Evelyn Story'S

Evelyn Story'S
Evlyn-5



Hari ini Velyn dijemput Kavin ke rumahnya. Entah kenapa Velyn tiba-tiba ingin dijemput Kavin, padahal biasanya Velyn tidak pernah mau jika Kavin menjemputnya.


"Selamat pagi om, saya mau jemput Velyn." Sapa Kavin ramah.


"Masuk saja." Jawab Reza datar, Kavin memaklumi sikap Reza yang berubah dingin kepadanya.


"Oh iya bawa sekalian Fira bersama kalian saya tidak bisa mengantarnya hari ini."


"Tapi om-."


Perbincangan mereka terhenti saat Velyn dan Fira berada di depan mereka.


"Hai kak Kavin." Sapa Fira dengan senyum manisnya.


"Ayo kita berangkat." Ajak Velyn menarik tangan Kavin.


"Evelyn, ajak adik kamu juga!." Perintah Reza.


"Maaf pah, tapi ini pacar Velyn dia bisa naik taxi atau papa aja yang nganterin." Tanpa mendengar jawaban Reza, Velyn berlalu menarik tangan Kavin menuju mobilnya.


Bolehkah kali ini Velyn egois dengan miliknya? Velyn sudah tidak punya siapa-siapa lagi kecuali Kavin teman hatinya. Benar kata Clara semalam, jika ia diam maka tidak menutup kemungkinan Kavin akan terpengaruh dengan wajah polos dan wajah lugunya Fira.


Flashback.


"Lo harus egois Vel, gue tau Kavin sangat mencintai lo tapi gue yakin dengan wajah polos dan lugunya Fira akan menarik perhatian Kavin."


"Tapi mereka hanya sebatas hubungan osis."


"Lo gak tau apa yang sebenarnya terjadi dibelakang lo."


Bukan tanpa sebab Clara berbicara seperti itu, tapi dia sendiri pernah melihat Fira nangis-nangis didepan Kavin di belakang sekolah.


Flash off..


Keheningan terjadi didalam mobil Kavin. Tanpa sadar Kavin berhenti didepan toko kue. Selang beberapa menit menunggu, Kavin kembali dengan satu kantong kresek ditangannya.


"Nih, dimakan aku tau kamu belum sarapan kan tadi." Ujar Kavin sambil menyerahkan satu box donat kesukaan Velyn. Velyn tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Kavin.


"Maafin aku ya sayang kalau akhir-akhir ini aku terlalu dekat sama Fira, jangan salah paham aku sama dia cuma sebatas hubungan osis saja."


"Iya aku percaya sama kamu."


"Aku tau kamu pasti kecewa karena beberapa kali kamu liat aku berdekatan sama Fira, semalem aku udah pikirin semua mulai sekarang aku akan menjaga jarak dari Fira."


"Makasih." Velyn terenyuh mendengar kalimat itu dari Kavin, bagaimana mungkin dia tidak takut kehilangan Kavin, Velyn sangat menyayangi Kavin karena Kavin selalu mengerti perasaannya. Tidak ada alasan bagi Velyn untuk tidak percaya kepada Kavin.


"Aku juga tau, Fira itu adik tiri kamu kan?." Velyn tidak terkejut dia sudah menduga jika Fira akan ngasih tau Kavin soal itu. Velyn hanya mengangguk mengiyakan.


"Aku tau kamu tidak terlalu suka dengan Fira, apa alasannya itu hanya kamu yang tau yang jelas jangan terlalu memikirkan hal yang tidak penting lebih baik kamu memikirkan bang Elvan yang belum sadar, dan aku gak mau pacar kesayangan aku ini banyak beban." Sambung Kavin sambil mengelus pucuk kepala Velyn, tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan bagaimana besarnya perasaan ia kepada Velyn.


"Terima kasih Vin." Ucap Velyn lirih.


Bukan Kavin tidak perhatian, saat melihat pipi Velyn yang memar di kantin waktu itu Kavin mengepalkan tangannya dibawah meja. Dia merasa kecewa kepada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga kekasihnya, tapi Kavin tidak mau memperlihatkan tatapan kasihan kepada Velyn karena dia tau Velyn membenci hal itu.


