From Zero To Hero

From Zero To Hero
Chapter 5 : Jurus Pertama



Sesampainya di lapangan di dekat rumahnya yang ada dipinggir kota, Ryu langsung mencari tempat yang teduh dan kebetulan di lapangan tempat biasanya anak anak bermain itu ada sebuah pohon yang bisa menjadi tempat untuk berteduh untuk Ryu.


"Jurus seperti apa yang harus kuciptakan ya..." Ryu bertanya tanya didalam hatinya.


Akhirnya Ryu terpikirkan sebuah komik yang pernah dibacanya dan komik itu cukup populer di kalangan masyarakat korea selatan. Di komik itu karakter utamanya membuat sebuah prajurit dengan kekuatannya, prajurit itu membantu nya dalam pertarungan dan karakter utamanya hanya berdiam diri melihat prajurit prajuritnya bertarung.


Tetapi dengan kekuatan Ryu yang sekarang, Ryu tidak akan bisa membuat prajurit yang banyak seperti prajurit prajurit yang dibuat oleh karakter utama didalam komik yang dibacanya itu. Ryu pun mencoba membuat sebuah prajurit yang akan membantunya bertarung seperti karakter utama didalam komik yang dibacanya itu.


Ryu mencoba membuat sesuatu yang akan menjadi prajuritnya, Ryu membayangkan sesuatu yang ada dipikirannya sehingga Ryu membuat sesuatu seperti yang ada dipikirannya menggunakan energi sihirnya itu. Beberapa kali Ryu mencoba membuat sesuatu yang akan menjadi prajuritnya tetapi semuanya gagal karena Ryu tidak memikirkan sesuatu yang luar biasa atau keren.


Ryu hanya memikirkan uang, uang koin dan roti lapis, benda benda itulah yang tercipta dari kekuatan sihir Ryu.


"Argh! Cobalah pikirkan sesuatu yang kuat, sesuatu yang bisa bertarung, dan sesuatu yang dapat melindungiku!" ucap Ryu didalam pikirannya dengan kesal.


Ryu akhirnya memikirkan sesuatu yang diingatnya tentang seseorang yang ditemuinya di alam bawah sadarnya kemarin yaitu Dreqiri. Ryu sebenarnya tidak akan pernah melupakan wujud dari Dreqiri tapi sayangnya setelah keluar dari alam bawah sadarnya itu Ryu menjadi lupa tentang wujud yang sebenarnya dari Dreqiri.


Ryu pun mengingat yang bisa diingatnya dari wujud Dreqiri, Ryu membutuhkan sesuatu yang kuat untuk menjadi prajuritnya, Ryu berpikir bahwa Dreqiri itu sangat cocok untuk menjadi prajuritnya karena Dreqiri itu tampak seperti sosok yang sangat kuat dan menyeramkan. Ryu mengingat, mengingat dan terus mengingat wujud dari Dreqiri, meskipun tidak bisa mengingat wujud asli Dreqiri, Ryu berhasil membuat sesuatu yang diingatnya tentang Dreqiri walaupun jauh dari kata mirip tetapi, itulah yang bisa diingat oleh Ryu.


Prajurit yang diciptakan Ryu itu memiliki dua tanduk dikeningnya, mata yang tajam, dan tubuh yang gagah seperti Ksatria pada zaman dahulu, dan seluruh tubuh prajurit itu berwarna hitam pekat, warna itu terbuat dari atribut Ryu yaitu atribut kegelapan. Pada dasarnya atribut Ryu saat dikeluarkan berwarna ungu gelap dan saat dibuat Ryu menjadi prajuritnya menggunakan kekuatan sihirnya yang bernama Shape, prajurit itu berwarna hitam pekat.


"Keren..." ucap Ryu dengan nada pelan sambil terpana melihat prajurit yang diciptakannya.


Karena banyak percobaan Ryu tadi banyak yang gagal dan disetiap percobaan yang gagal itu menguras setidaknya sebagian besar energi sihir milik Ryu, Ryu pun akhirnya berhasil di percobaan kali ini. Ryu ingin mengingat bentuk dari prajurit yang dibuatnya ini sehingga memunculkan prajurit itu menjadi skill atau jurus pertamanya.


Ada dua hal lagi yang harus di perhatikan Ryu dalam membuat jurus yaitu, memberi nama dan memberi mantra.


"Aku akan memberi nama jurus ini Shape Of Demon King. Aku memberi nama itu karena prajurit yang kuciptakan ini seperti raja iblis yang ada di novel maupun di komik." ucap Ryu.


"Dan mantra nya adalah...Bentuklah! Ya itu, mudah, singkat, dan gampang diucap. Jadi setiap aku bilang Bentuklah! maka prajuritku yang satu ini akan muncul oh iya aku akan menamakan prajurit ku yang satu ini dengan nama Dekiri" ucap Ryu.


"Sudah jelas. Nama jurus ini Shape Of Demon King, mantranya Bentuklah!, dan nama prajurit pertamaku ini Dekiri! sudah, Jika aku sudah bisa menampung energi sihir lebih banyak, aku akan membuat skill seperti ini lagi." Ryu berkata sambil menghilangkan prajurti ciptaanya.


Ryu masih memiliki sedikit energi sihir, jadi dia ingin mempraktekkan ulang jurus yang sudah dibuatnya itu.


