
Mereka berjalan untuk menjauhi daerah yang di lalui oleh bigfoot itu. Putra menghampiri Ella dan bertanya.
"El, apa itu yang diliat sama aulia ya?"
Ella pun langsung menoleh kepada Putra
"Sepertinya bukan put"
Putra pun langsung menunjukan ekspresi bingung kepada Ella
"Terus, sosok apa yang dilihat oleh Aulia"
Ella pun langsung menjawab karena keberadaan kami oleh mahluk aneh itu hampir ketauan
"Sosoknya itu kurang lebih seperti Saburu".
*Putra pun sedikit kaget*
"Hmm..Jadi mahkluk disini pun bisa menyerupai Kita"
"Jelas, mungkin saja orang-orang yang menghilang di hutan ini disebabkan alien yang mengkonversikan diri mereka menjadi kita" ujar Ella sambil melihat sekitar.
"Tekutuklah kita..! bila itu terjadi mungkin manusia bisa musnah" ucap Putra sambil memegang kepala.
"Ahahah..kamu ini lucu, aku hanya bercanda jangan dibawa serius lagian masih belum ada bukti yang kuat bila alien muncul haha!"
"Ahhh iya. tenang saja aku akan melindungi semuanya!!!" Ujar putra sambil berteriak.
Ella pun langsung memperhartikan ekspresi Putra yang sedang bersemangat dengan tertawa kecilnya. Kami pun meneruskan perjalanan tanpa memakai jalur yang sudah kita tandai di homebase sebelumnya. yang jelas lokasi untuk ketempat tujuan semakin jauh, tetapi untuk keamanan teman-teman, kami memilih jalur yang sedikit jauh. Diperjalan kami semua terdiam, saling memperhartikan satu sama lain.Dan setelah sekitar 10km dari tempat insiden kami pun beristirahat dulu, kabar baik saat kita beristirahat adalah, kondisi Aulia sudah amat membaik, Saburu pun ikut senang. Denis pun langsung menghampiri Aulia dan Saburu.
"Jadi gimana kondisi mu?" Tanya Denis kepada Aulia
*Aulia terdiam dahulu* "mmm..lumayan" "Kamu sepertinya mulai amnesia" ucap Denis sambil tertawa.
*Aulia menunjukkan ekspresi bingung*
"Emm..Emang nama kamu siapa?" "Tuh kan bener amnesia" ucap Denis sambil tertawa dengan suara keras, yang membuat Ella agak kesal.
"Denis pelankan sedikit suara mu! Ini masih kawasan mahluk besar itu tau!"
"Iya El maaf-maaf". ucap Denis sambil mengambil posisi duduk.
Istirahat selama 1 jam membuat kami merasa lebih cukup, maka dari itu kami melanjutkan perjalanan. Masih dengan keadaan hening dan tertib dengan keadaan sehat. Padahal baru beberapa menit kami berjalan tiba-tiba terdengar suara teriakan mahluk besar itu, Ella pun langsung kaget.
"Mahkluk besar itu bangun kembali"
Deden pun langsung menoleh kepada Ella
"El mahkluk besar itu namanya Big foot"
Padahal situasi sedang tidak baik, tetapi Deden masih bersikap tenang
"Den bisa nggk kasih taunya jangan sekarang, lihat rekan-rekan mu. Deden pun langsung melihat ke semua anggota, dan ekspresi mereka semua ketakutan Frederica yang dari tadi menyimak akhirnya angkat bicara.
"Okey, akhirnya aku tau namanya, (sambil membuka buku bacaannya) mahluk ini serupa dengan yeti menghuni hutan-hutan didaerah barat daya pasifik Amerika utara pada abad-19 berbentuk seperti kera dan tidak ada spesifikasi lainnya."
"Hmmm ini lebih rumit dari yang kubayangkan" Ujar ella
*Semua anggota pun langsung mempertimbangkan Opini Frederica*
"Sepertinya itu bagus. Kita pertama cari tempat dulu yang agak luas, dan langsung membuat api unggun yang besar, sehingga bigfoot tidak mungkin mendekati kita"
*Semua anggota pun menjawab serentak*
"Setuju"
Matahari yang sudah mulai tenggelam membuat kita sedikit panik dan bergegas menuju tempat tersebut. Tak lama kemudian sampailah dimana tempat yang sudah direncanakan dan bergegas untuk mengatur tenda untuk istirahat dan membuat api unggun yang agak besar. Setelah mengatur itu semua ada sedikit suara diarah selatan atau jalan yang kita lalui sebelumnya.
*RrrrrrrrrrrRRrrrrrR*
"Ell...Ella aku ingin pingsan lagi" ucap Aulia lemas.
"Denis gendong Aulia cepat ketempat yang aman" ucap Ella sambil memegang fire gun untuk membuat api
*Denis pun langsung membawa Aulia*
Api yang dibuat belum cukup besar teman-teman kepanikan
"Cepattt..kalian semua kita masih kekurangan kayu bakarnya!!!"
"Ayolah sedikit lagi, Ibu aku tidak ingin mati disini" gumam Saburu sambil membawa kayu bakar.
*RRRRRRRRrrRRRrrRRR*
"Jarak bigfoot itu 20 meter dari kita kalian semangat!!!, kita tidak akan mati sebelum mendapatkan hasil!". Putra memberi semangat.
"Bissmillah...bissmmilllah...ya tuhan dekat banget" Deden yang cemas
"10 meter Ayo ayooo...!!!"
Bigfoot yang hampir menghampiri mereka ketakutan terhadap api yang mereka nyalakan, Bigfoot tersebut kembali ketempat asalnya.
"Finnalyyyyy...gila gila itu deket banget, itu rasa ekstrim yang berlebih dari bunge jumping Wahahaha" Ucap Putra
"Untunglah" Ujar deden sembari sujud sukur. "Oke kalian istirahatlah hari ini aku yang jaga, siapa lagi yang mau jaga??"
Putra pun langsung menghampiri Ella
"Aku el"
"Okay yang lain masuk tenda" ucap Ella
sambil memimpin Saat semua rekan memasuki tenda, Ella dan Putra bagi-bagi tugas dan sambil duduk di pinggir api unggun yang hangat. Tidak terasa obrolan pembagian tugas sudah selesai akhirnya Putra pun ingin mulai mengobrol banyak dengan Ella, karena Ella selalu serius, tetapi Putra juga ingin menghibur Ella.
"El?" Ucap Putra sambil menatap Ella
"Iya..kenapa?"
Sambil menoleh Putra Padahal Putra belum memulai obrolannya, tetapi kejadian yang lebih berat terjadi lagi, saat Ella menjawah iya, terdengar seperti gemuruh, Ella dan Putra melihat ke sekeliling dan menghampiri sumber suara itu tak lama kemudian mereka kaget.
"Ternyata ini adalah tempat tinggal bigfoot..! " ucap Putra yang sangat ketakutan.