
Mereka pun menuju pohon itu yang cukup besar itu.
"Apa cuman aku doang ya, yang berfikir kalo kita kesini lupa mau ngapain" ucap Aulia sambil melihat sekitar
"Rasanya ingin nangis " ucap Denis sambil bersendu - sendu.
Deden pun saat mendengar obrolan tersebut langsung terdiam dan langsung mengambil posisi duduk.
"Tamatlah sudah si Putra dan Ella " ucap Deden dalam hati
Aulia pun melihat raut wajah Deden yang terlihat sedang berpikir langsung ditanya.
"Kamu mau ga jadi leader kita untuk saat ini?" Ujar Aulia kepada Deden
"Terserah" ucap Deden
Denis pun langsung menoleh ke arah Deden
"Kamu memimpin den, aku tau kamu punya strategi sekarang " ucap Denis yang begitu yakin kepada Deden
Deden pun menatap sinis kepada Denis karena dia paling tidak suka kepada orang yang merepotkan.
"Iya aku memang punya ide, terus kenapa?" Ucap Deden
"Ya kamu obrolin lah ke kita" ucap Denis
"Kalo kamu gak bisa menyampaikannya, lebih baik kita cari sendiri dan kamu lebih baik berpetualang sendiri". ucap Saburu yang tiba - tiba ikut ambil bicara.
"Aku gak segitunya kali, aku cuman lagi lelah, tunggu 2 menit nanti aku akan sampaikan bagaimana rencanaku berjalan" ucap Deden yang sambil mengambil tempat minum
Mereka pun menunggu selama 2 menit
"Pertama kita cari Ella, karena si Ella ini yang tau semua tujuan kita ke hutan ini"
"Terus apa lagi? Ujar Denis
"Sekarang kita balik lagi ke tempat akar yang sangat merepotkan itu" ucap Deden
"Maksud kamu balik ketempatlumpur hisap itu? Ujar Aulia kepada Deden
"Iya itu" ucap Deden
"Gimana caranya?" Ujar Denis
"Hadeuh, kalian pernah nonton Harry Potter yang pertama ga? Ujar Deden sambil melihat seluruh wajah rekannya
"Oh iya aku tau, yang Ron Weasley kejebak di akar hisap kan" ucap Aulia yang semangat
"Iya itu, makanya kalo kamu sampai repot masuk ke dalam tanah keterlaluan namanya" ucap Deden sambil menunjuk tangan kepada Aulia
"Biasa aja kali" ucap Aulia
"Oh jadi kita harus tenang saat di hisap oleh akar? Agar kita tidak merasa sakit apa - apa kan?" Ujar Denis
"Yap bener" ucap Deden yang langsung mengambil posisi berdiri
"Yauda, ayo kita jemput Ella"
Mereka semua pun mengangguk dan akhirnya mereka memulai perjalan dengan arah memutar balik
Ella POV
*Dug*
Bunyi badan Ella saat mendarat di bawah tanah
"Aduh sakit ,menyebalkan sekali" ucap Ella sambil kebingungan di tempat gelap
Otomatis Ella mengambil senter di sakunya
Dan ternyata tempatnya kecil sehingga jika Ella meneruskan berjalan maka dia harus jongkok
"Sungguh menyiksa" ucap Ella dalam hati
"Tidak dimana ada kesulitan pasti selalu ada kemudahan" ucap Ella dalam hati dan dia langsung melanjutkan perjalan dibawah tanah sambil jongkok
"Kalo ada putra disini, mungkin dia akan senang karena saat ini aku menemukan jalan yang sulit sehingga dia akan tertantang untuk melindungi ku, aku rindu Putra" ucap Ella dalam hati yang dari tadi berjalan jongkok
Dan setelah beberapa menit Ella berjalan jongkok ternyata tempat itu akhirnya ada celah yang saat Ella menengok ke arah atas , ternyata tinggi nya 75 meter
"Hutan ini sungguh aneh, di bawah tanah saja sampai setinggi ini" ucap Ella
Ella pun langsung mengambil posisi berdiri
Saat Ella berjalan , Ella menyadari menginjak sesuatu seperti kaca yang membuat Ella heran.
