
"Put, sepertinya aku akan bertanya kepada kepala daerah"
"Kau tidak akan bisa!"
"Tapi apa kau ingin pergi ke puncak itu?"
"..."
Putra terdiam dan memikirkan resiko yang mereka hadapi selanjutnya.
Hmmm..situasi seperti membingungkan, Jika Ella meminta hal itu kepada kepala desa apakah akan ada resiko?
resiko yang kita dapat tidak memudahkan situasi kita, dari letak strategis itu sendiri mereka adalah sebuah anggota.
Jika kita menuju puncak mungkin masih bisa selamat.
"Begini El, mungkin kita harus kepuncak gunung dari pada mencurinya"
"Tapi kita tidak akan mencuri, aku akan bertanya pada kepala desa!"
"Mau mencari atau bertanya dengan baik mungkin itu berharga untuk mereka, bisa saja mereka berubah pandangan pada kita"
"Memang..."
"Jadi kita akan menuju puncak itu bagaimana pun caranya"
"Baik aku setuju jika alasanmu begitu, bagaimanapun juga, kita harus kembali pada teman-teman"
"Tenang saja kau bisa percaya padaku" Ucap Putra mengelus kepala Ella.
"Untuk saat ini kau istirahat dulu El, besok kita akan melakukan perjalanan"
"Baiklah, tapi aku akan berpamitan sebelum itu ok"
"Apapun yang kamu katakan, aku akan menemanimu, udah gih sana tidur"
Ella pun menuju kamar untuk beristirahat untuk perjalanan esok hari. Tidak dengan Putra, ia memikirkan rencana selanjutnya.
Di kesunyian malam, dengan pemikiran yang seadanya mengenai tempat ini Putra bimbang untuk memilih.
"Jadi apa yang harus kulakukan? kami hanya sedikit membawa persediaan, terlebih kita tidak tahu area yang selanjutnya kita
hadapi, *huft* Dilema" Gumam Putra.
"Walaupun begitu manusia tidak akan kehabisan akal jika saat keadaan genting, apapun yang terjadi pasti ada jalan, sesulit apapun itu!"
Putra memberi stimulasi semangat dengan segelas air yang sudah disiapkan sebelumnya, hingga terbit fajar Putra memikirkan rencana itu.
"*fiuh* Kelar juga"
Ella berjalan dari kamarnya.
"Pagi put" sambil menggesek kedua kelopak matanya.
"Pagi juga, kemarilah aku punya berita bagus" Putra tersenyum kepada Ella.
Putra menjelaskan tentang rencananya kepada Ella,tanpa tertinggal sedikitpun kata-kata yang ia pikirkan.
"Tenang saja, Kau harus percaya padaku itu cukup"
"Baiklah"
"Yasudah kau bersiap dulu"
Setelah mereka bersiap-siap mereka langsung menemui kepala desa, Mereka cukup disambut dengan baik. Ella
menjelaskan kepada kepala desa kenapa mereka akan segera pergi. Setelah Ella menjelaskan, dia mendapat
beberapa kelengkapan dari kepala desa, dari makanan hingga senjata kuno. Hal itu membuat mereka sedikit
terkejut. Dan Ella mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kebaikannya selama ini. Lalu mereka pun
pergi dari desa itu menuju puncak gunung mencari spider lily.
Sebelum mereka ke puncak gunung, mereka akan menemui kucing putih yang sebelumnya memberi petunjuk pada mereka
untuk mendapat beberapa clue lagi. Setelah mereka sampai mereka tidak menemukan kucing itu, mereka mencari-cari
sambil berteriak-teriak mencari kucing itu.
"Kucing Angkuh dimana kau"
Setelah Putra berteriak begitu tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari kepalanya.
*kau berkata begitu lagi aku tak akan membantumu*
"Ah itu dia!" Ucap Ella.
*Jadi apa yang kalian ingin lakukan? apa kalian sudah menemukan benda yang aku minta?"
"Belum, kita kemari butuh beberapa clue lagi. Jadi bisakah kau memberitahu kami bahaya apa yang akan kami hadapi?" Tanya Ella
*aku akan memberitahukannya sedikit saja dan aku tak akan mengulang kembali kata-kata ku*
"Baiklah apapun yang kau minta" Ujar Ella
*Ada cukup beberapa binatang buas, ada tanaman yang dapat memakan kalian. Mereka akan sangat ganas ketika malam. walaupun
begitu siang hari pun tidak akan menjamin kalian selamat sudah segitu saja sekarang kalian pergilah*
"Baik, Terima kasih Kucing putih"
*Aku melakukan ini karena aku ingin bunga itu jadi ini tidak ada hubungannya dengan kalian*
"Ayo Putra kita lanjutkan perjalanannya"
"Ayo!"
"Bye-bye, Dasar kucing tsundere"
NB : Tsundere adalah sifat yang selalu berkata sebaliknya