
Liana seperti biasanya akan selalu menyiapkan segala keperluan Radit, dari pakaian dan sarapan sudah siap diatas meja tinggal menunggu Radit untuk bergabung sarapan bersama.
"Pagi sayang, wah kelihatan nya makanan ini sangat enak" ucap Radit yang melihat berbagai macam makanan yang enak-enak ada diatas meja.
"Pagi Mas, iya. Aku sengaja memasak ini semua untuk kita sebelum aku pergi kerumah Ibu dan Ayah dikampung" jawab Liana yang mengatakan nya sambil mengambilkan makanan untuk Radit.
"Kerumah Ibu? Kenapa kamu tidak bilang sayang? Aku kan bisa ambil cuti untuk mengantarkan kamu kesana. Memangnya ada apa dengan mereka?" tanya Radit tidak langsung menerima piring yang dari Liana.
"Mereka baru menelpon aku tadi pagi Mas, makanya aku bilangnya baru sekarang. Aku tidak tahu apa yang terjadi, cuman Ibu bilang aku harus kesana dalam beberapa hari kedepan. Apa kamu tidak mengizinkan aku pergi Mas? Aku bisa pergi sendiri, bukankah kamu sedang sibuk dan akan sering lembur? Makanya aku tidak apa-apa jika aku kesana sendiri" ucap Liana yang menjelaskan nya dan berharap jika Radit percaya padanya.
"Iya baiklah, aku mengizinkan kamu pergi sayang. Kamu berhati-hatilah dan jangan pernah dekat-dekat dengan Danar. Aku tidak menyukainya, oke" ucap Radit yang mengatakan nya dengan sangat posesif pada Liana.
"Iya, aku akan melakuakan apa yang kamu katakan Mas. Jadi aku bisa pergi sendiri? Dan aku juga akan menggunakan taxi online saja untuk kesana, aku tidak akan membawa mobil sendiri" jawab Liana yang menjelaskan apa yang akan dia lakukan.
"Iya sayang, aku percaya pada kamu. Jika sudah sampai kabari aku ya" ucap Radit yang dijawab anggukan kepala oleh Liana.
Setelah selesai sarapan dan berpamitan, Radit berangkat kerja. Liana masih dirumah, dia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Radit saat tahu dia tidak ada dirumah. Liana terus memantau apa yang dia lakukan, karena Liana sudah memasang pelacak pada ponsel Radit.
"Aku ingin tahu, apa yang akan kamu lakukan nanti Mas. Setelah aku mengetahui segalanya, aku akan melepasakan kamu dengan bahagia. Karena bagi aku seorang penghianat tidak bisa diampuni" gumam Liana yang mengerjakan pekerjaan nya hingga selesai dan dia akan pergi saat jam kantor pulang,
Liana segera pergi dari rumah setelah berpesan tidak boleh ada yang masuk selain dirinya. Karena Liana tahu, jika dia tidak ada. Baik mertua atau kakak perempuan Radit akan mengambil barang-barang atau makanan yang ada dirumahnya.
Dugaan Liana memang sangat benar sekali, bahkan baru saja dia keluar rumah, kedua orang tersebut sudah datang dan tanpa permisi langsung masuk rumah. Liana ingat jika itu pasti akan terjadi, Liana sudah mengganti semua kunci pintu didalam maupun diluar rumah. Jadi walau mereka memiliki duplikat kuncinya, tetap tidak bisa masuk. Apa lagi bik Warsih sengaja mematikan lampu yang tidak digunakan.
"Sial! Dia mengganti semua kunci yang ada dirumah ini Ma, lihat saja. Ini tidak bisa sama sekali Ma, bagaimana ini? Aku sama sekali tidak memiliki uang untuk biaya hidup kami semua Ma, apa yang harus aku lakukan?" tanya kakak perempuan Radit pada Mama Hanum.
"Ya, sudah. Kita akan datang lagi saat Radit pulang, kita tunggu saja dan adukan padanya. Bagaimana kelakuan istrinya pada kita berdua, dia pasti akan segera diceraikan oleh Radit. Dan dia akan jadi gembel" ucap Mama Hanum dengan berapi-api mengatakan nya.
"Iya Ma, kita pulang saja kerumah Mama. Aku tinggal bareng Mama saja ya Ma, Lagiankan Mama juga tinggal sendiri dirumah" ucap Rafika kakaknya Radit, pada Mama Hanum.
