Disaster In Marriage

Disaster In Marriage
Panik



Alfred terus memandangi Alisha dan dia segera membersihkan tubuhnya sebelum bergabung dengan nya. Dia juga merasa lelah dan juga panik saat melihat Alisha yang seperti ini karena ulahnya tadi dipusat perbelanjaan.


"Maafkan aku Dear, aku sudah membuat kamu ketakutan" ucap Alfred sebelum akhirnya masuk kedalam kamar mandi.


Lalu dia keluar lagi dan sudah menggunakan pakaian nya dan bergabung untuk istirahat bersama dengan Alisha. Wanita pertama dan satu-satunya yang bisa membuatnya merasa nyaman dan mengerti apa itu mencintai.


Alfred benar-benar terlelap bersama dengan Alisha. Dia tidak sadar jika Mom Felisha melihat apa yang dia lakukan didalam kamar. Karena Mom Felisha tidak ingin jika putranya itu melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada Alisha. Apa lagi beliau sudah tahu jika putranya itu sudah sangat mencintai Alisha. Walau dalam keyakinan mereka melakukan hubungan diluar nikah itu adalah hak yang wajar. Tapi Mom Felisha tidak ingin jika Alfred melakukan itu semua sebelum ada ikatan pernikahan diantara keduanya.


"Syukurlah, ternyata dia memang mendengarkan apa yang aku katakan padanya. Dia memang pria sejati" gumam Mom Felisha yang menutup pintu kamar Alisha dan pergi dari sana.


"Kamu sedang apa sayang? Kenapa kamu selalu melakukan itu pada mereka berdua?" tanya Dad Donald yang sudah berdiri dibelakang Mom Felisha.


"Aku hanya tidak ingin jika dia akan melukai perasaan wanita itu, dan itu sama saja melukai ku juga sayang. Aku selalu menanamkan kebaikan pada diri AL, supaya selalu menghormati orang. Apa lagi seorang wanita" jawab Mom Felisha yang mengatakan nya dengan sangat tegas pada Dad Donald.


"Iya sayang, kenapa kamu tidak mempercayai putramu sepenuhnya, hmm?" tanya Dad Donald lagi yang mengajak Istrinya untuk duduk disofa.


"Aku mempercayainya sayang. Aku hanya tidak mempercayai sisi lain dari Alfred yang bisa saja melakukan itu pada Shasha yang pastinya akan menerima-nerima saja apa yang akan putra kita lakukan sebelum menikah. Karena bagi sebagian wanita akan sangat menyakitkan jika itu dilakukan sebelum menikah dan ada ikatan resmi diantara keduanya" jawab Mom Felisha panjang lebar dan itu membuat Dad Donald merasa sangat bangga dan juga sangat bahagia bisa memiliki istri yang sangat menggunakan perasaan nya dan juga sangat perhatian padanya dan apa lagi pada putra satu-satunya.


"Iya sayang, aku akan mendukung apapun keputusan kamu. Karena keputusan seorang Ibu tidak mungkin akan salah untuk kebaikan putra putrinya itu. Thank you, sudah berada disisiku sampai sejauh ini dan selalu menginginkan aku juga" ucap Dad Donald yang memeluk Mom Felisha dan menyandarkan kepalanya pada dada bidangnya.


"Hmm, aku akan melakukan apa saja untuk kebaikan mereka dan juga keluarga kita sayang. Aku tidak akan pernah berhenti untuk mengingantkan nya" jawab Mom Felisha yang merasakan nyaman berada dalam pelukan suaminya yang begitu mencintainya sejak dulu hingga sekarang.


Bahkan mereka berdua selalu menjadi panutan dan juga contoh bagi Alfred dan Alfian. Mereka berdua inginkan menjadi dan memiliki pasangan hidup mereka yang baik dan selalu pengerian seperti Mom Felisha. Ya, walau memang sangat cerewet dan juga suka berbuat sesuka hatinya jika dia menginginkan yang terbaik untuk putranya.


"Kamu juga harus istirahat sayang. Aku tidak ingin jika mau sakit" ucap Dad Donald yang mengajak Mom Felisha untuk istirahat bersama dengan nya.


"Baiklah sayang. Aku memang merasa letih sekali" jawab Mom Felisha bangkit dari duduknya menuju kamarnya yang berada dilantai bawah.


