
"Permisi Nyonya, saya yang diperintahkan oleh pemilik yayasan untuk datang kemari" ucap seorang wanita cantik dan terlihat sangat Muda itu.
"Apa kamu yakin? Sebaiknya kamu kembali lagi keyayasan, saya tidak menerima pengasuh Muda seperti dirimu. Jadi kamu saya tolak" ucap Tyas tanpa rasa bersalah saat mengatakan nya pada wanita tersebut.
"Ya ampun Nyonya, saya sudah datang kesini dan saya disuruh pulang lagi? Anda ini mau mencari pengasuh yang seperti apa Nyonya? Disana sudah tidak ada lagi pengasuh lain selain saya satu-satunya yang berada disana. Jadi anda tidak bisa memulangkan saya lagi" jelas wanita tersebut dan itu membuat Tyas sangat marah.
Dia segera mengambil ponselnya dan segera menghubungi yayasan tersebut. Dan ternyata yang dikatakan oleh wanita itu memang benar adanya. Maka dari itu dia tidak bisa melakukan apa-apa selain menerimanya sebagai pengasuh putrinya.
"Baiklah, kamu boleh bekerja disini dan akan menjaga putriku. Untuk saat ini putriku sedang berada didalam rumah sakit, jadi kamu harus disini saja dan menunggu sampai putriku pulang. Satu lagi, saya tidak suka kamu berpakaian seperti itu. Saya ingin kamu menggunakan pakaian yang tertutup dan tidak memperlihatkan bentuk tubuhmu itu. Jika melanggarnya, lebih baik saya tidak memiliki pengasuh untuk putriku" ucap Tyas dengan sangat sinis dan dia menunjuk kearah wanita itu dan menatapnya dari atas hingga kebawah.
"Tapi Nyonya, saya tidak memiliki pakaian lain, selain yang seperti ini didalam tas saya. Jadi saya tidak bisa memenuhi keinginan anda Nyonya" ucap wanita itu dan itu langsung membuat Tyas semakin murka pada wanita tersebut.
"Kamu fikir kamu ini bekerja disini dengan pakaian seperti itu untuk jadi pengasuh atau p*****r hah! Lebih baik kamu keluar dari rumah saya sekarang juga. Saya tidak perduli" ucap Tyas dengan sangat marah dan dia berteriak saat mengatakan nya.
"Biasa saja Nyonya. Saya ini belum tuli dan saya masih bisa mendengar dengan baik. Tanpa anda mintapun saya akan segera pergi dari sini. Pantas saja tidak ada yang betah menjadi pengasuh anaknya, wong serem gitu" ucap wanita tersebut yang segera pergi dari sana.
"Dasar j**ang, datang kesini hanya untuk menggoda suamiku saja" gumam Tyas dengan sangat kesal dan dia segera membanting pintu rumahnya hingga wanita yang tadi baru akan keluar pagar rumah langsung terjingkat kaget.
"Dih, dasar Nyonya tidak waras" ucapnya yang langsung pergi dari sana sambil jalan kaki entah menuju kemana.
.
Tyas benar-benar sangat frustasi dengan keadaan ini. Bahkan dia sudah habis-habisan untuk mengobati putrinya yang sakit parah, yaitu kanker darah stadium lanjut. Itu selain membutuhkan banyak biaya, juga membutuhkan dukungan.
"Mas, bagaimana ini semua bisa kita lakukan? Dia ini terkena kanker darah dan itu akan sulit untuk disembuhkan, bahkan sekarang semunya sudah kita jual untuk pengobatan baby. Aku sudah menyerah dan aku tidak bisa melakukan ini lagi Mas, aku sudah menyerah" ucap Tyas yang mengatakan nya sambil menatap Radit yang ternyata dia juga pulang.
"Aku juga sudah menyerah. Aku sudah tidak sanggup lagi merawatnya, karena aku tidak bisa melakukan penggelapan dana lagi didalam perusahaan. Karena sekarang semuanya sangat ketat, aku tidak bisa, jika aku masih ingin bekerja disana" ucap Radit yang sama-sama menyerah seperti Tyas.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang Mas? Dia masih berada didalam rumah sakit, apa kita bawa pulang saja sekarang?" tanya Tyas yang mengatakan nya sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Radit.
"Besok kita jemput dia, dan kita akan menyewa pengasuh saja seperti biasa. Dan kita tidak perlu merawatnya, kita berikan obat saja untuk meredakan rasa sakitnya" ucap Radit mengusap kepala Tyas yang bersandar dibahunya.
