
“Tidak..apa-apa..aku hanya kurang tidur..mari...kita..lanjutkan..rencana..yang.kemarin..yeaa” Jawab Sabara dengan semangat tetapi masih terlihat lemas.
“Kau istirahat saja, perjalanan kita akan lebih sulit untuk kedepannya. Oke?
“T..tapi”
“Tidak ada tapi-tapi, pokoknya kau harus istirahat oke?. Biar hal ini diurus olehku saja”
“B..baiklah”
Setelah mendengar hal itu Sabara kembali menuju tendanya.
“Syuu..syuuu apa ada yang terjadi antara kamu dan Denis?” Tanya Aulia Sambil menggoda Sabara.
“B..bukan urusanmu!” Ujar Sabara menyangkal
“Tidak..tidak karena kita ini teman hal yang seharusnya dilakukan adalah merayakannya” Ucap Aulia dengan nada bersemangat.
“Suka-suka kamu saja aku akan istirahat, Oke”
“Baiklah kau istirahat saja biar aku yang memasak hari ini seperti shogeki no shuuma, Huehehe”
“Baik-baik Selamat malam”
Satu jam telah berlalu, disamping Sabara yang kelelahan karena dengkuran Aulia semalam Denis serta yang lainnya telah mengumpulkan semua bahan dan alat yang direncanakan oleh mereka semalam.
“K..kkkalian tidak apa tidak terlalu berlebihan mengambil sesuatu? S..Sedangkan lihat ikannya hanya..(Melihat dengan kecewa)...Hanya ⅛ dari kayu dan air yang kalian bawa” Tanya Aulia terkejut melihat semua yang dibawa ke-3 nya
“Berlebihan? Apa iya berlebihan Saburu?” Tanya Denis kepada Saburu.
“Sepertinya ikannya kurang aku akan ambilkan lagi, Den aku pinjam kail pancingnya oke?
“...”
Saburu berlari membawa kail pancing yang dibawa Deden dengan semangat.
“Tetapi sepertinya ini terlalu berlebihan -_-” Gumam Aul.
“Oh iya, Ngomong-ngomong bagaimana soal keadaan Sabara?”
“Dia.. ada di tenda sedang tidur sudah sejak kalian pergi, aku akan mengurus ini kau jaga Sabara sana” Ucap Aul Menepuk-nepuk pundak Sabara seperti memberikan kode.
“Oke..Oke aku mengerti”
Denis pun mengikuti suruhan Aul untuk menjaga Sabara. Ketika Denis pergi hanya ada tersisa 2 orang disana yaitu Deden dan Aul. Sesaat Deden akan berjalan kembali ke tendanya tiba-tiba Deden merasakan hawa mengerikan yang membuat bulu kuduknya merinding, ketika ia hendak membalikan badannya, ia langsung melihat hawa mengerikan itu berasal dari Aul.
“Huehehehe..De..denn kau mau pergi kemana? Kauh harus bantu aku” Ucap Aulia dengan nada menyeramkan selagi menyeringai.
“Ti..ti..tidakkk!!”
Aul langsung menyeret Deden untuk membantunya.
----------------------------------------------------------------------
Sejuknya angin sepoi-sepoi di daerah pegunungan suku ini membuat Ella ingat dengan kampung halamannya, dimana ia adalah seorang anak perempuan dari penjual tanaman obat terlaris di dunia. Mereka memasok beraneka ragam tanaman obat kepada rumah sakit di seluruh dunia, sehingga membuat Ella tertarik pada tanaman obat.
“Put”
“Ada apa?”
“Mungkin disini kita bisa menemukan tanaman langka yang tidak bisa ditemukan didunia sebelumnya”
“Bisa saja bila kau berkata begitu, karena dunia ini memang aneh, walaupun terlihat kuno tatanannya tidak sama dengan bumi apalagi ada sesuatu yang mirip dengan sihir di dunia ini”
“Dan lagi, obat yang mereka berikan kepada kita aku belum pernah melihatnya, oleh karena hal itu mungkin aku akan membawa banyak saat kembali ke dunia kita..Hahah” Ucap Ella dengan semangat.
“Jika kau berkata seperti itu aku akan membantumu membawanya” Ucap Putra dengan wajah tersenyum.
*meow* *meow*
“Kau dengar sesuatu Put?”
