
Saat Ella menumpahkan spirtus ke api unggun, api nya semakin membesar dan tentunya semakin hangat untuk mereka berdua, seperti yang diharapkan oleh putra, keadaan seperti ini harus hangat, agar semuanya terlihat nyaman.
"Udah aja El segitu" ucap putra sambil memberikan tutup botol spirtus kepada Ella
"Benerkan cukup?" sambil menutup botol spirtus.
"Cukup"
"Baguslah" ucap Ella sambil mengambil posisi duduk kembali.
"Membuat kita hangat itu sudah lebih dari cukup" ucap Putra sambil memperhartikan langit.
"Kamu ngomong apa put?" Ujar Ella sambil melihat raut wajah Putra yang me merah.
"Eh ngg..nggk, tadi aku mimpi sambil membuka mata" ucap Putra sambil tersipu malu
"Haha, kata-kata kamu kayak si Aul, makin sini makin aneh" ucap Ella sambil tertawa kecil
"Jadi lebay gitu ya?" Ujar putra
"haha..Iya"
dengan lancangnya Ella sambil tersenyum, Putra pun ikut tersenyum
"Btw kamu ngantuk ga?" Ujar Putra kepada Ella
"Ngantuk si, tapi gimana lagi" Ella dengan nada yang sedikit resah.
"Bigfoot posisinya sedang jauh, dan api unggun ini pun sudah sangat terang, jadi aku kira , bigfoot tidak akan datang sampai pukul 6"
"Kamu yakin itu put" ujar Ella yang bingung
"Yakin tenang saja, percayakan ini padaku!"
"Bergantian nggk nih?" Ujar Ella yang sudah memahami penjelasan Putra
"Bebas, pokokya kalo kamu mau tidur ya tidur aja El" ucap putra sambil tersenyum
Ella pun tidak banyak tanya, karena jika diteruskan, takutnya akan ada kesalah pahaman dihati Ella, Karena kondisi mereka sedang diluar dugaan, lebih tepatnya Ella memilih waktu yang tepat untuk meneruskan hal seperti itu.
Terlelap sudah Ella dengan mimpinya, putra pun menyusul untuk tertidur, tentunya posisi tidur Putra jaga jarak dengan Ella .
5 jam sudah mereka tertidur, tiba-tiba alarm pada jam tangan Putra berbunyi, dan Putra pun terbangun, ketika Putra melihat ke arah Ella, tangan Putra yang sebelah kanan seperti memegang tangan Ella yang kiri tetapi tidak erat, namun dapat dirasakan bagaimana raut tangan Ella.
Putra pun langsung tersadar dan langsung mengambil posisi duduk
"Kenapa aku seperti ini?, Tapi, syukurlah Ella belum menyadari nya"
Putra pun langsung membangunkan Ella dengan sopan nya, sehingga membuat Ella terbangun dengan santai.
"Tepat bahkan, jarum panjangnya sudah sampai angka 12" ucap Putra sambil mengambil posisi berdiri
"Waw, on time banget kamu put" ucap Ella dengan nada mengejek.
"Kamu mengejekku ya?"
"Hehe..Kali-kali put"
Mereka berdua pun langsung meghampiri tenda untuk membangunkan rekannya
"Bangun semua" ucap Ella dengan santai namun membuat semua rekannya terkaget
"Basuh muka kalian, kita sarapan diperjalanan, sebentar lagi waktunya Bigfoot ingin diperhatikan oleh kita" ucap Putra sambil membantu rekan-rekannya bangun
Semua rekan pun mengikuti perintah mereka berdua hingga akhirnya diperjalanan berjalan lancar
"Gimana kondisi kamu ul" ucap Ella kepada Aulia
"Udah baikkan, liat El aku udh senyum ceria gini" ucap Aulia sambil memasang raut wajah yang ceria
"Syukurlah" ucap Ella sambil mengambil posisi Kembali kedepan
Selama diperjalanan terasa semuanya lancar tidak ada guncangan sama sekali, makanya tidak heran mereka semua seperti bahagia saat diperjalanan, namun tidak bagi si kembar Saburu dan Sabara merasakan hal yang aneh
"El, kita nggk salah jalan kan?" Ucap Sabara sambil menghampiri Ella
"Aku pikir tidak, karena dari tadi kita lurus kan sesuai petunjuk"
Saburu dan Sabara pun langsung Tatap
"Sepertinya kita semua memang benar el memilih jalan lurus, tapi" ucap Saburu sambil ketakutan
"Tapi apa?" Ucap Ella langsung terdiam
"Kita terbawa kabut, jadinya kita tidak tau ini sudah dimana" ucap Saburu yang semakin ketakutan
"Coba liat peta kembali" ucap Sabara kepada Ella
Ella pun langsung membuka peta
Tanpa disangka, Ella pun akhirnya kaget
"Astaga" ucap Ella dengan kencang sehingga membuat perjalanan menjadi hening
"Lokasi kita yang sekarang tidak ada di peta" ucap Ella sambil memasang wajah kaget dan bingung
Sehingga membuat semua rekan kembali panik ketakutan.