Evelyn Story'S

Evelyn Story'S
Evlyn-12



Hari ini adalah hari pernikahan Velyn, pernikahannya dilaksanakan di mansion utama keluarga Narendra. Velyn sudah di make up secantik mungkin, tidak butuh waktu lama untuk merias wajahnya karena wajah Velyn mempunyai wajah yang cantik dan alami.


Semalam Velyn menghubungi Clara untuk menemaninya, tetapi Clara tidak bisa hadir karena salah satu keluarganya ada yang akan menikah juga.


Velyn turut mengundang Kavin, bundanya Kavin, dan juga Nesha tidak lupa Zahra. Meskipun pernikahan ini dibilang tertutup, Velyn juga ingin pernikahan ini disaksikan oleh orang-orang tersayangnya.


"Lo harus bahagia Vel, jangan tunjukin kesedihan lo." Ujar Nesha menepuk pelan pundak Velpyn, sekarang mereka berdua ada didalam kamar yang akan menjadi kamar pengantin untuk Velyn.


"Sha, apa gue salah ngambil keputusan ini?." Tanya Velyn ragu, sejujurnya ia merasa resah dengan keputusannya sendiri.


"Percaya aja semuanya ini pasti yang terbaik Vel, gue tau lo ragu tapi lo gak boleh egois. Mungkin dengan ini om Reza akan berubah lagi sama lo dan bang Elvan juga akan segera sadar."


"Tapi Sha-."


"Lo masih ragu sama perasaan lo ke Kavin?."


"Bukan hal yang mudah Sha gue hilangin perasaan gue selama satu minggu ini, gue tau gue salah tapi hati gue menolak semua ini Sha. Di lain sisi gue gak mau ngecewain keluarga Narendra yang udah berharap besar sama gue." Jelas Velyn.


Nesha hanya bisa memberikan semangat kepada Velyn, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Nesha datang kesini juga bersama Kavin, tetapi seperti yang Nesha lihat Kavin hanya diam saat diperjalanan.


Tok..tok..tok


Ada yang mengetuk pintu dari luar, Velyn segera merubah raut wajahnya menjadi datar. Setelah pintu terbuka, mereka kaget siapa yang masuk ke dalam.


"CLARA!!!" Pekik mereka berdua bersamaan.


"Velyn, Nesha!." Begitu juga Clara yang terkejut.


"Lo ngapain di sini?." Tanya Nesha.


"Ini acara pernikahan kak Arzan sepupu gue."


"Velyn kenapa ada di sini?." Tanya Clara bingung.


"Dia pengantin hari ini bod*h!." Gemas Nesha menatap Clara.


"Jadi lo gadis yang akan menikah sama kak Arzan?." Clara bertanya dan tiba-tiba raut wajahnya berubah.


Velyn hanya mengangguk, dia cukup kaget dengan semua ini. Pantas dia tidak tau seluk beluk keluarga Clara, meskipun sudah berteman lama Velyn tidak pernah tau marga keluarga Clara yang sebenarnya.


Tiba-tiba Clara langsung memeluk Velyn, Velyn yang kaget hanya diam saja. "Kenapa gue bisa gak tau kalau lo yang mau dijodohin sama kak Arzan."


Velyn hanya mengedikkan bahunya acuh, bagi dia tidak masalah kalau Arzan adik sepupu Clara tandanya dia masih bisa bersama dengan orang terdekatnya.


"Gue harap lo jagain kak Arzan ya Vel, dia rapuh lebih rapuh dari dunia lo." Lirih Clara ditelinga Velyn membuat Velyn mematung mendengarnya.


"Dulu kak Arzan tinggal sama gue sama bunda, tapi setelah kecelakaan satu tahun yang lalu dia memilih tinggal di mansion pribadinya dan kakek Tama memilih tinggal di mansion utama." Jelas Clara.


"Tapi kenapa nama lo gak ngikutin marga mereka?." Tanya Velyn.


"Bunda gak mau, takutnya gue diincer sama musuh bisnis kakek jadi nama gue gak ada sangkut pautnya sama keluarga Narendra."


"Terus kenapa lo bisa gak tau kalau Arzan mau menikah dengan Velyn?." Kali ini Nesha yang bertanya.


"Mungkin mereka membahasnya pas waktu itu gue lagi nemenin Velyn ketemu sama Kavin." Jawab Clara sambil mengingat, Nesha hanya mengangguk.


...🍩...


(Langsung skip setelah hubungan mereka resmi ya:)


Arzan dan Velyn akhirnya resmi menikah, Arzan dengan wajah datarnya duduk di atas kursi roda. Meski dia dalam keadaan lumpuh, itu tidak mengurangi kegagahan dan ketampanannya.


Velyn menatap semua orang dengan tatapan datarnya juga, sampai pandangan Velyn terpaku dengan mata Kavin. Mereka berdua saling memandang dalam beberap detik sampai akhirnya Velyn memutuskan pandangan itu.