"Iya-iya, ayo pulang. Kemarin Mama sudah mengambil beberapa perhiasan nya dan tas branded miliknya itu. Mama yakin, jika itu bisa kita jual dan bisa untuk biaya hidup kita semua. Kamu juga harus bekerja lagi supaya kita bisa seperti dulu lagi, bisa memiliki segalanya" ucap Mama Hanum yang mengatakan nya dengan tegas pada putrinya itu.
Sedangkan Liana sedang berada disebuah apartment mewah dan dia hanya menggelengkan kepalanya saat apa yang dilakukan oleh Radit ini sudah lebih dari keterlaluan padanya.
"Maaf Nona, apa ada yang anda butuhkan?" tanya resepsionis apartment tersebut.
"Saya dengar ada satu unit yang akan disewakan? Saya datang untuk menyewanya, apa masih ada?" tanya Liana yang ternyata mengetahuinya ini saat salah seorang teman satu kantornya sekarang ada yang tinggal disana. Makanya dia tahu apa yang terjadi.
"Sebentar Nona, kami akan menghubungi pemiliknya dulu. Mohon tunggu disana" ucap resepsionis tersebut dengan sangat ramah pada Liana.
Liana menunggu dengan harap-harap cemas, dia ingin mendapatkan apa yang dia inginkan. Walau tidak ingin memiliki unit itu, dan hanya ingin menyewanya saja.
"Nona, anda bisa menempatinya dulu sekarang. Setelah pemiliknya pulang akan menemui anda langsung" ucap resepsionis tersebut menjelaskan pada Liana.
"Begini saja mbak, saya memberikan ini untuk tanda jadi. Saya menitipkan uang segini dulu, dan juga pengenal saya disini. Karena saya mungkin tidak akan lama menyewanya mbak, apa bisa?" ucap Liana sambil bertanya pada resepsionis tersebut dan dia melihat pengenal Liana lalu menyetujuinya.
"Baiklah Nona, kami akan menerimanya untuk menjamin. Karena didalam sana perabotan nya sudah lengkap semua dan anda bisa menggunakan nya sebaik mungkin. Supaya jika ada keluhan saya bisa menghubungi anda, anda bisa meninggalkan nomor ponsel anda" ucap resepsionis tersebut dan mendapatkan anggukan dari Liana.
"Ini nomor saya mbak, jadi. Bisa saya melihat dimana unit yang akan saya tempati?" tanya Liana yang ingin tahu dimana unit yang disewakan.
"Mari ikut dengan saya Nona" ucap resepsionis tersebut mengantarkan Liana langsung.
Saat didalam lift Liana melihat resepsionis tersebut menekan lantai yang paling atas, membuat Liana merasa bingung. Dia kira akan berada dilantai berapa dan mungkin saja bisa satu lantai dengan simpanan Radit. Ternyata dugaan nya salah besar.
"Silahkan Nona, ini adalah unit satu-satunya yang disewakan. Dan ini adalah tempat pemilik apartment ini" ucap resepsionis tersebut yang menjelaskan nya pada Liana.
"Maksud mbaknya, saya menempati pent house? Apa ini tidak salah? Biaya yang saya berikan mungkin akan kurang banyak nanatinya?" tanya Liana yang begitu terkejut saat mendengar penjelasan dari resepsionis tersebut.
"Jika anda sudah mengerti, saya serahkan kunci ini padanya anda Nona. Saya permisi, selamat malam dan selamat berisatirahat" ucap resepsionis tersebut yang langsung pergi dari hadapan Liana.
"Apa ini tidak salah? Aku menempati pent house pemilik apartment ini? Sungguh, ini sangat membuat aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tuhan, terimakasih banyak atas apa yang sudah kau berikan padaku. Disaat orang yang aku percaya berhianat, masih ada orang baik lainnya. Terimakasih Tuhan, terimakasih" ucap Liana yang melihat-lihat sekeliling pent house besar dan mewah seperti ini.
Dia segera merebahkan dirinya diatas ranjang yang dia lihat jika ini adalah kamar utamanya. Dia melihat beberapa perabotan juga bilang perabotan biasa apa lagi yang murah. Ini adalah kualitas premium semuanya, Liana juga melihat seluruh kamar dan berbagai ruangan didalam yang sangat mewah.
