
"Mom, apa Mommy didalam?" teriak mereka berdua mencari keberadaan Alisha yang tidak bisa mereka temukan dimana-mana.
"Iya sayang, Mommy disini" jawab Alisha yang keluar dari dalam ruangan yang ada didalam kamar Alfred.
"Mom, apa Mommy menangis?" tanya Alkana yang melihat ada jejak air mata dipipi Alisha.
"Nggak, Mommy tidak menangis. Mommy hanya kelilipan tadi saat sedang mencari Daddy didalam sana" jawab Alisha memberikan alasan pada kedua anaknya yang akan selalu bertanya jika mereka belum mendapatkan jawaban yang pas menenurut menurut mereka berdua.
"Benarkah?" tanya Alkena yang menatap mata Alisha untuk mencari kebenaran dari matanya.
"Apa Mommy ini suka berbohong pada kalian berdua, hmm?" tanya Alisha yang menatap kearah Alkena.
Alkena dan Alkana menggeleng sebangai jawaban yang diberikan oleh Alisha pada mereka berdua. Mereka lalu mengangguk untuk pergi dari kamar dan melanjutkan makan mereka yang tertunda.
"Apa masih mau disini saja sayang?" tanya Alisha yang mengatakan nya sambil tersenyum dan dia kembali menjadi Alisha yang dulu Alfred kenal dan dekat.
"Tentu saja Dear, aku akan membersihakan wajahku dulu. Duluan saja kesana, kasihan mereka berdua sudah menunggu lama" ucap Alfred yang mengusap pipi Alisha dan dia segera masuk kedalam kamar mandi.
"Mom, apa Daddy masih lama? Kami sudah sangat lapar" tanya Alkana yang diangguki oleh Alkena.
"Kenapa tidak duluan saja? Daddy sebentar lagi datang" ucap Alisha yang meminta anak-anaknya untuk makan lebih dulu.
"No Mom, kami akan makan bersama dengan Daddy dan Mommy saja" jawab Alkena dengan suara cadelnya sambil memegang sendok dan garpu ditangan nya masing-masing.
"Sorry boy, girl. Daddy lama, apa kalian menunggu Daddy?" tanya Alfred yang melihat kedua anaknya belum menyentuh makanan diatas piringnya masing-masing.
"Kenapa belum memakan sarapan nya? Kita makan sekarang" ucap Alfred yang meminta kedua anaknya untuk makan.
Mereka makan bersama dengan sangat semangat. Tapi saat mereka berempat sedang menikmati sarapan nya tiba-tiba pintu pent house ada yang mengetuk dan menekan bel berulangkali.
"Mau kemana? Biar aku saja" ucap Alfred yang melihat Alisha akan beranjak dari duduknya menuju pintu.
Alfred menekan remote yang berada didalam kamarnya dan mengganti kode seperti sebelumnya dia gunakan.
Datanglah pasangan suami istri paruh baya yang sangat tergesa-gesa menghampiri mereka bertiga yang sedang duduk didepan meja makan.
"Mom" ucap Alisha yang langsung bangkit dari duduknya menghampiri Mom Felisha dan memeluknya erat.
"Kamu kemana saja sayang? Mommy sudah menceritakan kamu kemana-mana tapi tidak ketemu" ucap Mom Felisha yang mengusap pipi Alisha yang sudah mengurai pelukan mereka.
"Maafkan aku Mom, aku takut untuk muncul dihadapan kalian. Aku merasa jika nanti akan ada masalah, apa lagi aku datang tidak sendiri lagi" jawab Alisha yang menunduk dan dia tidak berani menatap kearah Mom Felisha.
"Kenpa kamu kurusan sayang? Kamu pasti sangat lelah mengurus segalanya sendiri, maafkan Mommy yang tidak segera menemukan kalian semua" ucap Mom Felisha yang meneteskan air matanya.
Sedangkan kedua anaknya hanya melihat dan menjadi pendengar yang baik untuk para orang dewasa. Karena mereka berdua tidak ingin ikut campur dalam urusan dan masalah orang dewasa.
"Apa mereka adalah cucu-cucu Mommy sayang?" tanya Mom Felisha yang melihat kearah dua anak-anak lucu yang sedang mengunyah makanan nya.
"Iya Ma, mereka adalah cucu-cucu Mommy" jawab Alisha mengangguk.
