Evelyn Story'S

Evelyn Story'S
Evlyn-16



Keesokan harinya, Velyn mendengar suara mobil berhenti di halaman rumahnya. Ia yakin itu adalah mobil suaminya.


"Selamat pagi nona Velyn" Sapa Vino.


"Pagi." Jawab Velyn tanpa menoleh. Arzan memandang Velyn yang tengah sibuk memasak.


Setelah mematikan kompor, Velyn berbalik dan mendapati Arzan tengah lemas dikursi rodanya. Velyn menghampiri Arzan dan berjongkok didepannya.


"Apa anda baik-baik saja tuan?." Tanya Velyn, Arzan hanya mengangguk mengiyakan. Dia merasa seluruh badannya remuk, dan lelah mungkin efek tadi malam.


"Maaf nona, sepertinya hari ini tuan tidak ke kantor jadi saya mohon pamit pergi ke kantor." Velyn hanya mengangguk mengiyakan.


Setelah kepergian Vino, Velyn mengajak Arzan masuk ke dalam kamar. Dia menjadi tidak tega melihat Arzan yang sepertinya kelelahan dikursi roda.


Sesampainya di kamar, Velyn segera membantu Arzan untuk naik ke atas tempat tidur. Velyn secara tidak sadar mengusap keringat didahi Arzan.


"Astaga, tuan badan anda panas sekali. Apa anda demam?." Velyn berkali kali menyentuh kening Arzan yang terasa panas. Arzan hanya mengangguk, dia tidak punya cukup tenaga untuk berbicara.


Velyn beranjak pergi dari kamar, Arzan hanya menatap kepergian Velyn dalam diam, Arzan memejamkan kepalanya saat ia merasa pusing. Beberapa saat kemudian, Velyn kembali dengan air kompres, bubur dan teh hangat ditangannya.


Dengan perlahan Velyn mengompres dahi Arzan, Arzan terkejut merasakan dingin didahinya. Ia melihat Velyn tengah mengompresnya dengan wajah yang khawatir. Velyn juga tidak tau mengapa hatinya menjadi khawatir melihat keadaan Arzan yang sakit.


"Terima kasih." Hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Arzan. Velyn dengan telaten menyuapi Arzan dan memberikan Arzan obat, karena efek samping obat tersebut tak beberapa lama Arzan terlelap. Velyn mengamati wajah tampan suaminya itu, rahang yang tegas, hidung mancung, bulu mata lentik dan bibir merah alami itu nyaris sempurna. Velyn sudah berjanji dengan dirinya sendiri, dia akan mulai membuka hati untuk Arzan.


...----------------...


Sore harinya, Arzan terbangun karena merasa haus. Ia bersusah payah mengambil air dimeja disamping tempat tidurnya.


Tak lama kemudian, Velyn masuk ke dalam kamar dengan satu box donat ditangannya. Melihat Arzan bangun, Velyn menampilkan sedikit senyuman kepada Arzan. Arzan membalasnya walaupun sangat tipis.


"Apa anda sudah merasa lebih baik?." Tanya Velyn duduk di samping Arzan.


"Iya, terima kasih kamu sudah mau merawat saya Velyn." Jawab Arzan dengan sedikit senyuman.


"Maaf jika saya lancang tuan." Velyn mengambil tangan Arzan yang hangat itu dan menggenggamnya, Arzan masih diam, dia cukup terkejut dengan sikap Velyn hari ini.


"Kedepannya bimbing saya untuk menjad istri yang baik, saya masih belum tau caranya bersikap yang benar terhadap suami. Maafkan saya jika kemarin saya tidak bersikap layaknya seorang istri, karena saya masih belum tau banyak tentang hubungan pernikahan. Entah kenapa saya bersikap seperti ini, yang jelas saya ingin menjadi lebih baik dan bertanggung jawab atas keputusan saya." Jelas Velyn, Arzan sampai tidak berkedip melihat Velyn berbicara panjang lebar untuk pertama kalinya.


"Velyn, saya tidak mau kamu terpaksa hidup dengan saya. Saya tau kamu hanya ingin berbakti dengan papamu dan kamu terpaksa menerima pernikahan ini, tapi satu hal yang harus kamu tau saya benci dikasihani. Saya tidak tau ucapan kamu barusan itu murni dari hati kamu atau hanya sebatas kasihan." Arzan melepas genggaman tangan Velyn, dia masih tidak percaya diri dengan keadaannya sekarang.


