
Ketika Natan, Ryuga dan Giant sudah terjatuh seperti itu Goco lalu mengejek mereka dengan kata kata kalau mereka semua tidak ada apa apanya sama sekali , Goco trus mengeluarkan kata kata seperti itu kepada mereka namun Ryuga yang tidak tahan mendengarnya kembali bangkit untuk bertarung denganya namun hasilnya sama saja lagi lagi Ryuga terjatuh ketika merima serangan dari Goco.
Pras yang melihat teman temannya seperti itu bertarung sekuat tenaga Pras tidak bisa diam saja Pras mencoba kembali bangkit lalu tiba tiba Pras mengingat sesuatu tentang masalalunya bersama Nina.
Pras mengingat ketika dirinya dan Nina pulang bersama sewaktu Pras masih sekolah dulu , di perjalanan pulang mereka berdua saling bercerita satu sama lain.
Nina:" Wajahmu lagi lagi terluka seperti itu apa kau berkelahi lagi?
Pras:" Heheh tidak ini tadi aku tetjatuh ketika bermain baseball, aku terlalu fokus mengejar bola sampai aku tidak melihat jalannya ( Sambil tersenyum) .
di persimpangan ada sebuah kursi Nina lalu duduk disana setelah itu Nina menyuruh Pras berjongkok di hadapan mukannya.
Pras:" Mau apa?
Nina:" Sudah jongkok saja disini.
Pras pun lalu menuruti kata kata Nina itu setelah itu Nina lalu mengeluarkan plester dari kantungnya, Nina lalu membuka plaster itu , kemudian memasangnya di luka Pras.
Nina:" Kau ini selalu saja bilang seperti itu, aku tau luka ini kau dapat ketika berkelahi tadi kan
Pras:" Sepertinya dia memang mengetahuinya ( berbicara dalam hati)
Pras:" Aku minta maaf
Nina:" Tidak apa apa aku mengerti kalau Pras itu orang seperti apa, Pras itu sangat hebat dan kuat lagian kalau dia berkelahi pasti gara gara salah satu temannya terluka oleh orang lain.
Pras lalu menundukan kepalanya setelah Nina berbicara seperti itu.
Pras:" Aku hanya ingin menjaga orang orang yang dekat denganku aku tidak ingin mereka terluka atau apapun itu, Aku sering berkelahi bukan karena aku ingin menjadi orang hebat atau banyak di takuti orang lain.
Nina lalu memegang wajah Pras dengan kedua tangannya , ketika Pras melihat wajah Nina tiba tiba mata Pras mengeluarkan air mata.
Nina:" Kenapa kau menangis
Pras:" A....aku...
Nina:" Pras yang aku kenal tidak seperti ini dia begitu tangguh dan kuat dan juga dia begitu hebat tidak rapuh seperti ini
Pras:" A.....aku kalah ketika bertarung dengan orang itu aku tidak berguna aku tidak bisa membantu temanku , aku sendiri malah habis di hajar orang itu.
Nina lalu tersenyum.
Nina:" Tidak apa apa seorang super hero pun pernah kalah ketika bertarung dengan musuhnya, yang penting kau sudah berusaha sebisamu untuk membantu temanmu itu meskipun akhirnya seperti ini, Tapi meskipun begitu di mataku Pras tetaplah yang terhebat.
Mengingat hal tersebut Pras lalu tersenyum sebari berusaha untuk bangkit kembali.
Pras:" Nina sepertinya kau salah orang terhebat yang kau katakan itu lagi lagi seperti ini, lagi lagi dia rapuh dan lemah tapi kau benar berusaha lah dulu sekuat tenaga mu meskipun tidak tau akhirnya akan seperti apa yang penting sudah mau mencoba dan berusaha.
Pras lalu berlari menghampiri Goco, Pras lalu menendang Goco dengan keras sampai Goco hampir terjatuh.
Goco:" Hmmm .
Ryuga, Natan dan Giant melihat Pras sudah kembali bertarung dengan Goco mereka bertigapun lalu mencoba untuk membantunya.