"Iya Mas, kita akan melakukan nya" jawab Tyas yang mulai melakukan hal yang selalu rutin mereka lakukan, walau sedang dalam situasi yang tidak memungkinkan.
Mereka memang tidak punya hati dan juga perasaan. Padahal anaknya sedang dalam kondisi yang memprihatinkan, mereka berdua sebagai orang tua.
"Sayang, lebih cepat lagi. Aku akan... Keluar sekarang" teriak Tyas saat Radit sedang memacu dirinya dengan sangat perlahan.
"Kenapa rasanya kamu berbeda dari sebelumnya? Seperinya kamu sudah sering digunakan" tanya Radit yang langsung membuat Tyas bungkam dan tidak berani protes menginginkan sesuatu yang lebih dari Radit.
'Bisa mati aku jika dia sampai tahu scandal ku dengan CEO perusahaan tempatku bekerja' ucap Tyas dalam hati dan dia tidak ingin jika Radit tahu segalanya tentang semua itu. Jadi lebih baik dia bungkam saja, dari pada harus terlibat masalah.
"Bagaimana mau seperti dulu sayang, aku sedang pusing dan kamu tahu sendiri bukan jika aku tidak pernah merawat diriku sendiri semenjak sibuk dengan pekerjaan dan masalah sakitnya baby. Jadi wajar saja jika rasanya tidak enak" ucap Tyas yang memberikan alasan dan ternyata Radit percaya saja dengan apa yang dikatakan oleh Tyas padanya.
"Benar juga sayang. Mulai sekarang kamu harus bisa merawat diri kamu lagi, jangan biarkan aku merasa tidak puas seperti ini lagi" ucap Radit yang melepasakan penyatuan nya setelah mengeluarkan mayones miliknya.
'Bagaimana bisa aku merawat diri aku seperti dulu lagi sih Dit. Jika dia selalu memintanya setiap saat dan setiap waktu, sehingga aku tidak bisa menolaknya' ucap Tyas dalam hati dan itu membuatnya tidak bersemangat melakukan apapun setelah selesai berc*nta dengan Radit.
Setelah kejadian malam itu, benar saja. Jika baby dibawa pulang dan hanya diberi obat pereda rasa sakit saja. Selebihnya tidak dia berikan, bahkan lebih tepatnya dibiarkan saja oleh kedua orang tuanya yang biada* itu.
Bahkan mereka benar-benar menggunakan jasa pengasuh yang sama sekali tidak pantas disebut sebagai seorang pengasuh. Karena yang dia lakukan hanya merawat dirinya saja dan juga jangan lupakan jika Radit akan selalu pulang saat siang untuk meminta jatahnya pada pengasuh putrinya sendiri.
Tidak jauh berbeda dengan Radit, Tyas juga melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Radit. Dia juga sedang bersenang-senang dengan Bos nya sendiri dan dia sudah menjadi simpanan Bos nya sudah sejak lama. Makanya dia bisa dengan mudah bisa masuk kembali bekerja didalam perusahaan yang dulu dan itu tanpa diketahui oleh Radit.
Mereka berdua memang sama-sama bejatnya dan juga tidak berperasaan. Dengan mudahnya melakukan itu pada pasangan nya satu sama lain.
.
"Kamu kenapa, kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Mom Felisha yang melihat Alfred yang hanya diam saja.
"Tidak apa-apa" jawab Alfred dengan datar dan dia tidak bersemangat saat menjawabnya.
"Aneh sekali, tapi kenapa kamu seperti sedang tidak bersemangat seperti ini? Kenapa?" tanya Mom Felisha dengan tatapan mengejeknya.
"Sudahlah Mom, kenapa suka sekali menggodaku" ucap Alfred yang melihat Alisha turun dari tangga dengan sangat cantiknya.
"Kenapa Mom? Apa yang terjadi pada Alfred, kenapa dia malah diam saja?" tanya Alisha saat sudah bergabung dengan mereka berdua.
"Nggak apa-apa sayang, hanya saja sikaku ini sedang memikirkan sesuatu kayaknya. Tumben sudah rapih sayang, mau kemana?" tanya Mom Felisha setelah menjawab pertanyaan dari Alisha.
"Oh, iya Mom. Kami akan kedokter sekarang, kebetulan beberapa hari ini kepala aku sering pusing dan juga kadang-kadang kurang enak badan saja Mom" jawab Alisha dengan senyuman nya dan itu membuat Mom Felisha menatap horor pada Alfred.
