
Enam Hari kemudian setelah kejadian hari itu kini tenda Perempuan dan laki laki terpisah para anak perempuan masih tidak mempercayai anggota laki laki selain itu mereka juga begitu waspada kepada mereka , selain itu beberapa hari ini hujan selalu turun semakin menyulitkan mereka bukan Hanya sulit membuat makanan dengan api unggun bahkan untuk mencari makanan pun susah , karna saat ini satu satunya memcari makanan dengan mudah itu dengan mengambil ikan yang ada di sungai mereka membuat jaring untuk mengambil ikan .
Sore itu Miki Memanggil Giant untuk membantunya mengambil ikan, Tak lama Suzune pun datang menghampirinya.
" Apa yang ingin kau bicarakan sampai kau menyuruhku datang kemari " Ucap Suzune
" disini tempatnya sangat aman apa aku boleh melihat kartu itu selama ini aku belum pernah melihat kartu itu seperti apa, aku takut apa yang ku lihat di tangan anak kelas A berbeda kartunya " Ucap Giant sembari memegang jaring untuk mengambil ikan.
" Apa kau yakin ingin melihatnya disini bagaimana kalau ada orang lain yang sampai melihatnya " Ucap Suzune sembari melihat ke sekelilingnya itu.
Disana memamg ada Miya dan juga beberapa orang lainnya , kemudian Suzund menunjukan Sedikit Kartu itu kepada Giant setelah Giant selesai melihatnya, Tiba tiba Sudo dan yang lain datang kesana.
" Wah kalian berdua mesra sekali sampai Giant sedang mencari ikan seperti itu kau temani Suzune " Ucap Sudo sembari tertawa.
Kemudian Sudo menaruh lumpur di rambut Suzune.
" Sepertinya sekarang Giant harus membersihkan rambutmu itu " Ucap Sudo.
Tangan Sudo yang masih memegang Pundak Suzune, Suzune pun lalu memegang tanganya itu kemudian ia membanting tubub Sudo.
" BRUKK!! "
" Aduhh " Ucap Sudo sembari memegangi punggungnya itu.
" Lain kali kalau berani seperti ini lagi akan ku hajar wajahmu itu " Ucap Suzune sembari berjalan pergi dari sana.
Suzune lalu membersihkan dirinya itu meskipun sebenarnya dia sedang tidak sehat tapi mau tidak mau ia pun harus mandi untuk membersihkan lumpur yang ada di kepalanya itu, Setelah Suzune selesai lalu kembali ke tempat Kemah sesampainya disana Suzune melihat ada keributan disana selain itu ada juga api .
" Ada apa Ini " Ucap Suzune
" Seseorang sudah membakar Buku yang di berikan oleh Guru Ibane " Ucap Saki
" Apa Kenapa bisa bukannya buku itu harus kita jaga baik baik dan juga selain buku itu tidak boleh di lihat oleh kelas lain kita juga harus mengembalikan buku itu setelah ujian ini selesai "
" Iya lalu untuk apa kita disini selama ini sia sia saja " Ucap Saki.
Suzune kemudian bertemu dengan Giant.
" Giant ada yang ingin aku bicarakan dengamu " Ucap Suzune
" Apa? ".
Suzune lalu memberitahu Giant kalau kartu itu hilang ketika ia mandi tadi.
" Bagaimana bisa " Ucap Giant
" Aku tidak tau sepertinya ada seseorang yang memgambilnya , kalau kartu itu sampai di tangan orang lain pemimpin ujian kali ini mereka akan tau siapa orangnya dan point yang susah payah kita cari akan hilang begitu saja " Ucap Suzune
" Sepertinya ada seseorang yang sudah merencakan semua ini dan rencana orang itu sepertinya berjalan dengan lancar " Ucap Giant
" Tapi aku curiga kepada Miya, mungkin saja ini masih rencana Ryuen " Ucap Suzune sembari melihat ke arah Miya.