Saat sedang berkeliling dan melihat-lihat. Dia melihat ada sebuah pintu ruangan yang tertutup rapat dan ada tulisan dilarang masuk. Liana bukan orang yang seberani itu, dia hanya tersenyum dan mengusap tulisan tersebut. Lalu dia meninggalkan ruangan tersebut dan menuju pintu belakang yang ternyata ada kolam renang pribadi yang sangat luas.
"Ini sungguh yang dinamakan surganya dunia. Disini semuanya serba ada, aku bisa mengerjakan pekerjaan aku disini. Tapi aku disini untuk mengawasi dan mengetahui apa saja yang mereka lakukan. Huh, kamu pasti bisa Lili. Semangat!!" ucapnya yang tersenyum, tapi air matanya mengalir dipipinya dengan derasnya.
"Aku adalah anak Ibu dan Ayah yang kuat. Aku bisa melewati ini semua, selama aku disini. Aku harus menyamar dan bisa membuat kedua orang penghianat itu merasakan akibatnya. Setelah semuanya bukti sudah terkumpul, aku akan langsung melepasakan kamu Mas. Aku tidak ingin kamu bodohi lagi, yang kalian lakukan juga entah sejak kapan. Aku sama sekali tidak tahu dan tidak pernah menaruh curiga padanya kalian berdua. Aku memang sangat bodoh dan sangat mudah untuk ditipu oleh sikap kalian yang sudah terbiasa berbohong" gumam Liana \=angel mengusap air matanya sendiri menggunakan telapak tangan nya sendiri.
"Aku berjanji Mas, jika kamu mau melepasakan aku secara baik-baik. Maka aku tidak perlu mengumpulkan dan mengeluarkan bukti kuat ini dipengadilan nanti. Tapi, ini adalah sebuah kata pegangan yang akan memberatkan kamu dan aku bisa lepas dari kamu. Jika kamu mempersulit jalan nya persidangan" gumamnya lagi yang memang sudah mengajukan perceraian nya dengan Radit.
Karena Liana adalah wanita kuat dan juga sangat tangguh, bahkan dia bisa mencapai semua ini adalah berkat kerja kerasnya selama ini. Bisa sukses dan bekerja kembali juga atas usahanya sendiri dan bisa mencapai dititik sekarang.
Liana menuju kamar yang tadi dia masukin pertama kalinya. Dia segera merebahkan dirinya dan dia masih menangis dalam diam. Karena dia masih belum menyangka akan seperti ini nasibnya. Bahkan dia tidak tahu apa kurang dirinya? Hanya belum bisa diberi keturunan, dia harus mendapatkan penghianatan dari kedua orang yang sangat dia sayangi dan percayai selama ini.
.
Sedangkan didalam unit apartment yang lain Tyas dan Raditiya sedang makan malam bersama. Ya, siapa lagi jika bukan Radit. Pria yang dicintai dan selalu dibahas oleh Tyas pada Liana dan selalu Liana surung untuk segera menikahinya.
"Mas, apa dia akan lama berada dikampung? Jika iya, aku ingin kamu tidak perlu pulang. Aku ingin jika kamu disini saja, aku sangat merindukan kamu tahu. Apa lagi kamu pulang tidak bilang-bilang padaku semalam" ucap Tyas yang mengerucutkan bibirnya kesal menatap pada Radit.
"Bagaimana aku mau membangunkan kamu yang sudah terlelap. Aku tidak tega melakukan nya, makanya aku langsung pulang saja. Jika soal dia lama atau tidaknya aku tidak tahu. Makanya aku pulang kemari karena buat apa aku pulang jika disana tidak ada siapa-siapa. Jika disini kan ada kamu" ucap Radit yang mencolek dagu Tyas dan menggodanya.
"Ya makanya aku minta sama kamu supaya tidak pulang selama istri kamu itu tidak ada dirumah. Aku tahu kenapa kamu terlihat uring-uringan Mas, kamu menginginkan nya kan?" tanya Tyas yang memang sudah tahu, jika Radit memang sangat suka sekali bercinta. Apa lagi jika service nya baik dan membuatnya puas, akan lebih disayang olehnya.
"Tentu saja sayang, setelah ini aku akan memutar-mutarkan hak ku padamu. Jadi bersiaplah dengan cantik dan juga wangi" ucap Radit yang mengatakan nya dengan senyuman dibibirnya.