"Ehm, ehm... Kita berangkat sekarang saja sayang, takutanya kena macet" ucap Alfred yang berdehem dua kali saat mendapatkan tatapan tajam dari Mom Felisha.
"Baiklah, Mom. Kami pergi dulu ya, dah Mommy" ucap Alisha yang memeluk Mom Felisha dan pamit pergi setelah memeluk dan cipika cipiki pada Mom Felisha.
"Hati-hati sayang. AL, jaga Shasha dengan baik. Jangan sampai kenapa-kenapa" teriak Mom Felisha saat melihat kedua orang itu sudah menjauh darinya.
"Dear kamu benar-benar tidak kenapa-kenapa kan? Aku sangat khawatir akan keadaan kamu Dear" tanya Alfred saat sudah berada didalam mobil menuju rumah sakit.
"Iya sayang, aku baik-baik saja. Cuman pusing saja" jawab Alisha sambil memegangi keningnya yang terasa pening.
"Apa kamu sudah telat datang bulan sayang? Soalan kita pernah melakukan nya waktu itu satu kali saat setelah makan malam" tanya Alfred yang menanyakan hal itu pada Alisha yang hanya mengernyitkan keningnya bingung dan mengingat-ingat kapan terakhir kalinya dia datang bulan.
"Sayang, sepertinya memang aku belum datang bulan. Tapi belum waktunya juga, waktunya minggu depan. Kenapa memangnya sayang? Apa kamu berfikir, jika aku ini sedang mengandung?" jawab Alisha yang mengatakan nya sambil tersenyum dan dia bertanya kembali pada Alfred.
"Iya Dear, aku hanya berfikir kesana saja. Karena aku tidak ingin jika kita tidak mengetahuinya" jawab Alfred dengan tatapan yang penuh penyesalan dan rasa bersalahnya pada Alisha.
"Jika penasaran, kita periksakan saja semunya. Bagaimana?" tanya Alisha dengan senyuman nya dan itu membuat Alfred hanya bisa mengangguk dan dia memeluk Alisha membiarkan rasanya semakin dalam padanya.
"Kita periksakan semuanya sayang. Aku sudah tidak sabar, jika memang ada dia disini bagaimana? Apa kamu tidak akan marah padaku dan menyesal memilikinya?" tanya Alfred dengan memeluknya erat.
"Kenapa aku harus marah dan tidak menerimanya? Ini adalah berkat dari Tuhan, dan aku akan menjaganya dengan baik. Karena dia ini adalah buah cinta kita berdua, jadi jangan mengatakan itu lagi. Dia adalah berkat pemberian Tuhan yang sangat berharga bagi kita semua" jawab Alisha yang mengeratkan pelukan nya juga dan menyandarkan kepalanya pada bahu kokoh Alfred.
"Thank you Dear, thank you so much my Dear" ucqp Alfred yang memeluk Alisha dan dia menciumi pucuk kepala Alisha dengan sangat bahagia mengatakan nya.
Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan sebuah rumah sakit terbesar dan terlengkap disana. Mereka langsung menuju ruangan prakterk dokter obgyn, karena mereka memang ingin tahu segalanya dengan pasti.
"Selamat siang Tuan dan Nyonya, silahkan masuk" ucap seorang perawat wanita yang menyambut kedatangan mereka berdua.
"Silahkan duduk Tuan, Nyonya" ucap dokter wanita yang sudah menunggu mereka berdua ternyata.
"Terimakasih dok" ucap Alisha yang mengatakan menggunakan bahasa inggris nya, karena dia memang belum fasih menggunakan bahasa Indo.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan dan Nyonya?" tanya dokter obgyn tersebut sambil menatap Alisha yang tersenyum dan mengangguk.
"Begini dok, saya sering merasa pusing dan juga mudah lemas. Saya dan juga kekasih saya ingin mengetahui, apa memang saya sedang mengandung atau tidak" jelas Alisha pada dokter obgyn tersebut dan dia hanya bisa bengong saja mendengar penjelasan dari Alisha.
Dokter dan perawat tersebut hanya bisa saling pandang dan tidak berani mengatakan apa-apa pada mereka berdua. Membuat Alfred dan Alisha semakin penasaran dengan semua yang akan dokter itu katakan pada mereka berdua. Yang sudah sangat tidak sabar lagi.