Keduanya berjalan beriringan menuju kamar mereka berdua. Tapi ada seseorang yang ingin bertemu dengan mereka berdua. Dan mereka mau tidak mau menemuinya, walau merasa tidak nyaman jika bertemu dengan orang yang selalu membuat mereka berdua jengah.


"Hai Nyonya, Tuan. Bagaimana kabar kalian semua? Senang rasanya bisa bertemu dengan anda berdua lagi" ucap seorang wanita paruh baya dengan seorang wanita cantik disampingnya.


"Ada apa kalian datang kemari? Apa ada masalah penting?" tanya Mom Felisha langsung to the point pada dua orang toxic itu.


Otomatis ucapan Mom Felisha membuat mereka hanya bisa tersenyum kecut saat mendapatkan pertanyaan yang membuat mereka berdua merasa canggung.


"Maaf Nyonya, saya hanya ingin memberitahukan. Jika putri saya ini ingin bekerja diperusahaan anda dan bisa dekat dengan Tuan Muda. Karena saya yakin jika mereka akan sangat cocok satu sama lain" jawabnya dengan penuh percaya diri saat mengatakan nya pada Mom Felisha dan Dad Donald.


"Apa?! Apa saya tidak salah dengar dengan ucapanmu itu? Bahkan saya saja tidak menyukai putrimu itu, apa lagi putraku yang pemilih itu. Ck" ucap Mom Felisha yang mengatakan nya setengah berteriak. Juga jangan lupakan decakan tidak sukanya.


"Maksud anda apa Nyonya? Putri saya ini cantik dan juga sangat sopan. Kenapa anda bisa tidak menyukainya, bahkan anda belum mengenalnya lebih dekat. Jika anda sudah kenal dekat, maka anda bisa melihatnya. Betapa putriku ini sangat cantik dan juga baik hati, apa lagi tidak pernah melakukan kesalahan" ucapnya yang masih memasangkan senyumnya, padahal dia sedang menahan kesal. Karena dia belum pernah mengalami ini sebelumnya.


"Benarkah? Benar begitu? Tapi saya tidak bisa melihat itu semua saat pertama bertemu ini. So, lebih baik kalian pulang dan kenalkan juga mencari pekerjaan pada yang lain saja. Karena saya sudah memiliki calon menantu pilihan ku sendiri. So, mengerti bukan dengan ucapan saya?" ucap Mom Felisha menatap sinis pada kedua orang yang berada didepan nya.


"Kenapa anda mengatakan seperti itu Nyonya. Setidaknya anda terima dulu putriku ini, jika merasa cocok dan nyaman. Bisa dipertimbangkan kembali" ucapnya yang masih bersikukuh dengan keinginan nya itu.


"Jika tidak ingin keluar dari sini. Maka...." ucap Mom Felisha yang menjeda ucapan nya lalu beranjak menuju dua bodyguard yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Kalian berdua usir mereka dan jangan biarkan mereka masuk kemari lagi. Jangan kamu masuk kemari, mendekati mainson ini saja tidak boleh. Lakukan tugas kalian berdua, jika mereka melawan. Lemparkan saja kejalanan" ucap Mom Felisha dengan kejamnya sambil tersenyum sinis pada dua orang wanita tersebut.


"Nyonya. Kami memang bukan orang kaya seperti anda, tapi setidaknya jangan perlakukan kami ini seperti an**ng jalanan! Saya tidak terima. Tunggu saja, nanti akan ada orang yang menuntut kepada kalian. Termasuk kamu berdua" ucapnya yang berteriak karena dua bodyguard tersebut sudah menyeretnya dengan paksa.


"Benarkah? Uuuhhh, takut..... Jangan mimpi bisa melakukan itu pada saya, karena saya memang tidak menginginkan dan menerima kedatangan kalian berdua. Jadi sadar diri saja, oke" ucap Mom Felisha yang segera masuk lalu membanting pintu dengan kencang.


"Huh, ada sahabatnya orang-orang modelan begitu. Kenapa dia seperti sedang menjajakan dagangan nya? Padahal dia adalah putrinya sendiri" gumam Mom Felisha yang masuk kedalam kamarnya tanpa menghiraukan Dad Donald yang hanya menggelengkan kepalanya akan sikap istrinya yang bisa dibilang sangat keterlaluan mengatakan itu dan mengusir mereka dengan paksa.


