Evelyn Story'S

Evelyn Story'S
Evlyn-20



"Sayang, hari ini ikut ke kantor mas ya kan kamu libur." Ajak Arzan sambil menyuapi Velyn dengan telaten.


"Emm, boleh deh. Lagian aku juga gak tau harus ngapain." Jawab Velyn.


Setelah selesai sarapan, Velyn membantu Arzan bersiap tidak lupa dengan dirinya juga.


"Oh iya mas, nanti mas mau nemenin aku ke rumah sakit?." Tanya Velyn.


"Boleh, udah hampir satu minggu kita tidak menjenguk Elvan."


"Ya semoga saja ada kabar baik ya mas, aku rindu sama abang El." Lirih Velyn menundukkan kepalanya.


Arzan mengangkat dagu Velyn lembut, menatap dalam ke arah mata Velyn.


"Sayang gak perlu sedih, mas yakin nanti Elvan akan bangun. Sayang harusnya banyak berdo'a lagi."


"Terima kasih ya mas, aku sayang mas Arzan." Seru Velyn, seraya memeluk Arzan.


"Mas juga sangat menyayangimu." Balas Arzan dengan tidak kalah erat memeluk Velyn.


Setelah itu, mereka berdua berangkat ke kantor tentunya juga bersama Vino.


"Nona Velyn, anda kan sudah mau lulus. Apa anda ingin melanjutkan kuliah?." Tanya Vino, sementara Arzan hanya diam sambil mengelus kepala Velyn yang berada dipundaknya.


Velyn mendongak, dia meminta pendapat dari Arzan.


"Mas terserah kamu sayang, asal jangan sampai kamu kelelahan apalagi banyak pikiran."


"Kalau Velyn lanjut kuliah berarti boleh dong?." Tanya Velyn mengerjap lucu.


"Ini istri siapa sih lucu banget." Goda Arzan tidak lupa mengapit pipi Velyn yang tembem.


"Ishh, boleh gak sih mas."


"Iya iya boleh mas izinin kamu, asal jangan jauh-jauh mas gak mau."


"Yaudah nanti aku pikirin lagi ya mau kuliah dimana."


"Iya sayang."


"Vino aku lagi mau pikirin dulu, nanti kalau udah ketemu aku kasih tau kamu ya." Seru Velyn kepada Vino, Vino mengangguk mengiyakan.


Setelah sampai di kantor Arzan, Velyn yang mendorong Arzan sesekali menyapa para karyawan yang tersenyum ke arahnya. Sementara Arzan tetap dengan tatapan dingin dan datarnya.


"Mas, aku izin ke kantin sebentar." Pamit Velyn.


"Apa kamu ingin membeli sesuatu sayang?."


"Iya aku pengen, bakso di kantin kantor ini soalnya enak banget mas."


"Mas suruh Vino saja ya."


"Udah gak usah mas, lagian aku gak akan lama apalagi kesasar." Seru Velyn.


Arzan menyerah, dia lebih mengalah dengan semua keinginann Velyn. Yang Arzan mau adalah Velyn merasa bahagia, dan tidak tertekan dengan kekangan Arzan. Tetapi sejauh ini Arzan sangat bersyukur dengan sifat Velyn yang selalu menurut dengannya.


Sesampainya di kantin, Velyn memesan satu porsi bakso dengan sambal yang bisa dibilang sangat banyak. Tidak lupa juga dengan es teh. Velyn menikmati baksonya dengan nyaman, walaupun tadi dia sudah sarapan, entah kenapa hari ini tiba-tiba nafsu makannya meningkat.


Sementara di ruangan Arzan.


Vino masuk ke ruangan Arzan setelah mengetuk pintu, semenjak Arzan menikah dengan Velyn, Vino menjadi lebih bersikap baik lagi tidak seenaknya masuk ke ruangan Arzan. Apalagi bossnya itu sering membawa Velyn ke kantor.


"Dia pergi ke kantin makan bakso."


Vino menganggukkan kepalanya, dia kemudian fokus dengan berkas-berkas yang harus ditanda tangani oleh Arzan.


Tok. Tok. Tok


"Permisi pak, saya Nayra."


"Masuk." Jawab Arzan dingin.


"Em pak Vino, boleh saya berbicara berdua dengan pak Arzan? Saya mohon." Seru Nayra dengan tatapan berharapnya. Vino melihat Arzan meminta persetujuan, setelah melihat Arzan mengangguk Vino beranjak keluar dari sana.


"Ar, aku minta maaf." Ujar Nayra lirih.


"Maksud anda apa nona Nayra?." Tanya Arzan pura-pura tidak mengerti.


"Maafkan aku Ar, aku waktu itu benar-benar tidak ada niat untuk meninggalkanmu."


"Aku sudah tidak ingin membahas hal itu silahkan keluar dari ruanganku nona Nayra." Usir Arzan, Arzan tidak mau jika obrolannya dengan Nayra akan diketahui Velyn, dan menyebabkan salah paham.