"Saya hanya ingin menikah sekali seumur hidup tuan, yaitu dengan anda. Dan saya sudah berjanji dengan diri saya sendiri, bahwa saya akan membuka hati saya untuk anda. Jadi mohon bimbingan dan kepercayaan anda, saya tau ini cukup cepat, tapi saya tidak mau mengecewakan almarhum mama saya karena saya tidak bersikap seperti seorang istri karena bagaimanapun kita menikah dengan secara sah."


Arzan tertegun dengan penjelasan Velyn, Arzan langsung menarik Velyn ke dalam pelukannya.


"Terima kasih kamu sudah mau menerima saya apa adanya Velyn, saya tau dari awal kamu memang perempuan yang baik tidak salah kakek memilih kamu sebagai istri saya. Dan mulai sekarang saya akan belajar menjadi seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab." Velyn mengangguk didalam dekapan Arzan.


"Sebenarnya aku sudah suka sama kamu semenjak pertama kali kita ketemu, hanya saja aku selalu menyingkirkan perasaan itu Velyn. Jadi mulai sekarang, jangan pernah menyembunyikan apapun, bagilah bebanmu denganku karena aku suamimu. Aku ingin anak-anakku lahir dari rahim perempuan sebaik kamu sayang. Dan satu hal lagi, jangan panggil saya tuan karena saya suamimu sayang." Seru Arzan sambil membelai rambut Velyn, pipi Velyn bersemu merah mendengar ungkapan hati Arzan. Dia tidak menyangka ternyata Arzan menyembunyikan perasaanya.


"Aku panggil mas saja boleh?." Tanyan Velyn mengerjap lucu. Arzan terkekeh gemas, iya mencubit pipi tembeb Velyn.


"Iya aku suka sayang." Velyn yang malu langsung memeluk Arzan menyembunyikan wajah meronanya.


Aku berjanji mulai sekarang, siapapun yang menyakiti kamu akan aku balas beribu kali lipat sayang. Batin Arzan mengelus kepala Velyn didekapannya.


...----------------...


Di kediaman Fathaan.


"Mah, pasti sekarang Velyn lagi nangis-nangis karena gak betah tinggal di sana." Seru Fira.


"Iya jelas, mama juga mikirnya begitu sayang. Siapa yang tidak tau kekejaman keluarga Narendra, berisiap-siaplah untuk hidup di neraka selamanya." Sahut Karen sambil tertawa.


"Oh iya ma, sekarang tandanya waktu aku untuk deketin Kavin kan mereka udah putus."


"Iya dong harus, apalagi keluarga Zhafran setara dengan keluarga Fathaan. Jadi kamu tidak akan kekurangan jika bersama Kavin." Karen membelai rambut anaknya dengan penuh kasih sayang, bagi Karen, Fira adalah segalanya. Apapun yang Fira mau, Karen akan menurutinya meskipun harus dengan cara kotor.


Fira tersenyum mendengar ucapan mamanya, dia semakin yakin untuk mendekati Kavin. Karena dari awal, Fira memang menyukai Kavin walaupun sempat kecewa karena Kavin adalah pacara saudara tirinya. Tetapi sekarang, kesempatan Fira semakin besar untuk bersama Kavin.


"Yaudah ayo kita shopping untuk merayakan kesengsaraan anak tidak tau diri itu. Papa udah kirimin mama uang" Ajak Karen kepada Fira.


Fira mengangguk, sebelum beranjak ia mengambil ponselnya dan mengetikkan suatu pesan kepada seseorang


Evelyn anak sial-


Nikmati kesengsaraan lo di neraka narendra kakak tiriku sayang


...----------------...


Di kediaman Arzan.


Arzan mengalihkan pandangan dari laptopnya ke ponsel Velyn. Dengan ragu Arzan melihat notifikasi pesan yang muncul di lock screen ponsel Velyn yang ternyata dari Fira.


Firaanjing


Nikmati kesengsaraan lo di neraka Narendra kakak tiriku sayang.


Sebuah senyuman misterius tersungging diwajah Arzan, dia mengamati Velyn yang tengah tidur seperti bayi dipangkuannya semenjak selesai mengungkapkan perasaan mereka tadi. Arzan mengelus kepala Velyn dengan lembut, Velyn menggeliat kecil karena sentuhan Arzan.


"Kita lihat kedepannya, siapa yang akan menikmati nerakanya Narendra." Ujar Arzan lirih dan mendaratkan sebuah ciuman dikening Velyn.


IG: yndwrn