Dad Donald hanya bisa mengikutinya dan mendukung apapun keputusan yang diambil oleh Mom Felisha. Karena dia juga tidak menyukai orang tua yang malah menjajakan anak perempuan nya pada orang-orang yang mereka anggap bisa menunjang kehidupan dan juga masadepan mereka tanpa lelah bekerja.


.


Setelah semua kejadian itu berlalu, Alfred mengajak Alisha untuk kontrol. Karena Alfred sudah berjanji, jika dia sendiri yang akan mengantarkan nya dan juga mengajak Alisha jalan-jalan setelah selesai periksa.


"Apa ingin memetik dan merangkainya?" tanya Alfred lagi dan itu membuat Alisha menatap kearahnya dan dia malah langsung memeluk Alfred dengan erat.


"Eh, kenapa?" tanya Alfred yang mengurai pelukan nya dan menangkup kedua pipi Alisha.


"Aku sangat bahagia, terimakasih sudah mengajak aku kemari" ucap Alisha yang tidak pernah berhenti untuk tersenyum pada Alfred.


"Benarkah? Apa kamu menyukainya? Jika iya, maka aku akan memindahkan semua tanaman-tanaman ini kehalaman mainson" tanya Alfred yang membuat Alisha mengernyitkan keningnya.


"Iya, aku akan meminta para pelayan dimainson untuk menanam bunga-bunga yang seperti ini dihalaman mainson. Dan kamu bisa kapan saja menikmatinya, juga bisa memetik dan merangkainya sesuai keinginan kamu Dear" ucap Alfred yang sudah banyak bicara setelah mengenal dan dekat dengan Alisha.


"Benarkah? Apa semuanya ini akan aku dapatkan? Tapi... Nanti aku akan terlalu manja padamu, karena kamu selalu menuruti keinginan ku" tanya Alisha dengan tatapan berbinarnya, tapi itu hanya sekejap. Lalu tatapan nya berubah sendu.


"Hei, kenapa malah sedih? Justru aku sangat senang bisa membuat kamu bahagia dan juga mendapatkan apa yang kamu inginkan. Selagi aku bisa melakukan nya dan ini semua adalah hak yang mudah juga tidak akan membuat aku miskin" ucap Alfred yang membuat Alisha menatap kearahnya dengan tatapan datarnya saat mendengar jika tunangan nya ini begitu menyombongkan kekayaan nya itu.


"Kenapa? Memang benar bukan? Apa yang tidak akan aku lakukan untuk kamu Dear, karena semua ini memang hanya untuk kamu. Termasuk hidupku sendiri akan aku berikan padamu" ucap Alfred yang membuat Alisha menutup mulut Alfred untuk tidak mengatakan apapun tentang nyawa.


"Jangan pernah mengatakan itu lagi. Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa, jadi jangan pernah mengatakan itu lagi" ucap Alisha yang menggelengkan kepalanya tidak menyukai apa yang Alfred ucapkan.


"Kenapa Dear? Aku akan melakukan apapun untuk kamu, jadi jangan merasa bersalah akan hal itu" ucap Alfred yang mengusap pipi Alisha dan dia langsung memeluknya.


"Jangan, jangan pernah mengatakan itu lagi. Aku tidak suka, jika masih mengatakan nya. Maka aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri dan aku akan selalu berada didalam rasa bersalah seumur hidupku" ucap Alisha yang memeluk Alfred dengan sangat erat.


"Ssstttt, jangan menangis dan jangan bicara seperti itu. Aku berjanji akan selalu ada untuk kamu dan bersama terus dengan kamu selamanya" ucap Alfred yang menenangkan Alisha yang sedang bersedih dan dia tidak ingin jika Alisha menjadi drop kembali seperti sebelumnya.


"Jadi, sebagai ucapan maafku. Bagaimana jika kita memetik bunga-bunga ini untuk kamu rangkai?" tanya Alfred yang menatap wajah Alisha yang sedang sendu.


"Apa boleh? Apa pemiliknya tidak akan marah? Aku takut jika mereka atau pemiliknya menjadi marah dan tidak mengizinkan untuk memetiknya" tanya Alisha yang menatap wajah Alfred dengan pandangan tidak enaknya.


"Jangan difikirkan, karena ini semua sudah diberi izin oleh pemiliknya. Jadi jangan sungkan lagi untuk melakukan apa yang kamu sukai" ucap Alfred yang mengajak Alisha memetik berbagai bunga-bunga dan dia mengajak Alisha duduk diantara bunga-bunga yang sangat cantik dan juga wangi.


