kini mendirikan atau membangun suatu organisasi yang dikhusukan untuk manusia yang memiliki kekuatan atau disebut juga sebagai Pahlawan. Organisasi itu didirikan dengan tujuan untuk mengumpulkan para manusia yang memiliki kekuatan untuk bersatu didalam kesatuan untuk membasmi atau membunuh monster monster yang mengancam kehidupan umat manusia.
¤¤
Disebuah kota yang berada di negara Indonesia. Terlihat para penduduk yang berlari kocar kacir kepanikan karena ada serangan dari puluhan ekor monster.
"Panggil Pahlawan! panggil Pahlawan!" teriak seorang pekerja kantoran yang lari terbirit birit.
Tak lama kemudian, seorang Pahlawan pun datang ke tempat kejadian.
Melihat Pahlawan itu datang, para penduduk kota yang berlari kepanikan tadi berhenti berlari dan berteriak "Dewa Tarung datang!"
Pahlawan yang berambut hitam dan memakai jubah berwarna hitam itu sendirian datang ke tempat serangan monster itu dengan membawa sebuah tombak ditangannya. Yang membuat para penduduk kota berhenti berlari karena Pahlawan yang datang ini adalah salah satu Pahlawan terkuat dinegara Indonesia ini yang diberi julukan sebagai Dewa Perang, tetapi nama aslinya adalah Andi Casano.
"Tu, wa, ga, pat...berapapun itu, siap siaplah mati." ucap Andi sambil berjalan ke arah para monster itu dengan santainya sambil memegang sebuah tombak ditangannya.
Puluhan monster monster itu menyadari kehadiran yang kuat dari Andi, mereka pun satu persatu berlari ke arah Andi dengan nafsu membunuh milik mereka.
Andi mengangkat tombaknya dan melompat ke arah monster yang mencoba berlari mendekatinya itu.
"Putaran Tombak Casano!" teriak Andi saat berada di udara.
Andi memutarkan tombaknya dengan sangat cepat dengan energi sihirnya yang dimasukannya ke dalam pusaran tombaknya itu. Serangan itu mengenai monster monster yang mendekati Andi sebelum mereka bisa menyentuh Andi, alhasil tidak ada satupun dari mereka yang tersisa, tubuh mereka terpotong potong akibat serangan yang dilancarkan Andi.
Serangan yang dilancarkan Andi mengakibatkan sedikit kerusakan pada gedung gedung yang ada disekitar pertarungannya, tetapi itu tidaklah masalah karena Andi adalah salah satu Pahlawan kebanggan negara, organisasi Pahlawan akan menanggung semua kerusakan itu walaupun biasanya pemiliki gedung tidak ingin biaya kerusakannya dibayar.
Sorak soraya dan tepuk tangan terdengar keras ditelinga Andi, itu membuat dirinya senang dan bangga. Para penduduk kota berterima kasih kepada Andi dan ada juga penduduk kota yang memberikan hadiah kepada Andi khususnya perempuan. Andi Casano masih berumur sekitar 21 atau 23 tahun dan wajah yang dimilikinya itu lumayan tampan sehingga bisa menarik perhatian para gadis gadis belia, ibu ibu, bahkan nenek nenek sekalipun.
Setelah mengalahkan monster monster itu, Andi pun pergi meninggalkan tempat kejadian. Para penduduk kota pun menjalankan aktivitas mereka seperti biasa, pegawai kantoran pergi ke kantor mereka, dan toko toko yang tadinya sempat tutup karena adanya monster kembali dibuka.
Saat semuanya telah berjalan normal, terlihat seorang pemuda berambut hitam dengan memakai jaket yang berwarna hitam juga berjalan di tepi jalan raya dengan keadaan yang sedih.
Pemuda itu bernama Ryu, Ryu berumur 17 tahun, Ryu tidak lagi bersekolah, dengan umurnya yang sekarang ini dia seharusnya masih berada di kelas 2 sma, karena tidak ada dana untuk membayar uang sekolahnya Ryu terpaksa berhenti sekolah pada saat dia lulus smp.
