
“A..Aku juga mencintaimu”
Sabara mengatakan hal itu dengan muka yang memerah layaknya demam. Tetapi Denis tidak menyaut kembali perkataan Sabara.
“Denis..kenapa kau tidak menjawab ku?”
Sabara melihat kedua kelopak mata Denis tertutup dengan wajah kelelahan.
“Kau ini bodoh mengatakan hal itu ketika kamu mengigau..jangan buat aku salah paham dong” gumam Sabara.
“Untuk saat ini aku tidur dulu saja”
“Mereka semua sepertinya sudah tertidur, Baguslah”
Deden akan melakukan investigasi kemana hilangnya Ella, Hanya berbekalkan Damar dan pisau kecil ia menelusuri jalan yang Ella dan Sabara lewati sebelumnya.
“Sepertinya di sekitar sini”.
Deden meraba-raba tanah yang Sabara lewati sebelumnya.
“Ini seperti tuas jebakan, mungkin saja Ella terjatuh kebawah”
“Ntah itu selamat atau tidak, jebakan seperti ini biasanya cukup mematikan”
“Untuk sekarang aku akan beristirahat terlebih dahulu dan melanjutkannya besok”.
“Du..du.duh aku ada dimana?”
“I..ini bukanya jaring?”
*Oh..kau sudah bangun?*
Ada suara lain yang tidak Ella kenali.
“Kau...Kau siapa! Tunjukkanlah wujudmu! “
“Akuu..aku tidak akan mengganggumu biarkanlah aku pergi! “
*apa kau kira aku akan melepaskanmu setelah kau bilang begitu?*
*Kau terlalu naif hahaha*
*Aku akan memberimu hadiah. Dibawah sana ada anjing-anjing yang kelaparan aku akan membawamu kesana, semoga kau selamat*
“Tolong jangan itu tolong..aku masih ingin hidup TOLONG!!!”
*Dasar Bodoh*
“ELLAAA…..”
“Waaa..panas panas. .kau ini mengagetkan saja!” Ucap sabara yang terkejut sedang memasak air.
Putra memegang pundak Sabara
“Ella...Ella dalam bahaya! Aku..aku harus menolongnya selagi sempat”
“Tenanglah dulu Putra, kita harus pikirkan dulu rencananya. Jika tida..”
Deden menyela perkataan Sabara.
“Kau ingin menemuinya?”
“Apa..apa kau tahu dimana dia?”
“Apakah kau bisa tenang? jika kau tenang aku akan memberitahumu”
“Baikk..baik jadi dimana dia?”.
“*Huft* Kau ini jadi berisik, Kau kearah selatan dan temukan batu yang berbentuk seperti tuas, kemungkinan dia jatuh ke perangkap. Kemungkinan hidupnya juga kecil kita tidak tahu apa yang terjadi padanya”.
Denis tiba-tiba datang dengan membawa beberapa jamur di tangannya.
“Ada apa nih?” Denis kebingungan.
“Pokoknya aku harus menyelamatkannya! walaupun dia jadi mayat sekalipun aku harus melihat jasadnya”
Denis hanya diabaikan oleh mereka.
“Sabara..sabara kau tau mereka kenapa?”
“Ga tau tuh *Hump* ”. Sabara memalingkan wajahnya.
“Ini ada apa dengan mereka semua?” gumam Denis yang kebingungan sambil membawa jamur.
“Putra, apa kau akan benar-benar akan pergi sendirian?” Tanya Sabara.
“Mmm..yaa, demi Ella”
“Sejak kapan temanku sebucin ini? *Huft* ” Ucap Deden pasrah.
“Aku akan mengantarmu kesana. untuk jaga-jaga kau siapkan card knife dan jangkar tambang, biar yang lainnya aku bawakan yang terpenting Ella selamatkan terlebih dahulu”
“Thanks Den kau memang bisa diandalkan”
“Ehh..eh Putra mau kemana? adakah yang bisa memberitahuku?” Tanya Denis kesal.
“Kamu ini berisik banget *hump* “
“Ini kenapa lagi sabara (-,-) “
10 menit berlalu Putra telah selesai membawa barang yang sudah di instruksikan oleh Deden dan mulai berpamitan dengan yang lainnya.
“Ini siap, ini juga siap Sudah selesai semua”
“Kalian aku pergi duluan ya jaga diri kalian baik-baik”
“Ada juga kami yang harus berkata begitu (-,-) Goodluck Put semoga Ella masih selamat”
“Ahaha, aku terlalu bersemangat”
“Ayo Put” Ajak Deden.
“Tunggu put aku punya jimat kau bawa ini, ini pemberian nenekku dulu” Ucap Denis.