Mom Felisha langsung menghampiri keduanya cucunya dan Dad Donald menghampiri Alisha lalu mengusap pipi Alisha dengan lembut.
"Maaf sudah membuat kalian lama bertemu dengan kami. Kami juga minta maaf sudah membuat kalian menderita selama ini" ucap Dad Donald yang baru kali ini mengatakan kesedihan dan penyesalan dalam matanya.
"Dad, jangan katakan seperti itu. Kami baik-baik saja dan kamu bisa seperti ini berkat kalian juga, Daddy jangan seperti ini" ucap Alisha yang melihat Dad Donald mengatupkan kedua tangan nya didepan dada.
Alisha langsung memegang tangan Dad Donald untuk tidak melakukan itu padanya. Karena dia juga sangat menyayangi Dad Donald dan sudah dia anggap sebagai Ayah nya sendiri. Mereka menangis bersama dan keduanya saling memeluk dan mengusap air mata mereka masing-masing.
"Terimakasih nak, kamu adalah putri kami. Setelah ini kita pulang bersama" ucap Dad Donald yang mengatakan akan membawa mereka pergi dari pent house milik Alfred.
"Iya Dad" jawab Alisha mengangguk dengan apa yang dikatakan oleh Dad Donald.
Mereka saling bercengkrama bersama dan melupakan Alfred yang hanya diam dan menatap mereka semua.
"Aku ikut senang Dear, mereka memang sangat menyayangi kalian. Maafkan aku, karena kebodohan ku dulu memisahkan kalian dari mereka berdua" gumam Alfred yang hanya diam menatap kebersamaan kedua orang tuanya dengan wanita yang dia cintai bersama dengan kedua anak kembarnya.
"Tapi aku tidak ingin jika kalian perbincangan dariku lagi. Kalian harus bersama dengan ku, biarkan saja aku dibilng egois saat aku sudah mengakui kesalahan yang pernah aku perbuat pada kalian. Walau mereka adalah kedua orang tuaku, aku tidak perduli. Karena aku tidak ingin jauh lagi dari kalian" ucap Alfred yang bertekat untuk mempertahankan mereka bersama dengan nya dan tidak ingin mereka pergi lagi darinya. Walau mereka berada dengan kedua orang tuanya.
"Apa kalian senang berada disini dengan Mommy kalian?" tanya Mom Felisha pada kedua cucu kembarnya.
"Emm, sangat-sangat bahagia" jawab Alkana dan Alkena berbarengan.
"Wah, apa kalian ingin ikut bersama dengan grandma dan grandpa kerumah? Disana ada banyak mainan dan kami sudah menyiapkan segalanya untuk kalian berdua. Apa kalian mau ikut dengan kami?" tanya Mom Felisha pada kedua cucu kembarnya.
"Tentu saja, kami akan ikut dengan grandma dan grandpa. Tapi... Apa Mommy dan Daddy akan mengizinkan nya?" jawab kedua anak kembar yang menatap kearah Alisha yang mengernyitkan keningnya.
"Bagaimana Mom, apa kami boleh ikut dengan grandma dan grandpa?" tanya Alkana dan Alkena pada Alisha yang mengernyitkan keningnya bingung.
"Apanya yang bagaimana? Bagaimana kalian berdua saja, jika mau ikut ya ikut. Jika tidak ya terserah pada kalian berdua" jawab Alisha pada kedua anaknya yang malah membuat mereka berdua menjadi bingung.
Disisi lain mereka tidak mau berjauhan lagi dengan Daddy nya, disisi lainnya lagi mereka juga menginginkan mainan dari orang yang sudah sangat baik pada mereka. Dan mereka berdua adalah grandma dan grandpa nya yang selama ini mereka impikan ingin bertemu dan memiliki mereka berdua.
"Kami ingin ikut dengan grandma dan grandpa. Tapi kami tidak ingin jauh lagi dengan Daddy" jawab Alkena yang langsung berlari dan memeluk Alfred yang berlutut menyambut kedatangan putrinya.
"Kami ingin bersama dengan Daddy terus dan tidak mau berpisah lagi" jawab Alkana yang juga menghampiri Alfred dan mereka berdua sekarang sedang dalam gendongan Alfred, Daddy mereka berdua.
"Siapa yang akan memisahkan kalian? Kami semua akan bersama-sama dan bahkan akan membawa kalian semua kembali ke mainson. Bukan berada ditempat sempit seperti ini" ucap Mom Felisha yang menatap sinis pada Alfred, putranya sendiri.
