Foreign Place

Foreign Place
Clue



"apakah ini sebuah petunjuk pertama?" tanya Ella pada dirinya sendiri


Ella pun langsung berdiri dan langsung memastikan suara tersebut, saat Ella berdiri lagi-lagi Putra mengikuti Ella.


"Kamu mau mau kemana El?" Ujar Putra yang dibelakang Ella


Ella pun kaget dan langsung menengok kebelakang


"Kamu ngga tidur ?" Ujar Ella


"Mmm, aku gak bisa tidur, jadi aku tadi liat kamu beridiri hehe" ucap Putra


"Ohh gitu"


Ella pun langsung mencari sumber suara


"Eh El tunggu, nyari apaan sih kamu?"


"Kamu gak denger emang?"


"Suara? Suara apa ?"


Ella pun terkejut karena Putra tak mendengar apa-apa.


Ella pun terdiam


"Hey, jawab El"


"Masa kamu ga denger, suara nya tuh seperti wanita paruh baya".


"Masa sih?"


"Mungkin Itu bisa jadi petunjuk, tapi kalo kamu ngikutin Deden mungkin beda lagi ceritanya nya".


"El dari awal juga aku percaya sama kamu kok"


"Baguslah, kalo gitu kita cari sumber suara tadi, put ikuti aku".


"Okay" ucap Putra sambil menghampiri Ella


Mereka berdua pun akhirnya mencari dengan keadaan hening karena takut membangunkan rekan-rekannya


Dan saat mencari sumber suara, Putra tiba-tiba ingin mengobrol


"El?"


"Iya?"


"Sepertinya kamu sama misi ini berkaitan deh"


"Eum, gimana maksudnya?"


"Kayaknya misi ini berhubungan sama kamu, ntah apa tapi ini cukup berkaitan"


Ella pun tersenyum


"Aku pun merasa seperti itu put"


"Tapi?" Ujar Putra


"Tidak ada kata tapi, namun suatu saat nanti aku pasti akan menyesal saat mengikuti ini"


"Menyesal?"


"Kamu tidak akan mengerti put "


Suara itu pun akhirnya datang kembali dan bukan hanya Ella yang mendengar.


"kalian jangan terlalu lama dalam daerah ini, dah berhati hatilah dengan teman kalian"


"Tuh ada"


"Cari put"


Saat Ella berjalan ternyata suara itu ada di dekat sungai


"Put ternyata disana" sambil menunjuk sungai


Mereka berdua pun akhirnya berlari ke arah sungai


"Disebelah mana El?"


"Sepertinya di tanah yang sedang aku injak"


"Ha??? Coba gali" ucap Putra yang selalu mengerti Ella


  Mereka berdua pun akhirnya menggali tanah yang di injak oleh Ella.


  Suara tersebut semakin kencang di dengar


"Put sebenernya kamu ngerti gak sih, yang di omongin sama suara ini" ucap Ella sambil menggali.


"Aku tidak terlalu paham, tapi El mungkin ini yang kamu maksud"


"Yang aku jelasin kapan, orang pedalaman ini bakal mengusir kita?"


"Bukan, Sebe;i,mya saat kita lagi jalan kamu bilang "suatu saat aku akanl menyesal".


Ntah kenapa tiba-tiba Ella memikirkan Putra mati tapi Ella tidak mengungkapkan isi pikirannya itu dan Ella yang sedang menggali tiba-tiba keluar air mata


Ella pun terdiam dan Putra pun melihat wajah Ella yang yang tampangnya sedih dan keluar air mata dari mata kanan nya dan disusul oleh mata kiri nya


"El? Perjalanan kita belum berakhir, kamu jangan dulu nangis" ucap Putra


Ella masih terdiam


“Kenapa aku tiba-tiba menangis? Apa ada kaitanya aku dengan daerah ini?” Ucah dalam hati ella.