"Waktu itu aku dipaksa daddy Ar, aku harus menurut jika tidak daddy akan menyakiti mommy Ar." Arzan tersenyum sinis, dia sudah mengetahui alasan yang sebenarnya. Tetapi Nayra masih berpura-pura akting didepannya.


Ya dia Nayyara Kayla Azga atau yang akrab dipanggil Nayra. Nayra adalah mantan tunangan Arzan. Mereka berdua bertunangan kurang lebih dua tahun, tetapi karena kecelakaan itu tiba-tiba Nayra menghilang dari Arzan padahal saat itu Arzan butuh dukungan dari orang terdekatnya. Tetapi Nayra malah pergi meninggalkan Arzan.


Nayra memang bekerja di kantor Arzan sebagai sekretaris, awalnya Arzan ingin memecat Nayra, tetapi dilarang oleh Tama karena kinerja Nayra yang sangat cekatan. Walaupun bisa dibilang Nayra dari orang yang berada, dia tidak mau hanya duduk diam di rumah tanpa melakukan apapun. Daddynya sudah melarangnya, tetapi dia tetap bersikeras ingin bekerja di kantor Narendra karena itu merupakan suatu kebanggaan terhadap dirinya sendiri.


Vino yang mengetahui hal itu, langsung mencari tau alasan dibalik menghilangnya Nayra. Ternyata Nayra meninggalkan Arzan karena mendengar Arzan yang lumpuh setelah kecelakaan, Nayra langsung kabur keluar negeri tanpa diketahui oleh siapapun. Tetapi setelah hampir satu tahun menghilang, dia kembali lagi bekerja di kantor Arzan dengan mengemis kepada Tama.


Awalnya Tama merasa tidak terima karena cucu kesayangannya diperlakukan seperti itu, tapi mengingat hasil kerja Nayra semenjak berada di kantor Narendra membuat Tama memberikan kesempatan lagi kepada Nayra, asal jangan mengganggu kehidupan Arzan lagi.


Arzan yang mengetahui alasan sebenarnya Nayra pergi dari kehidupannya, membuat Arzan kecewa, marah, dan tidak percaya lagi dengan yang namanya perempuan. Tetapi berkat bujukan Tama, akhirnya sekarang dia mempunyai istri yang sangat cantik dan juga sangat baik apalagi bisa menerima Arzan dengan segala kekurangannya. Jadi Arzan tidak ingin melukai hati Velyn, membuat Velyn menangis saja rasanya itu tidak pernah ada didalam niatnya.


Kembali ke Nayra.


"Jangan berpura-pura Ra, aku udah tau alasan kamu yang sebenarnya. Kamu meninggalkan aku karena tidak ingin menikah dengan pria lumpuh sepertiku kan?."


DEG


Nayra kaget, dia ambruk ke lantai. Bagaimana mungkin Arzan bisa mengetahuinya. Sementara dia tidak pernah bercerita kepada siapapun kecuali keluarganya.


"Maafkan aku Ar, aku menyesal. Setelah aku pergi waktu itu aku sadar. Kalau memang hanya kamu orang yang mencintaiku dengan sangat, dan kamu juga orang yang sangat menyayangiku dan menghormatiku Ar. Aku sungguh menyesal, apa sudah tidak ada lagi aku dihatimu Ar?." Tanya Nayra dengan tatapan sendunya.


Arzan tidak perduli dengan perkataan Nayra didepannya, dia benar-benar sudah tidak ada rasa lagi dengan Nayra. Bagi Arzan, Nayra hanya masa lalunya saja.


"Aku rasa kamu sudah tau jawabannya Ra, aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku sekarang. Aku tidak mau menyakiti hatinya karena masa laluku Ra, jadi tolong jangan pernah ganggu aku lagi kita udah selesai semenjak kamu memilih pergi." Tegas Arzan.


Nayra berdiri dia mendekat ke arah Arzan dan langsung memeluk Arzan tanpa izin. Arzan dengan susah payah mendorong Nayra, dia tidak ingin kejadian ini dilihat oleh Velyn. Tetapi Arzan salah, tanpa disadari ternyata Velyn sudah berada didepan pintu ruangan Arzan sejak tadi, sejak saat Vino keluar dari ruangan Arzan. Velyn bisa mendengar dengan jelas semua percakapan mereka, karena memang pintu ruangan Arzan terbuka sedikit.


Velyn berdiri mematung saat masuk ke dalam, melihat adegan didepannya. Suaminya sendiri berpelukan dengan sekretarisnya. Velyn terdiam dengan mata yang berkaca-kaca, dia berusaha berpikir positif, tetapi dia juga rela jika Arzan ingin kembali dengan masalalunya.


"Masss." Lirih Velyn, yang mampu mengagetkan keduanya.


...----------------...


...----------------...


IG:yndwrdn