"Ini tempat yang bagus dan besar grandma, bahkan rumah kami tidak sebesar ini. Jadi kami akan betah berada disini dan lagi Daddy sudah membelikan mainan juga kamar yang bagus untuk kami berdua" jawab Alkana yang masih memeluk leher Alfred dan dia mengangguk bersama dengan Alkena.
"Wah, benarkah? Jadi selama ini kalian tinggal dimana? Kenapa kalian tidak mengatakan apa-apa pada grandma dan grandpa" tanya Mom Felisha yang sudah menatap sedih pada kedua cucunya dan Alisha yang selama lima tahun kebelakang ini.
'Hidup mereka pasti tidak mudah, apa lagi untuk Alisha yang memang tidak memiliki keahlian apa-apa setelah ingatan nya sudah hilang atau dihapus semuanya secara permanent. Apa lagi setelah melahirkan kedua anak kembarnya, pasti sangat sulit dan juga sangat berat untuk diam jalani sendiri. Maafkan Mommy sayang, Mommy tidak tidak bisa membantu kamu selama ini, tapi sekarang Mommy akan membuat kalian bahagia dan memberikan apa saja supaya kalian bisa bahagia untuk menggantikan waktu yang terbuang' ucap Mom Felisha dalam hati dan dia akan membahagiakan mereka semua dan akan meminta maaf pada Alfred, putranya.
"Sebaiknya kalian berdua main dulu berdua ya. Grandma dan grandpa akan berbicara dengan Mommy dan Daddy kalian dulu. Bisa?" tanya Mom Felisha yang langsung diangguki oleh kedua cucunya.
"Apa yang ingin Mommy tanyakan?" tanya Alfred langsung to the point.
"Maafkan Mommy AL, Mommy pernah bicara kasar dan bahkan tidak mengakui kamu anak Mommy lagi. Mommy saat itu sangat marah dan juga kesal pada kamu, karena kamu yang sudah membuat Shasha pergi dari rumah dan bahkan entah kemana dia pergi. Maafkan Mommy AL, maaf" ucap Mom Felisha yang menunduk meminta maaf pada Alfred.
"Mom, Mommy tidak salah. Mommy sudah benar melakukan itu, aku juga sudah sangat bersalah akan hal ini. Aku memang pantas mendapatkan semuanya dari Mommy dan bahkan kebencian dari mereka yang sudah aku sakiti. Tapi, tapi mereka malah dengan mudahnya memaafkan aku dan bahkan sangat sayang padaku. Aku sangat bersyukur bisa mendapatkan itu semua" ucap Alfred yang menggenggam tangan Mom Felisha yang juga saling mengungkapkan rasa bersalahnya satu sama lain.
"Semuanya sudah clear kan? Jadi kalian jangan bersitegang lagi dan jangan pernah mengulani perbuatan kalian lagi. Semuanya sudah selesai dan tugas kita saat ini membuat mereka bahagia dan tidak kekurangan kasih sayang juga keluarga yang utuh" ucap Dad Donald yang membuat kedua orang itu mengangguk dan mereka sangat bersyukur atas pertemuan mereka sekarang.
"Bagaimana dengan kami sayang? Apa kamu mau tinggal lagi dengan kami dan berkumpul bersama lagi seperti dulu? Bila perlu klian berdua menikah sekarang juga, kasihan anak-anak kalian yang pasti sangat membutuhkan kalian berdua" ucap Mom Felisha yang menatap kearah Alisha.
"Kami memang sudah resmi menikah Mom, karena aku sudah menandatangani berkas pernikahan kami berdua. Jadi aku tidak ingin ada pesta atau yang lainnya, sudah sah dan resmi dimata hukum. Itu sudah cukup untuk aku Mom" jawab Alisha yang membuat Mom Felisha, Dad Donald dan Alfred membolakan matanya mendengar apa yang dikatakan oleh Alisha.
"Dear, bukankah kamu tadi menolaknya dan tidak mau menandatangani berkas pernikahan kita? Kenapa kamu bilang sudah?" tanya Alfred yang menatap kearah Alisha yang hanya mengedikan bahunya saja.
"Coba saja kamu lihat sendiri, makanya jangan asal saja jika bicara dan belum tahu kebenaran nya" gumam Alisha yang membuat Alfred hanya diam dan mengingat-ingat saat Alisha menandatangani.