"Apapun yang terjadi aku siap melindungi mu El" ucap Putra sambil mengusap air mata Ella yang sebelumnya dia mengelap tangannya di bajunya sendiri


"Ahh iya, maaf maaf aku terbawa suasana,Ayo put gali"


"Nah seperti itu El" ucap Putra sambil tersenyum


10 menit mereka menggali akhirnya mereka menemukan radio yang tertimbun tanah dan ternyata dari situ sumber suara tadi.


*Bzz..Bzz..Bzz*


"Oh rupanya kamu membawa teman ya"


Ella pun kaget, suara tadi berubah pembicaraannya , Ella pun menjawab  radio rusak tersebut 


"Sebenarnya apa yang aku lakukan dengan teman - temanku "


"Teman? Kalian hanya berdua jadi kalian saja yang ingin melanjutkan misi ini?"


"Misi? Misi apa? Jelaskan lah apa maksud dari semua ini! " paksa Ella


"Baiklah, coba kalian berdua lihat ke depan yang ada pohon besar tepatnya depan kalian sekali " ucap radio rusak itu.


Mereka pun langsung menengok ke depan


"Coba kalian hampiri, dan salah satu dari kalian coba sentuh pohonnya"


Mereka berdua pun menghampiri pohon tersebut dan Putra menyuruh Ella untuk memegang pohonnya


Ella pun melakukannya.


Dan akhirnya terbuka lah dari balik pohon tersebut yang mana itu  puzzle yang belum selesai di susun, ukuran cukup besar sekali.


"Apa ini?" Ucap Ella


"Coba kamu susun, maka misi selanjutnya akan bisa kamu jalani"


"Aku bantu El" ucap Putra


Ella pun mengangguk


Mereka berdua menyelesaikan puzzle dalam 20 menit tanpa bicara hanya kebingungan saat dilakukan.


Dan akhirnya puzzle tersebut tersusun dan ternyata gambar utuhnya adalah pohon tersebut.


Tiba-tiba pohon tersebut bergetar dan ternyata terbuka lah suatu gerbang.


"Untuk kalian berdua coba masuk sekarang kedalam gerbang ini"


"Tunggu..Aku akan panggil teman-temanku terlebih dahulu" ucap Ella.


"Tidak bisa, bukanya sudah kuberitahu pada kalian berdua?" Ucap si bambu


"Tunggu El, kamu tunggu di gerbang ini, aku akan panggil mereka langsung kesini"


"Tapi put"


"Tenang, Aku bisa lari dengan cepat dan pasti bisa membawa mereka kesini, percaya saja padaku El"


Ella pun langsung mengangguk


Dan Putra langsung berlari secepat-cepatnya


"Sudah aku bilang,hanya kalian berdua" ucap radio rusak itu.


"Tidak!" jawab Ella sambil membantah tegas.


"Terserahlah, maka kamu harus siap apa yang akan terjadi selanjutnya! ".


"Kenapa kamu ada? Aku kan tidak mengundangmu"


"Aku memang tidak diundang, tapi aku penghuni hutan ini dan tugasku adalah memberi petunjuk saat ada manusia memasuki kawasan ini dan kamu adalah manusia yang tidak patuh "


"Berisik!" Bantah Ella


Gerbang pun tiba-tiba akan tertutup dan Ella langsung berteriak


"Putra, cepattt gerbang nya akan ditutup" Ella berusaha berteriak sekencang kencang nya


Belum ada respon sama sekali dari rekannya ,Ella semakin panik dan tiba-tiba si bambu tersebut yang tadinya menyala jadi redup.


Ella pun berteriak kembali karena gerbang nya akan tertutup.


*Putraaa!!!*


Dan saat gerbang akan tertutup akhirnya mereka semua datang dengan cepat dan langsung masuk kedalam gerbang nya.


"Maaf aku membuat kamu panik El, Jadi apa yang harus kita lakukan setelah ini ?”.