From Zero To Hero

From Zero To Hero
Chapter 3 : Regina




Rumah sakit yang ditempati Ryu adalah rumah sakit yang sama dengan rumah sakit yang ditempati kakaknya.


"Astaga...ternyata ini rumah sakit itu...aku tidak ada uang untuk membayar semua ini..." Ryu berkata di dalam hatinya dengan perasaan sedih.


Suara ganggang pintu berbunyi dan seorang wanita berumur sekitar 21 tahun masuk ke ruangan Ryu dirawat.


Wanita itu memiliki rambut pirang dan matanya yang berwarna biru laut, paras wanita itu sangat cantik dan sempat membuat Ryu terdiam.


"Kamu sudah sadar?" wanita itu berkata kepada Ryu dengan nada yang terkejut.


Melihat Ryu yang bisa berdiri membuatnya semakin terkejut dan dia pun bertanya "Apa kau seorang pahlawan juga?"


Ryu tidak mengerti apa yang dikatakan oleh wanita itu yang dia mengerti adalah wanita itu sangat cantik bagaikan bidadari yang turun dari surga. Ryu tidak punya handphone, Ryu juga tidak tahu informasi informasi dan berita yang ada dinegaranya ini, Ryu bahkan tidak tahu siapa yang berdiri dihadapannya saat ini.


"Anda siapa? Apakah anda seorang perawat? Tapi kenapa anda tidak memakai seragam anda?" tanya Ryu kepada wanita cantik itu.


"Aku perawat? Apa kamu tidak tahu siapa aku?" wanita itu bertanya balik kepada Ryu.


Ryu tentu saja tidak mengenal atau mengetahui wanita itu. Mendengar pertanyaan Ryu dengan wajahnya kebingungan, wanita itu berpikir bahwa Ryu benar benar tidak tahu tentang dirinya.


"Apa orang ini benar benar tidak tahu siapa aku? Pantasan sikapnya senatural ini." batin wanita itu saat menatap mata Ryu.


"Kenapa wanita itu menatapku? Apa aku terlihat aneh dimatanya?" batin Ryu saat melihat wanita itu menatapnya.


"Ah...sebelum itu aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu, karena kamu telah menyelamatkan adikku tadi" wanita itu mengucap terima kasih kepada Ryu karena Ryu telah menolong anak kecil yang ternyata anak kecil itu adalah adiknya.


"Anak kecil yang tadi itu adikmu?" tanya Ryu.


"Iya" wanita itu mengangguk perlahan.


"Oh iya maaf aku belum memperkenalkan diriku. Namaku adalah Regina, siapa namamu?" ucap Regina memperkenalkan dirinya dengan nada pelan.


"Namaku Ryu." balas Ryu.


Mereka pun berkenalan satu sama lain dan mereka mulai berbincang bincang.


"Biaya rumah sakitmu, biarkan aku yang menanggungnya." Regina berkata kepada Ryu.


"Apa!? Benarkah!?" ucap Ryu dengan nada yang keras.


"Kenapa kamu berteriak?" Regina kebingungan.


Tentu saja Ryu histeris di tambah senang karena dia sama sekali tidak punya cukup uang untuk membayar biaya rumah sakitnya. Regina pastinya akan membayar biaya rumah sakit Ryu karena Ryu telah menolong adiknya sehingga Ryu masuk kerumah sakit ini dan mengalami cedera.


Tak lama kemudian, seorang dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Ryu.


"Dokter sudah datang. Aku pergi dulu ke ruangan adikku." Regina berpamitan kepada Ryu setelah melihat dokter masuk ke ruangan ini.


Setelah itu dokter pun memeriksa keadaan Ryu dan dokter yang memeriksa Ryu saat ini terkejut. Karena tadi luka yang dialami Ryu sangat parah pada bagian kakinya tetapi sekarang kakinya sudah sembuh seperti tidak terjadi apa apa.


"Ini..." ucap dokter itu kebingungan setelah memeriksa keadaan kaki Ryu.


"Ada apa dok?" tanya Ryu kebingungan.


"Kakimu sudah sembuh total?" tanya pak dokter kepada Ryu yang sedang berbaring di ranjang pasien.


"Memangnya kakiku kenapa dok?" Ryu bertanya lagi kepada dokter.


Ryu tidak tahu kalau kakinya itu tadinya cedera saat tertabrak mobil, entah kenapa cedera yang diderita Ryu hilang seakan akan tidak pernah ada.


Dokter itu pun berhenti bertanya dan pergi meninggalkan ruangan Ryu.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" batin Ryu berkata saat dokter membuka pintu dan pergi meninggalkan ruangannya.