Tiba-tiba Kavin datang menghampiri mereka. "Tuan Arzan selamat atas pernikahan anda, jagalah gadis disamping anda ini dengan baik." Ujar Kavin sambil menatap ke arah Velyn, tidak lupa ia juga menjabat tangan Arzan. Walaupun Arzan sedikit enggan tetapi dia menghargai Kavin sebagai mantan kekasih Velyn.


Tiba di depan Velyn, Kavin ingin memeluk Velyn tetapi ia masih punya hati ia masih menjaga perasaan Arzan. "Selamat menempuh hidup baru Vel, gue pamit." Setelah mengucapkan itu, Kavin berbalik pergi Velyn melihat Kavin yang meneteskan air matanya.


Velyn segera menghilangkan pikirannya ia tidak mau membuat Arzan kecewa, walau bagaimanapun sekarang mereka resmi menjadi suami istri.


"Selamat ya Velyn, semoga lo selalu bahagia." Ujar Nesha sambil memeluk Velyn.


"Sekarang gue yang titip Kavin sama lo Sha, gue yakin lo bisa bikin Kavin seperti dulu lagi." Lirih Velyn di telinga Nesha, Nesha mengangguk, "Pasti Vel, kali ini gak akan gue biarin siapapun nyakitin dia lagi." Jawab Nesha.


Setelah itu Nesha pamit pulang, karena ia sudah ditunggu Kavin dan bundanya di depan.


"Demi apa lo jadi sodara gue Vel." Heboh Clara, dia masih tidak menyangka Velyn akan menikah dengan kakak sepupunya.


"Iyaya bocah!." Kesal Velyn karena Clara memeluknya tanpa henti, Arzan tersenyum tipis melihat pemandangan didepannya ini.


Kali ini Zahra yang memeluk Velyn, "Semoga kebahagiaan selalu ada di dalam rumah tangga kalian." Ujar Zahra.


Velyn mengangguk, selama ini Zahra adalah seperti sosok ibu baginya. Velyn sangat menyayagi Zahra, begitu juga sebaliknya.


"Tuan Arzan, saya titip adik saya bersama anda." Ucap Zahra singkat. Setelah itu Zahra pamit pulang karena tidak bisa meninggalkan Elvan terlalu lama di rumah sakit.


Zahra pergi, sekarang keluarga Velyn sendiri yang menghampiri mereka berdua. Baik Arzan maupun Velyn mengubah tatapannya menjadi datar, tidak selembut tadi.


Reza enggan menatap mereka berdua, dihati kecil Reza ia sedih melihat putrinya menikah diusia yang masih muda tetapi ia segera menepis perasan itu jauh-jauh.


Karen berbisik di telinga Velyn. "Selamat menikmati hidup kamu di neraka keluarga Narendra anakku sayang." Velyn mengepalkan kedua tangannya ia merasa tidak terima dengan ucapan Karen, tetapi Velyn masih bisa mengontrol dirinya ia tidak mau mempermalukan keluarga Arzan.


Setelah Karen, Fira juga mendekati Velyn. "Lo wanita yang bod*h Velyn, apa yang lo harapkan dari pria lumpuh disamping lo ini." Ejek Fira. Velyn mencengkram pundak Fira lalu mengatakan, "Jangan pernah sekalipun lo menghina suami gue, bagi gue dia tidak lumpuh dia hanya duduk di atas kursi seperti tamu lainnya." Ujar Velyn dengan tatapan membunuh ke arah Fira.


Ya Karen dan Fira mengetahui jika keluarga Narendra adalah keluarga yang tidak punya hati dan sadis. Makanya mereka berdua senang karena Velyn akan mengalami penyiksaan di keluarga ini tanpa tau kenyataannya.


Tanpa sadar Arzan mendengar semua ucapan Fira dan Velyn, awalnya ia merasa marah dan hampir ingin mengusir keluarga Reza tetapi setelah mendengar kalimat yang diucapkan Velyn, Arzan terdiam dengan darah yang berdesir hebat di tubuhnya.


"Pah, Elyn boleh meluk papa?." Dengan ragu Velyn memberanikan bertanya hal itu. Reza terdiam, tetapi setelahnya ia mengangguk singkat.


"Maafin Elyn kalau Elyn banyak salah sama papa, setelah ini papa gak akan liat Elyn lagi tapi Elyn janji akan selalu kerumah ketemu papa. Elyn sayang papah." Velyn mengucapkan kalimat itu sambil menangis, tetapi Reza hanya diam tidak membalas pelukan Velyn.


Setelah itu Reza pamit pulang kepada keluarga Narendra, Velyn menatap sendu ke arah papa nya. Tiba-tiba ada sentuhan hangat yang menggenggam tangannya, itu adalah tangan Arzan. Seakan sadar akan perbuatannya, Arzan langsung melepas genggaman tangan Velyn dan meminta Vino mengantarkannya ke kamar kebetulan para tamu sudah pulang semua kecuali Clara dan bundanya.


...🍩...


IG: yndwrdn05