Ryuga:" Akhirnya Pras kembali bangkit
Goco yang menerima serangan dari Pras lalu membersihkan bajunya yang kotor, Goco lalu menatap wajah Pras yang sudah babak belur itu , Pras dengan matanya yang sudah tertutup satu karna terkena pukulan keras dari Goco hanya menatap dingin.
Pras:" Ayo kita selesaikan pertarungan ini
Goco:" Apa aku tidak salah dengar?.
Pras lalu berjalan perlahan menghampiri Goco sebaliknya Goco pun begitu setelah sudah berdekatan Goco lalu melepaskan pukulannya tapi Pras bisa menghindari dari pukulan tersebut , Pras lalu menyerang balik Goco dengan memukul keras ke bagian tulang iganya tak sampai di situ saja Pras juga menendang dagu Goco menggunakan lututnya , darahpun keluar dari mulut Goco setelah Pras menendangannya, lalu tiba tiba serangan dari Giant Ryuga dan Natan pun datang, Goco yang tidak sadar dengan keberadaan mereka bertiga lalu menerima serangan dari mereka bertiga sampai pukulan keras Giant terkena ke wajahnya.
Goco yang merima serangan dari mereka bertiga, Goco pun terjatuh.
Goco:" SIALAANN!!!.
Goco yang tidak terima itu langsung menyerang balik mereka bereempat , Ryuji Rocky dan yang lain yang menyaksikan pertarungan itu hanya bisa diam karena mereka terkejut.
Rocky:' Apa seperti ini pertarungan orang orang yang kuat
Ryuji:" Kita kalau ikut bertarung hanya menjadi beban mereka saja.
Tiba tiba dari belakang muncul lah Uzaki, Rocky dan Ryuji yang terkejut karna Uzaki yang datang secara tiba tiba lalu Uzaki berbicara .
Uzaki:' Sialan mereka bereempat bertarung tanpa ku tidak bisa di biarkan aku datang kasini untuk menghabisi orang itu juga, Sialan setelah ini aku juga akan memberikan mereka pelajaran karna mereka bertarung tanpa aku.
Rocky dan Ryuji hanya diam saja mendengar Uzaki berbicara seperti itu, lalu Uzaki berlari untuk ikut bertarung melawan Goco, Goco yang tidak tahu kalau Uzaki sudah ada di sana lagi lagi terkena serangan dari Uzaki, Uzaki melompat lalu memukul wajah Goco.
Uzaki:" ARGHHHHH RASAKAN INI KEPARAT!!!!.
BUKKK!!!!!.
setelah selesai memukul Goco Uzaki lalu berbicara kepada keempat orang itu.
Uzaki:" Kalian bereempat kalian bisa bisanya bertarung tanpa mengajakku, dasar sialan kalian ini.
Pras dan yang lain hanya tersenyum ketika Uzaki berbicara seperti itu , kini mereka pun menjadi lima orang tapi meskipun begitu Goco tidak merasa takut sama sekali .
Goco:" SIALAN AKAN KU HABISI KALIAN SEMUA !!!!.
Goco yang sudah emosi lalu menyerang mereka berlima , meskipun Goco melawan lima orang dan sering menerima pukulan dari lawannya itu tapi pukulan keras Goco sesekali membuat mereka terjatuh ketika menerima pukulan darinya sampai satu ketika saat Giant mencoba untuk menyerang Goco namun serangan Goco lebih cepat dari Giant, tendangan keras Goco tepat mengenai kepala Giant dan Giant seketika terjatuh ketika menerima serangan itu.
BRUKK!!!!.
lalu saat Giant mencoba untuk kembali bangkit tiba tiba kepalanya terasa begitu sakit, Giant lalu memegang kepalanya itu dengan kedua tanganya sambil berlutut.
Giant:" Ada apa ini kenapa bisa seperti ini tidak biasanya seperti ini? ( berbicara dalam hati).
dan pandangan Giant pun seketika menjadi kabur.
Giant:" pandanganku juga kini menjadi kabur seperti ini ada apa ini??.
lalu Giant merasakan detak jantungnya berubah menjadi pelan, detak jantung Giant berdetak secara perlahan.
DEG........ DEG......
DEG.... DEG.....