Disisi lain Regina yang berada di ruangan adiknya, adiknya itu sedang berbaring diranjangnya dan tidak sadarkan diri.


"Anak itu...apa dia seorang adikku saja yang telah dia selamatkan masih tidak sadarkan diri, dan dia yang terkena paling parah malah sudah sadarkan diri? Apakah dia seorang pahlawan? Tadi aku merasakan samar samar energi sihir yang ada didalam tubuhnya." batin Regina berkata sambil menggenggam tangan adiknya yang berbaring tidak sadarkan diri diranjang pasien.


"Dia tadi berkata tidak mengenaliku kan? Sungguh sebuah keajaiban."


"Biarpun begini...aku adalah seorang Pahlawan rank S baru di negaraku ini...bahkan si Dewa Perang segan padaku." batin Regina.


"Aku sudah menyuruh bawahanku untuk menyelidiki latar belakang pemuda itu, sekarang aku tinggal menunggu kabar dari bawahanku." batin Regina. Tak lama kemudian handphone Regina berbunyi.


"Halo, Yan. Apa kau sudah mendapatkannya?" Regina berkata kepada bawahan yang dimaksudnya tadi mengenai latar belakang Ryu.


"Sudah, nona. Anak itu berhenti sekolah sejak tamat smp, dia tidak memiliki orang tua, dia hanya memiliki seorang kakak yang terkena penyakit tidur panjang dan kakaknya juga dirawat dirumah sakit yang anda tempati saat ini." bawahan Regina menjelaskan lewat telepon.


"Sudah? Itu saja?" tanya Regina kepada bawahannya.


"Iya nona. Informasi tentang anak itu tidak banyak, oh maaf nona ada satu lagi. Dua bulan yang lalu dia tertangkap berkerja sebagai kuli bangunan dan seharusnya dia tidak berkerja di umurnya yang masih 18 tahun, jadi dia pun dipecat, sudah nona tidak ada lagi." jelas bawahan Regina.


"Oh...baiklah. Lanjutkan perkerjaanmu yang lain." ucap Regina dan Regina pun memutuskan telepon dengan bawahannya itu.


"Pemuda itu hebat sekali...dia berkerja demi kakaknya, seandainya saja aku menjadi kakaknya...argh tidak tidak apa yang kupikirkan?" batin Regina berkata dan wajah Regina merah merona.


Saat ini, hati Regina telah sedikit terbuka kepada Ryu. Regina adalah salah satu pahlawan terkuat di negara Indonesia ini dan pastinya banyak orang yang menyukai Regina karena parasnya yang cantik tetapi, Regina tertarik kepada Ryu yang berkerja banting tulang demi kakaknya. Katanya Regina ini adalah seorang Pahlawan rank S yang keenam di Negara Indonesia ini, Regina diangkat menjadi Pahlawan rank S sekitar 2 tahun yang lalu.


Seperti yang diketahui, Regina adalah seorang Pahlawan rank S, dinegara Indonesia ini, Pahlawan rank S hanya berjumlahkan 6 orang termasuk Regina dan Andi Casano. Disetiap dunia ini pahlawan dibagi menjadi 6 tingkat atau juga disebut sebagai rank. Rank E adalah pahlawan paling lemah atau tidak terlalu kuat dan Pahlawan rank S adalah pahlawan yang kuat dan Pahlawan yang banyak berkonstribusi untuk negaranya.


Disetiap negara ada suatu organisasi pahlawan, dan organisasi itu mengumpulkan seluruh orang yang memiliki kekuatan untuk berkonstribusi melindungi negara dari serangan monster. Menjadi Pahlawan ini bisa juga disebut sebagai perkerjaan, di zaman ini Pahlawan yang berada di rank S akan hidup nyaman karena gaji yang didapatnya dari organisasi, kebalikan dari Pahlawan rank E yang hidup pas pas an.


"Ah iya...aku harus membayar biaya rumah sakit....semuanya akan kubayar termasuk biaya rumah sakit kakaknya Ryu." ucap Regina sambil berdiri dari kursinya yang ada di samping ranjang tempat adiknya berbaring.


Regina pun pergi ke lantai satu dan membayar tagihan rumah sakit milik adiknya, Ryu dan kakaknya Ryu di loket pembayaran. Uang milik Regina sangatlah banyak karena dia seorang Pahlawan rank S yang gaji setiap bulannya sangatlah banyak bahkan Regina mampu membeli rumah sakit yang ditempati adiknya ini jika dia mau.