"Shape Of Demon King, Dekiri, Bentuklah!" ucap Ryu dengan keras sambil menggenggam tangannya.


Energi sihir berwarna hitam muncul dari bawah telapak kaki Ryu dan bayangan itu akan membentuk prajurit yang tadi dibuat oleh Ryu yaitu Dekiri. Angin berhembus kencang ke arah ke arah prajurti yang masih dalam proses pembentukkan didepan Ryu, daun daun berguguran dari atas ke bawah hawa yang tadi panas sekarang menjadi dingin.


"Berhasil! Baiklah, aku telah berhasil sepenuhnya menciptakan jurus pertamaku, sekarang energi sihirku telah habis jadi Dekiri akan terpaksa menghilang karena aku tidak ada lagi energi. Aku masih belum tahu tentang penggunaan energi untuk memunculkan Dekiri ini, apakah setiap detik atau setiap saat akan mengurangi sedikit demi sedikit energi sihirku? Kalau begitu itu akan sangat boros." jelas Ryu dan Dekiri pun menghilang karena energi sihir Ryu tinggal sedikit.


"Kalau tidak salah, saat aku memunculkan Dekiri aku tidak merasa bahwa energi sihirku berkurang, tapi ngomong ngomong tubuhku sedikit lemas karena aku kehabisan energi sihir. Aku harus menyerapnya dulu dengan cara bermeditasi." ucap Ryu sambil bergerak duduk dan bersila dibawah pohon yang ada dilapangan itu.


Beberapa menit kemudian, energi sihir Ryu pun berhasil terisi penuh, dan Ryu pun berdiri dengan segar.


"Tolong! Tolong aku!" suara teriak histeris seorang gadis muda meminta tolong.


Sumber suara itu tidak jauh dari tempat Ryu berlatih saat ini, dan suara meminta tolong itu muncul karena ada penyerangan dari seekor monster, itu bisa ditebak oleh Ryu, selain suara teriakan gadis itu Ryu mendengar suara auman seekor monster. Dapat dipastikan bahwa monster itu hanya berjumlah satu ekor, dengan kemampuan Ryu saat ini seharusnya Ryu mampu menghadapi monster itu sendirian.


"Suara itu? Aku harus menolongnya!" Ryu berkata dan Ryu langsung berlari kencang menuju ke arah sumber suara tersebut.


Serangan monster itu terjadi di sekitar wilayah tempat tinggal Ryu dipinggir kota, butuh waktu agar berita penyerangan ini terdengar sampai ke pahlawan yang ada di pusat kota sana.


"Groargh!" auman monster bertaring panjang, berbadan besar sebesar dua orang dewasa, jari kuku panjang dan tajam dan mata merah menyalanya memporak porandakan rumah rumah penduduk yang ada disekitarnya, untung saja kerusakannya tidak cukup parah.


"Aku akan mencoba kemampuan ku" batin Ryu saat dia sudah sampai ditempat kejadian dan sekarang ini Ryu sudah memperhatikan gerakan monster itu.


"Apa kau seorang Pahlawan? Cepat bunuh monster itu!?" gadis yang tadi meminta tolong berlari ke arah Ryu dengan kencang, dapat dipastikan bahwa suara gadis itu sama seperti suara yang meminta tolong tadi.


Ryu mengangguk pelan dengan ucapan gadis itu, Ryu pun menyuruh gadis itu pergi meninggalkan tempat kejadian. Warga yang tidak berkerja berkeluaran dari rumah mereka karena mereka mengetahui bahwa ada serangan dari seekor monster. Suasana pun menjadi panik dan tak terarahkan, warga setempat berlari kocar kacir meninggalkan tempat tinggal mereka.


"Monster ini muncul dari mana? Kenapa tiba tiba ada disini...sungguh aneh." Ryu bertanya didalam hatinya dengan perasaan bingung.


Monster itu menyadari keberadaan Ryu setelah warga yang tinggal di kawasan ini berlari menjauh darinya. Monster itu pun berlari ke arah Ryu, Ryu berusaha membuat jarak dengan monster itu agar dia bisa memunculkan prajuritnya yang merupakan jurus pertamanya.


"Bentuklah!" teriak Ryu mengucapkan mantra jurusnya sambil berlari menjauh dari monster yang mengerjarnya saat ini.


Dekiri pun terbentuk, Ryu berhenti berlari karena jarak sedekat itu cukup baginya untuk bertarung. Monster yang mengejar Ryu pun ikut berhenti dan terlihat dia sedang memperhatikan prajurit yang diciptakan Ryu saat ini.


"Groargh!" auman monster itu terdengar sangat marah dan monster itu pun berlari ke arah prajurit ciptaan Ryu itu dan berniat menyerangnya.


"Gawat! Dekiri awas!" teriak Ryu kepada prajurit ciptaannya sendiri.


Dekiri merespon perkataan Ryu dan Dekiri pun menghindari serangan dari monster itu. Dekiri merespon perkataan Ryu karena dia adalah prajurit ciptaannya Ryu, tidak ada prajurit yang tidak akan menuruti perkataan majikan atau rajanya. Respon dari Dekiri adalah HIDDEN PASIF dari kekuatan sihir Shape yang tidak ada dipikiran Ryu saat dia menerima kekuatan yang diberi oleh Dreqiri padanya, karena itu bersifat HIDDEN atau tersembunyi.