
“Mungkin saja yang kamu katakan sebelumnya itu benar, untuk saat ini kita harus selalu waspada. Apapun yang terjadi aku akan melindungimu”
"Ahaha kamu ini bisa aja, Put.. Lepaskan, ayo kita kembali ke tempat dimana ada pohon besar tadi. Tapi kamu berjalan di belakangku, boleh?"
“Tentu saja!”
Putra dan Ella berjalan kembali menuju temannya, terlihat teman-temannya sangat cemas akan Ella.
“Elllaaa...aku khawatir banget tau ga?” Cemas Sabara.sambil memeluk Ella.
“Ahaha..maaf ya aku sedikit egois sebelumnya dan membuat kalian semua khawatir”
“Tidak apa-apa kan kita teman dan lagi kita harus bekerja sama” Ucap Denis.
“Jadi bagaimana soal dia ?”
“Yahh kau tau sendiri lah orang itu, untuk sekarang mungkin dia punya tujuan sendiri” Ucap Aulia.
Tiba-tiba saja Deden seperti mendapat suatu pencerahan.
“Teman-temann..!!!”
“Kamu gausa teriak-teriak!” dibungkam langsung oleh Sabara.
“Maaf, kita masuk ke topic nya. Aku dapat sebuah petunjuk sepertinya ini petunjuk pertama untuk mengarahkan kita. Kalian ayo ikuti aku!”.
“Baiklah kalau begitu, kalian semua siap-siap kita berangkat!!” Ucap Putra.
Denis sedikit meragukan kata-kata denden sebelumnya mungkin memang karena sedikit tidak masuk akal apalagi bagaimana orang bisa melihat gambaran sebegitu jelasnya. Denis pun mencoba untuk sedikit bertanya pada deden.
"Den apa benar kamu melihat suatu gambaran puzzle pertama disekitar sini? " Ucap Denis
"Entahlah tapi intuisi ku menunjukkannya di sekitar sini. Kenapa apa kamu capek? ".
"Ngga cuma aku cukup penasaran..."
Kalimat nya terpotong oleh suara teriakan monyet-monyet yang ada di belakang mereka.
Waaaqq...Waaaqq...
"Suara apa itu ?" Ucap Ella yang mencari sumber suara.
"Sepertinya kita sudah sampai, dan yang seharusnya kita lakukan adalah...Lariii" Ucap Deden berlari meninggalkan teman-temannya
"Tunggu den. Dia lari kenceng banget, Ayo kita ikutin deden cepat!"
Mereka semua berlarian entah apa yang ada di depan mereka. Mereka semua mengikuti larinya deden hingga mereka terhenti oleh
jalanan berpasir hisap. Dimana mereka mempunyai waktu yang sedikit untuk melewatinya.
"Gila...gila gimana cara kita lewat ini ?" ujar Aulia
Mereka semua panik dan bingung
"Sepertinya kita sudah dapat clue pertama untuk ini" Ucap Deden
"Hmm...Biarkan aku sedikit berpikir" Ujar putra
"Jangan lama-lama put suaranya makin dekat" Ucap aulia yang semakin panik.
Putra melihat ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
"Sepertinya dahan itu cukup kuat untuk menopang tubuh sepertinya bisa di pakai. Jarak Pasir ini juga hanya 10m Tapi apa mereka
cukup berani untuk melakukannya? Ini pilihan yang sulit, kemungkiknan kita berhasil mungkin hanya 20%, tetapi biasanya orang
yang sedang terdesak biasanya mereka melakukan apapun dengan baik." Ucap dalam batin putra
"Ayo Cepat put itu monyet semakin mendekat!" Ucap aul.
"Oke dengar kita punya chance 20%, yang punya barang yang aku sebutin coba keluarin, Rope & Pengait Kait Mountaineering"
"Entah untuk apa awalnya, tapi aku membawanya" Ucap Saburu.
"Oke cepat keluarkan saja, Denis aku butuh bantuan tenaga mu tolong kaitkan ini ke dahan yang aku tujukan"
"Ayee Sir."
*Cluk* *Sreet*
"Sepertinya sudah cukup kuat, selanjutnya si kembar, kalian bisa melakukannya kan ?"
"Serahkan pada kami"
Saburu dan Sabara terlihat tidak kesulitan melewati itu dan sampai dengan selamat.
"Guud job, selanjutnya ella kamu gausa takut oke"
"Ummm, ngga kok tenang aja"
Ella menarik tambang dan siap untuk lompatan mengayun, tetapi lompatan dia tidak sampai dan malah berhenti di tengah-tengah
pasir hisap itu, semua panik, mereka tidak bisa melakukan apapun. Tiba - tiba denis melompat dengan jauh dan membantu ella
mengayunkan tali nya, hingga sampai dengan selamat. Mereka yang di seberang melambaikan tangannya menyuruh mereka untuk
cepat-cepat karena para monyet sudah mendekati mereka.
"Oke Den cepat ini giliran mu, aku akan mengalihkan perhatiannya."
Tanpa pikir panjang Deden hanya mengangguk dan langsung pergi meninggalkan putra.
*POV Putra*
"Okay this my turn, and it's show time!"
*POV Author*
"Den putra kok ga dateng-dateng?" tanya Ella.
Deden hanya terdiam membisu diantara teman-temannya.
"Kamu ga bohong kan? kamu ninggalin putra. Mungkin ini salahku yang hanya membuang-buang waktu di tengah sana. Andaikan
aku bisa melewatinya dengan cepat mungkin putra tidak mengorbankan dirinya."
"Sudahlah Ella mungkin ini keputusan yang dia pilih, kesempatan untuk selamat juga mungkin ada, percayakan saja kepada
putra. Kan kamu tau kalo putra tidak selamah itu, tidak usah menyalahkan dirimu ." Ucap Saburu.
"Yup benar mungkin saja dia seperti karakter utama dalam anime yang bisa melakukan apapun." Ujar Aul menenangkan suasana.
"Dihh apasih unam anim mulu" Celetuk Sabara.
"Yeuu Biarin, Iriii bilang boss."
"Yasuda maafkan aku teman-teman aku sudah cukup banyak merepotkan kalian." Ucap Ella
"No,no,no kata maaf kita disini bersama pulang juga harus bersama okay" Ujar Saburu.
"Baiklah ! mari kita lanjutkan perjalanan kita! ".