Ryu tidak memiliki orang tua, Ryu memiliki seorang kakak perempuan yang berumur 23 tahun. Kakaknya itu berbaring dirumah sakit karena penyakit yang dideritanya, penyakit kakak Ryu tergolong penyakit langka yang obatnya masih belum ditemukan, penyakit itu dinamakan Penyakit tidur panjang.
Penyakit itu membuat kakak Ryu tertidur hingga sekarang, penyakit ini diderita kakaknya Ryu sejak 3 tahun yang lalu, dulu kakaknya lah yang membiayai sekolahnya Ryu.
Ryu berkerja sebagai kuli bangunan untuk mendapatkan uang supaya bisa membayar uang tagihan rumah sakit. Ryu tidak keberatan sedikitpun dengan pekerjaannya, tetapi tidak seharusnya anak dibawah umur itu berkerja, hal ini diketahui oleh pihak berwajib dan Ryu pun terpaksa berhenti dari perkerjaannya.
Tidak ingin menganggur, Ryu mencari pekerjaan lainnya seperti, penjaga toko, mengikuti nelayan untuk memancing bahkan Ryu pernah menjadi tukang parkir. Selain untuk membiayai rumah sakit kakaknya, Ryu berkerja untuk keperluannya sehari hari contohnya makanan, minuman dan pakaiannya.
Selama ini uang yang didapat Ryu dari perkerjaannya cukup untuk kebutuhan hidupnya sehari hari, tetapi menjadi penjaga toko dan nelayan tidak bisa menjadi perkerjaan tetap Ryu. Ryu diberhentikan dari perkerjaan itu dan Ryu terpaksa berkerja sebagai tukang parkir. Biasanya Ryu melihat teman teman sekolahnya dulu jalan jalan ke mol, bermain di taman, dan pergi ke cafe, Ryu tidak cemburu sedikitpun dengan itu, Ryu hanya berpikir bahwa kakaknya lah yang terpenting dihidupnya karena kakaknya ini satu satunya keluarga yang dimilikinya.
Perkerjaan Ryu yang sekarang ini adalah tukang parkir, uang yang didapat dari pekerjaan itu jauh dari kata cukup untuk biaya rumah sakit kakanya. Ryu benar benar tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk mendapatkan uang.
Ryu pun sampai kerumahnya setelah berjalan dijalan tadi, rumah Ryu tidak terlalu besar rumahnya berada di pinggiran kota. Biarpun tidak terlalu besar, rumah itu adalah rumah tempat keluarganya berkumpul dulu.
Ryu memasuki rumahnya dan langsung menuju ke kamar mandi.
"Apa yang harus ku lakukan?" ucap Ryu didalam hatinya sambil melepaskan seluruh pakaiannya di kamar mandi.
Ryu pun mandi dan setelah selesai mandi Ryu langsung menuju ke kamarnya setelah memakai baju kaosnya, tanpa makan sedikitpun Ryu ingin lanjut berkerja sebagai tukang parkir.
Ryu pun berjalan meninggalkan rumahnya.
"Apa aku harus berkerja sebagai pahlawan? Tetapi aku tidak memiliki kekuatan. Aku tidak akan bisa berkerja disana." ucap Ryu didalam hati sambil mengunci pintu rumahnya.
"Aku memang tidak berguna." ujar Ryu didalam hatinya sambil berjalan menuju tempat nya berkerja sebagai tukang parkir.
Ryu berjalan ditepi jalan raya dengan keadaan yang lesu. Saat berada di jalan, Ryu melihat seorang anak kecil yang berjalan menuju ke tengah jalan raya, ada mobil yang melaju kencang menuju anak kecil itu, anak itu tidak sadar bahwa ada mobil yang melaju ke arahnya.
"Awas!" teriak Ryu dan Ryu pun berlari ke arah anak itu dengan kencang.
Anak itu berhasil diselamatkan oleh Ryu dengan cara mendorong anak itu ke tepi jalan raya, meskipun anak itu selamat, tetapi Ryu menggantikan anak itu dari tabrakan mobil dan itu membuat Ryu terluka hingga tak sadarkan diri.
Orang orang yang ada disekitar sana berlari mendekati Ryu dan menolongnya, pengendara mobil yang menabrak Ryu lebih memilih untuk kabur daripada bertanggung jawab, sayangnya itulah realita yang sering terjadi di zaman sekarang ini.