“Oke Thanks Denis, Den Tunggu”
“Ah aku jadi kangen kehidupan biasa”
“Ah iya aku juga”
Mereka berdua membayangkan kehidupan saat kehidupan mereka masih sangat tentram dan nyaman.
*Mengingat*
“Oh iya aku hampir lupa, Saburu melompat menyelamatkan aku. Mungkin saja sebelumnya aku sudah mati, Aku tidak tahu bahwa Sabaru bisa segentle itu”
“Hmmm”
“Kau sudah bangun Aul?”
Saburu mengusap-usap kedua kelopak matanya.
“Sudah, jadi apa kau tahu yang lainnya ada dimana? ”.
“Yang lainnya itu ada di balik reruntuhan ini, jadi kita harus berpencar untuk sementara waktu”.
“Jadi sudah hari apa ini sekarang?, dan sepertinya kau mencuri kesempatan padaku saat pingsan ya? “. Tanya Aulia curiga.
“Kalo hari apa aku tidak tahu, yang pasti kau sudah tertidur selama 8 jam”
“Mmm..tadinya aku cukup khawatir kau tidak bangun jadinya aku memelukmu”
“A...aku mohon maaf”
“( Ohh..gitu toh cukup laki juga dia ) Kalau begitu aku maafkan untuk selanjutnya…”
“Selanjutnya?”
“Aku tidak akan memaafkannya”
“Ahhh..iya baik - baik”.
“Jadi Tujuan kita kemana?” Tanya Aul.
“Kita balik ke tempat sebelumnya, melewati air terjun sebelumnya”
“Ta...tapi ini tidak ada apa-apa kan?, disini cukup gelap dan pastinya ada monster”
“Ahaha..iya disini ada monster”
“Beneran ada monster? Mo..monster apa?”
“Monster tukang tidur...hahahaha” Ucap Saburu sambil tertawa kecil.
*Bak..Buk*
“ Aw..aw kok malah mukul “
“ Auuu..”
“Udah ayo cepetan, mungkin saja mereka sudah menunggu kita” Ucap Aulia Semangat.
“Iyaa..iya sebentar kita harus beres-beres dulu”
“Aku ada roti kau mau? “
“Mana..mana aku mau”
“Dasar anak ini memang kelaparan” gumam Saburu.
“Apa kau mengejekku lagi? “
“Tidak-Tidak ampun-ampun”
Mulut Aulia dipenuhi roti mirip sekali dengan seekor tupai.
“ WWApwwasi Wdawwri tWadwwi kWWu meWnWwatap ku terWwwus? ” Tanya Aulia sambil mengunyah.
“Kau ini, makan dulu baru berbicara, tersedak baru tau rasa”
“ *Uhuk* *Uhuk* *wooo* “
“Baru Aja dibilang”
“Minum *uhuk* *uhuk*”
“Bentar-bentar aku ambilin”
“Nih ambil”
“ *gluk* *gluk* Fuwahhh leganya “
“Dah ayo kita berangkat, sini tangannya”
Saburu menarik tangan Aulia sesaat akan berjalan tiba-tiba Aul jatuh kelantai.
“Aw..aw kenapa kaki ku lemas sekali”
“Mmmm..coba kuingat”
“Aku pernah terjatuh dari pohon dan lemas juga. Ah iya, itu gejala ƒoot drop mudah-mudahan saja itu tidak permanen”
“Ka..kau jangan mencoba untuk manjahiliku disaat seperti ini (-,-)”
“Tidak..itu benar adanya untuk sekarang aku akan menggendongmu bagaimana? ”
“Ba..baiklah terserah kau saja. Yang terpenting kita harus bertemu mereka”
“Tenang saja serahkan padaku”
Saburu merendahkan badannya dan meminta Aul naik ke punggungnya. Dan mereka mulai menelusuri jalan yang mereka lalui sebelumnya bersama rekan-rekannya.
*Wjnxus... Jsjdhu...Sjsj*
"Ada...ada suara dibawah tanah ini, Den mungkin itu Ella, cepatlah cari tuas nya!"
"Bisakah kau tenang sedikit Put aku sedang mencarinya"
"Nah itu ada sesuatu terbuka. Kau melompat kebawah dan temukan wanita mu"
"Sebelumnya bagaimana kau bisa tahu bahwa Ella bisa berada disini?"
"aku tidak tau aku hanya menggunakan instingku untuk mencarinya"
"Sudahlah cepat tidak ada waktu lagi"
"Oke Den aku Berangkat..."
"GOOD LUCK DAN JANGAN LUPAKAN APA YANG KU KATAKAN"