Foreign Place

Foreign Place
Cave



   Saat mendarat ternyata pendaratan mereka tidak terlalu mulus, semuanya terjatuh kesakitan layaknya tertindih barang berat namun tidak membuat mereka terluka parah hanya pincang sedikit itu pun masi bisa meneruskan perjalanan. 


“Syukurlah”. ucap Ella yang masih berada di atas pangkuan Putra


Ella pun tidak sadar karena posisinya masih di punggung Putra, perlahan Ella memperbaiki posisi menjadi disebelah Putra


"Kamu baik-baik aja?" Tanya Ella kepada Putra sambil membantu posisi duduk Putra


Putra pun menatap Ella telebih dahulu


"Kamu nggk kenapa-kenapa?" Tanya balik kepada Ella


Ella menunjukkan ekspresi bingung kepada Putra


"Ko nanya balik put?"


Putra pun menunjukkan ekspresi tenangnya kepada Ella


"Aku nggak apa-apa El, tenang nggk usah mikirin kondisi aku, aku kebal"


Ella pun menunjukkan ekspresi lega kepada Putra


Tidak lupa Ella menanyakan kondisi rekan-rekanya


"Bagus deh, gimana kalian baik-baik aja?" Tanya Ella kepada semua rekannya


"Aku baik-baik aja El" *Saburu Sabara*


"Baik El" * *Frederica*


“Mmm..” *Deden*


"Aku sakit pinggang El" *Denis*


Semua anggota menjawab berbeda-beda


"Okay , kita diam dulu disini sebentar, dan aku ingin kalian mendekati posisi ku, ada yang harus kita bicarakan"


Semua melingkar, menghadap kepada Ella


"Pertama aku nggak menyangka kita sekarang didalam tanah atau gua ini,


Kedua aku nggak ngerti kenapa disini banyak batu yang bercahaya,


Ketiga aku nggak tau, arah jalan selanjutnya gimana, maka dari itu aku butuh bantuan kalian semua, aku ingin kalian semua punya jalan nya masing-masing, jangan andelin orang itu itu aja"


Ucap Ella tanpa nada marah


Semua rekan terdiam


Kemudian Denis menjawab pernyataan Ella


"El, aku mau jawab yang kedua"


"Silahkan" sambil menengok Denis


"Batu bercahaya ini karena ada energi fosfor, dan yang aku tau, kalo disini banyak batu bercahaya katanya semakin kita melanjutnya perjalanannya makan semakin indah sampai jalan keluar"


Semua terdiam


Sabara pun menjawab pernyataan Denis pula


"Jalan keluar nya memang menuju ke arah tujuan kita"


Denis menjawab sambil melamun


"Justru itu aku takut salah kalau kita malah memilih jalan keluar yang salah"


"Ha?? Maksudmu apasi?? Ko jadi kayak 2 jalan gitu?" Ujar Sabara sambil nyolot kebingungan


"Memang dua jalan, kita harus memilih yang benar" ucap Denis sambil menatap semua rekan


Semua anggota pun terdiam


Kemudian Deden akhirnya mengeluarkan pendapat


"Menurutku jika kita salah tujuan tak apa"


Kemudian Aulia langsung nyolot menjawab Deden


"Hey, aku ingin pulang, bahkan bukan aku aja yang ingin pulang, emang kamu nggk ngerasain apa? Semakin hari kita dikejar sama hal-hal aneh, bikin IQ tinggi iya, tapi bikin kita gila iya" ucap Aulia sambil menunjukkan ekspresi marah


"Aku setuju sama Aul" ucap Frederica


Akhirnya Ella angkat bicara


"Okey aku paham" ucap Putra yang selalu tiba - tiba setelah Ella


"Okey gimana menurut kamu put?" Ucap Sabara kepada Putra


"Seperti yang dikatakan Ella, kita harus beristirahat dulu disini, esoknya kita melanjutkan perjalanan" ucap Putra sambil mengambil posisi untuk tidur


Semua terdiam


"Bukankah kalian manusia yang rasa penasaran nya tingkat tinggi?" Ucap Putra


Semua masi terdiam


"Ayolah setelah perjalanan ini, rasa penyesalan kalian akan terbayar, maka dari itu ,sekarang kita harus beristirahat" ucap Putra yang sudah mengambil posisi tidur


Semua pun akhirnya merasakan ketenangan, akhirnya mereka semua tidak mengeluh


"Put makasih ya" ucap Ella yang di pinggir Putra


"Kamu ga usah sungkan-sungkan kepadaku  El" ucap Putra sambil menoleh kepada Ella


"Kenapa?"


"Entahlah, tapi aku hanya ingin membantumu dan lagi aku akan sangat senang bila kita keluar dari masalah ini bersama-sama membawa perasaan yang bahagia" ucap Putra.


"Maksudnya?" Ujar Ella


"Mungkin aku belum bisa mengatakanya kali ini" gumam Putra


"Apa kamu tadi berbicara put?"


“Mmm..tidak tidak mari kita membantu yang lain”


“Baik..!”


Ella dan Putra pun tersenyum


*Sepertinya mereka cukup bersenang-senang ya saat ini” gumam frederica*


"Aku harap kalian masi bisa makan dan jangan lupa untuk persiapan besok" ucap Ella kepada semua rekannya


"Baik El" semua serentak menjawab


Ella pun mengambil posisi tidur


Semua rekan mengambil posisi sejajar, agar ketika bangun nanti tidak ada yang merasakan kehilangan beban


Ella yang dari kemarin selalu dipinggir Putra, sehingga semua Rekan merasakan adanya pembimbing seperti orang tua.


"Mimpi indah El" ucap Putra yang di pinggir Ella namun tidak menoleh kepada Ella


"Mimpi indah juga put" ucap Ella sambil tersenyum


Akhirnya kondisi gua dalam tanah hening , beserta dengan batu bercahaya sehingga percadangan cahaya masi aman.


-------------------------------


Pagi pun tiba namun kondisi dalam tanah tidak terlihat sinar mentarii, mereka mengetahui pagi dari jam tangan nya masing masing


"Makanlah 1 atau 2 roti kalian" ucap Ella kepada semua rekan


"Okey El" serentak menjawab


Waktu yang dihabiskan untuk mereka sarapan hanya 5 menit, selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan


"Liat peta El!" Ucap Deden kepada Ella


"Kita berjalan dengan santai okey, tinggal lurus" ucap Ella


"Nggk akan ada apa - apa nih? Ujar saburu


"Tenang, ini lokasi yang aman" ucap Ella


"Nanti juga nemuin hal yang aneh ko" ucap Deden


"Den jangan dulu ngomong gitu" ucap Ella


Perjalanan pun masi berlanjut, keajaiban pun datang di perjalanan mata mereka dimanjakan oleh pemandangan bawah tanah yang begitu banyak energi fosfor, padahal hanya batu tetapi entah kenapa sangat indah


Tiba-tiba Deden mengucapkan sesuatu yang membuat perjalanan Ella terhenti


"In.. Ini tidak mungkin kan? Ini kita semua sudah tertipu..!! ".