"Pasti, apa sih yang tidak untuk kamu. Kamu bisa melakukan apapun padaku, asal. Kamu segera menikahi aku dan kita akan sering melakukan nya, apa lagi kan kamu memang sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan bukan? Jadi kita impas kan" ucap Tyas dengan tersenyum menggoda pada Radit. Bahkan kakinya sangat berani untuk melakukan sesuatu dibawah meja.
"Aku sudah mempersiapkan pernikahan kita sayang, dan sebentar lagi pengacara aku datang untuk mengurus dokumen pernikahan kita. So, kamu jangan khawatir akan hal itu" ucap Radit yang mengatakan nya sambil mengerang, karena kebanggaan nya sedang dipermainkan oleh Tyas dengan sangat lihay.
"Uh, sayang... Kenapa kamu sangat jago melakukan ini semua? Aku sampai tidak bisa menolaknya" ucap Radit yang menekankan kepala Tyas untuk melakukan nya lebih dalam lagi. Bahkan hingga menusuk tenggorokan nya dan tersedak.
'Ya jelas lah kamu menyukainya, karena aku tahu. Jika kamu ini adalah hyper *** ,jika tidak mana mungkin kamu tergoda oleh ku. Tapi memang tidak ada yNg bisa menolak pesona seorang Tyas, aku jamin, siapapun tidak akan bisa menolaknya' ucapnya dalam hati. Karena mulutnya sedang bekerja keras untuk membuat Radit senang.
"Uh... Sayang, aku akan sampai" ucap Radit yang benar-benar mengeluarkan nya didalam mulut Tyas. Tanpa rasa jijik sekalipun Tyas menelan nya hingga tak bersisa lagi didalam mulutnya.
"Thank you sayang, you are the best" ucap Radit yang memuji keahlian Tyas yang selalu bisa membuat dirinya sangat puas dan mereka melanjutkan nya lagi didalam kamar.
Tyas benar-benar sudah seperti seorang j**a*g yang bisa membuat pria manapun puas akan service yang dia lakukan. Tapi mereka berdua tidak sadar, jika semua yang dia lakukan sudah ditekan dan juga sangat jelas sekali suara mereka berdua. Sisa mengumpulkan bukti video saja yang belum, jika semuanya sudah. Maka akan dengan sangat mudah menyingkirkan mereka berdua.
Liana merasa jijik dengan apa yang mereka lakukan, baik saat ini maupun sebelumnya. Dia benar-benar sangat marah juga sedih, saat mendengar apa yang mereka lakukan. Dia akan menyamar sebagai orang yang bertugas untuk membersihkan apartment tersebut. Dengan begitu dia bisa meletakan kamera didalam apartment tersebut, tapi sepertinya dia tidak bisa jika harus melakukan itu. Karena dia adalah wanita yang sangat baik dan tidak mungkin bisa melakukan hal seperti itu.
"Kalian berdua m^mang sudah sangat keterlaluan padaku. Tapi apa aku sanggup untuk melakukan ini semua? Aku sangat tidak sanggup dan tidak bisa melakukan ini. Tuhan, tolong bantu aku untuk bisa kuat dan membongkar semua yang mereka berdua lakukan padaku. Tolong berikan kekuatan itu Tuhan, aku tidak sanggup lagi" ucapnya sambil menangis dan tanpa dia sadari ternyata didalam pent house tersebut adalah seseorang yang sedang mengawasi setiap gerak-geriknya dan apa yang dia lakukan.
"Aku harus kuat, aku harus bisa lepas dari belenggu kebohongan ini. Aku tidak sanggup untuk melakukan ini semua, aku tidak bisa. Hati aku sudah sangat hancur dan tidak bisa dikembalikan seperti semula lagi" ucapnya yang semakin tenggelam dalam tangisan nya yang sangat pilu sekali.
'Apa yang sedang dia lakukan? Kenapa dia menangis seperti itu dan terlihat sangat aneh. Tunggu, jadi dia yang menyewa pent house milik ku ini? Dasar aneh' gumam seseorang yang berada didalam ruangan yang sangat jauh tapi dia bisa memantau dan melihat semua yang dilakukan oleh orang didalam pent house miliknya.
"Jika mulut sudah tidak dapat bicara... Hati tidak bisa merasakan sakitnya dan hanya perlu diam untuk bisa melihat segalanya dan mendengarkan. Dengan begitu dia bisa tahu apa yang terjadi dan jalan terbaik untuk dirinya sendiri" sebuah kata yang selalu membuatnya kuat dan bisa bangkit kembali, selalu dia ingat segalanya.