Miya yang sudah di ketahui oleh Suzune ia pun segera belari meninggal mereka, Suzune pun tidak diam saja ia mengejar Miya selain itu hujan pun tiba tiba turun begitu deras , semua orang masih berusaha memadamkan api itu selain itu semua orang fokus kepada masalah kebakarannya buku itu mereka saling menunduh satu sama lain lagi seperti sebelumnya.
" Kalian ini bagaimana kenapa bisa buku ini terbakar, lalu untuk apa kita diam disini hah!! " Ucap Karui
" Aku suda muak denganmu kau selalu saja menuduh kami semua seolah olah kami yang sudah melakukannya " Ucap Sudo
" Iya lagian untuk apa kita membakar buku ini " Ucap maki
Di sisi lain Suzune masih mengejar Miya
" Sial di kondisiku saat ini aku tidak bisa mengejarnya " Ucap Suzune sedang yang mengejar Miya
Miya kemudian mengehentikan langkah kakinya itu.
" Heheh kenapa apa kau kelelahan? " Ucap Miya sembari tersenyum
" Ternyata selama ini dugaanku benar, kau lah yang sudah melakukan semua ini "
" Itu salah kalian sendiri kenapa kalian begitu mudah mempercayai musuh kalian sendiri " Ucap Miya sembari menunjukan kartu yang ia sudah ambil kepada Suzune.
" Kembalikan Kartu itu "
" Ambil sendiri jika kau benar benar menginginkannya kembali, aku ingin tau apa kau itu sama hebatnya dengan kakakmu " .
Miya lalu menyerang Suzune dengan memutarkan badanya itu sembari melepaskan tendangan ke arah wajah Suzune , Suzune masih bisa menahanya namun karna tendanganya begitu keras Suzune hampir saja terjatuh.
" Sial kenapa aku harus bertarung denganya di saat kondisiku seperti ini " ucap Suzune
Miya kembali menyerang Suzune , Pukulan demi pukulan Miya berikan kepada Suzune, Suzune sesekali mampu menahanya namun ia juga tidak bisa terus menahan pukulan Miya.
" BUKK!!! "
Miya berhasil memukul perut Suzune setelah itu Miya melepaskan tendanganya yang tepat mengenai wajah Suzune.
" Uupps maaf apa tendanganku itu mengotori wajah cantikumu " Ucap Miya
Suzune yang terjatuh pun kembali bangkit, ia kemudian kembali menyerang Miya , Suzune berhasil memukul wajah Miya namun sering kali Miya mampu menghindar atau menahan pukulan Suzune itu.
" Sayang sekali ternyata dugaanku kepadamu itu salah, kau sama sekali berbeda dengan kakakmu kau tidak ada apa apanya sama sekali " Ucap Miya sembari menahan pukulan Suzune
" Aku tidak punya banyak waktu lebih baik kita akhiri saja ini " Ucap Miya.
Miya lalu memukul perut Suzune dengan keras secara terus menerus kemudian ia berputar lalu menendang Kaki Suzune.
" BRUKK!! "
Suzune pun terjatuh tubuhnya yang semakin lemas dan pandangnya semakin kabur ia tidak bisa kembali bangkit atau mengehentikan Miya .
" Menyedihkan sekali, jangan bermimpi kau bisa mengalahkan kami " Ucap Miya sembari meninggalkan Suzune.
Hujan yang begitu deras semakin mengguyur seluruh Hutan, Suzune yang tidak bisa apa apa hanya tergulai lemah disana.
" Gi...Giant" Ucap Suzune sembari melihat Giant yang samar samar ada di hadapannya
" Sepertinya kau terlalu memaksakan diri dan kau juga selalu berjuang sendirian " Ucap Giant sembari berjongkok di hadapannya
" Kau tidak perlu bekerja keras sendirian kau mempunyai banyak teman untuk membantu semua beban yang ada di pundakmu itu " Ucap Giant.
Giant lalu mengangkat kepal Suzune dengan tanganya itu .
" Sebaiknya kau istirahat saja, sekarang biar urusanku " Ucap Giant.
Suzune tiba tiba tak sadarkan diri.