“Ya aku mendengarnya, itu suara kucing”
*Celingak* *Celinguk*
“Tidak ada, apa dia ingin kita mencarinya?”
“Yah mungkin saja seekor kucing kesepian ingin bermain petak umpet dengan kita”
*Siapa yang kau panggil kesepian? *nyaw*
“Suaranya berasal dari atas”
Mereka melihat ada sesuatu yang bertengger diatas dahan pohon. Warnanya putih bercampur dengan warna oranye.
*Apa yang akan kau berikan ketika aku sudah dibawah?”
“Apa semua kucing di dunia ini sangat sombong?”
*Dasar manusia jelek kau tidak ada apa-apanya disini”
“J..jelek kau bilang? Kemarilah kau dasar kucing sialan” Ujar Putra kesal.
Ella tiba-tiba berbisik kepada Putra.
“Sudah-sudah Putra mungkin saja kita akan mendapatkan petunjuk selanjutnya jadi kumohon, tahan emosimu ya?”
“Yasudah ini demi kebaikan kita semua”
“Hei kucing kau kumaafkan”
*Maaf? aku tidak butuh permintaan maafmu dasar manusia jelek*
“...”
Putra sangat kesal, tetapi setelah apa yang Ella katakan kepadanya membuat Putra harus bersikap tenang dan menerimanya.
“Sudah-sudah jadi apa yang kau minta kucing kecil?”
*Itu mudah, kau bawakan aku bunga spider lily dan aku akan menjawab pertanyaanmu*
“Spider Lily, kalo tidak salah aku membawanya, tapi aku lupa bahwa bunga itu disimpan di tasku sejak insiden itu aku tidak membawa apa-apa. Bodohnya diriku” Gumam Ella kesal terhadap diri sendiri.
“Jadi dimana kita bisa mendapatkannya?” Tanya Putra.
*Bunga itu ada di lembah kematian. Tepatnya dekat dengan puncak gunung yang ada disana* Kucing itu menunjuk gunung yang menjulang tinggi.
*Jika kau tak sanggup, ada satu cara lain yaitu dengan cara mengambilnya di tempat kepala desa yang kau tinggali*
*Jika tidak ada sesuatu penting aku akan mengabaikannya, sudah sana pergi pergi* Ucap kucing itu mengusir Ella dan Putra.
Mereka bergerak kembali menuju desa yang mereka tempati sementara, di perjalan mereka berbincang soal yang dikatakan kucing itu..
“Aku tak habis pikir oleh kucing itu. Dasar keparat kecil itu memerintah dan mengusir kita, setelah ku dapatkan bunga itu aku akan mendorong nya dari dahan itu”
“Sudah-sudah Putra kau tidak perlu emosi seperti itu, mungkin jika kita mendapatkan bunga itu kita akan mendapat benefit”
“Mana bisa aku tidak emosi, dia tiba-tiba memanggilku jelek. Kan kau tahu aku tampan benar kan Ella”
“Iya iya kau tampan dan aku menyukainya”
“Terima kasih Ella kau memang bidadariku”
Author : Sepertinya otak Putra sedang konslet mohon dimaafkan.
----------------------------------------------------------------------
*Kalian makanan sudah siap!*
Teriak Aulia kepada teman-temannya.
“Sabara..sabara bangun”
“Tidak..tunggu aku 5 menit lagi”
“Jika kau tidak bangun sekarang aku akan menggendongmu keluar”
“Ya..itu lebih baik gendong aku keluar..hehe”
“Baik jika kau yang meminta”
Denis mulai menggendong Sabara yang sedang tertidur, seketika matanya membuka dan sedikit berteriak”
“Waaa..kau apa yang kau lakukan?”
“Seperti suruhanmu aku akan menggendongmu layaknya tuan putri, apa aku salah?”
“T..tidak hanya saja..terserah kau saja”
“Baik, mari kita makan”
Mereka menuju Aulia, ketika ia berada diluar mereka melihat ketiga temannya sedang berselisih dengan seseorang. Orang itu menggunakan jubah layaknya pengikut sekte.Seketika orang itu membuka jubahnya dan………
Berlanjut untuk hari selanjutnya ^^
"Tunggu-tunggu apa maksudmu Author? Ini kan sedang seru-seru nya! "
"Hoho tidak semudah itu leguso, kita lanjutkan di 2 hari kedepan oke 👌"