
Ternyata isinya tak sebanding dengan yang ia pikirkan..
"Ko jadi gini?" Kebingungan putra dalam benaknya
Tiba-tiba Denis bangun dari tidurnya dan langsung membuat kaget Putra
"Woy" sambil menepuk punggung Putra
"Eh kampret" Putra tiba - tiba latah
"Lagi nemun apa" ujar Denis
"Ini batu cahaya dari tempat awal?"
"Coba aku liat" ucap Denis
Putra pun langsung memberikan batunya kepada Denis
"Keren banget" ucap Denis
"Kalo ada si Deden, pasti dia ngomong "ini tipuan" nyinyirnya Putra membuat Denis tertawa kecil
"Jangan gitu la hahahaa" ucap Denis
Kemudian saat Putra dan Denis sedang asyik bercanda, mereka berdua mendengar suara kucing
*Meong*
"eh ada kucing" kaget Putra
"Ditempat ini ada kucing, baru tau kalo kucing ada yang tinggal dihutan. Hmm.. mungkin macan kali ya?" Ujar Denis
"Mana ada suara macan meow..meow "
Beberapa menit kemudian Ella terbangun, karena dia mendengar suara kucing
" *Huaa*..Apa tadi kalian dengar sesuatu seperti kucing?". Tanya Ella.
"Iya denger" ucap Putra
*Meongg*
"Tuh ada lag, ini siluman kali ya? " ucap Denis
"Uda Kita ikutin aja suaranya yuk" ujar Ella
Putra dan Denis akhirnya mengangguk
"Sambil mendekati suara, Putra mengemukakan pendapat
"Apa kucing itu sedang kesakitan, makanya menghampiri manusia atau apa memang pemilik gubuk ini memiliki kucing?" Tanya Putra.
"Bisa jadi" ucap Denis
"Aku nggk tau" ucap Ella
Kemudian suara kucing menjadi menjauh
*Meong*
"Hmmm..suara nya seperti terdengar didekat sini" Ujar Putra
"Ikuti saja dulu" ucap Ella
2 menit mengitari gubuk tidak ketemu dengan kucing tersebut
Kemudian suara kucing tersebut mendekat lagi
"Meong"
"Dipinggir aku kayaknya" ucap Denis sambil menengok ke arah kanan " 1 2 3 baaa"
“Ehh..kosong ternyata”
"Luar gubuk coba kita tengok dulu" ucap Ella
Mereka bertiga akhirnya keluar dan langsung mencari suara si kucing
"Meong..meong" ucap Ella agar si kucing tersebut mendekat
"Meong" suara tersebut ada di atas gubuk
"El naik kepunggungku saja" tawar Putra
"Baiklah" ucap Ella
"Apa aku harus selalu melihat hal manis ini setiap hari?" Ujar Denis yang kesal melihat mereka berdua selalu mesra
"Ng..ngomong apa si kamu!". ucap Ella dengan muka yang sedikit memerah
"haha..Ngawur kamu" ucap Putra
Yang Ella lihat hanya sebuah ular yang berada di atap tersebut
Ularnya tidak terlalu besar, namun lendir nya sedang banyak
Ular tersebut seperti sedang mengkloning dirinya jadi seperti tidak sadar
"Put,Put... turunkan aku cepat put " histeris Ella
"Eh ko ketakutan gitu si,ada apa ?" ucap Putra sambil menurunkan Ella
“Uda cepat turunkan saja aku!”
"Ada kucingnya" ujar Denis
"Bukan..Bukan kucing tapi ular" ucap Ella
"Eh?" Putra dan Denis menjawab serentak
"Kucing jadi-jadian kah?" Ucap Denis
"Bukan ,coba kalian lihat" ucap Ella
Akhirnya mereka berdua melihat si ular tersebut
"Tapi sedang tidak sadarkan diri" ucap Putra
"Iya, kita harus pindah " ucap Denis
"Belum ada petunjuk" ucap Ella
Kemudian dari belakang ada suara kucing tersebut
"Meong"
"Aku harap ini memang benar-benar ada dibelakang kucing nya" ucap Ella
"Kita tengok bersama -sama" ucap Putra
Ella dan Denis menengok
"1 2 3 baaa"
Ternyata kucing tersebut benar ada dibelakang mereka warnanya hitam ,kucing tersebut sedang menjilat-jilat tangan nya
"Lucu juga ni kucing" ucap Denis.
Ella pun langsung membawa nya dan langsung memasuki gubuk kembali
"Strategi selanjutnya mau gimana El?" Ujar Putra
"Sampai ketujuan, kita ikutin arah kucing ini berjalan" ucap Ella
"Baiklah"
Ella pun langsung membangunkan rekan-rekannya
Saat mereka terbangun , ekspresi mereka semua bingung karena melihat kucing yang sedang di gendong Ella
"Kucing dari mana itu?" Ucap Sabara
"Awas loh itu kayaknya bigfoot tapi berubah jadi kucing" ucap Aulia yang selalu berkhayal
"Jangan ngawur kamu" ucap Denis
"Kamu jadi tadi ngawur loh" ucap Putra kepada Denis
"Ya maap" ucap Denis
"Kita segera bergegas kembali, karena di atas atap ada ular yang sedang mengkloning diri" ucap Ella
"Klonning?, Hey ini bukan jurus Naruto kan??" Ujar Sabara
"Aku kan sudah pernah bilang ,kita memasuki hutan yang serba ada" ucap Ella
Semua pun langsung saling melihat
"Diperjalanan, kita ikuti kucing ini yang sedang berjalan "
"Kamu tau dari mana ,kucing tersebut adalah petunjuk kita" ujar Saburu
"Ntahlah, instingku, tapi aku yakin" ucap Ella yang membuat semua anggota yakin kembali untuk melanjutkan perjalanan
"Siap" semua serentak menjawab
"Lucu sekali mengikuti petunjuk kucing" ucap Deden
Mereka semua pun akhirnya bergegas untuk melanjutkan perjalanan.