
"Ada apa kalian?" ucap Ella.
Saburu pun mendekati Ella dan berbisik di telinganya.
"Kayaknya dia liat sesuatu, untuk sekarang biarkan saja."
Ella pun paham apa yang di ucapkan saburu. Setelah itu Ella membantu Aulia kedalam tenda dan menyuruhnya istirahat. Dan waktu pun berlalu hingga pagi tiba.
-------------------------------------------------------------
Keheningan pagi tanpa ada satu ayam pun berkokok menemani kelompok ella. Ella yang sedang mempersiapkan makanan
" Huaa..."
" Ohh Put kamu sudah bangun? " ucap Ella.
" Jam berapa ini kira-kira Ella? "
" Hmm. brp ya aku ga bawa jam sih, tumben kamu gabawa jam put?
" Keselip di tas kayaknya". Putra sambil menyeringai
"ohh gitu, bentar".
Ella pun mengeluarkan selembar kertas dan bolpoin dari tasnya, kemudian ia memberdirikan satu bolpennya setelah itu ia menggambar ulang melalui sudut bayangannya.
" Menurut ini kira-kira baru jam 8 " Sebut Ella.
" Kok kamu bisa tau? pake cara apaan? jangan-jangan kamu.."
" Oh itu.. iya tadi tuh aku pake cara zaman kuno mesir, jadi 5000-6000 tahun yang lalu penduduk atau masyarakat mesir itu pake obelisk untuk mengetahui waktunya. tapi karena aku ga ada obelisk jadi aku pake kertas sama bolpen buat nentuin bayangannya"
" Ohh aku inget itu. yauda aku siap-siap dulu, tujuan kita masih agak jauh. Ella kasih tau yang lain untuk siap-siap dan membereskan tendanya."
Ella pun menuju tenda teman-temannya dan memberitahu mereka untuk segera bergegas.
-------------------------------------------------------------
Setelah itu Ella dan teman-temannya melanjutkan perjalanannya. Belum setengah jalan Ella dan teman-temannya di kejutkan oleh suara aneh di kesunyian hutan belantara itu. Suara itu menggema di sekitar hutan itu seperti raungan mahluk lain yang sedang bersaut-sautan.
*RrrrrRrrrrrRrrrrrrrrrrr*
" Suara apa itu? ". ucap Ella.
" Apa coba kita ikutin suaranya?". Ujar Deden yang penasaran sambil mencari arah raungan tersebut.
"Sebentar-sebentar apa kalian sudah punya rencana? mungkin akan ada sesuatu yang berbahaya dapat merugikan kita nanti nya! ". Ujar putra
" Hahaha, gitu aja takut...". Saburu dengan nada sembari mengejek.
"sstttt uda kamu jadi benteng aja jangan lupa janji kamu".
*Sabara pun menginjak kaki Saburu*
" Awww aww..apasih kamu tuh".
" Jangan banyakan bercanda kamu tuh!!! ".
" Udaa-uda kalian jangan ber.. (Rrrr) ".
Suara hentakan kaki memotong percakapan putra dan teman-temannya mereka semua panik dan langsung membelakangi pepohonan yang cukup besar. Tetapi Ella malah melihat tanaman yang belum ia lihat sebelumnya karena tertarik raut wajah Ella terlihat sangat terpukau, tetapi putra yang hendak akan bersembunyi tertahan karena Ella.
" El.. Ell...Ella.." Dengan nada yang sedikit keras.
Ella sama sekali tidak mendengarnya, ella masih terfokus oleh tanaman itu. Dengan terpaksa putra harus memutar balik arah menuju Ella. Setelah sampai putra pun langsung menarik Ella dan mencari tempat perlindungan terdekat. Tiba-tiba Ada sesuatu muncul dibalik pohon-pohon rindang itu. Mahluk berkaki besar tetapi badannya tinggi dan kurus.
" Astagfirullah apa itu.."
Mereka komat-kamit karena terkaget-kaget.
" Ema..Tulungannn ieu sukuna...m... b...g..." Ucap Deden sambil mulut nya dibungkam oleh Frederica
Putra langsung memberi kode tangan kepada teman-temannya untuk menunduk. Tak lama kemudian monster berkaki besar itu kembali ke jalan yang ia lalui.
"hmmm.. Sepertinya sudah dimulai". Gumam Frederica
"Apa kau mengucapkan sesuatu?" Tanya deden.
"mmm...tidak mungkin perasaanmu saja."
Putra memberikan kode bahwa sudah aman dan meminta untuk berkumpul kembali.
"Oke apa ada diantara kalian yang terluka?" Tanya putra cemas.
*sepertinya tidak* ujar semua
"Baguslah..untuk Ella kamu jangan seperti itu lagi, cukup berbahaya jika kamu tertangkap basah oleh monster seperti itu, bisa saja kamu di koyak habis."
"Ahhh iya maafkan aku soal itu, Ntah kenapa didaerah ini ada bunga spider lily jadinya aku sedikit terbawa suasana oleh keindahanya. Tapi ini cukup menarik ditempat seperti ini bisa tumbuh tumbuhan ini."
"Yasudah untuk kali ini kita bergegas sebelum monster itu berbalik".
*Yess Sirrr* semua berteriak.