"Tunggu, perasaan tempat ini semuanya adalah berisi akar" ucap Ella dalam hati ,karena instingnya ia langsung menghindar dari injakan nya itu.
Tiba - tiba saat Ella menghindar dari injakan nya , cahaya biru langsung muncul di hadapannya dan terbentuk lah seperti petunjuk jalan yang diliputi cahaya biru.
Ella pun langsung mengikuti arah tersebut
Beberapa menit Ella memberhentikan perjalanannya karena cahaya biru sudah menghilang
"Kemana?" Ujar Ella dalam hati
Dan tiba - tiba di depan mata Ella terbuka cahaya biru dari dinding yang sangat terang sekali sehingga membuat Ella menutup matanya. Cahaya biru itu menutup sekitar Ella dengan api bening biru. Sehingga membuat Ella kaget
"Hey, ada apa ini?" Ujar Ella sambil berteriak.
"Wah wah wah ternyata tamu kita adalah perempuan " suara perempuan menggaung dari permukaan
"Dimana kamu berdiri?" Ujar Ella sambil berteriak
"Aku tidak terlihat, makanya suara ku seperti ini" ucap si misterius itu
"Baiklah, boleh kamu jelaskan aku sedang berada dimana"
"Kamu sedang berada di inti hutan ini, namun tempat ini sudah cukup lama ditinggalkan oleh orang-orang yang menyembah ku disini". ucap si misterius.
"Inti hutan ?" Ujar Ella
"Iya, sepertinya kamu mengira aku orang jahat, dilihat dari pemikiran mu" ucap si misterius
Ella pun terdiam
"Baiklah, tanpa basa - basi, mungkin cerminku akan membantumu"
Dinding pun terbagi dua, untuk memperlihatkan cermin yang besar.
Cermin itu menggambarkan ketidak tenangan Ella terhadap rekan - rekannya yang menghilang, saat Ella melihat satu per satu, rekan Ella ada yang tergeletak di atas tanah, ada yang menggantung di atas pohon dan ada juga yang mengapung di air.
Sehingga membuat Ella menangis
"Ini adalah rasa yang selama ini membuat kamu tidak tenang? Ujar si misterius
"Benar" jawab Ella sambil menangis
Kemudian cermin itu mengganti tampilan, menjadi tampilan yang menggambarkan putra yang sedang tergelatak di suatu rumah ,tetapi ntah rumah siapa.
"Orang itu sangat menyangimu" ucap si misterius
"Apakah begitu? Walaupun aku selalu merepotkan dia apa dia masih menyayangiku? " jawab Ella yang akhirnya dia mengakui ditempat itu
"Tetapi sayang , nyawa dia menyedihkan"
Ella pun terdiam dan bersedih
"Apakah kamu merasakan ada seseorang yang akan datang kesini?" Tanya si misterius.
"Ntahlah, teman - temanku yang masih diketahui hidup tidak tau dimana”.
"Coba kamu lihat cermin"
Ella pun menengok cermin
Dan cermin itu menggambarkan rekan - rekan Ella yang akan menjemput Ella di bawah tanah. Terlihat mereka memasuki akar hisap dan mereka menutup mulut agar tidak panik
"Apakah kamu ingin berdiam terus disini?" Ujar si misterius
"Tidak ,aku ingin menemuii mereka "
"Benar sekali tindakanmu, namun kamu harus mengatakan" lepaskan terlebih dahulu, karena ini adalah portal gaib"
Ella pun kaget
"Baiklah , lepaskan" ucap Ella lembut
Kemudian api biru bening itu memudar
"Terimakasih " ucap Ella sambil tersenyum
"Cepat lah selamatkan rekan - rekan mu, kali ini mereka benar - benar akan mendapatkan bahaya dan kalian harus cukup berhati-hati dan tidak boleh lengah". ucap si misterius dengan tegas.
Sehingga membuat Ella bingung dan kaget, padahal Ella baru keluar dari zona tetapi dia langsung mendapatkan masalah
Ella pun langsung berlari sekencan-kencangnya untuk menghampiri rekan-rekannya yang akan menyusul ke tempat Ella terhisap.