Alisha sangat bahagia bisa melakukan ini semua dan bisa menikmati waktunya berdua dengan Alfred. Walau Merriam harus bertemu hanya satu bulan sekali dan esok hari Alfred akan kembali kenegara nya. Tapi walau begitu hari ini sudah sangat membuat Alisha sangat bahagia dari hari-hari sebelumnya. Karena sebelumnya dia belum pulih seperti sekarang, dan sekarang walau belum pulih total. Bisa dikatakan sembuh dan lebih baik lagi kemajuan kesehatan nya.


"Apa kamu bahagia Dear?" tanya Alfred saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Tentu saja aku sangat bahagia. Hari ini adalah hari yang sangat sepesial untuk ku, dan ini semua sangat bagus" ucap Alisha yang sedang memegang bucket bunga yang sangat bagus, dan itu adalah rangkaian dirinya sendiri.


"Syukurlah jika kamu bahagia. Aku memiliki kejutan lainnya untuk kamu" ucap Alfred yang membuat Alisha mengernyitkan keningnya. Karena dia akan mendapatkan banyak kejutan hari ini.


"Kenapa wajahmu seperti itu Dear? Apa kamu tidak suka jika aku memberikan kamu banyak kejutan?" tanya Alfred yang memegang tangan Alisha dan mengusap-ngusapnya dengan sangat lembut.


"Justru aku sangat menyukainya, tapi aku takut jika aku akan selalu menginginkan seperti ini terus nantinya" jawab Alisha yang menyandarkan kepalanya pada dada bidang Alfred.


"Kenapa memangnya? Jika aku bisa melakuakan ini setiap hari, maka akan aku lakukan untukmu. Kenapa kamu harus takut Dear?" tanya Alfred yang membuat Alisha menjauhkan kepalanya dari dada Alfred dan menatap kearahnya sekarang.


"Justru aku sangat takut dan juga khawatir. Jika aku akan serakah nantinya, aku akan selalu menginginkan seperti ini terus setiap hari. Kamu harus selalu pulang kenegara kamu dan aku akan disini bersama dengan Mommy. Aku tidak ingin jika aku akan serakah dan meminta kamu untuk tinggal disini bersama dengan ku. Aku tidak ingin membuat kamu terkekang atas keserakahan aku ini. Jadi jangan terlalu memanjakan aku seperti ini terus, lakukan saja seperlunya dan biasa-biasa saja" jawab Alisha yang mengatakan nya sambil terus menatap wajah Alfred dengan senyuman yang baru kali ini Alfred lihat begitu tulus dan tidak dipaksakan.


"Jika aku bilang akan tinggal disini dulu sampai kamu benar-benar sembuh dan siap untuk ikut bersama dengan ku kenegara ku apa kamu siap melakukan itu juga, hmm?" tanya Alfred dengan tatapan yang sangat teduh juga memberikan senyuman nya hanya untuk Alisha saja.


"Jadi, jadi kamu akan tinggal disini? Bersama ku? Selama ini disini?" tanya Alisha yang membuat Alfred hanya diam dan mengangguk saja mengiyakan ucapan Alisha.


"Benarkah?" tanya Alisha lagi meyakinkan dirinya sendiri, jika pendengaran nya tidak salah.


"Benar Dear, kenapa aku selalu pulang saat pertemuan kita sebelum-sebelumnya. Karena aku ingin menyelesaikan dulu pekerjaanku dan aku bisa bersama dengan kamu, disini" jawab Alfred yang tersenyum dan langsung memeluk Alisha dan menciumi pucuk kepala Alisha.


"Terimakasih, terimakasih. Aku, aku sangat bahagia. Sangat-sangat bahagia" ucap Alisha yang mengatakan nya dengan sangat bahagia dan dengan tatapan yang berkaca-kaca. Karena sangat bahagia.


"I really love you my Dear" ucap Alfred yang mengatakan perasaan nya pada Alisha.


"Me too" jawab Alisha yang membalas pelukan Alfred dan mereka saling mengungakapkan perasaan nya masing-masing. Membuat supir yang berada satu mobil merasa bahagia juga akan kebahagiaan Tuan Muda nya yang benar-benar menemukan wanita yang selama ini dia jaga dengan sepenuh hatinya.