Kavin tidak akan pernah memaksa Velyn menceritakan semua masalah hidupnya, tapi jika Velyn yang bercerita sendiri Kavin akan selalu menjadi pendengar dan memberi sandaran yang nyaman terhadap Velyn.


"I love you sayangku."


"Me too Vin."


Tanpa sadar mereka berdua sudah sampai di sekolah. Banyak tatapan memuji dari murid-murid disana kepada Kavin dan Velyn, menurut mereka Kavin dan Velyn adalah pasangan yang serasi.


Tanpa menghiraukan keberadaan Fira, Kavin menarik tangan Velyn untuk pergi dari sana bisa dilihat dari belakang Kavin merangkul pundak Velyn secara tidak langsung Kavin memberitahu Fira bahwa hati Kavin sudah ada pemiliknya.


"Tumben lo berangkat sama mas pacar." Goda Clara.


"Diem lo!."


"Dih, sensi amat mbak nya."


Velyn mengacuhkan Clara, tapi Clara diam-diam tersenyum melihat sahabatnya mengikuti rencananya itu.


...🍩...


"Kak Kavin, kamu kenapa? Aku ada salah?." Tanya Fira menghadang langkah Kavin yang ingin masuk ke dalam ruang Osis.


"Maksud lo?"


"Kenapa kak Kavin hindarin aku?."


"Dari awal kita cuma sebatas hubungan anggota osis jadi jangan berharap lebih!." Sarkas Kavin dan langsung masuk ke dalam ruang osis tanpa memperdulikan Fira.


Fira mengepalkan tangannya tidak terima, pasti ini semua gara-gara Velyn.


Fira masih tidak menyerah, dia menyusul Kavin ke dalam ruang osis.


"Kak nanti anterin aku ya ke toko buku seperti kemarin."


"Lo gak liat tadi pagi gue berangkat sama pacar gue." Fira berusaha menahan emosinya, entah kenapa dia menjadi kesal padahal dia tau sendiri Kavin adalah pacar kakaknya.


"Aku ikut sama kalian."


"Ckkk benalu gak tau malu." Nesha, wakil ketua osis tiba-tiba datang dan mengucapkan kalimat pedas kepada Velyn.


"Kak Nesha aku ada salah apa sam kak Nesha kenapa kakak terlihat gak suka sama aku." Fira dengan polosnya bertanya seperti itu kepada Nesha.


"Diem lo, mau muntah gue denger nada bicara lo yang sok polos itu."


"Tapi kan aku gak ada salah sama kakak."


"Emang gak ada, tapi gedeg aja gue liat lo nempel tiap hari sama Kavin udah kayak lintah aja."


"Jelas-jelas lo tau siapa pacar Kavin, dia Velyn queen di sekolah ini. Jujur dulu gue pernah suka sama Kavin tapi liat dia bahagia sama Velyn gue tau diri gak kayak lo tiap hari cari muka!." Ketus Nesha.


Vanesha Keyra, wakil ketua osis. Dia memiliki mulut yang pedas tapi aslinya baik hati dan tidak suka membully, dia berteman baik dengan Velyn dan Clara hanya saja karena urusan osis yang sibuk beberapa hari ini, Nesha jarang berkumpul dengan mereka berdua.


"Udah lo pergi sana!, kehadiran lo sangat tidak dibutuhkan disini!" Usir Nesha.


Setelah kepergian Fira. "Terima kasih Sha, lo udah bantuin gue ngusir benalu itu." Ujar Kavin.


"Santai aja, lo pacar sahabat gue Velyn gak mungkin gue biarin cewek kayak Fira ganggu hubungan kalian. Muak aja gue tiap liat dia deketin lo terus!." Seru Nesha kesal.


"Gue juga agak gak nyaman Sha, gue takut sampai Velyn nantinya salah paham."


"Menurut gue, lo lebih baik jaga jarak aja cari aman lah. Gue tau Velyn orangnya cuek tapi dia juga punya hati Vin. Lo udah gue anggep kayak sodara gue perasaan gue udah kekubur sama lo jadi gue gak mau lo sia-siain Velyn." Nesha berucap panjang kepada Kavin, itu membuat Kavin merasa kagum kepada Nesha orang yang dulunya mengejar ia mati-matian tapi tidak pernah menyakiti orang lain.


"Dari dulu gue percaya kalau lo orang baik Sha."


...🍩...


IG: yndwrdn05